Claim Missing Document
Check
Articles

USULAN PERBAIKAN PERANCANGAN TATA LETAK WAREHOUSE BAHAN MENTAH CV.MEBEL INTERNATIONAL BERDASARKAN KRITERIA KOMIDITI SIMILARITY Annisa Ratna Hapsari; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.354 KB)

Abstract

Penyimpanan pada industri manufaktur merupakan hal yang penting perananya karena hasil produksi tidak mungkin langsung didistribusikan kepada semua pelanggan. Hal ini menyebabkan kebutuhan adanya gudang dengan system penyimpanan yang baik. CV Mebel International adalah perusahaan yang memproduksi furniture. Gudang bahan mentah digunakan untuk menyimpan barang setengah jadi dari supplier di Jepara. Permasalahan yang dihadapi adalah penyimpanan yang acak hanya berdasarkan tempat yang kosong, ingatan karyawan dan keterbatasan akses antar lantai. Selain itu, Sistem FIFO belum berjalan dengan benar, sehingga waktu pengambilan lama dan memungkinkan banyak kerusakan. Metode perancangan komoditi similarity tepat digunakan pada pabrik yang memiliki ukuran gudang terbatas,dimensi varian produk banyak, dan forecast produksi yang tidak bisa diperkirakan. Abstract [Title : Proposal Recommendation design layout raw material warehouse CV. Mebel International based on similarity commodity criteria ] Storage in the manufacturing industry is an important role for the production because it may not be distributed directly to all customers. This led to the need for warehouse with good storage system. CV Furniture International is a company that produces furniture. Raw materials warehouse is used to store semi- finished goods from suppliers in Jepara. Problem faced is random storage based only on an empty spot, retention of employees and limited access between floors. Furthermore, FIFO system is not running properly so it led to long retrieval time and a lot of damage. Commodity similarity design method appropriately used in factories that have limited the size of the warehouse, the dimensions of many product variants, and forecast production that can not be predicted.
PENERAPAN KONSEP LEAN MANUFACTURING UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PD MUJUR JAYA UNIT 2 Triyono Triyono; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.184 KB)

Abstract

Era globalisasi menuntut perusahaan baik dalam bidang manufacturing maupun jasa untuk lebih efisien dalam melakukan produksi. Penurunan jumlah produksi akan mengakibatkan kerugian perusahaan yang dikarenakan perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan konsumen. Unit 2 pada PD Mujur Jaya memproduksi hanya 450kg dari target perusahaan 700kg per hari, dan diketahui produksi pada unit 2 semakin menurun di setiap periodenya. Dengan menggunakan konsep value stream mapping diketahui salah satu penyebab berkurangnya jumlah produksi karena timbul beberapa pemborosan diantaranya adalah scrap dan set-up time yang bisa dimanfaatkan lagi sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi pada unit 2. Waktu set-up internal pada proses mixing mula-mula membutuhkan waktu sebesar 25,1 menit, dan pada proses pencetakan membutuhkan waktu set-up internal sebesar 20,9 menit, sedangkan waktu set-up internal pada proses packing sebesar 54 menit, sehingga waktu total set-up internal yang dibuthkan dalam satu lot adalah sebesar 100 menit. Setelah diterapkan metode SMED, waktu set-up dapat dikurangi menjadi 22,8 menit yang dapat meningkatkan hasil produksi pada unit 2 sebesar 30%. Meingkatnya hasil produksi pada unit 2 selain dengan mengurangi waktu set-up, diperlukanya material handling yang sesuai untuk mengurangi scrap. Dengan ditambahnya material handling yang sesuai akan mengurangi scrap sebesar 90%. Abstract                 The era of globalization requires the company both in the field of maufacturing and services to more efficiently in the production. Decrease in the amount of production will cause the company losses due to the company can not meet demand. Unit 2 on PD Mujur Jaya produces only 450kg of the company's target of 700kg per day, and it is known that production in unit 2 is decreasing in each period. By using the concept of value stream mapping, it is known that one of the causes of the reduced amount of production due to some waste is scrap and set-up time which can be utilized again so as to increase the amount of production in unit 2. The internal set-up time in the mixing process initially requires time of 25.1 minutes, and on the printing process requires an internal set-up time of 20.9 minutes, while the internal set-up time of the packing process is 54 minutes, so the total internal set-up time required in one lot is equal to 100 minutes. After the SMED method is applied, the set-up time can be reduced to 22.8 minutes which can increase the output of unit 2 by 30%. Increased production in unit 2 in addition to reducing the set-up time, it is necessary material handling to reduce scrap. With the addition of suitable material handling will reduce scrap by 90%.
PENGUKURAN DAN ANALISIS KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI Ghabyanza Diah Pitaloka; Purnawan Adi Wicaksono; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.87 KB)

