Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Praktik Kehidupan Toleransi di Masyarakat Desa Pancasila dan Implikasinya terhadap Ketahanan Ideologi (Studi di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Bondowoso) abd. mu'id aris shofa
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.73778

Abstract

AbstrakPenelitin ini memiliki beberapa tujuan, yaitu 1) untuk mengetahui pola perilaku masyarakat dan peran aktor lokal dan strategi untuk mewujudkan kehidupan toleransi di Desa Pancasila, 2) untuk mengetahui kendala dalam menerapkan praktik toleransi di Desa Pancasila serta solusi dari kendala tersebut, dan 3) untuk mengetahui implikasinya terhadap ketahanan ideologi.Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, lokasi penelitian berada di Desa Wonorejo, Kecamatnan Banyuputih, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan 1) wawancara mendalam (Kepala Desa dan Kepala Dusun serta 2 tokoh masyarakat), 2) dokumentasi (foto dan dokumen terkait), dan 3) observasi (peneliti melakukan pengamatan secara langsung di Desa Pancasila. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data interaktif yang terdiri dari beberpaa komponen yaitu pengambilan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktor lokal yang terlibat ialah peran aktor lokasl (pemerintah desa dan tokoh masyarkat) selalu mengakomodir masyarakat untuk selalu bersikap saling menghormati dan meghargai antar perbedaan yang ada khususnya agama dan etnis, sehingga masyarakat selalu berusaha untuk mengedepankan toleransi di dalam kehidupan sehari-hari, 2) kendala yang dihadapi ialah a) munculnya sikap skeptis dalam beribadah, b) adanya konflik di keluarga terkait perbedaan agama dan c) terbatasnya upacara perayaan keagamaan. Solusi untuk mengatasi kendala, yaitu dengan dialog dan mengedepankan sikap keterbukaan di dalam keluarga untuk menerima perbedaan agama, dan 3) Masyarakat di Desa Pancasila mengimplementasikan nilai religius, kemanusiaan, persatuan, demokratis, dan keadilan, sehingga berimplikasi pada ketahanan ideologi yang tangguh
STRATEGI ADAPTASI BUDAYA BAGI KOMUNITAS MAHASISWA SUMBA DI KOTA MALANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KONFLIK Andhika Yudha Pratama; Abd. Muid Aris Shofa; Mifdal Zusron Alfaqi
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 6, No 2 (2022): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2022.006.02.2

Abstract

Kota Malang sebagai kota pelajar menarik berbagai pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kota tersebut. Tercatat 62 perguruan tinggi berdiri di kota tersebut. Daya tampung perguruan tinggi yang besar dan pembangunan kota yang diupayakan oleh Pemerintah Kota semakin meningkatkan daya tarik kota ini. Letak kota yang berada pada subkebudayaan arek yang inklusif dan toleran, serta sudah sejak lama menampung warga dari berbagai daerah di Indonesia, seharusnya memiliki korelasi positif bagi iklim mahasiswa pendatang. Namun pada kenyataannya, justru timbul berbagai gesekan sosial antara mahasiswa pendatang dengan warga lokal. Mahasiswa pendatang yang sering terlibat konflik adalah mahasiswa pendatang yang berasal dari Indonesia Timur. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi budaya bagi komunitas mahasiswa Sumba di Kota Malang sebagai upaya pencegahan konflik di kalangan mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa terdapat kegagalan mahasiswa pendatang dan warga lokal untuk membaur dalam latar kebudayaan Kota Malang yang heterogen. Mahasiswa Sumba hidup dengan norma-norma sebagaimana mereka hidup di daerah asalnya, sedangkan warga lokal terjebak pada stigma bahwa mahasiswa Sumba membawa efek negatif bagi lingkungan. Prasangka kultural tersebut harus ditanggulangi agar tidak terjadi konflik yang lebih besar di Kota Malang. Artikel ini merekomendasikan agar bagi mahasiswa pendatang diberikan orientasi terkait kebudayaan setempat untuk meminimalisir stres akulturatif yang dialami mahasiswa dan konflik yang akan terjadi
Penggunaan Digital Learning dalam Pembelajaran PPKn di SMP Negeri 4 Malang Diana Krisnawati; Nuruddin Hady; Abd Mu'id Aris Shofa
JURNAL PTI (PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA "YPTK" PADANG Vol. 10 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpti.v10i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan digital learning dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara serta teknik analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital learning dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 4 Malang sangat efektif dengan rata-rata persentase sebesar 79.38% berdasarkan empat indikator efektivitas pembelajaran: kualitas pengajaran, dilihat dari proses dan hasil pembelajaran yang menunjukkan persentase sebesar 77.45% dengan kriteria sangat efektif. Tingkat pengajaran, dilihat dari kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 83.45% dengan kriteria sangat efektif. Insentif, dilihat dari aktivitas guru memberikan motivasi kepada peserta didik menunjukkan persentase sebesar 77.58% dengan kriteria sangat efektif. Dilihat dari sejauh mana guru dan peserta didik memaksimalkan penggunaan waktu dalam proses pembelajaran PPKn menggunakan digital learning menunjukkan persentase sebesar 79.28% dengan kriteria sangat efektif.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGELOLA OBJEK WISATA HUTAN BAMBU DI DESA SUMBERMUJUR KECAMATAN CANDIPURO Dickky Divani Tri Yudistira; Margono Margono; Abd.Mu’id Aris Shofa
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 10, Nomor 01, Juli 2023
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2023.v10.i01.p02

