Claim Missing Document
Check
Articles

COST BENEFIT ANALYSIS (CBA) PERGANTIAN TIPE PESAWAT BOMBARDIER CRJ 1000 NG MENJADI BOEING 737-800 NG PADA RUTE PENERBANGAN SORONG-UJUNG PANDANG (Studi Kasus : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Cengkareng, Tangerang) Pratiwi, Icha Putri; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.845 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. merupakan penerbangan terbesar di Indonesia berstandard internasional dengan predikat ‘Maskapai Penerbangan Regional Terbaik di Dunia’ yang diberikan oleh Skytrax. Rute penerbangan domestik Sorong menuju Ujung Pandang dan sebaliknya merupakan salah satu rute yang sedang mengalami peningkatan minat dari konsumen, karena Sorong merupakan salah satu akses untuk menuju destinasi pariwisata Raja Ampat. Saat ini rute penerbangan Sorong menuju Ujung Pandang dan sebaliknya hanya menggunakan satu tipe pesawat, yaitu Bombardier CRJ 1000 NG. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis kelayakan pergantian tipe pesawat Bombardier CRJ 100 NG  menjadi Boeing 737-800 NG untuk dapat memenuhi permintaan dari konsumen. Pada penelitian ini, dilakukan analisis kelayakan dari Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong. Kemudian dilakukan analisis biaya-biaya operasional yang terkait pada kedua tipe pesawat menggunakan Cost Benefit Analysis (CBA) dengan keadaan bandar udara saat ini dan dengan asumsi perbaikan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan membandingkan biaya-biaya operasional dari kedua tipe pesawat. Perbandingan biaya-biaya operasional dari masing-masing tipe pesawat ini yang menjadi landasan apakah tipe pesawat Boeing 737-800 NG layak untuk menggantikan tipe pesawat Bombardier CRJ 1000 NG. ABSTRACT[Cost Benefit Analysis Replacement of Aircraft Type From Bombardier CRJ 1000 NG to Boeing 737-800 NG On Sorong-Ujung Pandang Flight Route] PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. is the biggest airlines in Indonesia with international standard and the title ‘Best Regional Airline in The World’ given by Skytrax. Domestic flight route Sorong to Ujung Pandang is one of the routes that increased interest from customers, because Sorong is one of the access to Raja Ampat tourism destinations. Currently the flight route Sorong to Ujung Pandang using only one type of aircraft, it is Bombardier CRJ 1000 NG. The purpose of this research is the analysis of the replacement of the aircraft type Bombardier CRJ 1000 NG to Boeing 737-800 NG to meet the demand from customers. In this research, feasibility analysis of Domine Eduard Osok Sorong Airport was conducted. Operational costs related to both types of aircraft using Cost Benefit Analysis (CBA) are then analyzed with the current state of the airport and with the assumption of improvement. Furthermore, the analysis is done by comparing the operational costs of the two types of aircraft. Comparison of operational costs of each type of aircraft is the basis of whether the type of Boeing 737-800 NG aircraft worthy to replace the type of Bombardier CRJ 1000 NG.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS STUDI KASUS: PT PERTAMINA TBBM MAOS Trianto, Reza; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.691 KB)

