Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Mindfulness Interventions for Emotion Regulation and Anxiety in Deaf and Hard-of-Hearing Students Putri Indah Septiani; Elsa Efrina; Marlina Marlina; Putri Indah Septiani; Elsa Efrina; Marlina Marlina; Antoni Tsaputra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i8.2026.4

Abstract

The purpose of this study is to investigate the features, efficacy, and adaptations of mindfulness-based interventions to enhance regulation of emotion and reduce anxiety in students with Deaf and Hard-of-Hearing conditions. We performed a systematic literature review with bibliometric analysis which was based on PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Through the Scopus database and relevant articles, 563 results were generated. Quality synthesis of data 10 studies were selected following removal of duplicates and application of inclusion criteria. Results suggest that mindfulness-based interventions contribute to improved emotion regulation, specifically increases in emotional awareness, self-control and adaptive coping strategies among Deaf and Hard-of-Hearing students. These interventions may also indirectly reduce anxiety by strengthening internal psychological qualities. Nevertheless, most of the interventions are not carried out using just mindfulness but through wider approaches such as psycho-education and emotional intelligence. Additionally, the accessibility adaptations, such as visual supports and sign language (SL) use, seem to have a great impact on the efficacy of mindfulness interventions across different disabilities or conditions. While these results are promising, the literature reflects an absence of experimental studies and treatment protocols tailored to this population. Future research should seek to create effective, low resource counselling protocols suited to the specific needs of students with Deaf and Hard-of-Hearing conditions.
Perilaku Agresif Anak Dengan Gangguan Emosi Dan Perilaku Di Lingkungan Sekolah: Systematic Literature Riview Nurmalika Ulfa; Marlina Marlina; Elsa Efrina; Safaruddin Safaruddin; Rila Muspita
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.1954

Abstract

Perilaku agresif anak dengan gangguan emosi dan perilaku (GEP) di lingkungan sekolah adalah permasalahan yang memiliki dampak pada dinamika sosial, pencapaian akademik, dan lingkungan pembelajaran. Tujuan kajian ini untuk menemukan jenis perilaku agresif, faktor penyebab, dan strategi intervensi yang digunakan untuk menangani perilaku agresif anak dengan GEP di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR dilakukan menggunakan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan berbasis data Scopus artikel terbit antara 2015-2024. Kriteria inklusi meliputi studi empris terpublikasi yang melibatkan anak dengan GEP di lingkungan sekolah. Data diekstrasi terkait desain penelitian, jenis perilaku agresif, faktor penyebab dan strategi intervensi. Hasilnya terdapat 18 artikel memenuhi kriteria. Kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik dan sintesis naratif. Hasil review menunjukkan agresi verbal dan fisik adalah jenis perilaku agresif paling umum. Faktor penyebab terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal sebagai penyebab perilaku agresif anak dengan GEP dilingkungan sekolah. Terdapat tiga strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi perilaku agresif anak dengan GEP dilingkungan sekolah. Kesimpulan kajian menunjukkan kerja sama antara guru, konselor, dan orang tua penting untuk membuat lingkungan sekolah yang mendukung. Diharapkan hasil ini berkontribusi pada pembentukan kebijakan pendidikan dan penelitian lanjutan yang berbasis lingkungan sekolah yang sesuai di indonesia.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis Virtual Reality pada Materi Sistem Pernapasan Manusia untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu Alan Rahman Rendra; Setia Budi; Damri Damri; Elsa Efrina; Mardhatillah Zulpiani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) pada materi sistem pernapasan manusia bagi peserta didik disabilitas rungu di SLB Negeri 2 Pariaman. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan media pembelajaran konvensional yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar visual peserta didik disabilitas rungu, khususnya pada materi yang bersifat abstrak seperti sistem pernapasan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis kebutuhan media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran IPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru dengan penggunaan media gambar dua dimensi dan penjelasan lisan. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami struktur dan fungsi organ pernapasan manusia secara utuh. Guru dan peserta didik mengharapkan media pembelajaran yang mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan imersif. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya media pembelajaran berbasis Virtual Reality sebagai alternatif yang relevan untuk mendukung pembelajaran IPA yang adaptif, visual, dan inklusif bagi peserta didik disabilitas rungu.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Mata Uang Menggunakan Video Interaktif pada Anak Gangguan Sprektum Autis Rahmah Nazila Pane; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Elsa Efrina; Arisul Mahdi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3987

