Claim Missing Document
Check
Articles

GOLF COURSE di MANADO: Arsitektur Kontemporer Sharon A. Maleke; Pierre H. Gosal; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan di Kota Manado mengalami peningkatan yang relatif pesat ini ditandai oleh banyaknya pembangunan fasilitas baik perumahan, perkantoran serta fasilitas lainnya yang diperuntukkan bagi mereka yang tergolong dalam masyarakat menengah ke atas. Dimana masyarakat menengah ke atas ialah mereka yang secara finansial mampu dan dominan berpenghasilan di atas rata-rata.. Penduduk kota manado yang berpenghasilan di atas rata- rata dominan berprofesi sebagai pengusaha/pebisnis, dengan berbagai aktivitas dan kesibukan yang dijalani membuat mereka membutuhkan sebuah tempat hiburan/rekreasi sekaligus olahraga. Dari kondisi ekonomi mereka miliki dapat dilihat bahwa pemicu tingginya gaya hidup, dimana gaya hidup mereka yang mengarah pada kehidupan modern yaitu dengan menuntut adanya kelengkapan, kemudahan serta kepraktisan didalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Oleh karena itu, banyak sarana serta prasarana kota yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Tujuan penelitian ini untuk merancang club house dan golf course yang mampu mewadahi dan memenuhi kebutuhan serta menciptakan rasa nyaman untuk setiap aktifitas yang dilakukan oleh pengguna club house dan golf course dan Mendisain konsep yang jelas lewat desain yang baik dan benar yang menghubungkan antara tempat hiburan dan olahraga Kata Kunci : Kota Manado, Golf Course, Arsitektur Kontemporer
FASILITAS WISATA ALAM GUNUNG SOPUTAN: Arsitektur Organik Daniel Mawati; Pierre H. Gosal; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alam dan segala hal yang berkaitan gunung, laut dan pepohonan tak lepas juga kaitan hubungan dengan akal dan pikiran manusia serta keadaan sosial, ekonomi, dan geografis masyarakat. Pentingnya suatu Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Minahasa adalah kabupaten yang mempunyai wilayah penduduk di perbukitan tinggi atau pegunungan di bandingkan penduduk di wilayah pesisir pantai. Namun tempat wisata alam yang ada masih kurang dan belum memadai. Menurut pengamatan awal, banyak pengunjung wisata pegunungan di Minahasa. Namun di karenakan tidak adanya fasilitas penunjang yang tidak tertata dan tidak di buatkan suatu fasilitas yang mewadahi dan bersifat edukatif, maka sering terjadinya kerusakan alam di sekitarnya. Lokasi terpilih dalam perancangan ini bertempat di Kabupaten Minahasa tepatnya di Kecamatan Langowan Barat, di Desa Tumaratas 2, Lokasi yang berada di kawasan Gunung Soputan atau berada di kaki Gunung Soputan. Kehadiran Fasilitas Wisata Alam pegunungan yang selain menjadi tempat hiburan namun lebih dari itu sebagai area rekreasi hutan membawa pengunjung lebih dekat dengan alam. Usaha perencanaan perancangan Fasilitas Alam Gunung Soputan memiliki tingkat fisibilitas yang besar, dilihat dari sektor pariwisata dan karena biaya operasionalnya dibiayai oleh pihak swasta dan diawasi oleh pemerintah, nilai ekonomi ini dianggap menguntungkan. Pendekatan Arsitektur Organik menjadi tema pilihan dimana akan diadukan antara bentuk dan ruang serta konsep dalam bangunan yang dimana alam tetap dapat menyatu dengan manusia tanpa hilangnya unsur modern. Kata Kunci: Wisata, Gunung Soputan, organik
GALERI CERITA RAKYAT MINAHASA DI PINABETENGAN: Implementasi Extending Tradition Angelino P. Tangkulung; Pierre H. Gosal; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri Cerita Rakyat Minahasa di Pinabetengan dengan tema "Extending Tradition" adalah sebuah proyek budaya yang bertujuan untuk merayakan, melestarikan, dan memperluas tradisi kaya Minahasa. Pinabetengan, sebuah desa yang dikelilingi oleh alam yang indah, telah lama menjadi kustodian cerita rakyat Minahasa yang kaya dan budaya lokal yang unik. Galeri ini bertujuan untuk membawa cerita-cerita tersebut ke generasi yang lebih muda dan merangsang pertumbuhan budaya dengan cara yang inovatif.Galeri ini memaparkan sejarah dan nilai-nilai budaya Minahasa serta menggambarkan bagaimana tradisi-tradisi tersebut mengalami evolusi seiring berjalannya waktu. Pengunjung akan diajak dalam perjalanan interaktif yang membawa mereka melalui narasi cerita rakyat yang diceritakan kembali dalam bentuk yang lebih kontemporer. Mereka akan melihat bagaimana cerita-cerita kuno ini tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pinabetengan.Galeri Cerita Rakyat Minahasa di Pinabetengan dengan tema "Extending Tradition" adalah upaya untuk memadukan nilai-nilai warisan budaya dengan inovasi, menjembatani kesenjangan antara masa lalu dan masa depan, dan menjadikan cerita rakyat Minahasa sebagai bagian yang hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat Pinabetengan saat ini. Kata Kunci: Cerita rakyat minahasa, Extending Tradition.
TERMINAL PENUMPANG LOKAL ANGKUTAN UDARA KABUPATEN SITARO: Arsitektur Bioklimatik Christin Makahanap; Julianus A. R. Sondakh; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57237

