Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of the child-friendly school program (SRA) in Public Elementary Schools in East Kotawaringin Regency Using the CIPPO Model Ananda Eka Mulya Hakimia; Bulkani Bulkani
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v10i2.9667

Abstract

The aim of this research is to evaluate the implementation of child-friendly school programs in public elementary schools in Mentawabaru Ketapang District, East Kotawaringin Regency. The research method used in this research is qualitative research with the CIPPO (Context, Input, Process, Product and Outcome) evaluation model. The results of this research showed that: (1) the results of an evaluation of the context in which the SRA Program was implemented were in accordance with the legal basis and in accordance with community needs; (2) the results of the input evaluation are the unavailability of KHA-certified teaching staff and the need for supporting facilities that comply with SRA regulations; (3) the results of the process evaluation aspect which is based on the linkage of the program with the internalization of child-friendly values ​​in the curriculum and all learning processes which are very good but there is still minimal stakeholder cooperation; (4) the results of the evaluation of the results during which the SRA program was implemented can be seen from the percentage reduction in violations committed by students by an average of 23.6%; (5) the results of the output aspect are that students have felt a positive impact on the formation of character or attitudes or behavior which then has an impact on the school environment and the community environment. It is hoped that the results of this research can become a reference for improvement and improvement for all parties involved in implementing the SRA program.
Pelatihan Pemilihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Untuk Pembelajaran Daring Bagi Guru Ekonomi Di SMK Bulkani Bulkani; M. Fatchurahman
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v1i1.5210

Abstract

Kondisi pandemic saat ini menjadi kendala dalam implementasi pembelajaran. Kondisi tersebut juga membuat kepala sekolah membuat kebijakan untuk menerapkan model belajar blended learning. Yaitu model pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi dikombinasikan dengan model pembelajaran konvensional tatap muka di kelas. Pengelola sekolah sudah membuat Learning Management System (LMS) dengan menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia secara gratis antara lain google classroom dan aplikasi rumah belajar yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi kedua LMS tersebut belum digunakan secara optimal. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas maka tim pengabdian masyarakat bermaksud untuk memberikan solusi karena adanya permasalahan terkait dengan media pembelajaran berbasias teknologi. Beberapa alternatif masalah yang bisa dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat yaitu dengan mengadakan kegiatan pelatihan. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan klasikal. Proses pelatihan dilaksanakan secara klasikal tatap muka langsung. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pelatihan dan workshop. Pelatihan yang diberikan adalah penyampaian materi tentang pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis daring. Tujuan pelatihan ini adalah membuka wawasan dan pengetahuan guru terkait media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Sedangkan workshop yang dilakukan yaitu praktik penyusunan kegiatan pembelajran dengan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan pelatihan terkait dengan implementasi berbagai media pembelajaran berbasis teknoogi informasi. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan Pemilihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Untuk Pembelajaran Daring Bagi Guru Ekonomi Di SMK berjalan dengan baik dan membuahkan perubahan positif pada guru di SMK dibuktikan dengan hasil skor postest lebih besar dibandiangkan dengan skor pretest
Pelatihan Kemampuan Berani Tampil Melalui Debat dan Unjuk Bakat Bagi Mahasiswa Prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Ady Ferdian Noor; Bulkani Bulkani; Iin Nurbudiyani; Herman Herman; Rahmat Rahmat; Helnayatun Helnayatun; Irma Yanti; Ahmad Rhicho Widianto
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i2.9122

