Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Local Cultural Values in the Traditional Music Learning Process in the Sendratasik Department Armez Hidayat, Hengki; Syeilendra, Syeilendra; Marzam, Marzam; Hakim, Uswatul; Dhari, Belirda Wulan; Silahudin, Syafa’atussara
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i1.55509

Abstract

Traditional music as an integral part of a society's cultural wealth has aesthetic value and plays a role in deepening cultural identity. However, in the era of globalization and modernization, traditional music is often threatened by changes in values and lifestyles that dominate from outside the culture. This article explores the influence of local cultural values on the traditional music education process in the Sendratasik Department. The main challenge is maintaining the existence of traditional music amidst the ever-changing interests of the younger generation. The research is a type of qualitative research with a case study approach. Through in-depth interviews, document analysis, and direct observation, this research aims to understand the extent to which local cultural values influence students' attitudes, interests, and participation in learning traditional music. The research results show that curriculum implementation through face-to-face lectures, online learning, lecturer collaboration, and integration of educational technology are effective strategies for maintaining the existence of traditional music. Analysis of the impact of globalization shows that traditional music needs to adapt to contemporary trends to remain relevant. Traditional music education also plays a role in developing student character, such as creativity, communication skills, empathy, pedagogical skills, discipline, collaboration, understanding of cultural diversity, understanding of technology, self-development, spirit of inclusivity, as well as creation and performance. This research is expected to contribute to the development of learning strategies and curricula that focus on maintaining and developing traditional music as an inseparable part of cultural heritage that is alive and relevant in today's society.
Alu Katentong performance, history, form, and function at a wedding event in Padang Laweh Syeilendra, Syeilendra; Mayang Sari, Ayuthia
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v18i2.5417

