Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Surulangun Sebagai Ibukota Onder Afdeling Rawas Tahun 1901-1942 Agus Susilo; Sarkowi Sarkowi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i1.5109

Abstract

Sejarah Surulangun sebagai ibukota Onder Afdeling Rawas Tahun 1901-1942 merupakan bagian dari sejarah lokal Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Mengingat sekarang ini sejarah lokal Surulangun kurang mendapat perhatian bagi generasi muda. Padahal perihal tersebut harus pahami dan dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejarah Surulangun sebagai ibukota Onder Afdeling Rawas Tahun 1901-1942. Metode penelitian menggunakan metode sejarah dengan teknik pengambilan sumber primer dan sumber sekunder. Penelitian sejarah terdiri dari heuristik, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan pada masa penjajahan Belanda, Onder Afdeling Rawas yang ibukota berada di Surulangun, secara toponimi berdekatan dengan wilayah Bengkulu dan Jambi.  Selain daerah yang strategis untuk memerintah, Onder Afdeling Rawas juga mempunyai berbagai kekayaan alam yang menjadi penopang kepemimpinan kolonial Belanda. Ketika terjadi perang kemerdekaan oleh para pejuang Indonesia di Palembang dan sekitarnya melawan Belanda, Onder Afdeling Rawas menjadi wilayah tujuan pelarian pejuang Indonesia. Wilayah Pulau Kidak, menjadi pelarian pejuang Indonesia dari Curup, begitu pun Lubuklinggau, Lahat dan lainnya. Pulau Kidak dipilih sebagai pelarian pejuang bangsa, oleh sebab daerahnya lebih dekat dengan daerah sebelumnya. Selain itu, terdapat pula pejuang Nasional yang berasal dari daerah ini. Berbagai strategi perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan Indonesia yang sejati. Pada akhirnya perjuangan bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dapat diraih.
Akar Historis Formalisasi Hukum Islam di Nusantara S. Sarkowi; Agus Susilo
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 5, No 1 (2020): Etnisitas, Identitas, dan Kebudayaan
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v5i1.21697

Abstract

This study was focused on the historical roots of Islamic law’s formalization in Indonesia. It was started from the discourse of pros and cons on which took place since the Indonesian independence, to be exacted when nine committees of BPUPKI formulated the state principles. It was continued during the Liberal Democracy era of the Old Era, New Era until Reformation. The objective of this study was to construct the historical roots of Islamic law formalization using historical methods with the philosophical approach to the contextual analysis. The results of this study show that the historical roots were started from the success of the ulama and their role, until the establishment of Islamic empires, then Islamic law was legalized in the form of legislation by adopting legal books written by the scholars. There was strong legitimacy of the role of ulama, as well as the Sultan’s commitment to governing society through the judiciary and positions of qadhi, mufti and shaykh al-Islam which become the main pillars of the Islamic formalization practice in the sultanate government in Nusantara.
Pelatihan Membuat Media Pembelajaran Dengan Aplikasi Ulead Video Studio 11 Bagi Guru SMP dan Mahasiswa Agus Susilo; Ratna Wulansari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.188 KB) | DOI: 10.51805/jpmm.v1i2.23

Abstract

In this era of globalization, teachers and students must be accustomed to using or utilizing online and offline applications to support learning activities. In the implementation of this community service activity, the activity implementation team uses direct or face-to-face methods. So the activity participants directly listened to the presentation and practice for designing media with the Ulead Video Studio 11 application. This community service activity was carried out in a shophouse on Jalan Simpang Priuk, Lubuklinggau City for 2 days. The result of this community service activity is that during the activity, teachers and students who take part in the activity are guided by presenters who already have experience in using the Ulead Video Studio 11 application. In addition, participants have also brought their own equipment, in the form of laptops and data packages to find materials that will be used in training activities. The implementation of community service activities carried out for 2 days, including installing applications, introducing the use of Ulead Video Studio 11, and converting them into MP4 learning media. This activity ended with a photo with the presenters and participants in community service activities. The conclusion is that the training to make learning media using the Ulead Video Studio 11 application for junior high school teachers and students in Lubuklinggau City is very beneficial and provides experience for the participants of the activity. The participants who are teachers and students can apply it in activities related to learning. Besides being simple, the use of the Ulead Video Studio 11 application can be used offline without an internet network.
Use of WhatsApp Group as Learning Media in Higher Education During the Covid-19 Pandemic Agus Susilo; Andriana Sofiarini
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.225 KB) | DOI: 10.51276/edu.v2i2.139