Abstract

The purpose of this study was to find out about the process of creating tourist attractions, community participation in the process of managing the Bamboo Forest Tourism Object and the economic impact felt by the community after the opening of the Bamboo Forest Tourism Object. This research uses a qualitative research approach with a descriptive type. Sources of research data obtained through informants, events, and documents. Data collection procedures were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis used Miles and Huberman's interactive model through the stages of data collection, data reduction, and data presentation, as well as drawing conclusions. The results showed that the process of creating the Bamboo Forest Tourism Object was due to the participation of the people of Sumbermujur Village through the Semeru Belt Pokdarwis. The forms of participation of the Sumbermujur Village community in managing tourism objects can be seen through their participation in the form of thought participation, property participation, labor participation, skill participation and social participation. The perceived economic impact is the increase in the income of the people of Sumbermujur Village through trading activities and the service sector around tourist sites. Keywords: bamboo forest; community participation; tourism management.
PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERDISKUSI SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN GUNA MENCIPTAKAN PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA PESERTA DIDIKPENERAPAN METODE DEBAT AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERDISKUSI SISWA PADA MATA PELAJARAN Lestari, Enik Puji; Shofa, Abd. Mu’id Aris
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunci suksesnya kurikulum Merdeka adalah mampu menciptakan Pendidikan yang berpihak pada peserta didik. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di kelas VII A SMP Muhammadiyah 1 Malang, kemampuan siswa dalam berdiskusi masih rendah hal tersebut teramati saat proses pembelajaran, sedikit siswa yang mau untuk menyampaikan ide dan gagasannya karena pembelajaran yang tidak berpihak pada siswa. Menyikapi permasalahan tersebut diperlukan metode pembelajaran yang tepat salah satunya penggunaan metode debat aktif. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian tindalan kelas (Classroom Action Research). . Dengan menggunakan metode debat aktif terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi dikelas VII A SMP Muhammadiyah 1 Malang hal ini terbukti dari peningkatan target pada siklus ke II yaitu mencapai 70 persen dibandingkwn siklus ke I yang masih jauh dibawah 70 persen.
MEMAKNAI KEMBALI MULTIKULTURALISME INDONESIA DALAM BINGKAI PANCASILA Aris Shofa, Abd Mu’id
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1, No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.186 KB) | DOI: 10.24269/v1.n1.2016.34-40

Abstract

Multikulturalisme dapat dipahamai sebagai pengakuan tentang keanekaragaman dari masyarakat yang majemuk, heterogen dan plural. Apabila hal itu diperluas bisa juga dimaknai sebagai suatu keanekaragaman budaya, tradisi, gaya hidup, agama dan bentuk-bentuk perbedaan yang lainnya. Bagi bangsa indonesia yang memang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa kemajemukan dan pluralitas tersebut, sudah seharusnya menjadi satu kebanggaan dan kekuatan yang besar bagi bangsa indonesia. Multikulturalisme tidak saja diakui tetapi juga bisa diterima akan adanya perbedaan, suku, agama, ras, antar golongan dan etnis. Masyarakat indonesia yang hidup didalamnya harus mampu hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya, sehingga harmonisasi yang selama ini didambakan oleh bangsa indonesia bisa terwujud dengan baik.Sejarah bangsa kita telah menunjukn bahwa bangsa Indonesia telah dipersatukan dengan adanya kesepakatan bersama para pendiri bangsa kita yang dari berbagai perbedaan dengan Pancasila (tidak ada yang lain). Sebagai pemersatu ideologi bangsa adanya Pancasila adalah sebuah solusi dari adanya konflik yang terjadi antar golongan nasionalis dan agama, Pancasila telah mampu menunjukan fungsinya sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk, heterogen, multikultural.
Nilai-nilai Kearifan Lokal Dalam Kesenian Tayub Agung Manggolo Laras Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung Luckytasari, Voltadana; Shofa, Abd. Mu’id Aris
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 8, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v8.n1.2023.pp42-54

