Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN PANCASILA PADA ELEMEN PANCASILA DAN UUD NRI TAHUN 1945 BERORIENTASI TPACK Hartanto, Rima Vien Permata; Triyanto; Ariana, Yudi; Gunawati, Dewi; Rejekiningsih, Triana; Noventari, Widya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.2969

Abstract

Pancasila Education subject teachers have an important position in the learning process, because the teacher is one of the seven components of teaching which includes teachers, students, methods, models, curriculum, facilities and infrastructure and evaluation in learning. One of the competencies that Pancasila Education subject teachers must have is the competence to develop learning materials, which is the process of organising materials, which have been arranged systematically that teachers can use in the learning process. However, based on the results of a questionnaire to junior high school Pancasila Education teachers in Grobogan Regency, it was found that teachers have limited ability to develop materials on the elements of Pancasila, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and understanding of learning materials related to law oriented Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). For this reason, it is necessary to have training and assistance in developing Pancasila Education materials for junior high school / MTs at the Pancasila Element and the 1945 Constitution oriented to Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Specifically, this Community Service aims to improve the ability of teachers in developing materials on the elements of Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and mastery of legal materials to improve professionalism and support the learning process of Pancasila Education. The final result of this activity is to produce Pancasila Education teachers who have the ability to master the subject matter broadly and deeply in accordance with the professional competence of teachers based on Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers.
Pengaruh Model Pembelajaran CORE dengan Media Bingo dan Kahoot! sebagai Strategi Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Rizqi Utama, Yogandaru; Triastuti, Rini; Gunawati, Dewi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.937

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi permasalahan utama yang dihadapi di SMP Negeri 1 Lamongan. Namun proses ini menjadi tantang bagi guru untuk berinovasi mengunakan metode pembelajaran dan media ajar mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini (1) Menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE dengan media Bingo terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII C di SMPN Negeri 1 Lamongan. (2) Menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE dengan media Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII D di SMPN Negeri 1 Lamongan. (3) Menganalisis perbedaan pengaruh penerapan media Bingo dan media Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII di SMPN Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending)yang diintegrasikan dengan media Bingo dan Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest, melibatkan dua kelas sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menggunakan media Bingo meningkat dari 53,78% menjadi 76,73%, sedangkan kelas eksperimen II yang menggunakan Kahoot! meningkat dari 56,62% menjadi 82,51%. Media Kahoot! menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bingo, dengan kontribusi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis sebesar 71,4% dibandingkan 65,9% dari Bingo. Metode pembelajaran dan media pembelajaran tersebut berdampak positif untuk menggembangan ketrampilan berpikir kritis siswa dan peningkatan kualitas pembelajaran di bidang Pendidikan Pancasila, serta memberikan rekomendasi bagi guru Pendidikan Pancasila dalam memfasilitasi pembelajaran yang menarik.
Strategi Digital Komunitas Lyfewithless dalam Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Media Sosial Astutik, Astutik; Gunawati, Dewi; Nuryadi, Muhammad Hendri
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.939