Abstract

Terminal bandar udara merupakan objek pelengkap dari Bandar Udara, kehadiran Terminal menjadi sarana penghubung antara lapangan terbang dan seluruh bandara yang di lengkapi dengan fasilitas pelayanan untuk pemprosesan penumpang dan bagasi. Dalam perekonomian global saat ini kehadiran suatu kawasan penerbangan berkembangan secara dramatis. Kebutuhan ini bukan hanya untuk memenuhi sarana transportasi daerah namun juga sebagai pusat ekonomi yang menghasilkan lapangan kerja, perkembangan bisnis lokal, serta menarik investasi. Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro telah mengambil kebijakan untuk membangun kawasan penerbangan bandar udara di Pulau Siau tidak hanya untuk meningkatkan faktor ekonomi dan sosial tetapi juga untuk antisipasi bencana di karenakan keberadaan gunung api di Pulau Siau. Oleh karena itu dengan menghadirkan Terminal Penumpang Lokal Angkutan Udara di Kabupaten Sitaro yang menerapkan tema Arsitektur Bioklimatik, yaitu untuk menghadirkan objek rancangan yang menjadi sarana pelengkap bandar udara untuk mendukung masyarakat setempat serta hadir sebagai ikon bangunan daerah. Lokasi perancangan yang berada di Karahiang Balirangen Kecamatan Siau Timur Selatan berdekatan dengan hutan bakau, memperhatikan kondisi lingkungan saat ini penerapan tema Arsitektur Bioklimatik untuk menjadikan bangunan yang ramah lingkungan dan memberikan kenyamanan kepada pengguna. Kata kunci : Terminal, Penumpang, Lokal, Angkutan Udara, Kabupaten Sitaro.
KAJIAN ARAHAN ZONING REGULATION PADA KORIDOR JALAN LINGKAR TIMUR KOTA TOMOHON Rukait, Sherina B.; Rogi, Octavianus H. A.; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52692

