p-Index From 2021 - 2026
7.552
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Drama Anak-Anak Kerajaan Burung Karya Saini KM Monica Novriyenti; Syeilendra Syeilendra
Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2024): September : DHARMA ACARIYA NUSANTARA : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v2i2.1241

Abstract

This research aims to describe the values of character education in the children's drama script of the Kingdom of Birds by Saini KM. The object used in this study is the script of the drama Kingdom of Birds by Saini KM which contains the values of character education. This type of research is qualitative research using the content analysis method. The data collection technique is to read and understand the script of the drama Kingdom of the Bird by Saini KM with the aim of obtaining a clear understanding of the drama script, identifying dialogues or actions that have character education values in the script of the drama Kingdom of Birds by Saini KM, recording data related to character education values on the record sheet and inventorying the data that has been obtained in the form of a table format. The data analysis technique is to classify data regarding the character education values contained in the script of the drama Kingdom of Birds by Saini KM in the form of a data recording format, clarify or clarify the data that has been obtained, interpret the data regarding the values of character education in the script of the drama Kingdom of Birds by Saini KM and draw conclusions and report the results of data analysis. Based on the results of the data analysis, it was found that the values of character education in the script of the drama Kingdom of Birds by Saini KM, namely the values of character education (1) religious, (2) honest, (3) hard work, (4) democratic, (5) appreciating achievements, (6) friendly/communicative, (7) love of peace, (8) caring for the environment, (9) caring for social, and (10) responsibility.
Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Simuntu pada Masyarakat di Nagari Koto Kaciak Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat Rahmi, Resti; Syeilendra; Daryusti; Budiwirman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4239

Abstract

Pertunjukan Simuntu sudah mentradisi di masyarakat Nagari Koto Kaciak dari dahulu sampai sekarang yang didukung oleh masyarakat setempat. Sampai saat sekarang pertunjukan Simuntu baik dari segi bentuk pertunjukan dan fungsinya tidak mengalami perubahan yang selalu berpatokan kepada warisan dari nenek moyang terdahulu. Pertunjukan Simuntu tanpa merubah keasliannya selalu dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan 17 Agustus. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pertunjukan dan fungsi Simuntu dalam masyarakat Nagari Koto Kaciak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis berdasarkan teori bentuk dan fungsi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik snow ball, dan analisis datanya menggunakan langkah-langkah dari Milles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi: sumber, waktu, metode, dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bentuk Pertunjukan Simuntu yang terdiri dari: a) Pertunjukan Simuntu; b) Gerak Simuntu; c) Waktu dan Tempat Pertunjukan Simuntu; d) Busana Simuntu; e) Doa untuk Pertunjukan Simuntu; dan f) Iringan Pertunjukan Simuntu. (2) Fungsi Pertunjukan Simuntu terdiri dari: a) Upacara atau Ritual; b) Pewaris Nilai Budaya; c) Ekonomi; d) Hiburan; e) Komunikasi; dan f) Sajian Estetis.
Pelaksanaan Pembelajaran Ansambel Sejenis di Kelas VII.1 SMP Negeri 43 Padang Fadhila Rizky Maharani; Syeilendra Syeilendra
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 2 No. 3 (2025): Mei : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v2i3.598

