Claim Missing Document
Check
Articles

“Batik” Industry Wastewater Treatment via Coagulation-Flocculation Process and Adsorption Using Teak Sawdust Based Activated Carbon Handayani, Prima Astuti; Cholifah, Umi; Ulviana, Ria; Chafidz, Achmad
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 8, No 1 (2019): June 2019 [Nationally Accredited - Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v8i1.20144

Abstract

Untreated wastewater of Batik industry can pollute the environment because it contains metal compound, COD, BOD, which are higher than the allowable values. Therefore, a treatment of this wastewater prior discharging to water stream (i.e. river) is very important. This research aims to investigate the use of Teak sawdust as activated carbon, and also the effect of adsorbent concentration, adsorption contact time, as well as coagulation-flocculation-adsorption sequencing process to the level of COD, BOD, and Zn in Batik wastewater. The Batik wastewater used for this research obtained from Batik industry in Rembang, which mostly used naphtol as the coloring agent. The wastewater was initially treated by coagulation-flocculation process, followed by adsorption process. The coagulant-flocculant used in this research was 1 g/L of alum and 3 g/L of lime. Whereas, the adsorbent used was activated carbon made from Teak sawdust with variation of concentrations: 10, 16, 23, and 26 g/L. Whereas, the adsorption contact times were 20, 40, 100, 160, and 220 minutes. The results showed that the coagulation-flocculation process was able to decrease the levels of COD, BOD, and Zn by 73.28%, 73.62%, and 79.21% respectively. Additionally, the adsorption process by activated carbon also further decreased the levels of COD, BOD, and Zn significantly. Based on the results, the optimum concentration of activated that gave the best result was 26 g/L with 220 minutes contact time. Overall, the combination of coagulation-flocculation and adsorption sequencing process was able to decrease the level of COD, BOD, and Zn up to 96.69%, 96.90%, and 91.90% respectively.
PENINGKATAN KUALITAS MINYAK DAUN CENGKEH DENGAN METODE ADSORBSI Handayani, Prima Astuti; Rengga, Wara Dyah Pita
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5523

Abstract

Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin minyak atsiri belum benar, sehingga minyak atsiri yang dihasilkan berkualitas crude. Minyak terlihat gelap kehijauan akibat kontaminasi logam Fe dan Cu. Adanya bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, menyebabkan harga jual turun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter-parameter yang mempengaruhi proses adsorbsi pada pemurnian minyak daun cengkeh. Pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama aktivasi bentonit dengan asam sulfat selama 24 jam, kemudian disaring, dicuci dan dikeringkan. Tahap kedua adalah pemurnian minyak cengkeh crude dengan menambahkan bentonit teraktivasi, diaduk, dipisahkan filtrat dan rafinatnya Dari hasil penelitian diperoleh semakin besar konsentrasi asam sulfat (0,4–2,0M) maka luas permukaan spesifik bentonit semakin meningkat dan optimum pada 1,2M.. Semakin tinggi suhu pemanasan bentonit teraktivasi (100-200oC), luas muka spesifik bentonit semakin meningkat. Kesetimbangan adsorbsi dicapai pada waktu adsorbsi 1 jam dan volume minyak cengkeh dengan berat adsorbat optimum pada volume 20 ml/gram adsorben.
POLIMERISASI AKRILAMID DENGAN METODE MIXEDSOLVENT PRECIPITATION DALAM PELARUT ETANOL-AIR Handayani, Prima Astuti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.340