Abstract

Konsumerisme berlebihan menjadi tantangan serius terhadap keberlanjutan lingkungan di era digital, dimana pola konsumsi masyarakat semakin dipercepat oleh media sosial. Di sisi lain, rendahnya kesadaran ekologis menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam pendidikan kewarganegaraan yang relevan dan kontekstual dengan isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital yang diterapkan oleh komunitas lyfewithless dalam membangun kesadaran ekologis melalui platform Instagram. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi konten digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas lyfewithless mengembangkan strategi berupa aktivisme visual, kampanye hashtag seperti #PakaiSampaiHabis, dan program pertukaran barang bernama Saling Silang. Strategi ini berdampak pada meningkatnya keterlibatan komunitas dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup yang lebih bertanggung jawab secara ekologis. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukatif yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis melalui pendekatan komunikasi digital yang inovatif.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP GOLPUT PADA PEMILU 2024 DI SMA NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KELAS XI-F1) Syahrin, Faj'ri Alfi; Gunawati, Dewi; Narmoatmojo, Winarno
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 3 No. 1 (2024): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v3i1.1246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan (1) Persepsi Generasi Z terhadap Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta (Studi Kelas XI-F1), (2) Faktor yang mempengaruhi Golput pada Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta, (3) Strategi sekolah dalam mengatasi Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta. Penelitian ini menggunakan mixed methods yaitu sebuah jenis penelitian yang mengumpulkan, menganalisis, dan mengkombinasikan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam suatu rangkaian penelitian untuk memahami permasalahan penelitian. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi data. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) Persepsi Generasi Z terhadap Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta yaitu dari 17 responden Generasi Z, mereka tetap berencana menggunakan hak pilih untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024. Hal ini ditandai sebanyak 94,1% peserta didik memahami akan konsep pemilihan umum, kemudian sebanyak 88,2% mereka memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetap berencana menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. 2) Faktor yang mempengaruhi Golput pada Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta terdapat faktor yaitu, faktor yang mempengaruhi Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta mengenai golput dan berencana tidak menggunakan hak pilihnya dikarenakan karena Capres dan Cawapres banyak yang tidak bertanggungjawab atas janji yang telah dilontarkan pada masa kampanye. Alasan lain mengapa partisipasi pemilihan umum di Indonesia menurun yakni mereka bosan dengan sistem pemilu yang monoton. 3) Strategi sekolah dalam mengatasi golput pada pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta yaitu SMA Negeri 6 Surakarta belum memiliki strategi khusus secara spesifik untuk mengatasi golput pada Pemilu 2024. Akan tetapi pemahaman mengenai politik dan penggunaan hak pilih ditanamkan kepada semua peserta didik melalui kegiatan akademik dan non akademik disekolah
Komisi Etik Penelitian di Perguruan Tinggi: Membangun Budaya Riset yang Bertanggung Jawab dan Berintegritas Getut Pramesti; Sri Mulyani; Yusfia Hafid Aristyagama; Dewi Gunawati
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.5566

Abstract

This study critically examines the pivotal role of the Research Ethics Commission (KEP) in fostering a research culture grounded in responsibility and integrity within higher education institutions. Employing a mixed-methods design, the research integrates both quantitative and qualitative approaches. The quantitative phase utilizes a pre-post experimental design to assess the impact of KEP reviewer training on the knowledge enhancement of prospective reviewers at the Faculty of Teacher Training and Education. Data were gathered via structured questionnaires administered before and after the intervention, with statistical analysis conducted using paired t-tests, revealing significant improvements in reviewer comprehension (p < 0.01). Complementing this, the qualitative component involves a comprehensive literature review that elucidates the critical function of KEP in upholding ethical standards and research quality in academia. Findings from the literature reinforce KEP’s essential status as a cornerstone in cultivating an ethical and accountable research environment. The study highlights the importance of systematic reviewer training and robust policy enforcement within KEP to ensure the integrity and transparency of scholarly research in higher education settings.
Community participation in the electricity network development project in Bekasi from ecological citizenship perspective Faizal, Muhammad; Rusnaini, Rusnaini; Gunawati, Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2024): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i7.855

Abstract

This research explores the role of community participation in the electricity network construction project in Bekasi Regency, by viewing it through the lens of ecological citizenship. Ecological citizenship provides a framework for understanding the link between community participation and ecological responsibility in the context of energy infrastructure development. This research adopts a qualitative approach with a focus on in-depth understanding of the dynamics of community participation, influencing factors, and its impact on environmental sustainability. It is hoped that the research results will provide in-depth insight into the extent to which community participation can increase the sustainability of electricity network development projects. In addition, this research also aims to identify factors that influence community ecological participation in the project. Policy implications and recommendations will be generated to guide the development of similar infrastructure projects in the future by considering the ecological citizenship perspective.
Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Program Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Haramain Nw Narmada Kabupaten Lombok Barat Nawawi, Muhammad; Gunawati, Dewi; Sunarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.131 KB)

