Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran CORE dengan Media Bingo dan Kahoot! sebagai Strategi Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Rizqi Utama, Yogandaru; Triastuti, Rini; Gunawati, Dewi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.937

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi permasalahan utama yang dihadapi di SMP Negeri 1 Lamongan. Namun proses ini menjadi tantang bagi guru untuk berinovasi mengunakan metode pembelajaran dan media ajar mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini (1) Menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE dengan media Bingo terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII C di SMPN Negeri 1 Lamongan. (2) Menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE dengan media Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII D di SMPN Negeri 1 Lamongan. (3) Menganalisis perbedaan pengaruh penerapan media Bingo dan media Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII di SMPN Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending)yang diintegrasikan dengan media Bingo dan Kahoot! terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest, melibatkan dua kelas sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menggunakan media Bingo meningkat dari 53,78% menjadi 76,73%, sedangkan kelas eksperimen II yang menggunakan Kahoot! meningkat dari 56,62% menjadi 82,51%. Media Kahoot! menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bingo, dengan kontribusi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis sebesar 71,4% dibandingkan 65,9% dari Bingo. Metode pembelajaran dan media pembelajaran tersebut berdampak positif untuk menggembangan ketrampilan berpikir kritis siswa dan peningkatan kualitas pembelajaran di bidang Pendidikan Pancasila, serta memberikan rekomendasi bagi guru Pendidikan Pancasila dalam memfasilitasi pembelajaran yang menarik.
Strategi Digital Komunitas Lyfewithless dalam Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Media Sosial Astutik, Astutik; Gunawati, Dewi; Nuryadi, Muhammad Hendri
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.939

Abstract

Konsumerisme berlebihan menjadi tantangan serius terhadap keberlanjutan lingkungan di era digital, dimana pola konsumsi masyarakat semakin dipercepat oleh media sosial. Di sisi lain, rendahnya kesadaran ekologis menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam pendidikan kewarganegaraan yang relevan dan kontekstual dengan isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital yang diterapkan oleh komunitas lyfewithless dalam membangun kesadaran ekologis melalui platform Instagram. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi konten digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas lyfewithless mengembangkan strategi berupa aktivisme visual, kampanye hashtag seperti #PakaiSampaiHabis, dan program pertukaran barang bernama Saling Silang. Strategi ini berdampak pada meningkatnya keterlibatan komunitas dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup yang lebih bertanggung jawab secara ekologis. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukatif yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis melalui pendekatan komunikasi digital yang inovatif.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP GOLPUT PADA PEMILU 2024 DI SMA NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KELAS XI-F1) Syahrin, Faj'ri Alfi; Gunawati, Dewi; Narmoatmojo, Winarno
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v3i2.1246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan (1) Persepsi Generasi Z terhadap Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta (Studi Kelas XI-F1), (2) Faktor yang mempengaruhi Golput pada Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta, (3) Strategi sekolah dalam mengatasi Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta. Penelitian ini menggunakan mixed methods yaitu sebuah jenis penelitian yang mengumpulkan, menganalisis, dan mengkombinasikan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam suatu rangkaian penelitian untuk memahami permasalahan penelitian. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi data. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) Persepsi Generasi Z terhadap Golput pada Pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta yaitu dari 17 responden Generasi Z, mereka tetap berencana menggunakan hak pilih untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024. Hal ini ditandai sebanyak 94,1% peserta didik memahami akan konsep pemilihan umum, kemudian sebanyak 88,2% mereka memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetap berencana menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. 2) Faktor yang mempengaruhi Golput pada Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta terdapat faktor yaitu, faktor yang mempengaruhi Generasi Z di SMA Negeri 6 Surakarta mengenai golput dan berencana tidak menggunakan hak pilihnya dikarenakan karena Capres dan Cawapres banyak yang tidak bertanggungjawab atas janji yang telah dilontarkan pada masa kampanye. Alasan lain mengapa partisipasi pemilihan umum di Indonesia menurun yakni mereka bosan dengan sistem pemilu yang monoton. 3) Strategi sekolah dalam mengatasi golput pada pemilu 2024 di SMA Negeri 6 Surakarta yaitu SMA Negeri 6 Surakarta belum memiliki strategi khusus secara spesifik untuk mengatasi golput pada Pemilu 2024. Akan tetapi pemahaman mengenai politik dan penggunaan hak pilih ditanamkan kepada semua peserta didik melalui kegiatan akademik dan non akademik disekolah
Komisi Etik Penelitian di Perguruan Tinggi: Membangun Budaya Riset yang Bertanggung Jawab dan Berintegritas Getut Pramesti; Sri Mulyani; Yusfia Hafid Aristyagama; Dewi Gunawati
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.5566