Abstract

Polimerisasi akrilamid dengan mekanisme radikal bebas menggunakanmetode pengendapan merupakan reaksi polimerisasi adisi. Polimer mempunyai beratmolekul yang tinggi, larut dalam air dan dapat menaikan viskositas air, sehinggapolimer ini digunakan pada proses Enhanced Oil Recovery (EOR). Penelitian inibertujuan mempelajari variabel yang mempengaruhi reaksi polimerisasi dan beratmolekul polimer yang dihasilkan. Polimerisasi akrilamid dilakukan didalam reaktorbatch, pelarut etanol dimasukkan ke dalam reaktor dan dipanaskan sampai mencapaisuhu tertentu kemudian ditambahkan inisiator kalium persulfat. Suhu dan kecepatanpengadukan selama proses dijaga tetap. Cuplikan diambil selang 15 menit dalamwaktu 90 menit dan dianalisis dengan metode gravimetri. Peubah yang dipelajarimeliputi suhu dan konsentrasi monomer. Berdasarkan hasil penelitian, diperolehbahwa reaksi polimerisasi akrilamid dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi monomer.Pada kisaran peubah suhu 40-70oC, diperoleh berat molekul rata-rata polimer 87987,2– 154885,6 gr/mol. Dan pada konsentrasi monomer 10-25 gr dalam 200 ml pelarutdiperoleh berat molekul rata-rata polimer 101738,1 – 189926,7 gr/mol.Kata kunci : polimerisasi, akrilamid, adisi, poliakrilamid
Isopropyl Alcohol Purification through Extractive Distillation using Glycerol as an Entrainer: Technical Performances Simulation and Design Hartanto, Dhoni; Handayani, Prima Astuti; Sutrisno, Akhmad; Anugrahani, Viona Widya; Mustain, Asalil; Khoiroh, Ianatul
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 8, No 2 (2019): December 2019 [Nationally Accredited - Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v8i2.23477

Abstract

Isopropyl alcohol is widely used as industrial chemical intermediates and common solvents in households, pharmaceuticals, food, cosmetics, and medical purposes. The high purity of isopropyl alcohol requires special separation from its impurity i.e. water due to isopropyl alcohol and water form an azeotropic point, which is difficult to separate using a conventional distillation method. The azeotropic point of this mixture is at isopropyl alcohol mole fraction of 0.68 and temperature of 353.4 K. One of the optimum methods to separate an azeotrope point is through the extractive distillation which use a third component as a solvent. Glycerol is one of the solvents which can be used as a potential entrainer in the extractive distillation. Glycerol is produced in the biodiesel production as a by-product. Moreover, glycerol is an eco-friendly chemical. In this work, the simulation of the extractive distillation of isopropyl alcohol/water system with glycerol as an entrainer was simulated using Aspen Plus. The Non-Random Two-Liquid (NRTL) model was used as thermodynamic model in the simulation.  The effect of stage number, binary feed stage, entrainer feed stage, and reflux ratio to the purity of isopropyl alcohol, and reboiler-condenser duties were examined to achieve the optimum design for the extractive distillation column with less energy requirements. The simulation results showed that the optimum configurations in the extractive distillation column design are at 25 theoretical stages, binary feed stage (BFS) of 20, entrainer feed stage (EFS) of 2, and reflux ratio (RR) of 0.5 to produce isopropyl alcohol with the purity of 99.27%. The design and sizing of the extractive distillation column were also proposed in this work.
Pemungutan tanin propagul mangrove (rhizopora mucronata) dengan pelarut etanol dan aquades sebagai zat warna alami menggunakan metode microwave assisted extraction Handayani, Prima Astuti; Ramadani, Nur Salsabillah; Kartika, Dewi
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17366

Abstract

Limbah propagul mangrove merupakan salah satu limbah biomasa yang memiliki sifat cepat membusuk sehingga dapat mencemari lingkungan. Propagul mangrove mengandung senyawa tanin sebesar 30,43% sehingga berpotensi sebagai pewarna alami pada batik namun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu. tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil zat tanin dari propagul mangrove secara optimal dengan membandingkan pengaruh jenis pelarut etanol dan pelarut aquades terhadap rendemen zat warna propagul. Teknologi yang tepat untuk pengambilan tanin dari propagul mangrove adalah menggunakan proses ekstraksi dengan metode microwave assisted extraction (MAE). Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi rasio bahan-pelarut, jenis pelarut, suhu ekstraksi dan waktu ekstraksi yang bertujuan untuk memaksimalkan rendemen tanin yang diperoleh. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol dan aquades sebanyak 250 mL. Selain rendemen, hasil ekstraksi juga dianalisis dengan FT-IR untuk menganalisis adanya tanin yang terkandung dalam zat warna. Hasil penelitian diperoleh rendemen optimum dari pelarut etanol sebesar 27,5%, pada rasio bahan dan pelarut 0,04 gr/ml, waktu ekstraksi 30 menit dan suhu 60oC sedangkan pelarut aquades menghasilkan rendemen tanin sebesar 22,7% pada rasio bahan dan pelarut 0,04 gr/ml, waktu ekstraksi 30 menit dan suhu 80oC. Analisis FT-IR ekstrak tanin dari propagul mangrove dengan pelarut etanol dan aquades menunjukan adanya gugus hidroksil (O-H), gugus (C-H), gugus karbonil (C=O),  gugus C-O, gugus C-C, dan gugus C=C.
Tin (II) Chloride Catalyzed Esterification of High FFA Jatropha Oil: Experimental and Kinetics Study Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Handayani, Prima Astuti; Rochmadi, Rochmadi; Purwono, Suryo; Budiman, Arief
International Journal of Renewable Energy Development Vol 3, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.3.2.75-81

