Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN BUDAYA KESELAMATAN DENGAN METODE SCART (SAFETY CULTURE ASSESSMENT REVIEW TEAM) PADA BADAN PENGELOLA INSTALASI NUKLIR Purwaningsih, Ratna; Handayani, Naniek Utami; Miranda, Nurul
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.593 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.1.27-32

Abstract

Safety Culture Assesment Review Team (SCART) adalah metode untuk memberikan penilaian mandiri yang valid pada budaya keselamatan dalam organisasi yang mengelola instalasi yang memiliki potensi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat budaya keselamatan pada organisasi yang mengelola instalasi nuklir di Indonesia dengan menggunakan SCART, dan mengidentifikasi atribut atribut budaya keselamatan yang memerlukan perbaikan. SCART terdiri atas lima karakteristik budaya keselamatan yang dibentuk dari 37 atribut. Tiap atribut memiliki bobot kepentingan yang ditentukan dengan teknik AHP perbandingan berpasangan. Penilaian kondisi atribut oleh responden yang dipilih dengan purposive sampling. Kuisioner disusun pada penilaian skala likert 1 sampai 5. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa implementasi budaya keselamatan meraih skor 626.77 menduduki peringkat C yang berarti “kinerja keselamatan di bawah ketentuan yang disyaratkan dan akan menyebabkan risiko pelanggaran terhadap kepatuhan persyaratan keselamatan”. Atribut budaya keselamatan yang memiliki nilai rendah diantaranya kurangnya kepercayaan antar bagian dalam organisasi, kurangnya kompetensi individu dan kurangnya kepatuhan terhadap peraturan. Maka perlu dilakukan upaya upaya untuk meningkatkan kondisi dari ketiga atribut tersebut dalam organisasi. Abstract The Safety Culture Assessment Review Team (SCART) is a method to provide independent assessments that apply to safety culture within organizations that operate potentially hazardous installations. This study aims to determine the level of safety culture in organization that operate nuclear installation in Indonesia by using SCART method, and identification of safety culture attributes that require improvement. SCART consists of five safety culture characteristics that are formed from 37 attributes. Each attribute has a weight of importance determined by pairwise comparison using AHP techniques. Respondents selected by purposive sampling. Questionnaire prepared on the likert scale 1 to 5. The results research conclude that the implementation of safety culture reached a score of 626.77 was ranked C class which means “Safety performance under the conditions required and will cause the risk of violation of compliance with safety requirements”. Safety culture attribute that has low value are lack of trust between the parts of the organization, lack of individual competence and lack of regulatory compliance. Therefore, efforts should be made to improve the conditions of these three attributes within the organization.Keywords: Safety Culture Assessment; SCART; safety characteristics; attributes
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PRO-LINGKUNGAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN IMPLEMENTASI CAMPUS SUSTAINABILITY Rachmawati, Asri; Handayani, Naniek Utami
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.3, September 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.241 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.3.151-156

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melindungi lingkungan di masa depan. Untuk mengembangkan Program keberlanjutan kampus memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor penentu yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik perilaku pro-lingkungan. Penelitian menggunakan analisis faktor ini untuk mengurangi faktor penentu dan dilakukan survei untuk pengumpulan data. Alat survei menggunakan theory of planned behaviour (TPB) di seluruh kuesioner yang telah dibagikan kepada 400 mahasiswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan perilaku pro-lingkungan dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, persepsi kendali perilaku, persepsi konsekuensi, faktor-faktor situasional, dan niat perilaku.   Kata Kunci : analisis faktor, campus sustainability, perilaku pro-lingkungan Abstract Universitieshave an important role in protecting the environment in the future. To develop campus sustainability programrequire an understanding about the determinant factors that influence pro-environmental behaviours. The purpose of this paper is identify characteristic pro-environmental behaviours. This study use factor analysis to reduce factor determinant and survei to collect the data. The survey tool used the theory of planned behaviour (TPB) throughout the questionnaire which had shared to 400 college students.Result of this study conclude pro-environmental behaviours is influenced by attitudes, subjective norms, perceived control, perceived consequences, and situational factors, behaviour intention.   Keyword: pro-environmental behaviours; campus sustainability; factor analysis
OPTIMALISASI PENGGUNAAN RUANG KELAS PLARIND BOULEVARD DENGAN PENDEKATAN PROGRAMA LINIER Handayani, Naniek Utami; Fatimah, Laila Isnaina
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.287 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.1.34-41