Abstract

This study critically examines the pivotal role of the Research Ethics Commission (KEP) in fostering a research culture grounded in responsibility and integrity within higher education institutions. Employing a mixed-methods design, the research integrates both quantitative and qualitative approaches. The quantitative phase utilizes a pre-post experimental design to assess the impact of KEP reviewer training on the knowledge enhancement of prospective reviewers at the Faculty of Teacher Training and Education. Data were gathered via structured questionnaires administered before and after the intervention, with statistical analysis conducted using paired t-tests, revealing significant improvements in reviewer comprehension (p < 0.01). Complementing this, the qualitative component involves a comprehensive literature review that elucidates the critical function of KEP in upholding ethical standards and research quality in academia. Findings from the literature reinforce KEP’s essential status as a cornerstone in cultivating an ethical and accountable research environment. The study highlights the importance of systematic reviewer training and robust policy enforcement within KEP to ensure the integrity and transparency of scholarly research in higher education settings.
Community participation in the electricity network development project in Bekasi from ecological citizenship perspective Faizal, Muhammad; Rusnaini, Rusnaini; Gunawati, Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2024): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i7.855

Abstract

This research explores the role of community participation in the electricity network construction project in Bekasi Regency, by viewing it through the lens of ecological citizenship. Ecological citizenship provides a framework for understanding the link between community participation and ecological responsibility in the context of energy infrastructure development. This research adopts a qualitative approach with a focus on in-depth understanding of the dynamics of community participation, influencing factors, and its impact on environmental sustainability. It is hoped that the research results will provide in-depth insight into the extent to which community participation can increase the sustainability of electricity network development projects. In addition, this research also aims to identify factors that influence community ecological participation in the project. Policy implications and recommendations will be generated to guide the development of similar infrastructure projects in the future by considering the ecological citizenship perspective.
Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Program Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Haramain Nw Narmada Kabupaten Lombok Barat Nawawi, Muhammad; Gunawati, Dewi; Sunarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.131 KB)

Abstract

Pelestarian lingkungan hidup di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat pentingdilaksanakan karena Pulau Lombok ditetapkan sebagai destinasi wisata halal dan mendapat julukansebagai pulau seribu masjid. Upaya pelestarian lingkungan hidup, salah satunya dengan membangunsikap peduli lingkungan.Sikap peduli lingkungan potensial diterapkan melalui pendekatan Islam (Ecoteologi) di pondok pesantren.Salah satu pondok pesantren yang terdapat di Pulau Lombok yangmenerapkan Eco-pesantren adalah pondok pesantren Nurul Haramain NW Narmada Kabupaten LombokBarat.Pendekatan sosial keagamaan diharapkan dapat memupuk kesadaran santri dan masyarakat sekitarterhadap lingkungan hidup.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Eco-pesantren dipondok pesantren Nurul Haramain NW Narmada terhadap sikap peduli lingkungan dan memberi solusikebijakan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasusdengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Teknik pengambilan data dilakukan dengan tekniktriangulasi data (observasi, wawancara dan kuesioner).Hasil observasi dan wawancara dianalisis secaradeskriptif, sedangkan angket kuesioner dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan kriteria pengukuransikap diperoleh nilai >60%-96,2% dan solusi kebijakan untuk membangun sikap peduli lingkungandengan penerapan model constructing of environmental care attitude with eco-pesantren. Program Eco- pesantren berpotensi dalam upaya membangun sikap peduli terhadap lingkungan sehingga kelestarianlingkungan hidup dapat terjaga secara terus menerus.
Pendekatan Eko-Kultural untuk Penguatan Literasi Iklim dan Kesiapan b Bencana di Kalangan Siswa dan Komunitas Lereng Merapi Gunawati, Dewi; Muslim Hidayatulloh, Muhammad; Novianto, Erlangga
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 2 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i2.484

Abstract

Gunung Merapi merupakan kawasan berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik yang dinamis, sehingga masyarakat di sekitarnya membutuhkan pendidikan kebencanaan yang relevan dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi iklim di kalangan siswa dan komunitas lereng Gunung Merapi melalui model pembelajaran eco-kultural yang mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal seperti pranoto mongso, struktur ruang adat, ritus Merapi, dan peta risiko Metode observasi partisipatif, wawancara tokoh adat, pemetaan partisipatif, serta analisis dokumen festival budaya dan mitigasi berbasis Masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyusunan modul pembelajaran berbasis eko-kultural, lokakarya bersama guru dan pemuda, pembelajaran kelas, serta praktik lapangan berupa pemetaan risiko, observasi lingkungan, dan aksi konservasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan Skor rata-rata post-test meningkat sebesar 23,7% dibanding pre-test, diikuti penguatan sikap kewargaan ekologis dan partisipasi konservasi sebesar 72% siswa setelah program pembelajaran diterapkan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dan data ilmiah dalam pembelajaran mampu menciptakan proses co-production of knowledge yang memperkuat literasi iklim, identitas ekologis lokal, dan ketahanan komunitas. Model eco-kultural Merapi memiliki implikasi strategis bagi pengembangan kurikulum pendidikan kebencanaan nasional, khususnya di kawasan rawan bencana yang memiliki warisan pengetahuan lokal yang kuat. Pendekatan eko-kultural terbukti efektif sebagai strategi pendidikan iklim yang kontekstual dan mendorong terbentuknya kewargaan ekologis. Model ini berpotensi direplikasi di komunitas rawan bencana lainnya di Indonesia untuk memperkuat ketahanan iklim berbasis budaya lokal.