Abstract

Sesuai dengan Undang – undang Nomor 22 Tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, PT Pertamina tidak lagi menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang membuat aturan dalam energi dan migas (regulator) melainkan menjadi salah satu perusahaan yang ikut berkecimpung dalam bidang tersebut. Penelitian ini merumuskan permasalahan yang dihadapi oleh PT Pertamina MOR IV TBBM Maos, dalam menganalisis kepuasan pelanggan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hingga saat ini, proses penanganan terhadap kritik maupun laporan bersifat spontan tanpa adanya penilaian secara kuantitatif bagaimana kinerja dari perusahaan. Dengan menggunakan IPA (importance performance analysis), dapat diidentifikasi kriteria apa saja yang harus dibenahi dan ditingkatkan. Sehingga, pengambilan langkah strategis dan teknis dapat dilakukan dengan lebih jelas dan mudah. Parameter yang diukur terdiri dari tepat, jumlah, waktu, mutu, sikap, koordinasi, keamanan, dan keluhan. Dari 8 parameter ini, akan ditentukan performansi dan tingkat kepentingannya masing – masing. Abstract[Customer Satisfactory Analysis using Importance Performance Analysis Study Case: PT Pertamina TBBM Maos )] Based on Undang – undang No. 22 Year 2001, about Oil and gas, PT Pertamia will not become a state-owned company that have the right to make regulation about energy, oil, and gas as regulator anymore, PT Pertamina will become a regular compay that having business in that sector. This research fomulated the problem faced by PT Pertamina MOR IV TBBM Maos, in analyzing customer satisfactory to develop company’s performance. Up until now, the process to accommodate critics and reports are spontaneous without quantitative assessment about company’s performance. Using IPA (Importance Performance Analysis), we can identify which criteria that need to be developed.The aim is to be able making strategic and technical plan easier and clearer. Parameters those used are  accuracy, quantity, time, quality, attitude, coordination, security, and complaint. Based on these 8 parameters, we will determine the performance ad importace of each parameters.
USULAN PEMBUATAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) BARU PADA PROSES PENGAJUAN KLAIM JATUH TEMPO PERORAGAN MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING DAN DIAGRAM SWIMLANE STUDI KASUS KANTOR CABANG JIWASRAYA SEMARANG TIMUR Nirmalasari, Abra Duhita; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.73 KB)

Abstract

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Kacab Semarang Timur bagian Seksi Pertanggungan memiliki tugas salah satunya untuk memroses pengajan klaim jatuh tempo perorangan. Kegiatan penyelesaian klaim perorangan kategori jatuh tempo memiliki alur yang melibatkan lebih dari tiga pihak sehingga dalam proses pelaksanaan penyelesaian klaim perseorangan (jatuh tempo) memakan waktu cukup lama yaitu empat belas hari kerja sesuai SOP. Namun, SOP penyelesaian klaim tersebut juga belum memiliki rincian waktu baku penyelesaian per proses. Lamanya proses penyelesaian klaim perorangan (jatuh tempo) ini membuat pemegang polis asuransi Jiwasraya menuntut atas kecepatan penyelesaian klaim (Nota Dinas Direksi No.252.ND.U.1015). Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan pembuatan SOP baru untuk proses pengajuan klaim jatuh tempo perorangan dengan identifikasi waste yang terjadi. Penelitian ini dilakukan pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Kacab Semarang menggunakan value stream mapping(vsm) untuk memberikan gambaran rangkaian proses, aliran informasi, aliran fisik proses yang terjadi.. Sementara itu, Diagram Swimlane digunakan untuk membuat Standard Operational Procedure (SOP) baru dengan ketentuan waktu pengerjaan setiap proses. Tahapan dalam penelitian meliput: Pembuatan Value Stream Mapping (Current State Map), klasifikasi aktivitas :Value Added, Non Value Added Activity, waste, membuat diagram swimlane, membuat Value Stream Mapping (Future State Map). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOP baru berkontribusi mengurangi waktu penyelesaian klaim jatuh tempo perorangan dari total waktu 58,81 jam menjadi 44,81 jam. ABSTRACT                PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Kacab Semarang Timur assured division  has the task to  process the due date of individual claims. The activities of individual claims settlement  have a plot involving more than three parties so that in the process of implementing the settlement of individual claims takes quite a long time i.e. fourteen business days according to SOP. However, they also claim settlement SOP does not yet have the details of the settlement of baku time per process. The length of individual claims settlement process it makes the holder of Jiwasraya insurance demanded the top speed claims process (Note Office of the Board of Directors no. 252. ND. U. 1015). This research aimed to suggest Jiwasraya Semarang Timur to make a new SOP for processing the due date of individual claims with identifying waste. This research was conducted on PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Kacab Semarang using value stream mapping (vsm) to provide an overview of the series of processes, information flow, the flow of physical processes that occured.Meanwhile, Swimlane Diagram, used to make a Standard Operational Procedure (SOP) with the new provisions of the working time of each process. Stages in research covering: the creation of Value Stream Mapping (Current State diagram), the classification of the activity: Value Added, Non ValueAdded Activity, swimlane diagrams,creating waste,create Value Stream Mapping (Future State diagram). The results showed that a new SOP contribute to reduce the time of individual claims settlement of total hours from to 58.81 hours to 44.81 hours.
ANALISIS PENYEBAB CACAT PRODUKSI ROMA KELAPA PADA MESIN OVEN DENGAN METODE FAILURE MODES EFFECTS ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS PADA PT. MAYORA INDAH Tbk) Pangaribuan, Bonita Melinda; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.13 KB)

