p-Index From 2021 - 2026
11.761
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL AKUNTANSI DAN AUDITING Krisna: Kumpulan Riset Akuntansi Journal of Business & Banking Assets : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Jurnal Akuntansi dan Perpajakan Jurnal Tirtayasa Ekonomika (Tirtayasa Economica Journal) Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing dan Keuangan Vokasi Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Kompartemen : Jurnal Ilmiah Akuntansi Jurnal Organisasi Dan Manajemen JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi) JRB-Jurnal Riset Bisnis Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan JURNAL AKUNIDA JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan Riset: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis Jurnal Administrasi dan Manajemen Jurnal Madani Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan JURNAL RISET AKUNTANSI TIRTAYASA Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis STUDI PELAKSANAAN SELFMEDICATION PADA PENDERITA DIARE BERDASARKAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Riset: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis Jurnal Eksplorasi Akuntansi (JEA) EMBISS: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Sosial JAMMI Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Ekonomi JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Pengmasku Journal of Financial and Behavioural Accounting Improvement: Jurnal Manajemen dan Bisnis COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing International Journal of Informatics, Economics, Management and Science Jurnal Ekonomi Utama (Juria) Trilogi Accounting & Business Research Jurnal Keuangan dan Perbankan Jurnal Studi Pemerintahan dan Akuntabilitas JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Capacitarea : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Nusantara Mengabdi Metris: Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara AKRUAL : Jurnal Akuntansi dan Keuangan` KINERJA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Balance: Jurnal Akuntansi, Auditing, dan Keuangan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pasca Kondisi Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pada Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Keuangan: Studi Etnometodologi Syahril Djaddang; Devi Kusumawardhani
Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35838/jrap.2019.006.02.17

Abstract

ABSTRACT This research is qualitative research with etno-methodology approach, whereas researcher seeking the deeper meaning behind the accountancy numerals. The aim of this research is to recite the condition after accountancy accrual basis implementation in finansial record compiling at the finance ministry. Decision of Government Regulation No.71 2010 regarding Government entities to adapt and to face the challenging accountancy accrual basis implementation. Data collection was conducted with interview, filed notes, and documentation. The result of this research financial report compiling at the finance ministry. The result of this research indicated that finance ministry success to defend the unqualified opinion WTP (unqualified opinion) however, still needed stage in implementation fully to obey the government accountancy standard. There are constraint yet in accountancy technical, asset problems, in complexity understanding, human resources coordination, application problems unfully accrual basis, internal control implementation, and increment or the change of accountancy policy to decide accrual point in several the addition of theory namely Theory of Change and the Theory of Role. Theory of Change and the Theory of Role UAPA is relevant to recite the deeper meaning in this research. UAPA (accounting units of budget users) in financial ministry has an important role, as Detailer Government Accountancy Standard, Consultant Accountancy Units, Business Process Catalyst, and Locomotive Accountancy Units. ABSTRAK Penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi, dimana peneliti mencari kedalaman makna dibalik angka-angka akuntansi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Pasca Kondisi Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pada Penyusunan Laporan Keuangan di Kementerian Keuangan. Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah membawa konsekuensi bagi Entitas Pemerintah untuk menyesuaikan tantangan implementasi akuntansi berbasis akrual. Pengumpulan data dengan melakukan interview, membuat field notes, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Kementerian Keuangan berhasil mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), namun masih perlu tahapan merealisasikan sepenuhnya kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Pemerintah. Masih ada kendala pada teknis akuntansi, permasalahan asset, pemahaman yang lebih kompleks, koordinasi sumber daya manusia, permasalahan aplikasi yang belum sepenuhnya akrualisasi, penerapan pengendalian intern, dan penambahan ataupun perubahan kebijakan akuntansi unuk menentukan titik akrualisasi beberapa peristiwa akuntansi yang memerlukan perlakuan khusus. Peneliti menemukan tambahan teori yaitu, teori Perubahan Pasca Kondisi Implementasi Basis Akrual dan Teori Peran UAPA yang relevan membantu mengkaji makna lebih dalam penelitian ini. UAPA (Unit Akuntansi Pengguna Anggaran) Kementerian Keuangan mempunyai peranan penting ibarat berperan sebagai Perinci Standar Akuntansi Pemerintah, Konsultan unit–unit Akuntansi, Katalisator Proses Bisnis, dan Lokomotif Unit-Unit Akuntansi. JEL Classificaton : H83, G02
Peran Ukuran Perusahaan pada Determinan Voluntary Auditor Switching Slamet Riyanto; Syahril Djaddang; Suyanto
JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35838/jrap.2021.008.02.20