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun di Program Studi Teknik Industri merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Di lain pihak, ruang kuliah yang tersedia masih sangat terbatas sehingga tidak dapat mengimbangi peningkatan jumlah mahasiswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterbatasan ini adalah ketersediaan gedung perkuliahan dimana hal tersebut sangat tergantung pada proses pembangunan infrastruktur yang ada di Universitas Diponegoro secara keseluruhan. Guna mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan pemakaian ruang kuliah bersama di Plarind Boulevard, akronim dari Planologi-Arsitek Industri, sebagai satu solusi alternatif. Pemakaian ruang kuliah bersama di Plarind Boulevard ini akan mengakibatkan pengaturan jadwal yang semakin kompleks di ketiga jurusan yang terlibat. Untuk itu diperlukan adanya pengaturan jadwal penggunaan kelas sehingga diperoleh solusi optimal yang dapat memeratakan penggunaan ruang dengan menyesuaikan kapasitas ruang dan jumlah peserta mata kuliah yang bersangkutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rescheduling yang dilakukan dengan pendekatan programa linier terhadap seluruh ruang dapat mereduksi waktu penggunaan antar ruang yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan aktifitas perkuliahan lain. Kata Kunci: Rescheduling, Plarind Boulevard, Programa Linier, Solusi Optimal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEWIRAUSAHAAN DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KABUPATEN BLORA Handayani, Naniek Utami; Santoso, Haryo; Susanto, Yengky Imam
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.1, Januari 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.512 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.1.11-18

Abstract

Peningkatan jumlah pengrajin di Blora mendorong persaingan yang ketat, sehingga mengurangi tingkat pendapatan. Untuk meningkatkan pendapatan, pengrajin mebel dituntut untuk mampu bersaing dengan orang lain. Pengrajin harus berusaha untuk bersaing dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kewirausahaan dari para pengrajin di Blora. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square untuk menguji model konseptual dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan dipengaruhi oleh kondisi yaitu variabel perusahaan, risiko mengambil, proaktif, inovasi, dan budaya. Kata Kunci : kewirausahaan, industri mebel, PLS   Abstract An increasing number of artisans in Blora encourage intense competition, so that reduce levels of income. To increase revenue, furniture craftsmen are required to be able to compete with others. Craftsmen must effort to compete and improve entrepreneurial skills. This paper aims to identify the factors that influence the entrepreneurial ability of the craftsmen in Blora. This study uses a Partial Least Square method to test the conceptual model and analyze the factors that affect entrepreneurship. The results showed that entrepreneurship is affected by the variable i.e. condition of the company, risks taking, proactive, innovation, and culture. Keywords : entrepreneurship, industrialfurniture, PLS
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN PT. PERTAMINA (PERSERO) TBBM SEMARANG GROUP DENGAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCES SCORECARD Putri, Dyah Aisyah; Handayani, Naniek Utami
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 3, September 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.208 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.3.187-196

