Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI

Pengaruh Khitosan dan Media Campuran terhadap Pertumbuhan Semai Pisang Raja Bulu Raja bulu (Musa paradisiaca L var. sapientum) Rosdiana Rosdiana; Helfi Gustia
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.868 KB) | DOI: 10.24853/jat.3.2.111-123

Abstract

The productivity of banana, as priority fruit, is still low due to lack of good quality seedling. The research aim was to know the effect of chitosan application, mixed media and an interaction between mixed media with the chitosan on seedling growth of “raja bulu” banana. The research designed was a complete randomized block design with two factors. The first factor was the mixed soil, cow manure and rice husk charcoal and the second factor was chitosan at a concentration of 0, 2, 4, 6, and 8 ml L-1. Observed parameters were height, diameter, leaf number and biomass of seedling. The chitosan concentration at 4 ml L-1 gave the highest growth on the height (41.2 cm), leaf number (4.2 leaf plant-1) and dry weight (5.44 gr plant-1) raja bulu banana seedling. The mixed media of soil, cow manure with rice husk charcoal resulted in the highest growth of seedling height (46.6 cm), leaf number (5.2 leaf plant-1), dry weight (5.4 gr plant-1).  Both chitosan applications and mixed media did not give significantly effect on the seedling diameter. The interaction between the mixture media with the application of chitosan did not significantly different on vegetative growth and seedling biomass.
RESPON TANAMAN WORTEL TERHADAP PEMBERIAN URINE KELINCI Helfi Gustia
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.1.46-56

Abstract

Wortel merupakan sayuran umbi akar yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Sayuran ini populer sebagai sumber vitamin A yang juga mengandung vitamin B1, C, dan B2, zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan, serta mengandung serat yang baik bagi tubuh. Ditinjau dari kandungan gizi dan manfaat dari wortel, tanaman ini memiliki prospek dimasa depan. Hal ini dapat didukung oleh teknik budidaya yang dilakukan seperti pemupukan (penambahan urin kelinci kepada tanaman melalui media tanam). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan urin kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel dan menentukan dosis urin kelinci yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman wortel.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan empat perlakuan, yaitu P1 (pemberian  urin kelinci 10 mL L-1 air pada media tanam), P2 (pemberian urin kelinci  20 mL L-1 air pada media tanam), P3 (pemberian urin kelinci  30 mL L-1 air pada media tanam), dan P4 (pemberian urin kelinci  40 mL L-1 air pada media tanam), dan lima ulangan. Uji lanjutan menggunakan Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5% yang ditransformasikan menggunakan program Sirichai 6.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik urin kelinci sangat berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif dan generatif dari tanaman wortel. Pemberian urin kelinci dosis 20 mL L-1 air kepada media tanam tanaman wortel memperlihatkan hasil tertinggi, yaitu pada tinggi, jumlah daun terbanyak, panjang buah terpanjang, diameter buah terbesar, dan bobot buah konsumsi terberat jika dibandingkan dengan perlakuan lain. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis 20 mL L-1 air pupuk cair urin kelinci merupakan dosis optimum. Selain itu, faktor suhu dan cuaca sangat mempengaruhi produksi dari tanaman wortel.
Kombinasi Media Tanam dan Penambahan Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabe Helfi Gustia; rosdiana rosdiana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.876 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.2.70-78

Abstract

Pertumbuhan dan produksi cabe dapat  dipengaruhi antara lain oleh teknik budidaya belum optimal dan faktor kesesuaian lahan  kurang mendukung. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas dengan  kombinasi media tanam dan penambahan pupuk organik cair (POC) pada tanaman cabe. Pelaksanaan penelitian di Pondok Benda Indah pada bulan Februari  sampai Mei 2018. Tujuan penelitian memperoleh media dan dosis POC yang sesuai serta pengaruh  interaksi   media tanam  dan POC pada tanaman cabe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial.  Faktor pertama media tanam M1(tanah + pupuk kandang = 1:1) dan M2 (tanah + pupuk kandang + sekam bakar = 1:1:1). Faktor kedua penambahan POC yakni P1 (100% NPK), P2 (70% NPK +  50 ml tanaman-1 POC), P3 (70%  NPK +  100 ml tanaman-1 POC), P4 (70% NPK + 150 ml tanaman-1 POC). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang buah, bobot buah buah-1, dan bobot buah tanaman-1. Hasil penelitian memperlihatkan kombinasi media tanam dan penambahan POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Kombinasi media tanam M2 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi. Perlakuan P4 memperlihatkan  jumlah cabang terbanyak, panjang buah terpanjang,  bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat. Interaksi kombinasi media tanam M2 dan P4 menunjukkan tanaman  tertinggi, jumlah cabang terbanyak, bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat.
PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Dirgahani Putri; Helfi Gustia; Yati Suryati
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.1.32-45