Abstract

ABSTRAK Perencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan Tourism, SPerencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan yang serius. Masalah perkotaan yang kerap kali terjadi saat ini karena adanya ketidaksesuaian dengan perencanaannya khususnya dalam bidang perencanaan tata ruang yang mencakup perencanaan struktur ruang dan pola ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan lahan serta karakteristik penggunaannya. Penelitian yang menggunakan jenis analisis sesuai dengan Permen No.11 tahun 2021 yaitu anlisis peruntukan zona, analisis jenis dan karakteristik kegiatan yang saat ini berkembang, kesesuaian terhadap jenis peruntukan zona/sub zona,dan karakteristik spesifikasi lokasi. Hasil penelitian menunjukan ruang koridor jalan lingkar timur Kota Tomohon didominasi dengan keberadaan kawasan resapan air, kawasan lindung, perumahan, perdagangan/jasa, pelayanan umum, peternakan, lahan kering, lahan basa dan lahan tandus. Karakteristik penggunaan lahan terbagi atas pemukiman, kantor, sawah, kebun campuran, peternakan, tegalan, dan semak belukar. Rekomendasi matriks ITBX kegiatan terhadap zona, berdasarkan hasil analaisis dan pertimbangan yang ada kelompok kegiatan yang paling banyak di izinkan yaitu pada kawasan budidaya khususnya pada zona perumahan, zona pelayanan umum dan zona peruntukan lainnya. Kata Kunci: zoning regulation, koridor jalan, tata kota, lahan, penggunaan dan pemanfaatan lahan. ABSTRACT Urban planning currently needs to be handled by Tourism. Urban planning currently needs serious handling. Urban problems that often occur today are due to incompatibilities with planning, especially in the field of spatial planning which includes structural planning and spatial patterns. This study aims to examine land use and the characteristics of its use. Research using the type of analysis in accordance with Permen No. 11 of 2021, namely analysis of zone allocations, analysis of types and characteristics of activities that are currently developing, suitability for types of designations/zones/sub-zones,and site specification characteristics. The results showed that the corridor space for the eastern ring road of Tomohon City was dominated by the presence of water catchment areas, protected areas, housing, trade/services, public services, animal husbandry, dry land, alkaline land and barren land. Characteristics of land use is divided into settlements, offices, rice fields, mixed gardens, livestock, fields, and shrubs. Recommendations for the ITBX matrix of activities for zones, based on the results of the analysis and considerations that there are groups of activities that are most permitted, namely in cultivation areas, especially in residential zones, public service zones and other designation zones. Keywords: zoning regulation, street corridor, urban planning, land, land use
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG KAWASAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Kandouw, Sheren Gloria; Gosal, Pierre H.; Takumansang, Esli D.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52695

Abstract

ABSTRAK Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) adalah wilayah daratan dan/atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin Keselamatan Penerbangan. Pertumbuhan penduduk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara yang signifikan, dan dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara maka dapat banyak menarik wisatawan dari luar Provinsi Sulawesi Utara untuk datang berkunjung dan menyebabkan kebutuhan akan ruang di kawasan perkotaan semakin meningkat. Dengan ketersediaan lahan yang relatif tetap dan meningkatnya kebutuhan akan ruang, maka perluasan pemukiman atau pembangunan cenderung mendekati kawasan-kawasan disekitar landasan pacu bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilakukan dilakukan pada kawasan keselamatan oprasi penerbangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado khususnya kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan dengan wilayah studi yaitu Kota Manado pada Kecamatan Mapanget di kelurahan Lapangan, kelurahan Mapanget Barat dan Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Talawaan yaitu di desa Wusa. Teknik analisis yang digunakan peneliti yaitu analisis spasial berupa overlay peta dan pembuatan peta tematik, analisis penggunaan lahan dan analisis deskriptif kualitatif dengan fokus variabel yaitu ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 85 responden dari masyarakat yang tinggal atau mempunyai lahan di kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan.Setelah dilakukan analisis, didapati hasil bahwa bahwa terdapat ketidaksesuaian peruntukan dan pemanfaatan ruang pada kawasan KKOP Khususnya pada Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan. Kata Kunci: Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan, Lahan, dan Pemanfaatan Ruang. ABSTRACT The Aviation Operational Safety Area (KKOP) is the land and water area as well as the airspace around the airport used for flight operations in order to ensure Aviation Safety. The significant population growth of Manado City and North Minahasa Regency, and the many tourist destinations in North Sulawesi Province, can attract many tourists from outside North Sulawesi Province to come to visit and cause the need for space in urban areas to increase. With the relatively fixed availability of land and the increasing need for space, the expansion of settlements or development tends to approach the areasaround the runway of Sam Ratulangi Manado International airport. This research was conducted in theflight operation safety area of Sam Ratulangi Manado International Airport, especially the Possible Accident Hazard area with the study area namely Manado City in Mapanget Sub-district in Lapangan village, West Mapanget village and North Minahasa Regency Talawaan Sub-district, namely in Wusa village. The analysis technique used by researchers is spatial analysis in the form of map overlay and thematic map making, land use analysis and qualitative descriptive analysis with variable focus on activity provisions and space utilization. The sample of this study was 85 respondents from people who live or own land in the accident hazard area. After the analysis, the results showed that there was a mismatch in the designation and utilization of space in the KKOP area, especially in the Possible Accident Hazard Area. Keywords: Aviation Operational Safety Areas, Land and Space Utilization.
KAJIAN ARAHAN ZONING REGULATION PADA KORIDOR JALAN LINGKAR TIMUR KOTA TOMOHON Rukait, Sherina B.; Rogi, Octavianus H. A.; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52692