Abstract

ABSTRACT This study aims to find the effect of Financial Distress, Management Change, KAP Size, Audit Opinion on Voluntary Auditor Switching, moderated by Company Size. The objects in this study are companies included in the manufacturing sector, which were listed on the Indonesia stock exchange during 2014-2018, with 95 companies. The sampling method used in this study was purposive sampling. The collected data were analyzed using descriptive analysis and statistical analysis techniques using the WarpPLS 5.0 program. The results showed that Financial Distress, Change of Management, Audit Opinion did not affect Voluntary Auditor Switching. At the same time, KAP Size, Company Size had a significant adverse effect on voluntary auditor switching. Company size was found to moderate the financial distress of Voluntary Auditor Switching and Management Change, homologize moderation, KAP size is the predictor moderation of Voluntary Auditor Switching. It is recommended for further research to increase the number of research samples, range of research times, and indicators of each variable. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financial Distress, Pergantian Manajemen, Ukuran KAP, Opini Audit Terhadap Voluntary Auditor Switching dengan Moderasi Ukuran Perusahaan. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam sektor manufaktur yang terdaftar pada bursa efek Indonesia selama tahun 2014-2018, dengan jumlah 95 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan tehnik analisis deskriptif dan analisis statistik, dengan menggunakan program WarpPLS 5.0. hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Distress, Pergantian manajemen, opini audit tidak berpengaruh terhadap Voluntary Auditor Switching, sedangkan Ukuran KAP, Ukuran perusahaan berpengaruh negative signifikan terhadap voluntary auditor switching. Ukuran Perusahaan ditemukan sebagai mampu memoderasi financial distress Voluntary Auditor Switching dan Pergantian Manajemen, homologise moderation, Ukuran KAP predictor moderation terhadap Voluntary Auditor Switching. Disarankan untuk penelitian selanjutnya meningkatkan jumlah sampel penelitian, rentan waktu penelitian, dan indikator masing-masing variabel.
Kick Off Peningkatan Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Koperasi, Bumdes dan UKM Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Soppeng M. Ardiansyah Syam; Syahril Djaddang; Fachrudin Salim; Widarto Rachbini
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.191 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.1

Abstract

Abstrak Ekonomi Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional yang berkelanjutan, dan menekankan pada penambahan nilai barang melalui daya pikir serta kreatifitas manusia. Pada tahun 2019, ekonomi kreatif Indonesia tumbuh sebesar 6.25% melampai pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi bagi pengurus dan anggota koperasi, bumdes dan UKM merupakan hal yang sangat diperlukan. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Usaha kecil dan Menengah (UKM) adalah akses permodalan baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya yang disebabkan oleh ketidakmampuan pemilik Usaha Kecil dan Menengah untuk menyajikan laporan keuangan usahanya dengan benar. Tujuan dari pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntasi ini adalah untuk menginisiasi anggota masyarakat untuk menjadi wirausahawan yang memahami pentingnya pencatatan dan pelaporan keuangan berdasarkan disiplin akuntansi. Berdasarkan data dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sulawesi Selatan memiliki 188.547 unit ekonomi kreatif, dan 181.048 atau 96.02% belum memiliki badan usaha. Di Kabupaten Soppeng tercatat hanya 1.2 % pelaku usaha ekonomi kreatif. Untuk itu pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi merupakan salah satu solusi awal untuk menginisiasi dan membina pelaku ekonomi kreatif. Sebagai rekomendasi, pelatihan mengenai pentingnya badan usaha dari aspek hukum dan legalitas perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelatihan dasar kewirausahaan dan dasar-dasar akuntansi. Abstract The Creative Economy is one of the sectors that is expected to be a new strength of the national economy that is sustainable, and emphasizes the addition of value through the power of thought and human creativity. In 2019, Indonesia's creative economy grow by 6.25% beyond national economic growth. To foster and enhance the potential of the creative economy based on local wisdom, entrepreneurship basic training and accounting basics for management and members of cooperatives, community service and SMEs is very necessary. One of the problems faced by Small and Medium Enterprises (SMEs) is access to capital from both banks and other financial institutions caused by the inability of Small and Medium Business owners to present their business financial statements correctly. The aim of this basic entrepreneurship training and the fundamentals of accounting is to initiate community members to become entrepreneurs who understand the importance of financial recording and reporting based on accounting discipline. Based on data from the Indonesian Creative Economy Agency, South Sulawesi has 188,547 creative economy units, and 181,048 or 96.02% do not have business entities. In Soppeng Regency, there are only 1.2% of creative economy entrepreneurs. To that end, basic entrepreneurship training and fundamentals of accounting is one of the initial solutions for initiating and fostering creative economic actors. As a recommendation, training on the importance of business entities from legal and legal aspects needs to be done as a follow-up to basic entrepreneurship training and fundamentals of accounting.
Teknik Audit PerAkun(an) Desa: Menuju Tata kelola Desa yang Transparan dan Akuntabel M. Ardiansyah Syam; Suratno Suratno; Syahril Djaddang
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.163 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.4