Abstract

Biodiesel is one of the promising energy source alternatives to fossil fuel. To produce biodiesel in a more economical way, the employment of the low-cost feed stocks, such as non-edible oils with high free fatty acid (FFA), is necessary. Accordingly, the esterification reaction of FFA in vegetable oils plays an important role in the biodiesel production. In this work, esterification of FFA contained in Crude Jatropha Oil (CJO) in the presence of tin (II) chloride catalyst in a batch reactor has been carried out. The esterification reaction was conducted using methanol at the temperature of 40-60 °C for 4 hours. The effect of molar ratio of methanol to oil was studied in the range 15:1 to 120:1. The influence of catalyst loading was investigated in the range of 2.5 to 15% w/w oil. The optimum reaction conversion was obtained at 60 °C with the catalyst loading of 10% w/w oil and molar ratio of methanol to oil of 120:1. A pseudo-homogeneous reversible second order kinetic model for describing the esterification of FFA contained in CJO with methanol over tin (II) chloride catalyst was developed based on the experimental data. The kinetic model can fit the data very well.
Peningkatan Kesejahteraan Perajin Batik Tulis Melalui Penerapan Teknologi Pemungutan Zat Warna Alam Handayani, Prima Astuti; Widyastuti, Catur Rini; Setiawan, Adhi
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i2.10311

Abstract

Seiring kemajuan teknologi zat warna alam tergeser oleh keberadaan zat warna sintetis. Penggunaan zat warna alam masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada pembatikan. Kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, tidak bersifat karsiogenik, ramah lingkungan serta berkesan etnik dan eksklusif. Zat warna alam coklat untuk pewarnaan batik dapat diperoleh dari kulit soga tingi melalui proses ekstraksi dengan pelarut etanol. Tujuan spesifik dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah perajin batik Desa Pandan Kabupaten Rembang mampu membuat zat warna batik dari alam, untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang dilakukan meliputi metode ceramah mengenai pembuatan zat warna; metode praktek tentang proses pembuatan zat warna dari kulit soga tingi; metode tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu menerima atau terlibat dalam kegiatan, dan evaluasi untuk memperoleh gambaran penafsiran dan analisis untuk memperoleh simpulan dari semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan.
PENINGKATA NILAI TAMBAH JAGUNG MELALUI PENGOLAHAN HASIL PANEN MENJADI PRODUK YANG MEMPUNYAI NILAI EKONOMIS Handayani, Prima Astuti; Paramita, Oktavianti; Triwibowo, Bayu
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v15i2.12589