Abstract

Alu Katentong is a traditional Minangkabau art that persists in Nagari Padang Laweh, Tanah Datar Regency. The purpose of this research is to establish that Alu Katentong is an essential and meaningful element in a wedding ceremony. This qualitative study employs a descriptive analysis approach. Data collection techniques include literature review, observation, interviews, documentation, and triangulation. Data analysis involves data clarification, reduction, presentation, and drawing conclusions. The research findings demonstrate that the inclusion of Alu Katentong in wedding ceremonies is a prerequisite for adhering to local customs and traditions, as well as for the preservation of local culture. The performance elements encompass the following: The function of Alu Katentong art serves as a traditional complement to the wedding ceremony procession, provides entertainment and spectacle, functions as a means of communication, acts as a unifying force in society, contributes to cultural preservation, and serves as a medium for educating the community. The presentation takes the form of a coordinated ensemble arrangement comprising several alu, lasuang, and flat stones in a circular formation facing forward (lasuang). This artistic performance commences at noon following various wedding processions leading up to the manjapuik and maanta marapulai procession.
Penggunaan dan Fungsi Kesenian Qasidah Rebana Siti Hajar pada Peringatan Tahun Baru Islam dalam Masyarakat Koto Pulai Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Mailani Putri, Diva; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penggunaan dan Fungsi kesenian Qasidah Rebana Siti Hajar pada acara peringatan Tahun Baru Islam dalam masyarakat Koto Pulai Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Koto Pulai. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan instumen pendukung seperti alat-alat tulis, kamera dan gadget/smartphone. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka observasi wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi data, klarifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dan fungsi kesenian Qasidah Rebana adalah pertunjukan dalam rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1446 H (1 Muharram) yang diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, ceramah agama, setelah selesai barulah dimulai pertunjukan Qasidah Rebana. Penggunaan kesenian Qasidah Rebana pada peringatan Tahun Baru Islam ditampilkan sebagai rangkaian dari acara peringatan tahun baru islam. Tahun Baru Islam 1446 H diperingati untuk merenung, memperbaiki diri, dan memperkuat Iman bagi umat muslim. Pertunjukan kesenian Qasidah Rebana ini disajikan dalam peringatan tahun baru islam karena pada syair lagu terkandung lirik-lirik Islami seperti pada syair lagu Muhammad Al-Amin ini, mengisahkan tentang kelahiran dan sifat-sifat Nabi. Fungsi kesenian Qasidah Rebana dalam peringatan Tahun Baru Islam ditemukan 2 fungsi musik, yaitu fungsi hiburan dan fungsi representasi simbolik
Penggunaan Dendang dalam Legaran Randai “Siti Nurbaya” di Sasaran Singo Barantai Kota Padang Noverina, Yelsi; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Penggunaan Dendang Dalam Legaran Randai “Siti Nurbaya” di Sasaran Singo Barantai Kota Padang. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode ini menghasilkan data deskriptif analitis. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, yaitu melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan melihat proses latihan dan juga penampilan Randai Siti Nurbaya. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi/pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menyatakan Setiap legaran Randai Siti Nurbaya memiliki dendang yang berperan signifikan dalam pertunjukan. Terdapat 3 dendang pokok (Dayang Daini, Simarantang Randah, Simarantang Tinggi) dan 3 dendang tambahan (Talago biru, Muaro Paneh, Ratok Lawang) dalam pertunjukan Randai Siti Nurbaya.
Ekstrakurikuler Tari Piring Kreasi di SMA N 15 Padang Azzara Rahtu Keyoza, Refika; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrakurikuler tari piring kreasi di SMA N 15 Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analisis. Instrumen yang digunakan adalah peliti sendiri dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera dan gadget/smarthone. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data dan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan ekstrakurikuler tari piring kreasi di SMA N 15 Padang telah terkoodinir dengan baik sesuai program yang dibuat oleh Pembina mulai dari jadwal, waktu dan tujuan program tersebut. Pelaksanaan ekstrakurikuler tari piring kreasi di SMA N 15 Padang dapat berjalan dengan baik dan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan estrakurikuler seni tari sesuai dengan jadwal, hanya saja mendapati kendala beberapa siswa tidak disiplin. Hal ini tentu saja menjadi kendala dalam pelaksanaan ekstrakurikuler, sehingga perlu adanya dukungan dari pihak sekolah untuk mengatasi hambatan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi, proses keberhasilan siswa dalam setiap pertemuan latihan tari piring kreasi terus meningkat dan pencapaian target latihan juga tercapai meskipun dalam 4 kali pertemuan siswa sudah mampu menarikan tari piring kreasi hal ini dibuktikan dengan penampilan siswa saat pembukaan acara career day.
Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Seni Tari di MAN 2 Tanah Datar Chairiah, Fadilla; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Seni Tari di MAN 2 Tanah Datar”. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu dengan pendukung lain berupa kuesioner (angket). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu. (1) observasi, (2) Studi pustaka (3) angket/kuesioner, (4) wawancara. Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan teknik persentase untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran seni tari di MAN 2 Tanah Datar adalah cukup baik karena persepsi ini di pengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pada penelitian ini, faktor internal dengan indikator bawaan/kepribadian merupakan faktor tertinggi yang mempengaruhi persepsi sedangkan faktor terendah terdapat pada faktor eksternal dengan indikator bahan ajar/perangkat ajar. Dengan begitu, faktor internal dan eksternal akan saling mempengaruhi. Artinya, jika hanya faktor eksternal berupa bahan ajar/perangkat ajar yang rendah, maka pihak sekolah hanya perlu meningkatkan faktor tersebut karena bila faktor eksternal berupa bahan ajar/perangkat ajar ditingkatkan maka faktor internal juga akan meningkat dari sebelumnya, begitupun sebaliknya. Jika faktor internal berupa faktor bawaan/kepribadian yang rendah maka akan sulit untuk meningkatkan faktor eksternal karena yang bermasalah itu dari diri siswa yang perlu ditingkatkan dan diberi motivasi barulah pihak sekolah dapat meningkatkan hal lain seperti faktor eksternalnya sehingga siswa dapat menuangkan kekreativitasannya dalam menari.
Pembelajaran Bernyanyi Menggunakan Kurikulum Merdeka pada Kelas VIII.1 di SMP N 7 Padang Varenina Salsabila; Syeilendra, Syeilendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan kurikulum merdeka pada kelas VIII.1 di SMP Negeri 7 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Langkah-angkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bernyanyi lagu daerah secara berkelompok berdasarkan kurikulum merdeka di kelas VIII.1 SMPN 7 Padang sudah diupayakan sesuai dengan arahan pemerintah dan sekolah sudah menunjukkan adanya beberapa perbedaan menarik. Fase perencanaan pembelajaran, tidak sepenuhnya mengikuti panduan modul ajar yang sesuai dengan standar kurikulum merdeka. Akibatnya, pada tahap pelaksanaan pembelajaran, pencapaian tujuan pembelajaran tidak mencapai tingkat optimal, meskipun kurikulum merdeka telah diterapkan selama kurang lebih 3 tahun di SMPN 7 Padang. Pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya kurikulum merdeka, karena langkah-langkah pembelajaran yang dijabarkan masih mengikuti Kurikulum 2013 (K 13). Namun demikian, terdapat penerapan implementasi kurikulum merdeka yang bersumber dari K 13, yang dilaksanakan sesuai dengan tata cara kurikulum merdeka. Pada pertemuan keempat, guru tidak melakukan pengayaan atau remedial berdasarkan hasil nilai kemampuan bernyanyi lagu daerah setempat, sehingga asesmen sumatif tidak dapat diaktifkan sebagai alat evaluasi untuk menilai pencapaian hasil belajar praktek bernyanyi oleh peserta didik.
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Pacik) Siswa Kelas VIII-1 SMP Negeri 43 Padang Afrialdo Sardova; Syeilendra Syeilendra
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i2.796