Abstract

The aim of this study is to understand and explain the implementation process of ensemble learning of the same type in class VII.1 of SMP Negeri 43 Padang. This research falls into the category of qualitative research using descriptive methods. The researcher themselves serve as the main instrument in this study, supported by writing tools and a camera. Data is obtained through literature review, observation, interviews, and documentation. The data analysis process includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions from the data. At the planning stage, the teacher prepares learning tools according to the independent curriculum included in the teaching module. At the implementation stage of the same ensemble, the teacher uses lecture, question and answer, practice, and demonstration methods. The learning media used by the teacher includes the melodica and the score for the song "Kambanglah Bungo". At the assessment stage, the teacher conducts diagnostic and formative assessments. In the practical assessment of the melodica ensemble, many students experience difficulties, especially in reading the score, fingering techniques, and maintaining the tempo. Furthermore, the lack of enrichment and remedial measures during the assessment process impacts students' development, both for those who have not achieved competencies and those who have already understood them.
Analisis Nilai Nilai Sosial Dalam Naskah Drama Malam Jahanam Karya Montinggo Boesje Walid Zakki, Mh.; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode analisis isi, penelitian ini mengkaji nilai-nilai sosial yang termuat dalam dialog antartokoh, konflik, dan situasi dramatik dalam naskah. Fokus kajian diarahkan pada tiga kategori utama nilai sosial, yaitu kasih sayang (cinta kasih, pengabdian, tolong-menolong, dan kekeluargaan), tanggung jawab (kesediaan, kesungguhan, pengorbanan, dan ketaatan), serta keserasian hidup (keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 kutipan dialog yang dianalisis, nilai tanggung jawab merupakan nilai yang paling dominan, disusul oleh nilai kasih sayang dan keserasian hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa drama Malam Jahanam tidak hanya menampilkan konflik keluarga semata, tetapi juga merefleksikan dinamika sosial dan moral yang kompleks. Nilai-nilai sosial dalam drama ini relevan dengan realitas masyarakat masa kini, terutama dalam konteks keluarga, relasi antarmanusia, dan persoalan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sastra, khususnya dalam mengaitkan karya sastra dengan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat.
Pelaksanaan Pembelajaran Gerak Dasar Tari Tradisi Kelas X E11 SMAN 2 Padang Sabrina Martha, Sherly; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.28725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran gerak dasar tari tradisi kelas X E11 SMA Negeri 2 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gerak dasar tari tradisi kelas X E11 SMAN 2 Padang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran di SMA Negeri 2 Padang belum sesuai dengan perencanaan pembelajaran, guru masih belum rinci dalam menyiapkan modul ajar sesuai dengan perencanaan yang sesuai dengan CP yaitu peserta didik melakukan eksplorasi terhadap motif gerak dari berbagai ragam gerak dasar tari tradisi, guru masih kurang dalam menggunakan strategi dengan metode pendekatan pada siswa terutama siswa laki-laki, hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya nilai siswa yang belum sesuai KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Pelaksanaan pembelajaran gerak dasar tari tradisi yang dilaksanakan 4x pertemuan yang sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu 1) peserta didik mampu mengidentifikasi gerak dasar tari tradisi, 2) melalui kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila yaitu gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Assesmen yang dilaksanakan oleh guru yang sesuai dengan modul ajar yaitu penilaian harian (PH) dibuktikan dari jumlah siswa sebanyak 33 orang, dan terbukti SB 15 Orang, B 17 Orang, dan C 1 Orang. Dan disimpulkan hasil belajar sangat signifikan (Tuntas).
Kompetensi Aktor Monolog Dalam Memerankan Tokoh Arrayan Pada Naskah Jangan Terlalu Dalam Karya Iswadi Pratama Haifa, Siti; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi aktor monolog dalam memerankan tokoh Arrayan pada naskah Jangan Terlalu Dalam karya Iswadi Pratama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan sumber utama berupa video pertunjukan dan narasumber yang terlibat dalam proses pementasan. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor memiliki kompetensi yang mencakup lima aspek utama berdasarkan pendekatan Stanislavski, yaitu: (1) pemahaman karakter tokoh dalam naskah, (2) penguasaan emosi dan ekspresi, (3) penguasaan teknik vokal dan diksi, (4) pengendalian gestur dan bahasa tubuh, dan (5) pengelolaan fokus dan konsentrasi selama pementasan. Setiap aspek ini terlihat dalam kemampuan aktor menghidupkan tokoh Arrayan secara utuh, menyampaikan konflik batin, serta menjalin hubungan emosional yang kuat dengan penonton. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi aktor yang mendalam dan terintegrasi sangat menentukan keberhasilan pementasan monolog.
Meningkatkan Kemampuan Menari (Tari Piring) melalui Metode Tutor Sebaya di Kelas VII 7 di SMPN 16 Padang Cici Trinika; Syeilendra Syeilendra
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 5 (2024): September : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i5.289