Abstract

Pelestarian lingkungan hidup di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat pentingdilaksanakan karena Pulau Lombok ditetapkan sebagai destinasi wisata halal dan mendapat julukansebagai pulau seribu masjid. Upaya pelestarian lingkungan hidup, salah satunya dengan membangunsikap peduli lingkungan.Sikap peduli lingkungan potensial diterapkan melalui pendekatan Islam (Ecoteologi) di pondok pesantren.Salah satu pondok pesantren yang terdapat di Pulau Lombok yangmenerapkan Eco-pesantren adalah pondok pesantren Nurul Haramain NW Narmada Kabupaten LombokBarat.Pendekatan sosial keagamaan diharapkan dapat memupuk kesadaran santri dan masyarakat sekitarterhadap lingkungan hidup.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Eco-pesantren dipondok pesantren Nurul Haramain NW Narmada terhadap sikap peduli lingkungan dan memberi solusikebijakan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasusdengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Teknik pengambilan data dilakukan dengan tekniktriangulasi data (observasi, wawancara dan kuesioner).Hasil observasi dan wawancara dianalisis secaradeskriptif, sedangkan angket kuesioner dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan kriteria pengukuransikap diperoleh nilai >60%-96,2% dan solusi kebijakan untuk membangun sikap peduli lingkungandengan penerapan model constructing of environmental care attitude with eco-pesantren. Program Eco- pesantren berpotensi dalam upaya membangun sikap peduli terhadap lingkungan sehingga kelestarianlingkungan hidup dapat terjaga secara terus menerus.
Pendekatan Eko-Kultural untuk Penguatan Literasi Iklim dan Kesiapan b Bencana di Kalangan Siswa dan Komunitas Lereng Merapi Gunawati, Dewi; Muslim Hidayatulloh, Muhammad; Novianto, Erlangga
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 2 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i2.484

Abstract

Gunung Merapi merupakan kawasan berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik yang dinamis, sehingga masyarakat di sekitarnya membutuhkan pendidikan kebencanaan yang relevan dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi iklim di kalangan siswa dan komunitas lereng Gunung Merapi melalui model pembelajaran eco-kultural yang mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal seperti pranoto mongso, struktur ruang adat, ritus Merapi, dan peta risiko Metode observasi partisipatif, wawancara tokoh adat, pemetaan partisipatif, serta analisis dokumen festival budaya dan mitigasi berbasis Masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyusunan modul pembelajaran berbasis eko-kultural, lokakarya bersama guru dan pemuda, pembelajaran kelas, serta praktik lapangan berupa pemetaan risiko, observasi lingkungan, dan aksi konservasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan Skor rata-rata post-test meningkat sebesar 23,7% dibanding pre-test, diikuti penguatan sikap kewargaan ekologis dan partisipasi konservasi sebesar 72% siswa setelah program pembelajaran diterapkan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dan data ilmiah dalam pembelajaran mampu menciptakan proses co-production of knowledge yang memperkuat literasi iklim, identitas ekologis lokal, dan ketahanan komunitas. Model eco-kultural Merapi memiliki implikasi strategis bagi pengembangan kurikulum pendidikan kebencanaan nasional, khususnya di kawasan rawan bencana yang memiliki warisan pengetahuan lokal yang kuat. Pendekatan eko-kultural terbukti efektif sebagai strategi pendidikan iklim yang kontekstual dan mendorong terbentuknya kewargaan ekologis. Model ini berpotensi direplikasi di komunitas rawan bencana lainnya di Indonesia untuk memperkuat ketahanan iklim berbasis budaya lokal.
Pembentukan Kesadaran Peduli Lingkungan melalui Program Jumat Bebas Emisi (JBEm) di Universitas Sebelas Maret Lukluk Indah Nurjanah; Dewi Gunawati; Moh. Muchtarom
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pelaksanaan Program Jumat Bebas Emisi (JBEm) di Universitas Sebelas Maret, (2) mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program terhadap pembentukan kesadaran peduli lingkungan, serta (3) menganalisis strategi yang digunakan dalam pembentukan kesadaran peduli lingkungan melalui program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program JBEm didukung oleh ketersediaan infrastruktur transportasi berkelanjutan, seperti penyediaan sepeda kampus di titik strategis. Namun, terdapat beberapa hambatan, antara lain rendahnya kesadaran dan pemahaman warga kampus, keterbatasan sarana prasarana, penggunaan trotoar sebagai area parkir, serta kurangnya kepedulian terhadap dampak emisi karbon. Strategi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) melalui tahapan monitoring dan evaluasi menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kesadaran peduli lingkungan.
APLIKASI METODE PERSIDANGAN SEMU PADA PEMBELAJARAN HUKUM PERS BAGI PENEGAK HUKUM Rustamaji, Muhammad; Gunawati, Dewi
Yustisia Vol 1, No 3: December 2012
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v1i3.10088