Abstract

Abstrak Pengauditan pada organisasi sektor publik menjadi isu penting guna mewujudkan good governance. Pemeriksaan tersebut merupakan investigasi independen terhadap beberapa kegiatan tertentu, dalam hal ini lebih difokuskan pada tata kelola keuangan desa dan akuntansi. Mekanisme audit merupakan mekanisme yang dapat menggerakkan makna akuntabilitas dalam pengelolaan sektor publik dalam hal ini lembaga pengelola kekayaan negara termasuk pemerintah desa dan pengelolaan dan pemerintahan keuangan desa. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa konsekuensi bahwa desa diberi kesempatan yang besar untuk mengurus sendiri pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Selain itu, pemerintah desa diharapkan lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya alam yang dimilikinya, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan aset desa. Besar dan vitalnya peran yang diterima desa tentunya harus dibarengi dengan tanggung jawab dan akuntabilitas yang besar pula. Oleh karena itu, pemerintahan desa harus mampu menerapkan asas akuntabilitas dalam penyelenggaraannya, dimana semua kegiatan akhir pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci: Audit Sektor Publik, Akuntansi & Tata Kelola Desa, Transparansi dan Akuntabilitas. Abstract Auditing for public sector organizations has become an important issue in order to realize good governance. The audit is an independent investigation of several specific activities, in this case it is more focused on village financial governance and accounting. Audit mechanism is a mechanism that can move the meaning of accountability in the management of the public sector in this case the state asset management institutions including the village government and village finance management and governance. The enactment of Law No. 6 of 2014 concerning Villages, has the consequence that villages are given a great opportunity to take care of their own governance and implementation of development to improve the welfare and quality of life of rural communities. In addition, the village government is expected to be more independent in managing the government and various natural resources they have, including the management of village finances and assets. The large and vital role that accepted by the village, of course,must accompanied by great responsibility and accountabilityas well. Therefore, the village government must be able to apply the principle of accountability in its governance, where all the end activities of village governance must be accountable to the village community in accordance with applicable laws and regulations. Keywords: public sector auditing, village accounting & governance, transparency and accountability.
Literasi Tatakelola BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) M. Ardiansyah Syam; Suratno Suratno; Syahril Djaddang
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.397 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.02.06

Abstract

Abstrak Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan membangun kemasyarakatan masyarakat yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat desa. Sebagai badan usaha milik umum (milik desa), tata kelola dan akuntabilitas publik juga melekat pada BUMDes. Literasi tata kelola BUMDes tidak hanya bermanfaat bagi pengelola atau pengawas BUMDes, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat desa terkait penggunaan aset desa yang dipisahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dan memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat desa. Melalui tata kelola yang baik, BUMDes diharapkan dapat dikelola secara profesional, mandiri, dan memiliki jaringan yang baik dengan berbagai pihak sehingga dapat terkonsolidasi dan menjadi kekuatan ekonomi pedesaan menuju desa yang mandiri dan mandiri. Kata Kunci: audit sektor publik, akuntansi & tata kelola desa, transparansi dan akuntabilitas. Abstract Village-owned enterprises are village business institutions that are managed by the community and village government in an effort to strengthen the village economy and build social communities that are formed based on the needs of the village community. As a publicly owned (village-owned) enterprise, public governance and accountability are also inherent in BUMDes. BUMDes governance literacy is not only beneficial for BUMDes managers or supervisors, but also benefits village communities related to the use of separated village assets to meet the needs of village communities and provide quality services to village communities. Through good governance, BUMDes are expected to be managed professionally, independently, and have good networks with various parties so that they can be consolidated and become a rural economic power towards an independent and autonomous village. Keywords: village owned enterprises, governance, community empowerment, literacy.
Tatakelola Keuangan UMKM Berbasis ETAP dan Android Untuk Meningkatkan Efisiensi Kinerja Usaha pada Era Covid-19 Normal Baru Sailendra Sailendra; Syahril Djaddang; M. Ardiansyah Syam; Susilawati Susilawati; Nungki P
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.137 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.02.10