Abstract

ABSTRAK Perencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan Tourism, SPerencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan yang serius. Masalah perkotaan yang kerap kali terjadi saat ini karena adanya ketidaksesuaian dengan perencanaannya khususnya dalam bidang perencanaan tata ruang yang mencakup perencanaan struktur ruang dan pola ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan lahan serta karakteristik penggunaannya. Penelitian yang menggunakan jenis analisis sesuai dengan Permen No.11 tahun 2021 yaitu anlisis peruntukan zona, analisis jenis dan karakteristik kegiatan yang saat ini berkembang, kesesuaian terhadap jenis peruntukan zona/sub zona,dan karakteristik spesifikasi lokasi. Hasil penelitian menunjukan ruang koridor jalan lingkar timur Kota Tomohon didominasi dengan keberadaan kawasan resapan air, kawasan lindung, perumahan, perdagangan/jasa, pelayanan umum, peternakan, lahan kering, lahan basa dan lahan tandus. Karakteristik penggunaan lahan terbagi atas pemukiman, kantor, sawah, kebun campuran, peternakan, tegalan, dan semak belukar. Rekomendasi matriks ITBX kegiatan terhadap zona, berdasarkan hasil analaisis dan pertimbangan yang ada kelompok kegiatan yang paling banyak di izinkan yaitu pada kawasan budidaya khususnya pada zona perumahan, zona pelayanan umum dan zona peruntukan lainnya. Kata Kunci: zoning regulation, koridor jalan, tata kota, lahan, penggunaan dan pemanfaatan lahan. ABSTRACT Urban planning currently needs to be handled by Tourism. Urban planning currently needs serious handling. Urban problems that often occur today are due to incompatibilities with planning, especially in the field of spatial planning which includes structural planning and spatial patterns. This study aims to examine land use and the characteristics of its use. Research using the type of analysis in accordance with Permen No. 11 of 2021, namely analysis of zone allocations, analysis of types and characteristics of activities that are currently developing, suitability for types of designations/zones/sub-zones,and site specification characteristics. The results showed that the corridor space for the eastern ring road of Tomohon City was dominated by the presence of water catchment areas, protected areas, housing, trade/services, public services, animal husbandry, dry land, alkaline land and barren land. Characteristics of land use is divided into settlements, offices, rice fields, mixed gardens, livestock, fields, and shrubs. Recommendations for the ITBX matrix of activities for zones, based on the results of the analysis and considerations that there are groups of activities that are most permitted, namely in cultivation areas, especially in residential zones, public service zones and other designation zones. Keywords: zoning regulation, street corridor, urban planning, land, land use
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG KAWASAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Kandouw, Sheren Gloria; Gosal, Pierre H.; Takumansang, Esli D.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52695