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih kemampuan berani tampil mahasiswa agar memiliki komunikasi dan kepercayaan diri untuk berinteraksi di depan banyak orang dan dengan masyarakat. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi BK berjumlah 15 orang dan PGSD berjumlah 41 orang terdiri dari dua kelas, FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Metode yang digunakan yaitu semua mahasiswa melakukan debat dan kemudian yang nilainya masih kurang maksimal akan melakukan unjuk bakat. Proses debat dimulai dari melakukan diskusi antara dosen dengan mahasiswa untuk memilih dan menentukan tema debat dan tim dengan format debat yang telah dimodifikasi tetapi tetap memakai kelompok pro dan kontra dan mosi mendukung atau menolak. Kemudian menentukan waktu pelaksanaan debat dengan mengundi dari tim yang sudah terbentuk terdiri dari 3-5 orang setiap tim. Setelah debat selesai, kemudian diberikan penjelasan oleh pemateri untuk melanjutkan unjuk bakat bagi mahasiswa yang nilai kurang maksimal dan waktu untuk melihat bakat masing-masing mahasiswa. Temuan pelatihan ini yaitu mahasiswa kurang percaya diri, berani ke maju depan kelas, dan kurang berani berbicara mengungkapkan pemikiran dan hasil pelatihan bahwa mahasiswa mulai percaya diri melalui kemampuan menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika di depan orang banyak dan menampilkan bakat. Simpulan yaitu pelatihan debat dan unjuk bakat mampu mengembangkan kemampuan berani tampil, percaya diri, menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika, berkomunikasi, dan berinteraksi bagi mahasiswa prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Pelatihan Mengajar Berdampak Melalui Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar bagi Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Ady Ferdian Noor; Haryadi Haryadi; Asep Solikin; Bulkani Bulkani; Sonedi Sonedi; Niken Ayu Mentari; Ahmad Rhicho Widianto
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.9964

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih kompetensi dasar mengajar melalui team teaching (mengajar berkelompok) sehingga mahasiswa mampu memiliki kemampuan mengajar tidak hanya menyenangkan dan bermakna tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter sesuai paradigma mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, menguasai teknologi, dan mengontrol situasi siswa dalam kelas berdasarkan tingkatan kelas baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi PGSD berjumlah 26 orang. Metode pelatihan yaitu mulai dari penentuan kelompok mengajar yang dibagi secara heterogen dan acak menjadi 6 kelompok terdiri dari 4-5 orang mahasiswa, kemudian menentukan nomor urut yang akan tampil selanjutnya tampil sesuai nomor urut yang telah ditentukan bersama. Kelompok mengajar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/Modul ajar sesuai Kurikulum yang akan digunakan, kemudian membuat Power Point, dan membuat media pembelajaran (disesuaikan dengan materi yang akan dibelajarkan). Pelaksanaan di ruang kelas dan laboratorium micro teaching FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Waktu pelatihan mengajar berdampak yaitu antara 90-120 menit. Temuan pelatihan ini yaitu masih ada kurang percaya diri, memvariasikan nada dan volume suara serta kecepatan berbicara, dan menyampaikan materi sesuai tingkat kelas pada mahasiswa prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam pelatihan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sekolah dasar.
Pelatıhan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Modul Ajar Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Ady Ferdian Noor; Haryadi Haryadi; Asep Solikin; Bulkani Bulkani; Sonedi Sonedi; Engelina Nuhet; Yulia Rahmawati
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11904

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih calon guru yaitu mahasiswa program studi PGSD FKIP UMPR melalui tugas kelompok dapat secara mandiri membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan modul ajar sesuai kurikulum yang berlaku di sekolah dasar baik untuk kelas rendah maupun kelas tinggi. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi PGSD berjumlah 50 orang. Metode pelatihan yaitu mulai dari penentuan kelompok mengajar yang dibagi secara heterogen dan acak menjadi 13 kelompok terdiri dari 3 – 5 orang mahasiswa, kemudian diberikan materi pendalaman pembelajaran lanjutan dan RPP dan Modul Ajar. Kemudian, kelompok mengajar membuat draft RPP/Modul ajar sesuai Kurikulum yang berlaku di sekolah dasar dan pembelajaran mendalam, kemudian dipresentasikan untuk didiskusikan dan diberi masukkan. Pelaksanaan di ruang kelas FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan tempat lain yang representatif. Waktu pelatihan mengajar berdampak yaitu 120 menit.  Temuan pelatihan ini yaitu mahasiswa menghadapi masalah sebelum dan pada saat membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar yaitu mahasiswa kurang paham dengan kurikulum yang berlaku baik kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kurikulum 2013 (K13), dan kurikulum merdeka (KM); mahasiswa kurang memahami langkah-langkah menyusun RPP secara sistematis atau modul ajar; dan mahasiswa kurang mengetahui komponen utama.