Abstract

Abstrak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi, merupakan salah satu pilar serta tulang punggung perekonomian bangsa, yang menyerap banyak tenaga kerja dan kesempatan berusaha pada sektor informal. Pandemi Covid-19 dan disrupsi industri 4.0 telah merubah tatanan sosial-ekonomi, turut mempengaruhi jenis industri ini. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan Koperasi saat ini, masih rendahnya literasi akuntansi dan tatakelola keuangan, ditambah dengan transformasi tatanan sosial-ekonomi dari sistem konvensional ke sistem digital. Salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan UMKM dan Koperasi terhadap dunia digital yang berhubungan dengan literasi akuntansi dan tatakelola keuangan yaitu melalui pelatihan, pendampingan dan penelitian. Pelatihan, pendampingan dan penelitian terhadap para pelaku UMKM dan Koperasi ini dilakukan dengan metode berinteraksi langsung melalui tatap muka dan observasi lapangan. Implikasi dari hasil pelatihan, pendampingan dan penelitian, merekomendasikan agar pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh akademisi bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, perlu terus dilakukan secara berkesinambungan. Karena, dengan pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan, literasi dan keterampilan akuntansi berbasis SAK ETAP dan tatakelola keuangan berbasis teknologi digital Android UMKM dapat ditingkatkan. Sehingga efisiensi dan kinerja usaha dapat tercapai. Terutama pada era pandemi Covid-19 dan normal baru, agar pelaku usaha UMKM tetap dapat eksis dan mampu berkompetisi dalam menghadapi persaingan usaha. Kata Kunci: umkm dan koperasi, efisiensi dan kinerja usaha, akuntansi berbasis android, digitalisasi takakelola keuangan, covid-19, normal baru. Abstract Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) and Cooperatives are one of the pillars and backbone of the nation's economy, which absorbs a lot of labor and business opportunities in the informal sector. The Covid-19 pandemic and industrial disruption 4.0 have changed the socio-economic order; it also affects this type of industry. One of the challenges faced by MSMEs and Cooperatives today is the low accounting literacy and financial governance, coupled with the transformation of the socio-economic order from conventional to digital systems. One solution to increase the skill and knowledge of MSMEs and Cooperatives to the digital system related to accounting literacy and financial governance is through training, mentoring, and research. Pieces of training, mentoring, and research on MSMEs and Cooperative members are conducted by interacting directly through face-to-face and field observation. The implications of the results of this training, mentoring and study, recommend that the training and mentoring undertaken by academics in synergy with Cooperatives and MSMEs Government need to continue to be carried out on an ongoing basis. With continuous training and mentoring, literacy, and accounting skills based on SAK ETAP and financial governance based on Android, MSMEs can be improved to achieve the business's efficiency and performance. Especially in the era of the Covid-19 pandemic and the new normal, MSMEs are still available to exist and compete in the business competition. Keywords: msmes and cooperative, efficiency and business performance, android-based accounting, digitization of financial governance, covid-19, new normal.
Literasi Penyusunan Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Pelaku Usaha Kecil UMKM Kota/Kabupaten Sukabumi Susilawati; Syahril Djaddang; Zulkifli; Mombang Sihite; Findita; Nurmala Ahmar; M. Ardiansyah Syam
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 03 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.819 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.03.13