Abstract

Hasil panen jagung di Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Purwodadi belum dapat memanfaatkan secara maksimal. Jagung hasil panen dalam bentuk pripilan kering dijual kepada tengkulak dengan harga relatif rendah. Masyarakat Desa Kejawan merupakan masyarakat yang belum produktif secara ekonomi. Pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan  jagung  menjadi  produk  makanandan  briket  masih  rendah.  Jagung  merupakan  bahan makanan yang sangat potensi untuk diolah menjadi berbagai produk makanan. Masyarakat  sangat  membutuhkan  pengetahuan  dan  ketrampilan,  untuk  menjadi  masyarakat  produktif dan dapat menambah pendapatan keluarga. Melalui Kelompok PKK di Desa Kejawan, tim pengabdi Universitas Negeri Semarang memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat yaitu pengolahan jagung menjadi Kripik Tortila dan limbah bonggol jagung menjadi briket. Tujuan spesifik dari kegiatan IbM ini adalah mitra mampu melakukan pengolahan jagung menjadi produk makanan dan mampu mengolah limbah bonggol jagung menjadi bahan bakar alternatif yaitu briket. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai ekonomis dari jagung dan meningkatkan kesejahteraan kelompok PKK di desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat IbM ini bahwa mitra Kelompok PKK RT 01 dan RT04 Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan dapat melakukan proses pengolahan hasil panen jagung menjadi produk olahan makanan seperti Kripik tortilla, Egg roll dan corn cheese stick serta dapat mengolah limbah jagung menjadi bahan bakar alternatif yaitu briket. Selain itu mitra juga dapat melakukan pengemasan dan pemasaran produk. Hasil analisis ekonomi terhadap rasio nilai tambah produk adalah Kripik Tortila 78,14%, Stick jagung 63,96%, Egg Roll 94,56% dan Briket 74,36%. Jagung dengan diolah menjadi produk olahan makanan dan briket mempunyai ratio nilai tambah yang tinggi yaitu diatas 40%. Sehingga dengan diolahnya hasil panen jagung menjadi produk makanan dan briket dapat meningkatkan pendapatan dan ke- sejahteraan masyarakat Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN MINYAK CENGKEH DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Handayani, Prima Astuti; Rengga, Wara Dyah Pita; Widayat, Widi
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i1.10331

Abstract

Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin minyak cengkeh di Kecamatan Ungaran Barat belum baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan masih berkualitas crude. Minyak yang dihasilkan terlihat gelap dan berwarna kehitaman sedikit kehijauan akibat kontaminasi logam Fe dan Cu, yang akan berpengaruh terhadap sifat fisika kimia minyak. Adanya bahan-bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, yang menyebabkan harga jual minyak cengkeh turun. Permasalahan yang ada adalah kualitas produk berwarna kehitaman sehingga diperlukan teknik pemurnian untuk menghasilkan minyak cengkeh murni serta pengetahuan pengrajin minyak cengkeh perlu ditingkatkan mengenai teknik pengolahan minyak cengkeh. Tujuan spesifik kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini adalah pengrajin minyak cengkeh dapat memproduksi minyak cengkeh dengan kualitas murni (purified) melalui perbaikan dari alat suling yang digunakan dan melalui pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui peningkatan nilai jual dari minyak cengkeh yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pengrajin minyak cengkeh dapat memproduksi minyak cengkeh murni (purified) melalui teknik penyulingan yang benar dan melalui proses pemurnian dengan metode adsorbsi. Perlu dilakukan inovasi dan kreativitas bahan atsiri yang akan disuling sehingga akan meningkatkan produktivitas.
PENINGKATA NILAI TAMBAH JAGUNG MELALUI PENGOLAHAN HASIL PANEN MENJADI PRODUK YANG MEMPUNYAI NILAI EKONOMIS Handayani, Prima Astuti; Paramita, Oktavianti; Triwibowo, Bayu
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v15i2.12589