Abstract

PT. PERTAMINA (PERSERO) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Semarang Group memiliki tugas utama yaitu sebagai tempat Penerimaan, Penyimpanan, dan Penyaluran. TBBM Semarang Group menargetkan posisi perusahaan ada pada peringkat “GOLD” di Tahun 2014 dengan standar kriteria persentase penilaian keseluruhan sebesar 90%. Dari data yang didapatkan hasil nilai audit POSE (Pertamina Operation & Service Excellent) pada tahun 2013 mencapai 92%, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 93,9%. Namun pada 4 elemen yang berkaitan dengan aspek Human Resources terjadi penurunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi KPI (Key performance indicator) terpilih yang dapat menunjang peningkatan nilai POSE dengan menggunakan rancangan HR Scorecard, serta menghitung bobot masing-masing KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process dan mengukur nilai pencapaian kinerja dengan metode Scoring System dan evaluasi hasil pengukuran kinerja dengan Traffic Light System. Perancangan pengukuran kinerja dengan kerangka Human Resources Scorecard menghasilkan 17 KPI yang dapat menunjang peningkatan nilai POSE, yaitu 5 KPI dari perspektif High Performance Work System, 3 KPI HR System Alignment, 4 KPI HR Efficiency, dan 5 KPI HR Deliverable. Dari hasil pengukuran kinerja TBBM Semarang Group berada pada level hijau dengan hasil kinerja sebesar 98% atau sudah baik. Namun, masih terdapat 2 KPI yang berada pada level merah yaitu tingkat keterlambatan karyawan dan biaya penjagaan lingkungan. Maka, perusahaan harus melakukan perbaikan segera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentase POSE pada aspek Human Resources. Kata Kunci : human resources scorecard; key performance indicator; pengukuran kinerja; analytical hierarchy process; scoring system dan traffic light system Abstract The main roles of PT. Pertamina (Persero) Fuel Oil Terminal (TBBM) Semarang Group consist of Receiving, Storing, and Distribution. In 2004, TBBM Semarang Group targeted the “GOLD” rank with the standard of 90% total scoring. The data obtained from POSE (Pertamina operation & Service Excellent) audit in 2013 showed the score of 92%, and increased to 93.9% in 2014. However, downturn was present in aspects of Human Resources. The purpose of this study is to identify the selected KPI (Key performance indicator)  to support the increased value POSE using HR Scorecard design, calculate the weight of each KPI using Analytical Hierarchy Process, measure the value of performance achievement with the Scoring System, and evaluate performance measurement with Traffic Light System. Designing performance measurement framework with Human Resources Scorecard KPI produces 17 KPI score that could support increasing value of POSE, namely 5 KPI score from High Performance Work System, 3 KPI score from HR System Alignment, 4 KPI score from HR Efficiency, and 5 KPI score from HR Deliverable. Performance measurement performed in TBBM Semarang Group shows that the company is currently at the green level with 98% performance or satisfactory. On the other hand there are two KPIs in the red level, which are delays of employees and environmental preservation. To conclude, improvements on both KPIs should be urgently implemented for the company to boost POSE percentage in aspects of Human Resources. Keyword: human resources scorecard; key performance indicator; pengukuran kinerja; analytical hierarchy process;  scoring system dan traffic light system
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN KLASTER BATIK PEKALONGAN (STUDI KASUS PADA KLASTER BATIK KAUMAN, PESINDON DAN JENGGOT) Susanty, Aries; Handayani, Naniek Utami; Jati, Prima Andidya
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.781 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.1-14