Abstract

ABSTRAK Pajak merupakan kontribusi wajib rakyat kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi kemakmuran rakyat. Saat ini, pertumbuhan UMKM berkembang dengan pesat, hal ini tidak terlepas dari pembebanan pajak yang harus disetorkan oleh pelaku UMKM dan besarnya setoran tersebut berdasarkan ketentuan yang sudah dijelaskan dalam PP Nomor 46 tahun 2013 dengan tarif 1 % dan turunkan menjadi 0,5% berdasarkan PP Nomor 23 tahun 2018. Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila bekerjasama dengan Universitas Muhamadyah Sukabumi bersama Sukabumi Enterpreneur Association (SEA) memberikan pelatihan penyusunan pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi yang melakukan usaha tertentu. Pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan agar UMKM bisa memahami tentang PPh Orang Pribadi yang melakukan usaha, kemudian bisa menghitung, menyusun serta melaporkan PPh Orang Pribadi setiap periodenya baik secara periode bulanan atau masa dan periode tahunan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian materi perpajakan, pajak penghasilan (PPh) OP, dan mengisi e-spt. Peserta UMKM di Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki kemampuan dalam menghitung dan menyusun pelaporan pajak usahanya. ABSTRACT Tax is an obligatory payment of the people to the state that is owing by individuals or entities that are coercive in nature based on the law and are utilized for the state's purposes for the prosperity of the people without receiving direct recompense. The rapid growth of MSMEs cannot be separated from the imposition of taxes that must be submitted by MSME actors, and the amount of the deposit is based on the conditions outlined in PP No. 46 of 2013 at a rate of 1%, which was decreased to 0.5 percent by PP No. 23 of 2018. Pancasila University's Graduate School, in partnership with the University of Muhamadyah Sukabumi and the Sukabumi Entrepreneur Association (SEA), offers instruction in the preparation of income tax returns for persons who operate particular enterprises. The program is designed to help MSMEs understand how personal income tax affects their firm and how to calculate, assemble, and report personal income tax on a monthly or annual basis. This type of community service implementation entails submitting tax materials, income tax (PPh) OP, and completing the e-SPT. The ability to calculate and produce business tax reports is available to MSME participants in the City and District of Sukabumi.
INKLUSI KEUANGAN DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN NORMAL BARU UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN UMKM Sailendra Sailendra; Syahril Djaddang
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.721 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2022.002.02.10

Abstract

ABSTRAK Semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Work from Home untuk mencegah penularan virus COVID-19, yang membatasi aktifitas pergerakan orang dan barang, sektor industri yang sangat terdampak dan mengalami kontraksi yang sangat dalam adalah UMKM. Salah satu solusi, untuk menggerakan dan meningkatkan ketahanan usaha UMKM, yaitu melalui inklusi keuangan digital. Inklusi keuangan digital memberikan manfaat yang banyak sekali bagi UMKM, terutama untuk menghilangkan barrier akibat dari diberlakukannya PSBB dan Work from Home, antara lain: Transaksi dan pencatatan laporan keuangan menjadi lebih mudah, sehingga dapat dimonitor secara langsung, ketimbang menggunakan cash yang harus dilakukan pencatatan ulang; Mempermudah akses pendanaan, karena perbankan dan lembaga keuangan membutuhkan pencatatan transaksi yang sistematis, sebagai salah satu syarat pendanaan; Memiliki akses penjualan yang lebih luas, karena dapat menjangkau kalangan yang adaptif dengan teknologi; Kemudahan transaksi dari sistem pembayaran digital lebih terintegrasi, sehingga dapat memicu digitalisasi UMKM; Dengan inklusi keuangan digital, dapat menambah kepercayaan bagi UMKM untuk bermain dipasar yang lebih besar, karena lebih diakui ketimbang dilakukan secara konvensional. Untuk mewujudkan inklusi keuangan UMKM yang baik, diperlukan sinergi antara regulator, perbankan dan lembaga keuangan serta akademisi guna mendorong serta meningkatkan literasi keuangan digital secara komprehenship dan berkelanjutan, untuk meningkatkan ketahanan UMKM pada masa pandemi maupun normal baru. Kata Kunci: Inklusi keuangan digital; UMKM; COVID-19; Normal baru. ABSTRACT Since the enactment of Large-Scale Social Restrictions and Work from Home by government to prevent the transmission of the COVID-19 virus, which limited the movement of people and goods, the industrial sector has significantly been affected and experienced an intense contraction in MSMEs. One of the ways as solution to drive and increase the resilience of MSME businesses, through digital financial inclusion. Digital financial inclusion provides many benefits for MSMEs. It will significantly eliminate barriers due to the implementation of PSBB and Work from Home, including Transactions and recording financial statements become easier so that they can be monitored directly, rather than using cash which must be re-recorded; Facilitate access to funding because banks and financial institutions require systematic recording of transactions, as one of the funding requirements; Have complete access to sales, because it can reach people who are adaptive to technology; The ease of transactions from the digital payment system is more integrated so that it can trigger the digitization of MSMEs; With digital financial inclusion, it can increase confidence for MSMEs to play in a larger market because it is more recognized than conventionally. To realize good financial inclusion of MSMEs, synergies between regulators, banks, financial institutions, and academics are needed to encourage and improve digital financial literacy comprehensively and sustainably to increase the resilience of MSMEs during the pandemic and the new normal. Keywords: Digital financial inclusion; MSMEs; Covid-19; The new normal era.
Dampak Sustainability Reporting dan Determinan Audit Delay Silvi Malvina Oktaviani; Dwi Prastowo Darminto; Syahril Djaddang
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2023): Research Artikel Volume 7 Issue 2: Periode April 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v7i2.1451