Abstract

AbstractThe study aims to obtain a method for learning pseudo trial press law for law enforcers. The design of this study is action research (participatory research actions) that combines legal research and studies in the education sector. Normative research methods and sociological studies used appropriate phasing in each year. The types of data used in this study include primary and secondary data. Data collection methods are interviews, questionnaires, and literature. Data processing is carried out through the stages of editing, coding, tabulating. Analysis technique using inductive and deductive thinking .. Observation of actual handling of the case became the foundation for further analysis based on legislation and groove trial. Observations thus further utilized to formulate the appropriate method of fictitious court press law. In the first year of this study produced findings: a) identification of two dominant factors typically by law enforce- ment officials in the press dispute, namely the use of Criminal Code offenses and negation case particulari- ties press, b). finding of distinctiveness criteria law enforcement press located on the right of reply and the role of the Press Council in the settlement release applied to the fictitious trial methods, c) learned of discrepancies in the prototype method fictitious court press law enforcement against actual practice in the field of press due to the design of learning in one direction and instructional issues that are not collabora- tive. Furthermore, the results of this study indicate that a) the dominant factor affecting the typical law enforcement officials in the press dispute actually consists of the application of the dominant offense in the Criminal Code as an affront legal snares for members of the press, and did not understand the uniqueness of dispute settlement in the groove press releases as Act mandated by the press, b) uniqueness lies in the settlement conference where the submission of the right of reply, complaints to the Press Council, until the publication of the Press Council rekomendasai that preceded the litigatif c) discrepancies prototype artifi- cial methods of learning trials with the reality of law enforcement is due to the instructional design of the course and instructional problems that actually can be parsed by the collaborative. AbstrakPenelitian bertujuan untuk memeroleh suatu metode persidangan semu dalam pembelajaran hukum pers bagi penegak hukum. Desain penelitian ini merupakan penelitian aksi (partisipatori actions research) yang memadukan penelitian hukum dan penelitian di sektor pendidikan. Metode penelitian yuridis normatif maupun sosiologis digunakan sesuai pentahapan penelitian di setiap tahunnya Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang ialah wawancara, angket, dan studi pustaka. Pengolahan data dilaksanakan melalui tahap editing, coding, tabulating. Teknik analisis menggunakan metode berpikir induktif dan deduktif. Pengamatan penanganan kasus senyatanya menjadi pijakan untuk selanjutnya dianalisis berdasarkan perundangan dan alur persidangan. Hasil pengamatan demikian selanjutnya dimanfaatkan untuk memformulasikan metode persidangan semu yang sesuai ketentuan hukum pers. Pada tahun pertama penelitian ini menghasilkan temuan: a) teridentifikasinya dua faktor dominan tipikal penegakan hukum oleh aparat dalam sengketa pers, yaitu penggunaan delik KUHP dan penegasian kekhasan perkara pers; b) ditemukannya kriteria kekhasan penegakkan hukum pers yang terletak pada hak jawab dan peran Dewan Pers dalam penyelesaian perkara pers yang diaplikasikan pada metode persidangan semu; c) diketahuinya ketidaksinkronan prototipe metode persidangan semu hukum pers terhadap praktik senyatanya penegakan hukum di bidang pers akibat desain pembelajaran satu arah dan permasalahan instruksional yang tidak kolaboratif. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a) faktor dominan yang memengaruhi tipikal penegakan hukum oleh aparat dalam sengketa pers sejatinya terdiri atas dominannya penerapan delik penghinaan dalam KUHP sebagai jerat hukum bagi insan pers, dan  tidak dipahaminya kekhasan penyelesaian sengketa pers dalam alur penyelesaian perkara pers sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang pers; b) kekhasan penyelesaian perkara pers terletak pada keberadaan pengajuan hak jawab, pengaduan kepada Dewan Pers, hingga terbitnya rekomendasai dari Dewan Pers yang mendahului proses litigatif; c) ketidaksinkronan prototipe metode pembelajaran persidangan semu dengan kenyataan penegakkan hukum lebih disebabkan pada desain pembelajaran satu arah dan permasalahan instruksional yang sejatinya dapat diurai dengan jalan kolaboratif.