Abstract

Dalam rangka pengembangan batik sebagai salah satu potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Klaster Industri Batik di Pekalongan saat ini, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tiga buah Klaster Industri Batik di Pekalongan, yaitu Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot, dan memberikan suatu rekomendasi yang  dapat mengoptimalkan pertumbuhan ketiga klaster tersebut dibandingkan dengan pertumbuhannya saat ini. Penelitian ini menggunakan ModelDiamond dari Porter (1990) sebagai kerangka pikir untuk menganalisis pertumbuhan suatu klaster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan  menggunakan software SmartPLS 2.0. Sampel dalam penelitian adalah para pengusaha batik yang terdapat dalam Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang sama-sama mempengaruhi pertumbuhan Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Ketiga faktor tersebut adalah keberadaan industri pendukung dan terkait, strategi dan persaingan usaha, serta peran dari pemerintah. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor yang paling  berpengaruh untuk pertumbuhan klaster adalah terdapatnya strategi dan persaingan usaha. Selanjutnya, disamping ketiga faktor tersebut, pertumbuhan Klater  Kampoeng Batik Kauman dipengaruhi pula oleh kondisi permintaan, pertumbuhan Klaster Kampung Wisata Pesindon dipengaruhi oleh faktor kondisi, dan pertumbuhan Klaster Kampung Batik Jenggot dipengaruhi oleh  kondisi permintaan serta faktor kondisi.Kata Kunci: klaster, konsep “the four diamond”, batik pekalongan, pertumbuhan, partial least square Abstract In order to develop batik as one of the potential of local economies in Central Java, the study aims to analyze the condition in Pekalongan Batik Industry Cluster today, analyzes the factors that influence the growth of three Pekalongan Batik Industry Cluster, the Cluster Kampoeng Batik Kauman, Cluster Tourism Village Pesindon and cluster Batik Beard, and provide a recommendation to optimize the growth of the three clusters are compared with the current growth. This study used Diamond Model of Porter (1990) as a framework for analyzing the growth of a cluster. The method used in this study is Structural Equation Modelling using SmartPLS 2.0 software. The sample is contained batik entrepreneurs in Cluster Kampoeng Batik Kauman, Tourism Village Cluster Pesindon, and Cluster Batik Beard. The results of investigations show that there are three factors that equally affect the growth of clusters Kampoeng Batik Kauman, Pesindon Tourism Village Cluster and Cluster Batik Beard. The third factor is the existence of supporting and related industries, business strategy and competition, as well as the role of government. Among these three factors, the most influential factor for the growth of the cluster is the presence of strategy and competition. Furthermore, in addition to these three factors, the growth Klater Kampoeng Batik Kauman also influenced by demand conditions, cluster growth is affected by the Tourism Village Pesindon condition factor, and growth Kampung Batik Beard Cluster affected by the demand and factor conditions.Keywords: cluster, the concept of "the four diamond", pekalongan batik, growth, partial least square
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CACAT DALAM PADA PRODUK SLAB BAJA (STUDI KASUS DI SLAB STEEL PLANT-2 PT. KRAKATAU STEEL) Handayani, Naniek Utami; Prastawa, Heru; Nuryanti, Nuryanti
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.263 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.2.65-73

Abstract

PT Krakatau Steel Plant-2, sebagai perusahaan penghasil Slab Baja, selalu berusaha untuk dapat menungkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di era global. Untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi hanya dapat dicapai dengan serangkaian pengendalian proses produksi yang baik, konsisten dan ketat. Hasil pengamatan di lapangan diketahui terdapat permasalahan adanya cacat segregasi. Cacat segregasi adalah cacat internal yang paling dominan dari jenis cacat yang lain, dari catatan departemen QC diketahui bahwa  tingkat kelas cacat internal segregasi slab baja melebihi kelas. Adapun rincian jumlah cacat adalah sebagai berikut,jumlah cacat kelas 1 (37.84%), jumlah cacat kelas 1-2 (45.40%), jumlah cacat kelas 2 (46.84%) dan jumlah cacat kelas 2-3 (33.33%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap cacat/retak dalam, mengetahui perbedaan pengaruh diantara faktor-faktor tersebut sehingga tercipta suatu sistem kerja yang baik, maka faktor-faktor ini perlu diteliti. Faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah faktor shift kerja, temperatur tundish dan casting speed ( kecepatan pencetakan). Masing-masing faktor terdiri dari 3 level. Faktor shift terdiri shift pagi, siang dan malam. Faktor temperatur terdiri, yaitu 15450C, 15500C dan 15550C. Dan faktor kecepatan 1.3m/menit, 1.4m/menit dan 1.5m/menit. Ukuran untuk kualitas slab baja yang dihasilkan dari proses ini dinyatakan dalam tingkat kelas cacat slab yang terjadi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda perancangan eksperimen dengan model faktorial. Untuk pengolahan data digunakan analisa variansi (ANOVA) dan test hipotesa. Hasil pengujian hipotesa dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa ada perbedaan yang berarti (signifikan) diantara pengaruh faktor temperatur tundish. Kata kunci: kualitas produk, desain eksperimen, cacat segregasi
USULAN OPTIMALISASI PENJADWALAN PELAKSANAAN PROYEK BANYU URIP MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE (PERT) (STUDI KASUS PADA PT MULTIPANEL INTERMITRA MANDIRI) Hertanto, Stefanus Kris; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.837 KB)