Abstract

Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali sebagai salah satu penyedia layanan publik di bidang kesehatan, didalamnya terdapat UPT Labkesda dan 29 Puskesmas yang tersebar di 19 Kecamatan di seluruh Kabupaten Boyolali. Pada dasarnya pengukuran hasil dan kinerja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tidak memiliki standar yang khusus. Hal ini cukup riskan mengingat pengukuran kinerja sering dijadikan sebagai dasar dalam mengukur seberapa baik organisasi tersebut. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, penelitisn ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dengan pendekatan (MBCfPE) 2017-2018. Kedua, bertujuan untuk memberikan saran/perbaikan dari hasil pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Pada penelitian ini akan dilakukan pengambilan data melalui wawancara dengan Kepala Dinas, Kepala Subbag, dan Kepala Bidang disertai pengamatan langsung dilapangan untuk mendukung jawaban dari item pertanyaan yang diajukan saat wawancara.. Dari data yang dikumpulkan, diidentifikasi, dan diuraikan sesuai dengan kriteria MBCfPE 2017-2018 dengan mengarah pada A-D-L-I (Approach, Deployment, Learning, dan Integration) untuk kriteria proses (kriteria 1-6), sedangkan pada item kriteria hasil dijabarkan dengan mengarah pada L-T-C-I (Level, Trend, Comparison, dan Integration). Selanjutnya melakukan penilaian sub kriteria menggunakan tabel penilaian (scoring) untuk kriteria proses dan tabel penilaian (scoring) untuk kriteria hasil. Hasil dari pengukuran kinerja terhadap DKK Boyolali melalui Malcolm Baldrige 2017-2018, menunjukkan bahwa perlu meningkatkan pembelajaran dan integrasi terhadap proses kinerja organisasi. Namun secara keseluruhan pendekatan dan penyebaran organisasi cukup baik, sistematis, dan diterapkan pada unit kerja yang sesuai. Kinerja organisasai yang berorientasi pada hasil, masih perlu meningkatkan trend dan comparison. Skor yang diperoleh dari pengukuran ini sebesar 438 poin, maka posisi kelas kinerja organisasi berada pada kategori early improvement yang berarti kinerja DKK Boyolali masih perlu melakukan banyak perbaikan.  AbstractPerformance measurement and analysis of Regional Sub-project Management of Health Boyolali. Regional Sub-project Management of Health Boyolali is one of public service providers of health, there are UPT Laboratory and 29 local government clinics in 19 district. Basically the results and performance measurements performed by the Regional Sub-project Management of Health Boyolali do not have a standard. This is quite risky considering the performance measurement is often used as a basis in measuring the organization. This study has two purposes. First, this research aims to measure the performance of Department of Health Boyolali with approach (MBCfPE) 2017-2018. Second, it aims to provide improvements from the performance measurement results. In this research, data will be collected through interviews with the Director of Regional Sub-project Management, Head of Section, and Deputy Director, was followed by observation to support the answers of the question items submitted during the interview. From the data collected, it identified and described in accordance with the criteria of MBCfPE 2017-2018 by referring to ADLI (Approach, Deployment, Learning, and Integration) for the process criteria (criteria 1-6), whereas on the results criteria items are translated by referring to LTCI (Level, Trend, Comparison, and Integration). Then, do the sub-criteria assessment using the scoring table for the process criteria and the scoring table for the outcome criteria. The results of performance measurement of DKK Boyolali through Malcolm Baldrige 2017-2018, indicate that need to improve learning and integration to organizational performance process. However, the overall approach and dissemination of the organization is quite good, systematic, and applied to the appropriate work unit. The results-oriented organizational performance still needs to improve trend and comparison. Scores obtained from this measurement amounted to 438 points, then the class position of organizational performance is in the early improvement category which means Regional Sub-project Management of Health Boyolali performance still needs to do a lot of improvement.
PENGUKURAN KINERJA KLATER DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KONSEPTUAL CARPINETTI PADA UKM SENTRA MEBEL DI DESA TAHUNAN JEPARA Ahmad Ihsani; Naniek Utami Handayani; Herry Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.574 KB)