Abstract

PT Mayora Indah Tbk merupakan salah satu industri makanan dan minuman yang senantiasa menghasilkan produk yang ekonomis, berkualitas serta menghasilkan keuntungan yang optimal dengan biaya produksi yang minimum. Salah satu produk unggulan PT Mayora Indah Tbk adalah Biskuit Roma Kelapa namun, pada periode November sampai Desember 2016 terdapat banyak cacat pada proses produksi Biskuit Roma Kelapa yang mengakibatkan target yang telah dibuat tidak dapat dipenuhi pada saat itu. Cacat yang terjadi menyebabkan overtime pada periode November sampai Desember 2016 terjadi sebesar 12.8% sehingga, terjadi peningkatan biaya produksi dan menurunkan profit perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada proses central kitchen sampai mesin oven produksi Biskuit Roma Kelapa dengan menggunakan metode Failure Modes Effects Analysis (FMEA) dan dengan menggunakan metode 5W+1H. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah jenis cacat yang paling dominan pada proses produksi merupakan dimensi tidak standar sebesar 46.8% yang paling besar disebabkan oleh pipa cairan HE error, oleh sebab itu usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan memasang inferter pada pipa cairan HE, memberikan warning terkait dengan standar operasionak agar adonan memenuhi spesifikasi, menyediakan fasilitas penunjang berupa kursi kepada operator, mengatur tekanan aliran cairan yang melewati pipa cairan serta menyusun dan melaksanakan proses preventive maintenance secara konsisten. Abstract [Defect Cause Analysis Roma Kelapa Production on Oven Machine with Failure Modes Effects Analysis, Case Study: PT. Mayora Indah Tbk.] PT Mayora Indah Tbk is one of the food and beverage industries that always produce products that are economical, quality and produce optimal profits with minimum production costs. One of the flagship products of Mayora is Roma Kelapa Biscuits but, in the November to December 2016 period there were many reejcts which resulted in the targets being made could not be fulfilled at that time. The project that caused overtime in that period was 12.8% so that there was an increase in production costs and a decrease in company profits. This research is focused on the central kitchen process until the oven machine produces Roman Coconut Biscuits using the Failure Modes Effects Analysis (FMEA) method and using the 5W + 1H method. The results obtained from this study are the most dominant types of defects in the production process is the non-standard dimensions of 46.8% which is the biggest due to the pipe HE error, therefore the proposed improvement is to put an inferter on the HE liquid pipe, giving a warning related to the operational standard so that the dough meets the specifications, provides supporting facilities in the form of seats to the operator, regulates the flow pressure of the liquid passing through the liquid pipe and prepares and carries out a preventive maintenance process consistently.
Penilaian Risiko Green Supply Chain menggunakan Pendekatan Fuzzy AHP – PDSA pada PT Jamu Sehat Handayani, Naniek Utami; Rumita, Rani; Dewi, Nadia Cynthia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9173.281 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.1.4