Abstract

ABSTRAK Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) adalah wilayah daratan dan/atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin Keselamatan Penerbangan. Pertumbuhan penduduk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara yang signifikan, dan dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara maka dapat banyak menarik wisatawan dari luar Provinsi Sulawesi Utara untuk datang berkunjung dan menyebabkan kebutuhan akan ruang di kawasan perkotaan semakin meningkat. Dengan ketersediaan lahan yang relatif tetap dan meningkatnya kebutuhan akan ruang, maka perluasan pemukiman atau pembangunan cenderung mendekati kawasan-kawasan disekitar landasan pacu bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilakukan dilakukan pada kawasan keselamatan oprasi penerbangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado khususnya kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan dengan wilayah studi yaitu Kota Manado pada Kecamatan Mapanget di kelurahan Lapangan, kelurahan Mapanget Barat dan Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Talawaan yaitu di desa Wusa. Teknik analisis yang digunakan peneliti yaitu analisis spasial berupa overlay peta dan pembuatan peta tematik, analisis penggunaan lahan dan analisis deskriptif kualitatif dengan fokus variabel yaitu ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 85 responden dari masyarakat yang tinggal atau mempunyai lahan di kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan.Setelah dilakukan analisis, didapati hasil bahwa bahwa terdapat ketidaksesuaian peruntukan dan pemanfaatan ruang pada kawasan KKOP Khususnya pada Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan. Kata Kunci: Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan, Lahan, dan Pemanfaatan Ruang. ABSTRACT The Aviation Operational Safety Area (KKOP) is the land and water area as well as the airspace around the airport used for flight operations in order to ensure Aviation Safety. The significant population growth of Manado City and North Minahasa Regency, and the many tourist destinations in North Sulawesi Province, can attract many tourists from outside North Sulawesi Province to come to visit and cause the need for space in urban areas to increase. With the relatively fixed availability of land and the increasing need for space, the expansion of settlements or development tends to approach the areasaround the runway of Sam Ratulangi Manado International airport. This research was conducted in theflight operation safety area of Sam Ratulangi Manado International Airport, especially the Possible Accident Hazard area with the study area namely Manado City in Mapanget Sub-district in Lapangan village, West Mapanget village and North Minahasa Regency Talawaan Sub-district, namely in Wusa village. The analysis technique used by researchers is spatial analysis in the form of map overlay and thematic map making, land use analysis and qualitative descriptive analysis with variable focus on activity provisions and space utilization. The sample of this study was 85 respondents from people who live or own land in the accident hazard area. After the analysis, the results showed that there was a mismatch in the designation and utilization of space in the KKOP area, especially in the Possible Accident Hazard Area. Keywords: Aviation Operational Safety Areas, Land and Space Utilization.
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN NEGATIVE LIST BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MANADO TAHUN 2014-2034 Natan, Selfi; Kumurur, Veronica A.; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37066

Abstract

Residential area is an area outside the protected area and is used as an environment settlements/community housing both in urban and in rural areas. Increase in number of population causes the needs for residential land also increases. Availability of land in a limited city causes the emergence of residential land that is not in accordance with the allotment. Similar to Indonesian cities, Manado City is also experiencing increase in population. In the 2011-2019 period, Manado City experienced an increase the total population is 21.399 people (BPS Manado City). With increasing number residents in the city of Manado then began to appear residential land located in the area that is not suitable for its designation. The purpose of this research is to identify the location of residential land use in the negative list area in Manado City and evaluate the use of PKP land in the negative list area. Technique Data collection used is observation, literature review, and documentation study. For analysis technique using spatial analysis techniques (overlay and descriptive). The results of this study is the use of residential land in the negative list area as much as 493,58 ha or 13,09% of the total existing settlements in Manado City. And for the suitability of residential land which is in the negative list area, namely in the less class area of 0,05 ha, for the sufficient class area of 446,78 ha, and the appropriate class area of 46,75 ha.
FASILITAS WISATA SEJARAH BENTENG MORAYA DI TONDANO “KONTEMPORERISASI CHARLES JENCKS PADA ARSITEKTUR MINAHASA” Tambingon, Monika P.; Sela, Rieneke L. E.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10719