Abstract

PT Multipanel Intermitra Mandiri merupakan perusahaan yang mendirikan Power Control Room sesuai dengan kontrak kerja yang telah disetujui dengan client. PCR merupakan sebuah ruangan yang berisi panel-panel listrik yang biasa digunakan untuk mengendalikan jalannya arus listrik. PT. MIM mengambil Proyek Banyu Urip pada tahun 2013. Hasil proyek ini akan diletakkan di pulau Jawa di antara kota Cepu dan Bojonegoro. Proyek Banyu Urip dengan proyek yang lainnya memiliki isi kontrak kerja yang berbeda, tetapi satu hal yang pasti ialah setiap keterlambatan penyelesaian PCR akan memberi dampak buruk bagi perusahaan itu sendiri. Pada penelitian ini, tujuan yang ingin didapatkan adalah mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan Proyek Banyu Urip dengan menggunakan metode CPM dan analisis PERT untuk mencari jalur kritis dari pengerjaan proyek serta Diagram Fishbone sebagai alat analisis faktor-faktor yang mempengaruhi. Hasil yang didapatkan dari Manajemen Proyek adalah durasi pengerjaan proyek dari  206 hari bisa dipercepat menjadi 198 hari. Hal yang menjadi penyebab terjadinya keterlambatan dapat dilihat dari 4 faktor utama, yaitu pada material, metode, manusia, dan pada client.  ABSTRACTPT Multipanel Intermitra Mandiri is a company that established Power Control Room in accordance with work contract that has been approved with client. PCR is a room that contains electric panels commonly used to control the flow of electric current. PT. MIM took the Banyu Urip Project in 2013. The results of this project will be placed on the island of Java between the towns of Cepu and Bojonegoro. The Banyu Urip project with other projects has different contents of work contracts, but one thing is certain that any delay in completion of PCR will adversely affect the company itself. In this study, the objective to be gained is to get factors that influence the delay of Banyu Urip Project by using CPM method and PERT analysis to find the critical path from project work and Fishbone Diagram as a tool of analysis of influencing factors. The results obtained from Project Management is the duration of project work from 206 days can be accelerated to 198 days. It is the cause of the delay can be seen from 4 main factors, that is on material, method, human, and at client
ANALISIS PROSES PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN PT TELKOM INDONESIA REGIONAL IV UNIT REGIONAL OPERATION CENTER (ROC) MENGGUNAKAN METODE PROCESS FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DAN CAUSE EFFECT DIAGRAM Afriyanti, Veronica Desy; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.716 KB)