Abstract

Abstract. Facing the era of global business competition, the company is required to continue to innovate and improve sustainably to expand and maintain the market. Business uncertainty breeds a new awareness of the importance of risk elements in every decision-making. Risks are unavoidable but risks can be well managed so that the probability of losses can be mitigated. Green Supply Chain Management examines the integration of environmental concepts in supply chain management. Prior research suggests that there are risks in GSCM implementation including partnerships, management policy failures, supplier failures, major customer failures, technology, and markets. This risk may result in delays in delivery, financial deviation, and damage to goods or other matters that may affect the smooth operation of the business. PT. Jamu Sehat which is one of the herbal manufacturers in Indonesia. The problem faced is the decline in the value of product sales. Therefore, the company seeks to increase the value of sales through the fulfillment of the demands of environmentally friendly products to provide added value to its products. The purpose of this study is to evaluate the risk of GSCM implementation at PT. Jamu Sehat. The method used is Fuzzy Analytical Hierarchy Process to determine the priority of risk agent, then Plan-Do-Study-Act method is used to develop GSCM implementation strategy. Based on the analysis using PDSA, the proposed strategy is to update the existing Standard Operational Procedure in the company and standardize the product.Keywords: Risk, green supply chain management, fuzzy analytical hierarchy process, plan-do-study-actAbstrak. Memasuki era persaingan bisnis global, perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna memperluas dan mempertahankan pasar. Ketidakpastian bisnis melahirkan kesadaran baru tentang pentingnya unsur risiko dalam setiap pengambilan keputusan. Risiko tidak bisa dihindari namun risiko dapat dikelola dengan baik sehingga peluang tingkat kerugian dapat dimitigasi. Green Supply Chain Management mengkaji pengintegrasian konsep lingkungan dalam supply chain management. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa terdapat risiko dalam implementasi GSCM mencakup kemitraan, kegagalan kebijakan manajemen, kegagalan pemasok, kegagalan pelanggan utama, teknologi, dan pasar. Risiko ini dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, penyimpangan finansial, dan kerusakan barang atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kelancaran operasi bisnis. PT. Jamu Sehat yang merupakan salah satu produsen jamu di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi adalah penurunan nilai penjualan produk. Untuk itu, perusahaan berusaha meningkatkan nilai penjualan melalui pemenuhan terhadap tuntutan produk yang ramah lingkungan guna memberikan nilai tambah pada produknya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi risiko implementasi GSCM pada PT. Jamu Sehat. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Analytical Hierarchy Process untuk menentukan prioritas risk agent, kemudian metode Plan-Do-Study-Act digunakan untuk menyusun strategi implementasi GSCM. Berdasarkan analisis menggunakan PDSA, usulan strategi adalah memperbaharui Standard Operational Procedure yang ada di perusahaan dan melakukan standardisasi produk.Kata kunci: Risiko, green supply chain management, fuzzy analytical hierarchy process, plan-do-study-act
PENERAPAN LEAN SUPPLY CHAIN PADA PROSES LOADING PUPUK IN BAG DI PELABUHAN PT. PETROKIMIA GRESIK Tri Wibowo, Agus; Handayani, Naniek Utami
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Petrokimia Gresik merupakan salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia yangmempunyai jaringan supply chain lintas negara dan distribusi ke seluruh Nusantara baik pupukcurah maupun pupuk in bag. Penelitian ini dilaksanakan pada pelabuhan PT. PG yangmerupakan titik utama dari kegiatan logistik di perusahaan ini sendiri, yakni pemuatan danpembongkaran. Dengan fokus penelitian pada proses pemuatan pupuk in bag. Permasalahanyang terjadi pada proses ini dikarenakan inefisiensi aliran Supply Chain, yang disebabkan olehadanya waste dan non value added actvity. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis wasteapa saja yang terjadi selama proses, serta saran perbaikan dengan menggunakan konsep LeanSupply Chain dan Value Stream Mapping serta mencari penyebab masalah menggunakan 5Whys dan Fishbone. Jenis pemborosan yang paling berpengaruh selama aliran proses adalahWaiting Time (20,42%), serta Non Value Added Actvity sebesar 51,9%. Dengan menggunakanfishbone dan 5Whys dapat diketahui penyebab waste terbesar diantaranya adalah lamanya trukmenunggu muatan, banyaknya crane tidak sehat, serta tidak adanya penjadwalan dan alokasimuatan. Sementara rekomendasi yang diberikan adalah penjadwalan dan pengalokasian,pengadaan lini khusus di gudang, penyediaan crane dengan kondisi kecepatan muat yang sesuai.Berdasarkan saran perbaikan diprediksi dapat mereduksi total NVA sebesar 59.8%Kata Kunci: Waste, Lean Supply Chain, Value Stream Mapping, 5 Whys, Fishbone Diagram
ANALISIS PERFORMANSI PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN PADA SISTEM DROP CALL MELALUI CALL-CENTER 147 MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING STUDI KASUS PADA PT TELKOM INDONESIA TBK Rachmadhani, Almira Puan; Handayani, Naniek Utami
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Telkom Indonesia Tbk merupakan perusahaan layanan jasa telekomunikasi terbesar diIndonesia. Dengan jumlah pelanggan yang telah mencapai puluhan juta di seluruh wilayahIndonesia, sudah selayaknya perusahaan ini memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik.Pada unit Regional Operation Center (ROC) kualitas pelayanan diukur dengan nilai performansiyaitu Service Level Guarantee (SLG), dengan pencapaian tertinggi sebesar 88% dari targetsebesar 95%. Untuk mengetahui akar penyebab permasalahan dari ketertinggalan nilai sebesar7% dilakukan identifikasi aliran informasi menggunakan Value Stream Mapping dan analisismenggunakan Root Cause Analysis dengan metode fishbone diagram. Hasil identifikasimenunjukkan bahwa aktivitas yang bersifat value added memiliki proporsi sebesar 5%,sedangkan 90% aktivitas dalam aliran informasi merupakan pemborosan menunggu dan 5%aktivitas sisanya merupakan pemborosan proses. Hasil analisis menunjukkan bahwa akarpenyebab permasalahan adalah belum adanya sistem pembagian kerja yang jelas dalammenangani keluhan (tiket) yang masuk dan adanya perbedaan tingkat kesulitan penyelesaiantiket. Perbaikan yang diusulkan adalah melakukan spesialisasi kerja, menerapkan sistem FIFOdalam menyelesaikan tiket, melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala, sertamenerapkan sistem reward dan punishment bagi karyawan.Kata Kunci: performansi, root cause analysis, telekomunikasi, value stream mapping
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN KLASTER BATIK PEKALONGAN (STUDI KASUS PADA KLASTER BATIK KAUMAN, PESINDON DAN JENGGOT) Susanty, Aries; Handayani, Naniek Utami; Jati, Prima Andidya
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.985 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2104