Abstract

The financial statements of companies going public must be reported annually. Based on the regulation of the Financial Services Authority (OJK) Number 29/POJK.04/2016 states that companies or issuers are required to report their annual reports to the Financial Services Authority no later than the end of the fourth month after the end of the financial year (120 days), Timely submission of financial reports done by the company will be subject to sanctions. This study aims to determine the effect of profitability, solvency, and company size on audit delay. The population in this study are LQ45 companies listed on the IDX (Indonesian Stock Exchange) for the period 2017-2021. There are 45 public companies listed on the Indonesian Stock Exchange, which are registered as a population. The selected sample uses a purposive sampling technique, and a sample of 64 is obtained. This research model uses panel data regression using E-views version 12. The results of this study indicate that profitability has no effect on audit delay, solvency has an effect on audit delay, firm size effect on audit delay, sustainability reporting is not able to moderate the effect of profitability on audit delay, and sustainability reporting is able to moderate the effect of solvency on audit delay. Subsequent research can add to research in other sectors such as manufacturing, mining and real estate.
IMPLEMENTASI PEMASARAN DIGITAL dan APLIKASI AKUNTANSI UKM “BERBASIS ANDROID” BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) Di Kecamatan TOMO – Kabupaten SUMEDANG Syahril Djaddang; Shanti Lysandra; Derryawan Derryawan; Fahruddin Salim; Susilawati Susilawati; M. Ardiansyah Syam; Endang Ety M
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2023)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/capacitarea.2023.003.01.01

