Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Covid-19 Adaptive Tourism Attraction: Tourism Resilience Through CHSE Certification For Visiting Decision Wulandari, Dwi Pratiwi; Harmawan, Violintikha; Lisna, Yuke Permata; Mustika, Sari
Indonesian Journal of Tourism and Leisure Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lasigo Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijtl.v5i1.380

Abstract

CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) certification is implemented by the Indonesian government to restore tourism conditions post-pandemic. The research aim is to analyze tourists' visiting decisions to visit COVID-19 adaptive tourist attractions after the implementation of the CHSE certification policy as a strategy to restore tourism conditions post-pandemic. There were no studies that investigated the effect of CHSE implementation on West Sumatra tourist attractions such as Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMBK) and Taman Panorama Lobang Jepang (TPLJ). The descriptive research was carried out with a causal-associative quantitative approach using 100 respondents.  The result revealed that: (1) The implementation of CHSE in COVID-19 is in the quite good category with a percentage of 50%. (2) Visiting decisions are in the quite good category with a percentage of 37.8%. (3) CHSE as a strategy to restore tourism conditions has an impact of 13.4% on visiting decisions. So, it is concluded that tourists decide to visit a COVID-19 adaptive tourist attraction, not solely because the tourist attraction has been CHSE certified. But 86.8% are influenced by other factors.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA AIR MANIS MELALUI PELATIHAN BAHASA INGGRIS DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI BERBASIS KOMPETENSI Rahmi Fadilah; Violintikha Harmawan; Elviza Yeni Putri; Riski Gusri Utami; Fajar Sidik; Afifa Nur Ariza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45730

Abstract

Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah dengan beragam daya tarik wisata, salah satunya adalah Pantai Air Manis. Berkat lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan keindahan alamnya, Pantai Air Manis memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui BIM di Kabupaten Padang Pariaman pada Januari 2024 mencapai 4.689 kunjungan, mengindikasikan bahwa provinsi ini menjadi salah satu destinasi pilihan bagi wisatawan asing. Namun, mitra Pokdarwis Air Manis menghadapi kendala utama, yaitu kurangnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan komunikasi wisata umum di kalangan pelaku wisata. Hal ini menghambat efektivitas promosi potensi Pantai Air Manis kepada wisatawan asing yang semakin meningkat setiap tahunnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan komunikasi dan bahasa Inggris bagi pelaku wisata, serta diskusi terkait pengetahuan dan fenomena budaya asing (cross-culture) di lingkungan Air Manis. Program ini dilakukan melalui diskusi, ceramah, dan praktik langsung di lapangan. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan diakhiri dengan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.