Abstract

Sentra mebel di desa Tahunan Jepara merupakan sentra yang berkontribusi banyak terhadap pendapatan daerah Kabupaten Jepara, namun kontribusi tersebut mengalami penurunan dari tahun ketahun. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal mulai dari manajemen keuangan sampai institusi pendukung. Untuk mengembangkan industri kecil dan menengah secara masal dilakukan dengan pengembangan klaster. Untuk mengetahui kinerja dari klaster tersebut maka perlu adanya pengukuran kinerja untuk mengetahui sejauh mana performa atau pencapaian faktor–faktor yang berpengaruh pada kinerja klaster secara keseluruhan dan juga untuk memperbaiki kelemahan–kelemahan manajerial dan operasional dalam sebuah sistem klaster. Pengukuran kinerja klaster dilakukan dengan menggunakan model konseptual dari carpinetti (2008) untuk melakukan pengukuran kinerja pada Sentra mebel di desa Tahunan Jepara dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap kinerja yang dinilai kurang baik. Pada hasil pengukuran kinerja dibuat 29 indikator dan terdapat 9 kinerja yang dinilai cukup tapi perlu adanya peningkatan dan satu kinerja yang dinilai tidak baik yaitu pada variabel kinerja perusahaan tentang jumlah permintaan. Maka kinerja tersebut harus segera dilakukan perbaikan untuk meningkatkan performa kinerja klaster tersebut. Dari hasil pengukuran didapat satu kinerja yang kurang baik dan memerlukan perbaikan yaitu pada kinerja jumlah permintaan. Turunnya jumlah permintaan dikarenakan karena harga bahan baku mentah mengalami kenaikan harga seiring menaiknya harga BBM (bahan bakar minyak) yang terjadi sampai pertengahan 2014. Hal itu memaksa para pelaku bisnis untuk menaikkan harga produk yang dijual.  ABSTRACTThe central furniture in Tahunan Village, Jepara has greatly contributed to the local revenue. However, that contribution keeps decreasing over the years. This decreasing in performance is caused by internal and external factors, starting from financial management to supporting institutions. Cluster development can be done to massively grow small and medium enterprises. To better understand the performance of mentioned clusters, performance assessment is necessary so that performance meter and other performance-related factors are identified. Furthermore, managerial and operational weaknesses in the cluster are tackled. Cluster’s performance assessment are performed using conceptual model from Carpinetti (2008) in central furniture in Tahunan Village, Jepara, aiming to provide essential recommendations. There are 29 indicators and 9 performances that are satisfactory and need to be improved, also 1 performance rated as unsatisfactory, which is company performance on demand. Hence, that performance needs to be urgently evaluated to enhance the performance level of the cluster. From the measurement results obtained a poor performance and require repairs that the performance of the number of requests. The fall in the number of requests is because as the price of raw material price increases as of rising fuel prices of BBM (bahan bakar minyak) that occur until mid 2014. This is forcing businesses to raise the price of products sold.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI ISO 9001:2015 PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Arjuna Josua Bungaran Sihombing; Bambang Purwanggono; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.479 KB)