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk mengga-bungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan  penyam-bungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm,  9 cm, 12 cm, dan 15 cm.Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman;sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada peubah persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada peubah persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang atas tetapi berpengaruh nyata pada peubah jumlah tunas. Perlakuan panjang entres 15 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 6 cm, 12 cm memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan panjang entres 3 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 92%), peubah jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
OPTIMIZATION OF PLANTING MEDIA AND VARIOUS CONCENTRATIONS OF CHITOSAN AGAINST VEGETATIVE GROWTH OF KEPOK BANANA SEEDS Helfi Gustia; Yukarie Ayu Wulandari
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.1.43-50

Abstract

Bananas are a tropical fruits commodity that is very popular with various groups of people. High nutritious bananas, contain fiber that helps smooth the metabolic system and increase the body's resistance from free radicals. The research was conducted in the BBI Lebak Bulus South Jakarta, February to April 2018. The purpose of the study was to obtain planting media and chitosan concentration and determine the effect of the interaction of planting media and optimal chitosan concentration on vegetative growth of Kepok banana seedlings. The design used was a two factorial randomized factorial pattern group design. The first factor, namely M1 (soil and manure = 1: 1) and M2 (soil, manure and cocopeat = 1: 1: 1). The second factor is the concentration of chitosan C1 (without chitosan), C2 (2 mL L water-1), C3 (4 mL L water-1), C4 (6 mL L water-1) and C5 (8 mL L water-1), repeated four times. The parameters observed were plant height, stem diameter, leaf length, leaf width, and number of leaves. The results showed a combination of M2 planting media and chitosan concentration of 8 mL L water-1 showed the highest plant height, largest stem diameter, longest leaf length, widest leaf width, and highest number of leaves. The interaction of M2 planting media and chitosan concentration of 8 mL L water-1 showed the longest leaf length, widest leaf width, and the highest number of leaves. The implementation can be done carried out in research on loam, sandy loam or sandy soil with sufficient nutrient availability and water.
Karakterisasi Karakter Agronomi Tomat (Lycopersixum esculentum Mill.) Hasil Introduksi untuk Perakitan Tomat Berdaya Hasil Tinggi Putri, Dirgahani; Ade Sumiahadi; Yukarie Ayu Wulandari; Rosdiana; Sularno; Helfi Gustia; Ridwan Diaguna; Yeni Nurazizah; Paldi Saputra
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v10i1.27323

Abstract

The increase in yields in tomato cultivation in Indonesia is due to the limited availability of superior varieties that can grow well and produce high production and quality. An effective method to increase tomato yield and quality is through the development of new tomato plant cultivars. Plant introduction is a process of moving plants from one area to another. Plant introduction is a process of moving plants from one area to another. This study aims to study the agronomic characteristics of four tomato plant varieties. This research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Jakarta, from June to December 2023. Research using two introduced tomato plant varieties and two commercial national tomato varieties as a comparison of the introduced tomato varieties is expected to be an additional genetic diversity and tomato plant varieties that can be used as ready-to-distribute varieties or genetic sources for tomato plant breeding programs. The results of the study showed that in general the two introduced genotypes had qualitative characteristics that were different from the two comparison varieties. In quantitative characters, the introduced genotypes TI01 and TI02 showed the same growth as the two comparison varieties, while in production characters they were significantly lower than the two comparison varieties.