Abstract

education in the current Covid-19 pandemic era must be shifted from face-to-face learning systems to distance learning. This online learning requires suitable and appropriate media without reducing the quality of learning. The purpose of this research is the use of WhatsApp Group as a learning medium in universities during the Covid-19 pandemic. The research method used is quantitative research methods. The instrument in this quantitative research is a research questionnaire. To find out the number of research results, it is known by knowing the percentage. The impact of the Covid-19 pandemic on education, namely the existence of Covid-19, has changed the education system in Indonesia from various levels. Online learning was carried out after the ban on face-to-face learning during the Covid-19 pandemic. Online learning is carried out by utilizing online media that is relevant to needs. WhatsApp Group as a learning media in Higher Education, which is an online media commonly used in the communication process during a pandemic, was chosen to be used as a medium to support the distance learning system. WhatsApp Group apart from having powerful features, is also easy to reach and cheap in terms of data packages used for distance learning. WhatsApp Group media is a recommendation in the implementation of online learning today. The conclusion is that in the current pandemic era, online distance learning systems must use appropriate and comfortable online media without reducing their quality. WhatsApp is an online learning solution during the pandemic.
Hubungan Semangat Belajar Sejarah dengan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Agus Susilo; Sisca Arie Hanika
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v11i2.511

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan semangat belajar Sejarah dengan hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Untuk menghitung penelitian ini, peneliti menggunakan tes yang diberikan kepada siswa. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui tingkat keberhasilan dan hubungan antara semangat belajar dengan hasil belajar Sejarah di SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Hasil dan pembahasan diketahui bahwa hasil statistik diketahui bahwa H1 dalam meningkatkan semangat belajar Sejarah dengan hasil belajar siswa di Kelas X IPS SMA Negeri 5 Lubuklinggau diterima dimana hasil nilai thitung 9,376 > 1,986. H1 diteima sedangkan Ho ditolak artinya terhadap hubungan yang dignifikan antara semangat belajar dengan hasil belajar sejarah. Hal ini menunjukan bahwa guru mata pelajaran sejarah mampu meningkatkan semangat belajar siswa melalui pemberian motivasi dan pemanfaatan media pembelajaran yang efektif dengan menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan diri yang didapatkan oleh guru di era digital ini harus diberikan kepada siswa melalui pembelajaran yang inovatif dan menumbuhkan semangat belajar siswa yang tinggi.
Pendampingan Menulis Esai Sejarah bagi Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA di Kota Lubuklinggau Agus Susilo; Sarkowi Sarkowi; Yaswan Rilau Nisas; Abu Soli; Yuni Septalia
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.331

Abstract

Alasan memilih topik pelatihan menulis esai Sejarah adalah sebagai langkah untuk menambah pengalaman bagi Guru-guru Sejarah SMA di Lubuklinggau agar dapat memiliki keterampilan tambahan dalam mengembangkan karya ilmiah esai. Tim pelaksana melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan esai didasarkan pengalaman sebagai instruktur esai nasional yang mendapatkan pelatihan dari Guru Mengajar untuk Nusantara. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pelaksana menggunakan metode yang berbentuk pendampingan dengan mendampingi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA di Kota Lubuklinggau untuk lebih berinovatif dalam mengembangkan diri. Esai adalah tulisan yang sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar dapat menjadi karya ilmiah yang baik. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan bahwa semangat Guru Sejarah SMA semakin tinggi untuk terus belajar. esai Sejarah dinilai sangat mudah, namun membutuhkan kejelian agar dapat dipertahankan keasliannya. Antusias dalam pendampingan ini memunculkan tanya jawab tentang esai tersebut. Pelaksanaan pendampingan menulis esai ini dilaksanakan selama dua hari untuk memaksimalkan waktu yang ada. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan menulis esai Sejarah sangat bermanfaat bagi guru. Pengalaman yang baru dapat muncul dari pendampingan tersebut. Di era globalisasi memang guru harus terus berinovasi agar dapat menjaga eksistensi dalam pengajaran.
Pendampingan Penggunaan Smartphone Android untuk Pembelajaran Online bagi Anak-anak Sekolah di Desa SP2 Karya Mulia Kecamatan Megang Sakti Agus Susilo; Marianita Marianita; Andriana Sofiarini
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.493

Abstract

Permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penggunaan Smartphone Android untuk pembelajaran daring bagi anak-anak di Desa SP 2 Karya Mulia yang sangat bebas dan tidak terbatas. Sehingga semangat belajar daringnya menurun, namun penggunaan Smartphone Android meningkat untuk bermain dan aktivitas diluar jam pelajaran Sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan penggunaan Smartphone Android untuk pembelajaran online bagi remaja Sekolah di Desa SP2 Karya Mulia Kecamatan Megang Sakti. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan observasi ke Desa SP 2 Karya Mulia yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan dilapangan. Selanjutnya dilakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terkait peran orang tua dalam memberikan pengawasan terhadap penggunaan Smartphone Android bagi anak-anaknya selama pembelajaran daring. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dalam lingkungan keluarga mendukung anak untuk mengikuti pembelajaran secara daring dengan memberikan fasilitas berupa Smartphone Android sangat bagus sekali yang tentunya dengan fasilitas jaringan internet yang memadai. Namun orang tua perlu tahu bahwa anak-anaknya harus tetap dalam pengawasan penggunaan Smartphone tersebut. Hal ini karena, untuk menghindari agar anak-anaknya tidak sembarangan mengakses situs yang tidak bertanggung jawab. Simpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah perlu kerjasama yang baik antara orang tua dan dunia pendidikan di Sekolah dalam mensukseskan pendidikan dimasa pandemi Covid-19 ini. pengawasan kepada anak-anaknya dalam menggunakan Smartphone Android adalah solusi mengatasi ruang gerak dalam mengakses situs-situs terlarang.
Pelatihan Penggunaan Media Inovatif Karakter Remaja (Karmaja) pada Guru SMP di Kota Lubuklinggau Agus Susilo; Andriana Sofiarini; Marianita Marianita; Sarkowi Sarkowi
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 3 (2022): June, Pages 355-611
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i3.593