Abstract

This study aims to determine the learning outcomes of the practice of plate dancing in class VII.7 at SMP 16 Padang. This type of research is "Classroom Action Research". The research instrument is the researcher himself and is assisted by supporting instruments such as stationery and cameras. This research was carried out in 2 cycles with the stages of planning, implementation, observation and reflection. Data were collected through literature studies, observations, interviews and documentation. The data was analyzed using the percentage formula. The results of the study show that the implementation of learning plate dance practice with the application of the peer tutor method can improve student activities and learning outcomes. In the first cycle, there are the results of the group practice test, each group still has its group members who have not reached the completion score. In the first cycle, students obtained an average of 71.4 with a fairly good category. With the details of students who got a complete score of only 14 people equal to (46.8%) and students who did not complete it also 18 people were equal to (56.2%). In this second cycle, students obtained an average of 83.4 in the very good category. With details of students who got a complete score as many as 30 people equal to (93.7%) and 2 people equal to (6.2%) who have not received a complete score. The peer tutor method has proven to make it easier for teachers because of the help of peer tutors. With this method, students who are initially afraid or reluctant to ask the teacher will feel more comfortable asking the tutor, who is their peer, thus increasing their confidence. For students who play the role of tutors, this method is an opportunity to train themselves, responsibility, and patience. In the application of this method, students are divided into several groups, each guided by one tutor.
Function Of Lasuang Music In Gandang Lasuang Arts During A Wedding Ceremony In Jorong Pasa Lamo, Sasak Ranah Pasisie District, West Pasaman Regency Putri, Wila Maidia; Syeilendra, Syeilendra
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.989

Abstract

Gandang Lasuang is a traditional musical art that originates from Jorong Pasa Lamo, Sasak Ranah Pasisie District, West Pasaman Regency. The main instrument, called lasuang, is traditionally made of wood and was initially used as a tool for pounding rice. Over time, this functional household tool was transformed into a musical instrument that produces rhythmic sounds when struck with wooden sticks. Historically, Gandang Lasuang was used as a form of self-entertainment, particularly by women while pounding rice or by fishermen during bright moon nights when they did not go to sea. Today, Gandang Lasuang has taken on a more significant role in the social and cultural life of the community. It is performed not only for entertainment but also as part of important traditional events, especially wedding ceremonies, traditional rituals, national holidays, and various community celebrations in Jorong Pasa Lamo. This research aims to analyze the functions of lasuang music within wedding ceremonies. A qualitative descriptive method was used, with data collected through literature studies, field observations, and interviews with key informants including members of the Nyiur Melambai art group, traditional leaders (Ninik Mamak), and local residents. The study finds that lasuang music serves various functions in wedding ceremonies: emotional expression, entertainment, communication, physical engagement, response stimulation, reinforcement of social norms, cultural preservation, and fostering of community integration. These functions highlight the cultural importance of Gandang Lasuang as both a musical tradition and a means of strengthening social bonds in the local community.
Barakik-rakik to the Upstream, We Face the Storm: An Exploration of the Philosophical Values of the Barakik-rakik Tradition in the Maninjau Community Isman, Marisa; Syeilendra, Syeilendra
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1054

Abstract

This study explores the Barakik-Rakik oral tradition that has developed in the Nagari Maninjau community, West Sumatra, as part of the Minangkabau cultural heritage, which is rich in moral, social, and spiritual values. This tradition serves not only as entertainment but also as an educational medium, a means of strengthening cultural identity, and a vehicle for transmitting noble values in community life. In practice, Barakik-Rakik often conveys social criticism, advice, and reflections on daily life through distinctive symbols and traditional artistic expressions. This study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, through direct observation and interviews with local cultural practitioners. The research findings indicate that this tradition reflects the Minangkabau philosophy of life, such as “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” and embodies deeply rooted local wisdom. Therefore, the preservation of Barakik-Rakik is important, not only as part of Indonesia's cultural heritage but also as a valuable resource for character education and the formation of cultural identity rooted in the local community's way of life.
MANAJEMEN SANGGAR SENI BU'DEWI PRODUCTIONDI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Aulia, Hia; Syeilendra
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/y267yk84