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have a very important role for the economy in Indonesia. MSMEs are found in every region, for example traders in traditional markets, food stalls, craftsmen, home businesses, street vendors. There are 9 MSME business fields, namely Micro Enterprises, Small Enterprises and Medium Enterprises in Tomo District, Sumedang Regency, West Java, under the coordination of Bumdes and BumdesMa, which are divided into three categories of micro, small and medium enterprises. The purpose of implementing this PKM is to accelerate the process of developing digital marketing and the practice of preparing Android-based PSAK ETAP UKM financial reports; Help create access for the creation of new entrepreneurs who implement digital marketing and Android-based bookkeeping. The results of PKM through training, namely MSME participants who do not understand how to do marketing through digital marketing / e-Commerce, there are still many MSME actors in archiving and recording transactions in making financial reports, both manually and digitally. With this PKM activity, MSME actors have a strong interest and desire to learn how to implement marketing through online media/digital marketing, as well as make it easy for MSME actors to find out the performance of MSME businesses through BUMDes/BUMDesma for financial reports made digitally based on Android.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Ridwan Adhiningrum, Anissa Indaranti Ali Imransyah Alica Saputra, Ryandana Alkotdriyah, Putri Puspa Alya Zulfa Cahyani Alya Zulfa Cahyani Amini, Maryam Anggraini, Rachmarini Dian Ardi Susilo, Irawan Arfandi Arfandi, Arfandi Ari Gunawan Asrul Aminullah Beti Renitawati Borahima, Fatimah Rahman Burahman, Habi Cahyani, Nur Sry Nansih Choirul Anwar DARMANSYAH . Darmansyah Darmansyah Darmansyah Darmansyah Darminto, Dwi Prastowo Derriawan Derriawan, Derriawan Derryawan Derryawan Derryawan, Derryawan Devi Kusumawardhani Devi Rosanita, Devi Dewi, Kusuma Dharmawan, Purwoko Erie Dian Hamida Dian Puspasari Djali, Hartina Dona Valida Nurhidayati Dwi Nur Fitriani DWI NUR FITRIANI Dwi Prastowo Darminto Eddy Supriyadi, Eddy Edy Supriyadi Edy Supriyadi Edy Supriyadi Endang Etty Merawati, Endang Etty Endang Ety M Endang Kusnadi Ety M, Endang Fachrudin Salim Fahruddin Salim Fe, Didi Findita Fujianti, Lailah H Hasanuddin H. Suratno Hadi Sutomo Hamida, Dian Handani, Riska Harnovinsah Harnovinsah Heni Pujiastuti Herman Rustandi Hikmantara, Yusfi Ibrahim, Maulana Malik Ikhsan Husaeni, Muhammad Indah Masri Indah Purwanti Indriati, Petiana Indriyani, Sari Indupurnahayu Inka Tiono Iswahyudi Iswahyudi Ivahtun Nurhayati JMV Mulyadi JMV. Mulyadi Juryani Hermalingga Khalil Gibran Khalil Gibran Khoirul Anwar Kristiani, Wina Kusuma Dewi Kusumaningsih, Riski Putri Linawati Linawati Lysandra, Shanti M. Ardiansyah Syam M. Ardiansyah Syam M. ARDIANSYAH SYAM Manurung, Erpina Mardiana, Risa Megakarina, Nadya Mintorogo, Astuti Miranda, Agustinus Mombang Sihite Mombang Sihite Muh Ardiansyah Muh. Ardiansyah Muhamad Rifais Utomo Muhammad Masdar Muhammad Nugraha Muhammad Rifqi Muhammad Saddam Mulyadi Mulyadi , JMV Mulyadi Mulyadi Mulyani, JMV. Muntaha Muphimin, Muphimin Murni, Yetty Mustofa, Muhamad Apep Napitupulu, Bertha Elvy Navia Andica Nawasiah, Nana Nova Yudhi Irianto Nungki P Nurhidayati, Dona Valida Nurmala Ahmar Nurmala Ahmar Nursaman, Dede Nuryani, Nanik Oktaviani , Silvi Malvina Pandu Alvi Baskoro Parmuji, Parmuji Parulian Ompusunggu, Arles Prasetyo Wibowo, Yudhi Purwoko Erie Dharmawan Puspasari, Dian Putri, Putri Surya Permatasari Raden Susana Suspayati Rahmat Irawan Ramdani, Ahmad Rani Aprilliani, Rani Renitawati, Beti Rina Nurmalina Risa Mardiana Riska Yustisiana Riskarini, Dian Ronny Bagus Witjaksono Saddam, Muhammad Sailendra Sailendra Sailendra Sailendra Sailendra Sailendra Sailendra, Sailendra Salim, Fahruddin Samsul Hadi Sari, Lola Fitria Satya Adi Wicaksana Selvi Fouziah Selvi Novita Fouziah Shanti Lysandra Shirlyani Shirlyani Shirlyani, Shirlyani Sigit Nur Dianto Sihite, Mombang Silvi Malvina Oktaviani Slamet Riyanto Slamet Suprihanto Slamet Wahyudi Sopian sopian Suhaeni, Endang Suratno Suratno Suratno Suratno Suratno Suratno Susilawati Susilawati, Susilawati Suyanto Suyanto Suyanto Suyanto Suyanto Suyanto Suyanto, Suyanto syailendra, syailendra Syam, Ardiansyah SYAM, M. ARDIANSYAH Syerli Novita Tamaulina Br Sembiring Tiara, Silvia Agustin Tiono, Inka Titin Delia Toduho, Dion M Tri Puji Raharjo Tri Widyastuti Tri Widyastuti Tupanno, Putri Neira Ar Utami, Fadhilah Wicaksana, Satya Adi Widarto Rachbini Widarto Rachbini Widarto Rachbini Widarto Rachbini Wijaya, Agustinus Miranda Wijiati , Sri Yayan Hendayana Yuppy Triwidatin Zanu’ddin, Mohammad Zebua, Wistiani Zulkifli Zulkifli Zulkifli