Abstract

Penerapan ISO 9001 khususnya versi terbaru tahun 2015 sangat diperlukan oleh industri manufaktur karena ISO ini mampu menjadi jaminan kepercayaan terhadap kualitas produk yang dihasilkan dan juga dinilai mampu menjadi salah satu faktor peningkatan produktivitas, serta peningkatan efisiensi proses dan biaya dengan pendekatan pemikiran berbasis risiko yang diharapkan lebih membuat perusahaan menjadi lebih proaktif dalam mencegah dan mengurangi efek yang tidak dikehendaki dan selalu memperbaiki sistem secara berkelanjutan. Keberhasilan dalam mengimplementasikan ISO 9001:2015 di Industri Manufaktur sendiri tidak terlepas dari banyak faktor pendukung maupun penghambat yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi ISO 9001 pada industri manufaktur yang. Terdapat 8 kategori faktor yang dikembangkan dari jurnal dan sumber literatur lainnya. Indikator tersebut digolongkan berdasarkan persamaan yang terdapat dari beberapa faktor yang diidentifikasi antara lain : Motivasi Perusahaan, Komitmen Perusahaan, Peranan Personal, Komunikasi Efektif, Interpretasi Persyaratan, Strategi Perusahaan, Perbaikan Berkelanjutan dan Lingkungan Eksternal Perusahaan. Hasil dari pembobotan menggunakan perbandingan berpasangan, didapatkan nilai pembobotan masing-masing faktor secara berurutan masing-masing yaitu 0.165; 0.215; 0.049; 0.058; 0.131; 0.164; 0.132; dan 0.086. Berdasarkan perangkingan setiap faktor didapatkan bahwa faktor Komitmen Perusahaan yang paling tinggi nilai bobotnya dan faktor Peranan Personel yang paling rendah. Abstract[Analysis Of Factors Affecting The Success Of Implementation Of ISO 9001: 2015 In Manufacturing Industry]. Implementation of ISO 9001 in particular the latest version 2015 is required by the manufacturing industry because ISO is able to be a guarantee of confidence in the quality of products and also considered to be one factor of increased productivity, and increased process efficiency and cost with a risk-based approach thinking expected to further make the company become more proactive in preventing and reducing the unwanted effect and constantly improve the system. Success in implementing the ISO 9001: 2015 in the Manufacturing Industry itself is inseparable from many factors supporting or inhibiting influence. This study aims to identify the factors that affect the successful implementation of ISO 9001 in manufacturing industries. There are eight categories of factors that developed from journals and other literature sources. The indicators are classified based on the equation that there are several factors that were identified include: Company’s Motivation, Corporate Commitment, Role of Personal, Effective Communication, Interpretation of Terms, Corporate Strategy, Continuous improvement and Company’s External Environment. Results of weighting using pairwise comparison obtain a score weighting of each factor in a sequence those are  0.165; 0.215; 0.049; 0.058; 0.131; 0.164; 0.132; and 0.086. Based on the ranking of each factor obtained that Corporate Commitment is the highest weight value factor and Role of Personal is the lowest.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEWIRAUSAHAAN DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KABUPATEN BLORA Yengky Imam Susanto; Haryo Santoso; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di bidang Furnitur, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara eksportir furnitur terbesar di dunia. Data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menunjukkan pada tahun 2006 posisi ekspor produk furnitur Indonesia di dunia berada pada peringkat 8. Perkembangan ekspor furnitur Jawa Tengah selama empat tahun berfluktuasi tetapi cenderung menurun dalam pada tahun 2006 hingga 2009, keadaan ini disebabkan oleh krisis global yang terjadi belakangan ini. Di Jawa Tengah terdapat beberapa kabupaten yang menjadi produsen industri furnitur. Salah satunya adalah Kabupaten Blora. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan sehingga dapat diambil kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan industri furnitur di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Blora di pasar nasional dan internasional. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model sebagai tools untuk menguji model konseptual dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan. Namun jumlah populasi yang digunakan pada penelitian ini kecil, sehingga digunakan metode PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan di Klaster industri mebel di pengaruhi oleh variabel yaitu kondisi perusahaan, keberanian mengambil resiko, proaktif, inovasi, dan budaya
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE NASA TLX PADA DEPARTEMEN LOGISTIK PT ABC Ulfa Liani Putri; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.964 KB)