Abstract

Dalam rangka pengembangan batik sebagai salah satu potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Klaster Industri Batik di Pekalongan saat ini, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tiga buah Klaster Industri Batik di Pekalongan, yaitu Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot, dan memberikan suatu rekomendasi yang  dapat mengoptimalkan pertumbuhan ketiga klaster tersebut dibandingkan dengan pertumbuhannya saat ini.  Penelitian ini menggunakan Model Diamond dari Porter (1990) sebagai kerangka pikir untuk menganalisis pertumbuhan suatu klaster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan  menggunakan software SmartPLS 2.0. Sampel dalam penelitian adalah para pengusaha batik yang terdapat dalam Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot.  Hasil penenelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang sama-sama mempengaruhi pertumbuhan Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Ketiga faktor tersebut adalah keberadaan industri pendukung dan terkait, strategi dan persaingan usaha, serta peran dari pemerintah. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor yang paling  berpengaruh untuk pertumbuhan klaster adalah terdapatnya strategi dan persaingan usaha. Selanjutnya, disamping ketiga faktor tersebut, pertumbuhan Klater  Kampoeng Batik Kauman dipengaruhi pula oleh kondisi permintaan, pertumbuhan Klaster Kampung Wisata Pesindon dipengaruhi oleh faktor kondisi, dan pertumbuhan Klaster Kampung Batik Jenggot dipengaruhi oleh  kondisi permintaan serta faktor kondisi.
Supply Chain Performance Measurement Framework for Construction Materials: Micro Meso Macro Moh Nur Sholeh; Mochamad Agung Wibowo; Naniek Utami Handayani
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 19 No. 2 (2020): Published in November 2020
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.937 KB) | DOI: 10.25077/josi.v19.n2.p101-110.2020