Abstract

Kajian ilmiah ini didasari oleh kemampuan anak dengan gangguan sprektum autis yang masih rendah dalam mengenal nilai mata uang, khususnya pada pembeajaran matematika di SLB Autisma Permata Bunda Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autis dalam mengenali nilai mata uang melalui penggunaan media video interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu siklus, meliputi tahapan perencanaan dan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah dua peserta didik kelas IV dengan gangguan sprektum autis. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, pemberian tes serta wawancara yang kemudian diolah secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Berdasarkan temuan yang diperoleh, penggunaan media video interaktif mampu meningkatkan kemampuan mengenal nilai mata uang pada peserta didik, dimana peserta didik FH mengalami peningkatan dari 43% menjadi 100%, sedangkan KZ meningkat dari 29% menjadi 86%, hal ini menunjukkan video intefaktif ini dinilai efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di SLB. Temuan ini dapat diartikan bahwa video interaktif berperan optimal dalam meningkatkan pemahaman, fokus dan motivasi belajar anak dengan gangguan sprektum autis terhadap konsep nilai mata uang. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa media ini bisa dimanfaatkan guru sebagai media yang relavan dengan karakteristik visual dan auditori anak dengan gangguan sprektum autis, serta dapat diterapkan pada materi konkret lainnya dalam pembelajaran matematika di SLB.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan melalui Balok Cuisenaire pada Disabilitas Intelektual Ringan Triyasinta Maulida; Setia Budi; Elsa Efrina; Arisul Mahdi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9107

Abstract

Pembelajaran matematika pada peserta didik disabilitas intelektual ringan masih menghadapi kendala, khususnya dalam mengenal lambang bilangan, akibat keterbatasan kemampuan berpikir abstrak dan minimnya penggunaan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran serta menganalisis peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penggunaan media balok Cuisenaire pada peserta didik disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan empat peserta didik kelas II SLB Negeri Tebo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase pencapaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan secara bertahap dan konsisten, ditandai dengan peningkatan persentase hasil belajar pada setiap siklus hingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 70%. Selain meningkatkan hasil belajar, media ini juga berdampak positif terhadap keterlibatan, fokus, dan motivasi belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media balok Cuisenaire sebagai alternatif media pembelajaran matematika yang efektif bagi peserta didik disabilitas intelektual ringan, khususnya pada materi bilangan dasar, serta perlunya penelitian lanjutan dengan subjek dan cakupan materi yang lebih luas.
Reading Aloud as a Language Intervention Strategy: A Case Study of Children with Functional Speech Delay at Rumah TIA Special Needs School in Sawahlunto City Indah Mugianti; Damri; Antoni Tsaputra; Elsa Efrina; Rahmahtrisilvia
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8224

Abstract

Functional speech delays affect children's communication skills, necessitating appropriate language intervention. This study aimed to examine the effectiveness of reading aloud in improving the speech skills of children with speech delays. A qualitative case study approach was used, involving five children at the Rumah TIA Special Needs School in Sawahlunto City. The intervention was delivered over four weeks, three times per week, with structured sessions tailored to each child's needs. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The results showed increases in vocabulary mastery, pronunciation accuracy, and verbal participation following the intervention. All participants showed positive development, with variations influenced by age and initial conditions. These findings indicate that reading aloud is an effective and practical language intervention strategy. This activity is recommended for routine implementation in schools and homes as a fun method of language stimulation to support children's communication development. Keywords: reading aloud, speech delay, language intervention, child language development, case study
Educational Media for Enhancing Sexual Awareness in Children with Intellectual Disabilities: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Afrina Devi Marti; Marlina Marlina; Mega Iswari Binah Asnah; Afrina Devi Marti; Marlina; Mega Iswari Binah Asnah; Elsa Efrina
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2027)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v7.i1.2027.6

Abstract

This study aims to analyze global publication trends and synthesize the mapping of design components, focus, and key findings from studies on the development of educational media based on sexual awareness for children with intellectual disabilities. The study was conducted through a systematic literature review from 2010–2026 using a qualitative descriptive approach with bibliometric and meta-aggregation analyses. The results indicate that only a few studies specifically address the development of educational media for children with intellectual disabilities and sexual awareness. Most studies focus on the use of innovative media such as Augmented Reality (AR), and empirically, learner-centered and play-based approaches have demonstrated higher effectiveness in children’s engagement and learning outcomes. The limitations identified in the reviewed literature indicate that the educational media currently developed generally still rely on broad validation instruments rather than those specifically designed according to children’s developmental stages and socio-cultural contexts. Furthermore, studies have not adequately integrated children’s social-emotional focus and interactive technologies such as immersive AR to support contextual and meaningful understanding. The practical implications of this study highlight the importance of developing educational media that are culturally adaptive, relevant to local contexts, and capable of integrating a learner-centered approach with a developmentally sensitive framework in designing focus components, syntax, and social systems for sexual education media that remain underexplored in previous literature.
Educational Media for Enhancing Sexual Awareness in Children with Intellectual Disabilities: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Afrina Devi Marti; Marlina Marlina; Mega Iswari Binah Asnah; Afrina Devi Marti; Marlina; Mega Iswari Binah Asnah; Elsa Efrina
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2027)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v7.i1.2027.6