Abstract

Setiap pekerja dalam perusahaan memiliki tugas yang berbeda-beda, dan setiap pekerjaan akan menghasilkan beban kerja tersendiri. Beban kerja merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut harga atau cost dari pencapaian suatu target kegiatan. PT ABC merupakan perusahaan yang memproduksi handphone. Tingginya demand setiap hari membuat pekerja pada departemen logistik tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, sehingga pekerja harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Seringnya lembur memiliki dampak terhadap pekerja, baik secara fisik maupun mental.  Tingkat beban kerja mental yang tinggi akan menimbulkan kelelahan psikis, yang disertai dengan munculnya perasaan lelah, letih, lesu, dan berkurangnya kewaspadaan. Untuk mengetahui besarnya beban kerja mental pegawai pada departemen logistik, dilakukan pengukuran dengan menggunakan metode NASA TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index). Metode ini mengukur 6 dimensi ukuran beban kerja yaitu Mental demand, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Effort dan Frustation Level. Berdasarkan skor yang diperoleh, diketahui bahwa 38,10% karyawan memiliki beban kerja mental yang tinggi, 57,14% memiliki beban kerja mental sedang, dan 4,76% memiliki beban kerja mental ringan. Untuk mengurangi besarnya beban kerja mental yaitu dengan penambahan pekerja terutama helper dan scanner, yang memiliki beban kerja mental paling tinggi. Abstract [Mental Workload Analysis using NASA TLX Method in Logistic Department of PT ABC]. Every worker in company has different task, and each work will produce its own workload. The workload is a term used to refer to the price or cost of achievement of a target activity. PT ABC is a company that manufactures mobile phones. The high demand every day, make the workers in the logistics department can not complete their work according to the schedule, so the workers have to work overtime to complete their work. Frequent overtime have impact on workers, both physically and mentally. The high level of mental workload will cause mental fatigue, accompanied by the emergence of feeling tired, fatigue, lethargy, and decreased alertness. To determine the level of mental workload of employees at the logistics department, measurements using NASA TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) had been held. This method measures 6 dimensions of the workload which are Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Effort and frustation Level. Based on the score obtained, it is known that 38.10% of employees have a high mental workload, 57.14% had moderate mental workload, and 4.76% had mild mental workload. To reduce the level of mental workload, company could increase the number of workers especially helper and scanner, which has the highest mental workload.
PENILAIAN DAN MITIGASI RISIKO BERUPA TINDAKAN PREVENTIF DAN RECOVERY PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL. Reza Ardiyawan; Bambang Purwanggono K; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.302 KB)

Abstract

Industri konstruksi pada umumnya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya karena rumitnya koordinasi berbagai kegiatan. Unsur inti dari keberhasilan proyek adalah untuk memenuhi waktu, biaya, dan kualitas sesuai target. Manajemen risiko merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen proyek. Salah satu proyek konstruksi yang sedang berjalan adalah pembangunan jalan tol Semarang – Batang.  Selama pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, terdapat beberapa risiko kritis yang mengganggu kelancaran proyek seperti cuaca buruk, force majeure, lahan yang belum bebas dan perubahan desain. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis risiko menggunakan metode Relative Importance Index (RII) yang menilai risiko dengan mempertimbangakan bobot probabilitas  dan dampak risiko. Penilaian dilakukan oleh para ahli yang ahli proyek yakni owner, kontraktor, dan konsultan. Selanjutnya mengidentifikasi risiko berdasarkan sebab akibat terjadinya risiko tersebut dengan menggunakan metode bow tie analysis lalu digambarkan ke dalam bow tie diagram terhadap risiko yang tergolong  significant dan high.Selain itu penelitian ini menggunakan Risk Allocation untuk mengetahui pembebanan risiko yang paling tepat tantara owner, kontraktor atau shared. Indikator penilaian risiko menggunakan indikator dari jurnal dan modifikasi  proyek pembangunan jalan tol   dengan 26 risiko dari jurnal serta 2 risiko penambahan dari stakeholder proyek. Dari 28 indikator risiko didapatkan 3 risiko high dan 5 risiko significant untuk dampak terhadap waktu,biaya dan kualitas.  