Abstract

Dengan adanya perkembagan telekomunikasi, para perusahaan telekomunikasi bersaing untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Hal itu juga dilakukan oleh PT Telkom Indonesia khususnya Regional IV Jawa Tengah dan DIY . Untuk meningkatkan kualitas pelanggan, PT Telkom Indonesia menyediakan layanan penanganan keluhan pelanggan. Namun, seringkali pelayanan jasa yang diberikan tidak sesuai yang diharapkan pelanggan, sehingga pelanggan melakukan laporan keluhan akan pelayanan jasa yang diterima. Dalam beberapa keluhan, terjadi tiket kembali ke tahap sebelumnya karena masih terdapat ketidaksesuaian atau Tiket BackEnd. Tiket BackEnd ini dapat memperlambat proses penyelesaian keluhan yang memiliki target atau Service Level Guarantee (SLG) yang kurang dari 3 hari. Selain itu, PT Telkom Indonesia juga memiliki target SLG sebesar 95% setiap harinya. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis dan proses perbaikan untuk mengurangi tiket BackEnd yang terjadi didalam proses penanganan keluhan menggunakan metode Process Failure Mode Effect Analysis dan Cause Effect Diagram. ABSTRACTThe process analysis of customer complaints handling in PT Telkom Indonesia on Regional Operation Center (ROC) using Process Failure Mode Effect Analysis and Cause-Effect Diagram. This analysis needed because the developing on telecommunications , the telecommunication companies compete to give the best quality services to their customers. It also performed by PT Telkom Indonesia Regional IV Central Java and Yogyakarta. To improve customer satisfaction, they provide customer complaint services. But, The Services often not appropriate customer expected, so customers will do a report about it. In severe complaints was a ticket returned to the previous stage because there are still nonconformity. This called BackEnd Ticket.  That can give negative effect like making process of resolving complaints more slower than normal process. The process has a target that named Service Level Guarantee ( SLG ) less than 3 days .The company has a SLG percentage target is 95 % every day. Because of it, there should be an analysis and repairing process to reduce backend tickets that occurring in the process. To  reduce backend tickets uses the Process Failure Mode Effect Analysis (FMEA) method and  Cause-Effect diagram. 
PENJADWALAN LIFTING PRODUK PERTAMAX DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING BULAN JANUARI 2017 Putra, Aldino Raihansyah; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.598 KB)