Abstract

ABSTRAK Fasilitas Wisata Sejarah Benteng Moraya adalah suatu sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi suatu tempat wisata sejarah yang akan mengangkat kembali tentang sejarah Benteng Moraya berkaitan dengan sejarah Perang Tondano. Tema yang diangkat adalah Kontemporerisasi Charles Jencks pada Arsitektur Minahasa sebagai strategi perancangan dimana unsur kebudayaan Minahasa akan diangkat namun diberikan sentuhan pembaharuan/mengkontemporerisasikan bentuk dari Arsitektur Minahasa sehingga dapat menghasilkan sebuah bentuk yang baru, dengan unsur kebudayaan Minahasa yang dikemas secara berbeda. Metode perancangan meliputi 3 pendekatan yaitu pendekatan tipologi objek, pendekatan tapak dan pendekatan tematik dengan menggunakan proses desain John Zeisel. Fasilitas-fasilitas wisata sejarah yang akan dihadirkan ditinjau dari segi fungsi utama dalam kegiatan wisata sejarah yaitu Monumen Benteng Moraya yang tetap dipertahankan namun dibenahi kembali, teater, amphiteater, perpustakaan, gedung pameran dan dari segi fungsi penunjang dalam kegiatan rekreasi/hiburan, management, dan pelayanan yaitu restaurant, toko souvenir, gasebo, taman, kantor pengelola, wc umum, parkir, gudang, pos jaga masuk/keluar kendaraan dan loket-loket tiket untuk fasilitas rekreasi/hiburan. Kata kunci : Monumen Benteng Moraya, Fasilitas, Kontemporerisasi.
Co-Authors . Suryono Adhitiah M. Amu Agnes V. Basuki Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Andriyawan A, Andriyawan Andy Malik Angelino P. Tangkulung Angga A. A. Wonggo Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bianca Y. Rawung Cheren K. Wattimena Chindy R.S. Wahongan Christ T. Tanmaela Christian F. Lumi, Christian F. Christin Makahanap Cindy P. Lengkong Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia V. Sondakh Daniel Mawati Dedi Harianto Dwight M. Rondonuwu Erikson B. Polii Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fela Warouw Firstnoel N. Wowor Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Haribulan, Renhard Hendriek H. Karongkong Henni D. Walangitan Henricho Dirganeri Hiskia Simbar Jeniffer G. Tumober Jivisc Mamengko Johana C. Siliwire Johanes Van Rate Julianus A. R. Sondakh Kandouw, Sheren Gloria Kevin A. Piring Kolanus, Marchall Korompu, Febrian F. Laatung, Claudio A. A. Landimuru, Elza Y. Luvesto Loloangin Macarau, Eunike F. Mahendra P. P. Sulistyo Makalalag, Andi Makarau, Vicka A. F. Manabung, Patrick I. I. Marchall Kolanus Masinambow, Billy W. L. Meliza Mamangkey, Meliza Monica D. Sakul Monika P. Tambingon, Monika P. Natan, Selfi Octavianus H.A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pabunnak, Ira Patrick I. I. Manabung Poli Hanny, Poli Poluan, Valentino S. Preyshe F. A. Kawung Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Renny Dalimbua Richard F. Tangka Rieneke L. E. Sela Riza S. E. Suot Roncar S. Walewangko Rorong, Yolanda O. Rukait, Sherina B. Sharon A. Maleke Sigarlaki, Mariana E. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly A Lumowa Steven Lintong Suot, Astrid P. Suryono Timporok, Hanna V. Titaheluw, Patricia M. Tuhehay, Krisandi Verent F. Tigauw Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Vicky Makarau, Vicky Violetta V. Rondonuwu Windy J. Mononimbar Windy Mononimbar Zainal H. Pandjab