Abstract

Productivity is a challenge in the construction industry, commonly initiated by fragmentation. In addition, some work levels have been identified, including the micro, meso, and macro. However, the construction supply chain is one of the possible solutions adopted to increase productivity. The purpose of this study, therefore, is to develop a framework for measuring supply chain construction performance at the micro, meso, and macro levels. These respective stages are tiered from the bottom to the top level as a supply chain management concept. Furthermore, a design for the supply chain performance measurement framework is created, followed by formulation with KPI, and the consequent application in the project. Therefore, performance is evaluated based on the construction materials, as a large resource. The results identified the supply chain performance at the micro-level as the basis for possible measures between contractor and supplier, using the SCOR. However, the emphasis was made on the strength of construction companies with large suppliers at the meso level. Meanwhile, the macro-level includes the accumulation of related measurements from micro as well as meso, and are consequently used to define the relationship between construction actors at the national level.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI BATIK LASEM DI KABUPATEN REMBANG Naniek Utami Handayani; Heru Prastawa; Misykatul Haq Fithriana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang terus didukung pertumbuhannya guna mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Upaya pengembangan komoditas batik dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya dengan membentuk klaster industri kerajinan batik. Klaster industri batik tulis Lasem merupakan salah satu klaster industri batik yang didorong pertumbuhannya oleh pemerintah melalui program OVOP sebagai komoditas unggulan kabupaten Rembang. Namun, kondisi eksisting menunjukkan klaster industri tersebut belum mampu tumbuh dengan baik ditandai dengan masih terbatasnya area pemasaran produk klaster industri batik Lasem. Selama ini, pasar batik Lasem terbatas pada pasar nasional dan belum mampu menjangkau pasar internasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan klaster batik Lasem. Metode yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap potensi perkembangan klaster batik tulis Lasem adalah faktor kondisi dengan komponen utama pada desain dan inovasi produk; kondisi permintaan, dan peran pemerintah. Kata kunci: klaster industri, batik Lasem, PLS, daya saing
Co-Authors AAS Manik Mahachandra Adyatama, Arga Afdi, Zihramna Afriyanti, Veronica Desy Afrizal Eka Rahmadhika Agus Tri Wibowo Ahmad Ihsani Alam, Sairul Anggun Nindy Fatliana Anindyka Lamhot Edward Manullang Annisa Ratna Hapsari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Arjuna Josua Bungaran Sihombing Aro Namalo L Raja Artawidia, I Dewa Putu Aditya Rai Ary Arvianto Asri Rachmawati Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Bedietra Adriz Rachmania Christiani, Skolastika D. K. Dede Surya Pamungkas Dewi, Nadia Cynthia Diana Puspita Sari Diana Puspita Sari Dyah Aisyah Putri, Dyah Aisyah Dyah Ika Rinawati Dzaky, Jaysyu Muhammad Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Fachry Abda El Rahman Fadhlandi Naufan Zharfano Ghabyanza Diah Pitaloka Gifari, Akbar Romadhona Haneka Ari Wibowo Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Haryo Santoso Heldy Juliana Heldy Juliana, Heldy Hermansyah, Muhammad Saddam Akbar Herry Suliantoro Hertanto, Stefanus Kris Heru Prastawa Heru Prastawa Hery Suliantoro Irawan, Dhindi Oxiana Krisnanto Krisnanto Laila Isnaina Fatimah M. Agung Wibowo M. Mujiya Ulkhaq Manik Mahacandra Manik Mahachandra Misykatul Haq Fithriana Mochamad Agung Wibowo Mochammad Agung Wibowo Moh Nur Sholeh Mudinillah, Adam Muhammad Fachrurozi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Munandar, Muhamad Gandhi Aris Nirmalasari, Abra Duhita Noer Abyor Handayani NURUL MIRANDA, NURUL Octavia Putri Winey Oky Kurniawan Ovy Ayuning Nareswari Pangaribuan, Bonita Melinda Pradani, Marta Vianindea Wahyu Pratiwi, Icha Putri Prima Andidya Jati Purnawan Adi W Purnawan Adi Wicaksono Puspitasari, Finatiyani Mei Putra, Aldino Raihansyah Rachmadhani, Almira Puan Rahmad Agustian Tambunan Rahmat, Tri Okta Rajagukguk, Doly Satria Randy Maulana Nasir Rani Rumita Ratna Purwaningsih Rejeki, Putri Agustina Sri Reza Ardiyawan Reza Trianto Saputra, Ihfadz Lucky Alfa Satria, Yoga Satrio Arifianto Seno Aji Nugroho Setyanto, Nugraha Putra Simamora, Sandy J. H. Simon Pieter Hamonangan Singgih Saptadi Sri Hartini Hartini Sri Lestari Sriyanto Sriyanto Stellya Veronica Renaldi Sulardjaka Sulardjaka Susatyo Nugroho W.P. Tri Wibowo, Agus Trianto, Reza Triyono Triyono Ulfa Liani Putri Utaminingsih Linarti, Utaminingsih Yengky Imam Susanto Yengky Imam Susanto Yoel Santo Andrianus Sormin Yulius Pradana Setyawan P Yusuf Widharto Zekben S, Meikel