Abstract

PT Pertamina Refinery Unit VI adalah perusahaan yang menyuplai dan mengolah minyak dan gas bumi di Indonesia hingga menjadi produk BBM (Bahan Bakar Minyak), non-BBM, dan BBK (Bahan Bakar Khusus). Penelitian ini difokuskan pada kegiatan penjadwalan distribusi produk pertamax. Kegiatan pengendalian persediaan khususnya untuk aktivitas distribusi harus dilakukan dengan baik agar dapat melayani aktivitas distribusi dengan tepat jumlah, tepat waktu, dan dengan biaya minimal. Perusahaan harus mengantisipasi terjadinya penumpukan produk maupun kekurangan produk yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya. Hal tersebut dapat mengganggu atau menghambat proses distribusi dalam memenuhi permintaan konsumen. Pendistribusian produk harus mempertimbangkan banyak faktor seperti waktu, biaya, serta persediaan produk. Permintaan yang mendadak dari depot terkadang membuat PT Pertamina harus melakukan banyak pendistribusian yang membuat biaya pengiriman produk meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mementukan penjadwalan lifting produk Pertamax yang sesuai agar biaya pengiriman serta waktu pengiriman dapat menguntungkan antara PT Pertamina dengan Depot TTU. Metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Metode Distribution Requirement Planning. Metode DRP mampu memperkirakan kehabisan stok, dan merencanakan produk untuk memperpanjang periode. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa dengan menerapkan DRP sistem distribusi perusahaan dapat menghemat pendistribusian produk sebesar 43%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan DRP menghasilkan penghematan biaya distribusi pada perusahaan. Dengan demikian, PT Pertamina tidak harus mengirimkan produk secara mendadak dan dapat mengurangi biaya distribusi. AbstractPT Pertamina Refinery Unit VI is a company that supplies and processes oil and gas in Indonesia until it becomes a product of BBM (Fuel Oil), non-BBM, and BBK (Special Fuel). This research is focused on scheduling activities of Pertamax product distribution. Inventory control specifically for a distribution activity, should be decently done in order to serve the distribution activity with the exact amount, in the right timing and spend the least cost. Company is supposed to anticipate both bulk and scarcity that can triggers cost-swelling, as it is going to disrupt and hamper the distribution process in fulfilling customers’ demand. Product-distribution should consider several factors, such as time, cost, as well as product-inventory. A sudden demand from the storehouse sometimes get PT. Pertamina done a massive distribution, which ended up with an escalated delivery cost. The purpose of this research is to determine the scheduling of the appropriate lifting of Pertamax product so that shipping cost and delivery time can be profitable between PT Pertamina and Depot TTU. The proper method to surmount that particular problem is Distribution Requirement Planning (DRP). DRP allows us to be able in predicting the stock depletion, and also planning the product to extend the period. From the conducted research, it was found that by implementing DRP, the company can save 43% of its product-distribution. This shows that DRP helps in cutting the distribution cost. Therefore, PT. Pertamina does not have to distribute the product in hasty and pay less distribution cost.
Co-Authors AAS Manik Mahachandra Adyatama, Arga Afdi, Zihramna Afriyanti, Veronica Desy Afrizal Eka Rahmadhika Agus Tri Wibowo Ahmad Ihsani Alam, Sairul Anggun Nindy Fatliana Anindyka Lamhot Edward Manullang Annisa Ratna Hapsari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Arjuna Josua Bungaran Sihombing Aro Namalo L Raja Artawidia, I Dewa Putu Aditya Rai Ary Arvianto Asri Rachmawati Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Bedietra Adriz Rachmania Christiani, Skolastika D. K. Dede Surya Pamungkas Dewi, Nadia Cynthia Diana Puspita Sari Diana Puspita Sari Dyah Aisyah Putri, Dyah Aisyah Dyah Ika Rinawati Dzaky, Jaysyu Muhammad Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Fachry Abda El Rahman Fadhlandi Naufan Zharfano Ghabyanza Diah Pitaloka Gifari, Akbar Romadhona Haneka Ari Wibowo Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Haryo Santoso Heldy Juliana Heldy Juliana, Heldy Hermansyah, Muhammad Saddam Akbar Herry Suliantoro Hertanto, Stefanus Kris Heru Prastawa Heru Prastawa Hery Suliantoro Irawan, Dhindi Oxiana Krisnanto Krisnanto Laila Isnaina Fatimah M. Agung Wibowo M. Mujiya Ulkhaq Manik Mahacandra Manik Mahachandra Misykatul Haq Fithriana Mochamad Agung Wibowo Mochammad Agung Wibowo Moh Nur Sholeh Mudinillah, Adam Muhammad Fachrurozi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Munandar, Muhamad Gandhi Aris Nirmalasari, Abra Duhita Noer Abyor Handayani NURUL MIRANDA, NURUL Octavia Putri Winey Oky Kurniawan Ovy Ayuning Nareswari Pangaribuan, Bonita Melinda Pradani, Marta Vianindea Wahyu Pratiwi, Icha Putri Prima Andidya Jati Purnawan Adi W Purnawan Adi Wicaksono Puspitasari, Finatiyani Mei Putra, Aldino Raihansyah Rachmadhani, Almira Puan Rahmad Agustian Tambunan Rahmat, Tri Okta Rajagukguk, Doly Satria Randy Maulana Nasir Rani Rumita Ratna Purwaningsih Rejeki, Putri Agustina Sri Reza Ardiyawan Reza Trianto Saputra, Ihfadz Lucky Alfa Satria, Yoga Satrio Arifianto Seno Aji Nugroho Setyanto, Nugraha Putra Simamora, Sandy J. H. Simon Pieter Hamonangan Singgih Saptadi Sri Hartini Hartini Sri Lestari Sriyanto Sriyanto Stellya Veronica Renaldi Sulardjaka Sulardjaka Susatyo Nugroho W.P. Tri Wibowo, Agus Trianto, Reza Triyono Triyono Ulfa Liani Putri Utaminingsih Linarti, Utaminingsih Yengky Imam Susanto Yengky Imam Susanto Yoel Santo Andrianus Sormin Yulius Pradana Setyawan P Yusuf Widharto Zekben S, Meikel