ABSTRACT[RISK ASSESSMENT AND MITIGATION IN THE FORM OF PREVENTIVE AND RECOVERY MEASURES IN TOLL ROAD DEVELOPMENT PROJECTS]. Industrial construction has higher risk than others business in general cause of its difficult coordination. The main point of a success project is coordination about time, cost and quality appropriately.  The risk management is one of main part in project management. One of construction project held is construction of Semarang-Batang Highways.  In the practical its construction, there are some problems that can be some obstacles, such as: the bad weather, force majeure, the deliverance area and the concept changing. Because of those reasons, it is needed to use Relative Importance Index (RII) method that has concept about risk which consider between probability and effect of risk itself in risk analysis activity. The assessment is held by the owner, the contractor, and the consultant by using bow tie analysis which is described by bow tie diagram that shows either the significant and high risk. Hence, the research that using Risk Allocation has a purpose to know the right risk imposition for the owner, the contractor and the consultant. The indicators used are from some journals and modification the highways project which has the 26 risks that form its journals and the 2 risks that are from added by the project stakeholders.  From that assessment, there are 28 indicators that are divided to the 3 high risks and 5 significant risks for time, cost and quality effects
PERBAIKAN TATA LETAK PENEMPATAN BARANG DI WAREHOUSE BENANG MENGGUNAKAN METODE ABC ANALYSIS PADA PT APPAREL ONE INDONESIA SEMARANG Afrizal Eka Rahmadhika; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.777 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT Apparel One Indonesia (AOI), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang garmen dengan memproduksi pakaian olahraga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengusulkan perbaikan pada tata letak penempatan barang di gudang benang dengan menggunakan metode ABC analysis. Hal ini dilakukan karena prinsip penataan barang similarity yang ada saat ini menjadikan barang yang sering digunakan justru terletak cukup jauh dari tempat operator berada. Jenis benang yang disimpan dalam warehouse benang ada Epic, Gramax, Saba C, Seamsoft, Sylco, dan Sabatex dengan ukuran yang berbeda-beda. Metode ABC analysis membagi barang menjadi tiga kelompok yakni kelas A yang paling dekat dengan akses keluar-masuk, kelas B berada diantara kelas A dan C, sedangkan kelas C berada pada area yang paling jauh dari akses keluar-masuk. Metode ABC analysis menjadikan barang-barang yang tingkat pemakaiannya tinggi diletakkan dekat dengan dimana operator berada. Hasil dari penerapan metode ABC analysis ini dapat menambah kapasitas gudang menjadi 402 slot kotak yang awalnya 399 slot kotak dengan maksimal tujuh tumpukan dan dapat meminimasi jarak perpindahan operator sampai sebanyak 8,9 meter.   ABSTRACT [Layout Improvement in the Placement of Goods in Warehouse of Thread Using ABC Analysis Method in PT Apparel One Indonesia Semarang]. This research was conducted at PT Apparel One Indonesia (AOI), a company engaged in the manufacture sportswear garments. The aim of this study was to propose improvements to the layout of the placement of goods in the warehouse of thread using the ABC method of analysis. This is done because the structuring principle of similarity of goods that exist today make frequently used items actually located quite far from where the operator is located. Type of thread stored in warehouses there are Epic, Gramax, Saba C, Seamsoft, Sylco, and Sabatex with different sizes. Methods ABC analysis divides items into three groups, namely class A closest to the access in and out of, class B is between class A and C, while class C is at the most distant areas of access in and out. ABC method of analysis makes the goods of high usage level is placed close to where the operator is located. Results of the application on this ABC analysis method can increase warehouse capacity to 402 slots were originally 399 slot box with a maximum of seven stacks of boxes and can minimize the displacement distance operator up as much as 8.9 meters.
EVALUASI DAMPAK PROSES PRODUKSI DAN PENGOLAHAN LIMBAH MINUMAN ISOTONIK MIZONE TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Simon Pieter Hamonangan; Naniek Utami Handayani; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.632 KB)