Abstract

Hasil panen jagung di Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Purwodadi belum dapat memanfaatkan secara maksimal. Jagung hasil panen dalam bentuk pripilan kering dijual kepada tengkulak dengan harga relatif rendah. Masyarakat Desa Kejawan merupakan masyarakat yang belum produktif secara ekonomi. Pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan  jagung  menjadi  produk  makanandan  briket  masih  rendah.  Jagung  merupakan  bahan makanan yang sangat potensi untuk diolah menjadi berbagai produk makanan. Masyarakat  sangat  membutuhkan  pengetahuan  dan  ketrampilan,  untuk  menjadi  masyarakat  produktif dan dapat menambah pendapatan keluarga. Melalui Kelompok PKK di Desa Kejawan, tim pengabdi Universitas Negeri Semarang memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat yaitu pengolahan jagung menjadi Kripik Tortila dan limbah bonggol jagung menjadi briket. Tujuan spesifik dari kegiatan IbM ini adalah mitra mampu melakukan pengolahan jagung menjadi produk makanan dan mampu mengolah limbah bonggol jagung menjadi bahan bakar alternatif yaitu briket. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai ekonomis dari jagung dan meningkatkan kesejahteraan kelompok PKK di desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat IbM ini bahwa mitra Kelompok PKK RT 01 dan RT04 Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan dapat melakukan proses pengolahan hasil panen jagung menjadi produk olahan makanan seperti Kripik tortilla, Egg roll dan corn cheese stick serta dapat mengolah limbah jagung menjadi bahan bakar alternatif yaitu briket. Selain itu mitra juga dapat melakukan pengemasan dan pemasaran produk. Hasil analisis ekonomi terhadap rasio nilai tambah produk adalah Kripik Tortila 78,14%, Stick jagung 63,96%, Egg Roll 94,56% dan Briket 74,36%. Jagung dengan diolah menjadi produk olahan makanan dan briket mempunyai ratio nilai tambah yang tinggi yaitu diatas 40%. Sehingga dengan diolahnya hasil panen jagung menjadi produk makanan dan briket dapat meningkatkan pendapatan dan ke- sejahteraan masyarakat Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.
Co-Authors A Abdullah A. Amar Mualimin Adhi Setiawan Aditya Maulana Aditya Maulana, Aditya Afifah Ritmadanti Agung Ari Wibowo Agung Feinnudin Agung Feinnudin Amar Mualimin, A. Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andriyani, Ririn Anugrahani, Viona Widya Ari Dwi Nur Indriawan Musyono Arief Budiman Arini, Gusti Ayu Asalil Mustain Asri Rahmawati Asri, Sarwi Bahlawan, Zuhriyan Ash Shiddieqy Barita, Asyera Dewi Bayu Triwibowo Catur Rini Widyastuti, Catur Rini Chafidz, Achmad Dewantara, Muhammad Zhafran Dewi Kartika Dhoni Hartanto Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Djuniadi Djuniadi Eko Nurjanah, Eko Eqi Rosyana Juniarti Feddy Setio Pribadi Galih Muhammad Falefi H Hadiyanto Hadikawuryan, Danang Subarkah Hanif Hidayat Harianingsih, Harianingsih Haryanto, Rohadi Hesmita Wijayanti, Hesmita Heti Nurcahyanti Hibatullah, Ridwan Dani Husaen, Paisal Ichwan, Rizky Imani, Nadya Alfa Cahaya Indra Sakti Pangestu Isnina Noor Ubay Ivon Maulana Jannah, Reni Ainun Juniarti, Eqi Rosyana Khoiroh, Ianatul Kun, Stefania Orance Laila, Rachma Akmila Lestari, Yanesti Nur Avianda Maftukhaturrizqiyah, Maftukhaturrizqiyah Maharani Kusumaningrum Masni Maksiola Maulana, Ivon Mohamad Fiqih Sa'ari Muhammad Hadi Muhammad Zhafran Dewantara Mursit, R. Ambar Kuntoro Nada, Athiya Rihadatul ‘Aisy Qothrun Najiah, Siti Thoifatun Nanggala, Pragusti Lintang Adhi Nindita, Ariana Eka Notoatmojo, Notoatmojo Novitas, Hapipah Nanda Nurcahyanti, Heti Nurjanah, Eko Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Paramita, Oktavianti Pikrihaikal, Tedhy Pradnya, Irene Nindita Purwana, Yulian Candra Putri, Melinia Rahmahani Putri, Silvia Nouvelia Rachmadi, Moch Faizal Rahmah, Aisyah Khalimatur Rahmawati, Asri Raihan Madanii Ramadani, Nur Salsabillah Ratna Dewi Kusumaningtyas Ria Wulansarie, Ria Rikardo, Yanuar Riza Mazidu Sholihin Rochmadi Rochmadi Rusiyanto Rusiyanto, Rusiyanto Salsabila, Anida Saputra, Harius Eko Sarwi Asri Sarwi Asri Savira Rinda Erliana Sawiji, Kurnia Ayu Setiawan Sariyoga, Setiawan Siti Nurrohmah Siti Thoifatun Najiah Sri Handayani Sri Kadarwati Sri Kadarwati Suryo Purwono Sutrisno, Akhmad Ulfayanti, Isna Mardya Ulviana, Ria Umi Cholifah Wara Dyah Pita Rengga Widhi Mahatmanti Widhi Mahatmanti Widi Astuti Widi Widayat Wijayanti, Hesmita Wijayanti, Reni Titis Wikandaru, Achmad Wulansari, Durroti Zuhriah Yuni Permata Sari, Yuni Permata