Abstract

. This study aims to describe the process of implementing Talempong Pacik Music learning in grades VIII-1 at SMP Negeri 43 Padang. This type of research is qualitative research with descriptive methods. This research instrument is the researcher himself and is assisted by supporting instruments in the form of stationery and cameras. This research data uses primary data and secondary data. Data are collected through literature study, observation, interviews, documentation. The steps of analyzing data are data classification, analyzing data, and inferring data. The results showed that the implementation of learning Traditional Music Culture Arts (Talempong Pacik) in Grades VIII-1 SMP Negeri 43 Padang consisted of 4 meetings, namely initial activities, core activities and closing activities. The scores of students after the implementation of Traditional Music Culture (Talempong Pacik) learning activities are still many who have not reached KKM, there are 15 students who have not reached KKM and 8 students can only achieve predetermined KKM standard scores and there are 9 students who get scores that exceed KKM. The learning process has not fully obtained satisfactory learning results. Teacher limitations in using teaching aids and limited time in practical activities, teachers continue to try to motivate students, so that students continue to be enthusiastic in the process of learning activities, students still look rigid in carrying out learning activities including in the process of traditional music learner practice activities, so that there are still many student scores below KKM, and the rest only reach the KKM limit. So it is known that students have not received maximum grade results.
Upaya Pelestarian Musik Talempong Pacik di Kenagarian Lawang Mandahiling Randi Yolanda; Syeilendra Syeilendra
Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/filosofi.v2i1.554

Abstract

This research aims to describe the system of efforts to preserve talempong pacik music in the Lawang Mandahiling district. This research is classified as qualitative research and the method used is descriptive analysis. The research instrument is the researcher himself as the main instrument. Data collection was carried out through the stages of literature study, observation, interviews, and audio and video recording. The results of this research are that Mr. Zulkarnai is preserving Talempong Pacik music in three ways, namely: 1) Protection, efforts to protect Talempong Pacik music are carried out by holding talempong music training at Mr. Zulkarnai's house. 2) Development, the art of talempong pacik music has now been developed by artists in Tanah Datar Regency, especially in Kenagarian Lawang Mandahiling. 3) Utilization, talempong pacik music has begun to be used to fill events, namely events, batagak galas, mutual cooperation and entertainment at Kenagarian Lawang Mandahiling. Steps to preserve talempopng pacik music in Kenagarian Lawang Mandahiling include: 1) Studying traditional music, 2) Introducing traditional music to the younger generation, 3) Maintaining traditional music, 4) Introducing traditional music to the outside world.
Team Games Tournament (TGT) Learning Model with a Medium Box Instrument to Improve Student’ Learning Outcomes Siregar, Happy; Toruan, Jagar; Ardipal, Ardipal; Syeilendra, Syeilendra
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 8 No. 2 (2024): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v8i2.29098