Abstract

Latar belakang penelitian adalah untuk membangun kemampuan Guru SMP di Kota Lubuklinggau dalam membangun kemajuan pendidikan dengan beragam media inovasi yang dapat dikembangkan melalui pelatihan yang diadakan tim pengabdian kepada masyarakat. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode diskusi dan praktek secara langsung mengenai media pembelajaran yang sedang didesain. Untuk metode diskusi sendiri dilaksanakan dihari pertama dengan diskusi secara langsung dengan sistem tanya jawab secara langsung. Sedangkan untuk metode praktik dilaksanakan dengan langsung peserta belajar membuat media sesuai yang diajarkan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian kepada masyakat ini adalah Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pelaksana berusaha untuk memfasilitasi kegiatan pengabdian ini dengan baik, agar dapat memberikan manfaat bagi bapak ibu Guru SMP di Kota Lubuklinggau. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pelaksana penggunakan metode sosialisasi yang kemudian dikembangkan dengan memberikan pelatihan penggunaan media inovatif agar Guru SMP dapat mengembangkan dirinya di era digital seperti saat ini. Guru-Guru SMP di Kota Lubuklinggau memiliki pengalaman dan menambah pengetahuan serta keterampilannya dalam memilih media inovatif yang dibutuhkan dalam mengajar di Kelas maupun secara online. Para Guru SMP ini sangat antusias sekali dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para Guru terkait media inovasi yang cocok dalam dunia Pendidikan. Guru masa kini harus memiliki kemampuan yang besar dalam mengembangkan media. Hal ini penting karena berguna bagi pengajaran terhadap siswa ditingkat SMP. Adanya semangat yang besar dalam menggunakan media inovasi, akan membuat tim pelaksana semakin semangat dalam memberikan materi yang tentunya dibarengi dengan peningkatan Guru SMP dalam mendesain media pembelajaran inovatif.
Sosialisasi Pendidikan Berorganisasi dan Pendidikan Karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musirawas Agus Susilo; Akmal Rijal
Madaniya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.51

Abstract

Pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi generasi muda sangat diperlukan bagi masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas agar dapat memilah perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini. Peran orangtua, lingkungan dan sekolah sangat memberikan dampak terhadap perkembangan pribadi karakter anak-anak muda di Desa Jajaran Baru. Workshop diselenggarakan dengan ceramah, tanya jawab, dan memberi solusi. Ceramah dan Tanya Jawab. Metode ini bertujuan untuk menyampaikan rangkaian teori tentang cara berorganisasi yang baik dan materi pendidikan karakter yang tertuang dalam slide video dengan materi konsep pendidikan berorganisasi, pendidikan karakter, dan strategi pendampingan pendidikan berorganisasi yang baik. Dukungan lembaga desa dan masyarakat Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti menjadi tolak ukur dilaksanakan pengabdian pada masyarakat oleh Dosen-Dosen STKIP PGRI Lubuklinggau. Dalam menyampaikan paparannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, peserta yang diharapkan hadir sekitar 15 orang. Kriteria sasaran yang akan mengikuti sosialisasi pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas merupakan para generasi muda dan tua yang terdiri dari para masyarakat biasa, perangkat Desa, Karang Taruna, dan mahasiswa. bahwa seluruh kegiatan menunjang peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam keberlangsungan membangun pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi genarasi muda terhadap pengaruh era industry yang semakin luas agar dapat menjadi generasi muda yang berilmu dan mampu memfilter segala pengaruh luar yang masuk dilingkungan ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat.
Gajah Mada Sang Maha Patih Pemersatu Nusantara di Bawah Majapahit Tahun 1336 M - 1359 M Agus Susilo; Andriana Sofiarini
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 1 No 1 (2018): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.844 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v1i1.233

Abstract

The purpose of this study is to find out the history of the Elephant Maiden of the United States National Guard. This research uses the History method by collecting primary and secondary sources. Research results During the Wuruk Chicken, the Majapahit Kingdom experienced a peak of success thanks to the role of Patih Amngkubhumi Elephant Mada, which was marked by the oath of Amukti Palapa to establish a unification of the Archipelago. The Majapahit Kingdom knot is one of the largest Kingdoms in the archipelago. At the time of the success of the Majapahit kingdom under the leadership of King Hayam Wuruk, the Majapahit became prosperous and had a very successful period. Obviously the Mada elephant reciting his Oath which is known by the name of Amukti Palapa. Relying on good military and political strategies, Mahapatih Elephant Mada was able to apply his Palatine oath, making him the most respected duke in the Majapahit Kingdom and in other territories. Keywords: Gajah Mada, Archipelago, Majapahit