Abstract

Pertumbuhan industri terjadi secara global termasuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, salah satu industri yang bertumbuh dan berkembang pesat adalah industri minuman ringan khususnya minuman isotonik. Industri minuman isotonik di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat sejak tahun 2011, bahkan merupakan pertumbuhan tertinggi di golongan minuman ringan. Perkembangan industri ini selain membawa dampak positif namun juga membawa dampak negatif bagi lingkungan, baik dari emisi yang ditimbulkan maupun penggunaan energi. Mizone merupakan produk minuman isotonik terpopuler kedua di Indonesia, selain itu pabrik yang menjadi objek penelitian juga merupakan pabrik Danone-Aqua terbesar di Indonesia, kedua hal ini membuat Mizone pada PT Tirta Investama Klaten menjadi objek penelitian dengan harapan penelitian ini mampu merepresentasikan produk sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proses produksi dan proses pengolahan limbah Mizone, kemudian menganalisa dampak-dampak lingkungan tersebut, lalu memberikan rekomendasi yang sesuai dengan permasalahan yang ada sehingga dampak lingkungan dapat diminimalisir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan menggunakan database EDIP/UMIP 97 dan software SimaPro dalam perhitungannya. Setelah perhitungan LCA dilakukan, kemudian didapatkan hasil bahwa proses produksi Mizone menghasilkan dampak lingkungan terbesar yaitu pencemaran air dan tanah, sedangkan proses pengolahan limbah Mizone menghasilkan dampak lingkungan terbesar yaitu pencemaran tanah dan pemanasan global. Abstract Environmental Impact evaluation of isotonic drink “Mizone” production and waste treatment process using Life Cycle Assessment method, Industrial growth occurs globally, including in developing countries like Indonesia. In Indonesia, one of the industry that is growing and developing rapidly is the soft drink industry, especially isotonic drinks. Isotonic drinks industry in Indonesia has grown rapidly since 2011, which is the highest growth in the soft drinks category. The growth of this industry in addition to a positive impact, but also has negative impacts on the environment, both from the emissions generated and energy use. Mizone is the second most popular isotonic drink in Indonesia, in addition the factory located on Klaten that becomes the object of research is also the biggest-Aqua Danone factory in Indonesia, both of these things make Mizone on PT Tirta Investama Klaten became the object of research in hope that this study could represent a similar product. This study aims to identify the environmental impacts caused by the production process and waste treatment process Mizone, then analyze the environmental impacts and provide recommendations in accordance with the existing problems so that environmental impacts can be minimized. The method used in this study is the Life Cycle Assessment (LCA) using EDIP/UMIP 97 database and SimaPro software in its calculations. Once the LCA calculations done, then showed that the production process of Mizone generate the greatest environmental impact is pollution of water and soil, while the waste water treatment process of Mizone generate the greatest environmental impact that soil pollution and global warming
Co-Authors AAS Manik Mahachandra Adyatama, Arga Afdi, Zihramna Afriyanti, Veronica Desy Afrizal Eka Rahmadhika Agus Tri Wibowo Ahmad Ihsani Alam, Sairul Anggun Nindy Fatliana Anindyka Lamhot Edward Manullang Annisa Ratna Hapsari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Arjuna Josua Bungaran Sihombing Aro Namalo L Raja Artawidia, I Dewa Putu Aditya Rai Ary Arvianto Asri Rachmawati Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Bedietra Adriz Rachmania Christiani, Skolastika D. K. Dede Surya Pamungkas Dewi, Nadia Cynthia Diana Puspita Sari Diana Puspita Sari Dyah Aisyah Putri, Dyah Aisyah Dyah Ika Rinawati Dzaky, Jaysyu Muhammad Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Fachry Abda El Rahman Fadhlandi Naufan Zharfano Ghabyanza Diah Pitaloka Gifari, Akbar Romadhona Haneka Ari Wibowo Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Haryo Santoso Heldy Juliana Heldy Juliana, Heldy Hermansyah, Muhammad Saddam Akbar Herry Suliantoro Hertanto, Stefanus Kris Heru Prastawa Heru Prastawa Hery Suliantoro Irawan, Dhindi Oxiana Krisnanto Krisnanto Laila Isnaina Fatimah M. Agung Wibowo M. Mujiya Ulkhaq Manik Mahacandra Manik Mahachandra Misykatul Haq Fithriana Mochamad Agung Wibowo Mochammad Agung Wibowo Moh Nur Sholeh Mudinillah, Adam Muhammad Fachrurozi Muhammad Fauzan Marantama Raharjo Munandar, Muhamad Gandhi Aris Nirmalasari, Abra Duhita Noer Abyor Handayani NURUL MIRANDA, NURUL Octavia Putri Winey Oky Kurniawan Ovy Ayuning Nareswari Pangaribuan, Bonita Melinda Pradani, Marta Vianindea Wahyu Pratiwi, Icha Putri Prima Andidya Jati Purnawan Adi W Purnawan Adi Wicaksono Puspitasari, Finatiyani Mei Putra, Aldino Raihansyah Rachmadhani, Almira Puan Rahmad Agustian Tambunan Rahmat, Tri Okta Rajagukguk, Doly Satria Randy Maulana Nasir Rani Rumita Ratna Purwaningsih Rejeki, Putri Agustina Sri Reza Ardiyawan Reza Trianto Saputra, Ihfadz Lucky Alfa Satria, Yoga Satrio Arifianto Seno Aji Nugroho Setyanto, Nugraha Putra Simamora, Sandy J. H. Simon Pieter Hamonangan Singgih Saptadi Sri Hartini Hartini Sri Lestari Sriyanto Sriyanto Stellya Veronica Renaldi Sulardjaka Sulardjaka Susatyo Nugroho W.P. Tri Wibowo, Agus Trianto, Reza Triyono Triyono Ulfa Liani Putri Utaminingsih Linarti, Utaminingsih Yengky Imam Susanto Yengky Imam Susanto Yoel Santo Andrianus Sormin Yulius Pradana Setyawan P Yusuf Widharto Zekben S, Meikel