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of the students in class VIII-B at SMP Plus Taruna Andalan Pangkalan Kerinci in the Traditional Musical Instrument Classification subject through the Team Games Tournament (TGT) learning model supported by media box instrument. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method with four stages: planning, action, observation, and reflection. The research results show that the Team Games Tournament (TGT) learning model with a media box instrument can improve students' learning outcomes. In cycle I, 50% of students achieved the Minimum Completeness Criteria (KKM) score, with an average class score of 74.68. This result shows a significant improvement compared to the learning outcomes before the action (pre-cycle), which only reached 25% of students achieving the KKM. This research concludes that the Team Games Tournament (TGT) learning model with the media box instrument is effective in enhancing student understanding and learning outcomes in the Traditional Musical Instrument Classification subject. This learning model encourages students to participate actively, improves learning motivation, and creates a fun and engaging learning environment.
Co-Authors Adi Suhendra Adip, Ahmad Aditya Putra Yunaldo Afri Dino Afri Rozi Fernandes Afrialdo Sardova Al Arif Puji Putra Andri Saputra Ardipal Ardipal Arisma Arisma Ary ramadhan Asma Ulhusna Aulia Putra Aulia, Hia Ayulasti, Armila Azzara Rahtu Keyoza, Refika Belirda Wulan Dhari Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Caecilia Trisani Lumbantoruan Cahya Ain Ramadhani Chairiah, Fadilla Cici Trinika Damayanti, Elok Daryusti Datmi, Rezki Ridho Deby Cloveando Mondely Devika Duri Dewi Martha Dilla Apriamanda Dinda Kamara Dion Marcelindo Dodi Febrian Dwi Mutia Sari Elvin Martius Endah Puji Astuti Erfan Erfan Esy Maestro Eva Yulia Mariati Fadhila Rizky Maharani Fadhila Yoelian Fadhilla Tirrahmah Fajar Friatma Fauza, Fauza Abdillah Fauziah Rahman Galih Rakasiwi Gia Widi Ayuni Gian Jenifer Gusti Rahayu hadi, Harisnal Haifa, Siti Hartono Hartono Hasyim Asyary Heri Heri Hidayat Alkara Hidayat, Hengki Armez Hike Purwanti Wahyudani Inka Aglisda Irdhan Epria Darma Putra Irman, Resky Nur j Lumbantoruan Jagar Lumbantoruan Lidia Nusir M. Nasrul Kamal Mailani Putri, Diva Mantila, Fanysa Marchel, Qonita Hesthia Marzam Marzam Melia Septri Melisa Herman Monica Novriyenti Muhammad Hadi, Fitriah Azizah Neti Lestari Niki Adian Nita Nikmatuz Zuhro Aminin Noni Veronika Noverina, Yelsi Nur Azimah Nurhayati Nurhayati Nurnela Hardi Nuzula Mustika Parmadi, Bambang Putri Ana Finata Rahmi, Resti Rama Kurniawan Ramadhan Andy Nugraha Randi Suriandi Randi Yolanda Relly Dyona Resmi Agusti Restu Putra Rio Ilham Revo Bramasta Rhiyan Anosya Bahtera Rhodiya Rhodiya Rifaldi, Muhammad Ichsan Rini Dias Risa Febriani Rita Ratna Putri Rizki Ramadhan Sabrina Martha, Sherly Salsa Bila Nakiah Sandra Syarif Sari, Ayuthia Mayang Shadila Deykisy Shelliana Putri Shilvi Yunita Silahudin, Syafa’atussara Silvia Merlin Siregar, Happy Siregar, Lindasari Sofia Madonna Sonya Cintya Suciana Ramadhani Syafa’atussara Silahudin Syafei Syafei Syahrel Syahrel Syaiful Hayatunnufus Sylvia Oktari Toruan, Jagar Tri Rahayu Zulfiana Tulus Handra Kadir Uswatul Hakim Varenina Salsabila Walid Zakki, Mh. Wansah, Faisal Wewet Monica Fitri Willa Maida Putri Wimbrayardi Wimbrayardi Winda Marselina Windy Rezkia Julita Wulan Larasaty Yensharti Yos Sudarman Yoza Delvianita Yulia Mairoza Yuliani Lestari Yulianti Rahayu Nengsih Zikri, Afriza Aidil