Abstract

This research aims to describe the organisational management at Sanggar Seni Bu'dewi Production, which has four functions: planning, organising, mobilising, and monitoring, located in Nagari Sicincin, Padang Pariaman Regency. This study uses qualitative descriptive methods with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the organisational management of Sanggar Seni Bu'Dewi Production encompasses four main functions: planning, organising, mobilising, and monitoring. Planning is carried out through deliberation by the leaders and management, organisation is shown through a clear organisational structure, mobilisation is done through motivation and regular training, and supervision is conducted directly by the leaders. This structured and collaborative management plays a crucial role in maintaining the existence of the studio, enhancing the productivity of artistic works, and strengthening the role of the studio as a centre for the preservation of local culture.
Co-Authors Adi Suhendra Afri Dino Afri Rozi Fernandes Afrialdo Sardova Al Arif Puji Putra Andri Saputra Ardipal Ardipal Arisma Arisma Ary ramadhan Asma Ulhusna Aulia Putra Aulia, Hia Ayulasti, Armila Azzara Rahtu Keyoza, Refika Belirda Wulan Dhari Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Caecilia Trisani Lumbantoruan Chairiah, Fadilla Cici Trinika Damayanti, Elok Daryusti Datmi, Rezki Ridho Deby Cloveando Mondely Devika Duri Dewi Martha Dilla Apriamanda Dinda Kamara Dion Marcelindo Dodi Febrian Dwi Mutia Sari Elvin Martius Endah Puji Astuti Erfan Erfan Esy Maestro Eva Yulia Mariati Fadhila Rizky Maharani Fadhila Yoelian Fadhilla Tirrahmah Fajar Friatma Fauza, Fauza Abdillah Fauziah Rahman Galih Rakasiwi Gia Widi Ayuni Gian Jenifer Gusti Rahayu hadi, Harisnal Haifa, Siti Hartono Hartono Hasyim Asyary Heri Heri Hidayat Alkara Hidayat, Hengki Armez Hike Purwanti Wahyudani Inka Aglisda Irdhan Epria Darma Putra Irman, Resky Nur Isman, Marisa j Lumbantoruan Jagar Lumbantoruan Lidia Nusir M. Nasrul Kamal Mailani Putri, Diva Mantila, Fanysa Marchel, Qonita Hesthia Marzam Marzam Melia Septri Melisa Herman Monica Novriyenti Muhammad Hadi, Fitriah Azizah Neti Lestari Niki Adian Nita Nikmatuz Zuhro Aminin Noni Veronika Noverina, Yelsi Nur Azimah Nurhayati Nurhayati Nurnela Hardi Nuzula Mustika Parmadi, Bambang Putri Ana Finata Putri, Wila Maidia Rahmi, Resti Rama Kurniawan Ramadhan Andy Nugraha Randi Suriandi Randi Yolanda Relly Dyona Resmi Agusti Restu Putra Rio Ilham Revo Bramasta Rhiyan Anosya Bahtera Rhodiya Rhodiya Rifaldi, Muhammad Ichsan Rini Dias Risa Febriani Rita Ratna Putri Rizki Ramadhan Sabrina Martha, Sherly Salsa Bila Nakiah Sandra Syarif Sari, Ayuthia Mayang Shadila Deykisy Shelliana Putri Shilvi Yunita Silahudin, Syafa’atussara Silvia Merlin Siregar, Happy Siregar, Lindasari Sofia Madonna Sonya Cintya Suciana Ramadhani Syafa’atussara Silahudin Syafei Syafei Syahrel Syahrel Syaiful Hayatunnufus Sylvia Oktari Toruan, Jagar Tri Rahayu Zulfiana Tulus Handra Kadir Uswatul Hakim Varenina Salsabila Walid Zakki, Mh. Wansah, Faisal Wewet Monica Fitri Willa Maida Putri Wimbrayardi Wimbrayardi Winda Marselina Windy Rezkia Julita Wulan Larasaty Yensharti Yos Sudarman Yoza Delvianita Yulia Mairoza Yuliani Lestari Yulianti Rahayu Nengsih Zikri, Afriza Aidil