Abstract

This study aims to analyze global publication trends and synthesize the mapping of design components, focus, and key findings from studies on the development of educational media based on sexual awareness for children with intellectual disabilities. The study was conducted through a systematic literature review from 2010–2026 using a qualitative descriptive approach with bibliometric and meta-aggregation analyses. The results indicate that only a few studies specifically address the development of educational media for children with intellectual disabilities and sexual awareness. Most studies focus on the use of innovative media such as Augmented Reality (AR), and empirically, learner-centered and play-based approaches have demonstrated higher effectiveness in children’s engagement and learning outcomes. The limitations identified in the reviewed literature indicate that the educational media currently developed generally still rely on broad validation instruments rather than those specifically designed according to children’s developmental stages and socio-cultural contexts. Furthermore, studies have not adequately integrated children’s social-emotional focus and interactive technologies such as immersive AR to support contextual and meaningful understanding. The practical implications of this study highlight the importance of developing educational media that are culturally adaptive, relevant to local contexts, and capable of integrating a learner-centered approach with a developmentally sensitive framework in designing focus components, syntax, and social systems for sexual education media that remain underexplored in previous literature.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Workshop Di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar   Endang Sri Handayani; Yosa Yulia Nasri; Elsa Efrina; Johandri Taufan; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Safaruddin Safaruddin; Damri Damri; Rilla Muspita; Mardhatillah Zulpiani; Salwa Nur Salsabila; Hafizh Farezi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/2w81cm22

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak dini. Namun, masih banyak guru sekolah dasar, khususnya di daerah, yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus melalui workshop di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dari tiga sekolah dasar, yaitu SDN 25 Tambangan, SDN 04 Jaho, dan SDN 11 Tambangan. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi mengenai jenis dan karakteristik murid disabilitas, konsep pendidikan inklusif, serta praktik identifikasi disabilitas di sekolah inklusif. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest terhadap pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 23,5 pada saat pretest menjadi 27,8 pada saat posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,3 poin. Delapan dari sepuluh peserta mengalami peningkatan skor, sedangkan dua peserta mempertahankan skor maksimal yang telah dicapai pada saat pretest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sebagai langkah awal implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta mendukung terwujudnya pendidikan inklusif di Nagari Jaho. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas agar dampaknya terhadap implementasi pendidikan inklusif semakin optimal
Penerapan Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme Nurhayati Sihite; Elsa Efrina; Setia Budi; Endang Sri Handayani
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i2.665

Abstract

Reinforcement positif merupakan salah satu strategi modifikasi perilaku yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan konsentrasi peserta didik dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan durasi konsentrasi dua peserta didik GSA, yaitu FZA dan QA, di kelas VI SLB Negeri Doloksanggul melalui penerapan reinforcement positif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap durasi konsentrasi peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Reinforcement positif diberikan secara langsung setelah peserta didik menunjukkan perilaku yang diharapkan, seperti memperhatikan guru, duduk mengikuti kegiatan pembelajaran, dan mengerjakan tugas. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan durasi konsentrasi pada kedua peserta didik. Pada kondisi awal, FZA mampu mempertahankan konsentrasi selama 8 menit dan QA selama 10 menit. Pada Siklus I, durasi konsentrasi meningkat menjadi 13 menit pada FZA dan 15 menit pada QA, sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi 33 menit pada FZA dan 35 menit pada QA. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan paket tindakan yang mencakup reinforcement positif dan strategi pendukung berupa pengondisian lingkungan belajar serta bimbingan individual dapat membantu meningkatkan durasi konsentrasi peserta didik GSA selama pembelajaran. Dengan demikian, reinforcement positif dapat digunakan sebagai salah satu strategi yang mendukung peningkatan konsentrasi peserta didik dengan GSA dalam pembelajaran di kelas.