Abstract

Tayub art is one of the arts that is considered not good by most people, because there are elements that are not good in it such as drunkenness, obscenity, and other despicable acts. The purpose of this study is to describe the values of Pancasila in the local wisdom of the art of Tayub Agung Manggolo Laras, Sumberagung Village, Rejotangan District, Tulungagung Regency. This study uses a qualitative approach. Sources of data used in this research are informants, events, and documents. Data analysis used in research is in the form of data reduction, data display, and verification or conclusion. The results of the study show that the values of Pancasila in the local wisdom of Tayub Agung Manggolo Laras art are belief in God (religiosity), humanity (morality), Indonesian unity (nationality), deliberation and representation, and social justice. Recommendations for further research are the need to study more about traditional arts such as Tayub art, and research Tayub art in other areas so that the results can be compared.
Praktik Toleransi Desa Pancasila Sebagai Penguatan Keharmonisan Antar Umat Beragama di Jawa Timur Aris Shofa, Abd Mu'id
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.057 KB) | DOI: 10.17977/um019v7i3p671-681

Abstract

This study aims to analyze the application of community tolerance values, harmonization patterns in religious plurality, as well as local actors who play a role in implementing tolerance in Pancasila Village. The method used in this study is descriptive qualitative. The research was conducted in Pancasila Village which is located in Situbondo, Blitar, Jember and Lamongan Regencies. The results of the study showed that the application of the tolerance value of the Pancasila Village community was seen from several activities, namely the culture of mutual cooperation in celebration events, construction of places of worship, and commemoration of religious holidays. The pattern of harmonization in religious plurality in Pancasila Village is visiting with polite ethics both verbally and non-verbally, inculcating tolerance from an early age by parents to children so that it becomes a habit, and not differentiating educational institutions based on religious background. Local actors in implementing tolerance in Pancasila Village are religious leaders, community leaders, village government, and youth leaders who work together to create harmony
Peran Pemuda dalam Pelestarian Wayang Suket Sebagai Aktualisasi Nilai Moral Pancasila Awaliyah, Siti; Shofa, Abd. Mu’id Aris; Habibi, Muhammad Mujtaba
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.072 KB) | DOI: 10.17977/um019v4i2p368-374

Abstract

This study aims to reveal the role of youth in the preservation of wayang suket in the Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) and see the actualization of the Pancasila moral values in the traditional Suket puppet play. This study was conducted on a group of young people who are members of the Gubuk Baca Lentera Negeri in Sukolilo Village, Jabung District, Malang Regency. This study uses a qualitative method, the subject of the study is the Gubuk Baca Lentera Negeri and the object of study is the role of youth in the preservation of wayang suket as the actualization of the Pancasila moral values. Data collection methods in this study use interviews, observations, field notes, literature, internet, and documentation. The results of this study have illustrated that the Gubuk Baca Lentera Negeri has preserved wayang suket and in the process of making and story of wayang suket, there is a moral value of Pancasila.
Perilaku Menyimpang Mahasiswa dalam Kinerja Akademik di Perguruan Tinggi Mawarti, Rista Ayu; Hakim, Suparlan Al; Habibi, Muhammad Mujtaba; Pramesti, Lilya Windi; Shofa, Abd. Mu'id Aris; Alfaqi, Mifdal Zusron
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.937 KB) | DOI: 10.17977/um019v6i1p210-219

Abstract

This study aimed to describe the forms, causes, and efforts to minimize the occurrence of deviant behavior patterns in college students. This study used a qualitative approach with the type of case study research. The main subjects in this study were students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program, Faculty of Social Sciences, State University of Malang, who were supported by the involvement of lecturers and teaching staff as supporting informants. Observations, interviews, and documentation were used as procedures for data collection techniques. Data analysis was carried out through several stages, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that there were three forms of student deviant behavior in academic performance, namely the fabrication of research proposals in the Pancasila and Citizenship Education Seminar, falsification of assignments for the Personality Psychology course, and plagiarism of Public Policy course assignments. The causes of this deviant behavior were laziness, lack of time management, and lack of learning discipline. The two-way communication process through deliberation and delivery of commitments to improve behavior was chosen as an effort to minimize the occurrence of deviant behavior in academic performance in universities.