Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN MINYAK CENGKEH DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Handayani, Prima Astuti; Rengga, Wara Dyah Pita; Widayat, Widi
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i1.10331

Abstract

Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin minyak cengkeh di Kecamatan Ungaran Barat belum baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan masih berkualitas crude. Minyak yang dihasilkan terlihat gelap dan berwarna kehitaman sedikit kehijauan akibat kontaminasi logam Fe dan Cu, yang akan berpengaruh terhadap sifat fisika kimia minyak. Adanya bahan-bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, yang menyebabkan harga jual minyak cengkeh turun. Permasalahan yang ada adalah kualitas produk berwarna kehitaman sehingga diperlukan teknik pemurnian untuk menghasilkan minyak cengkeh murni serta pengetahuan pengrajin minyak cengkeh perlu ditingkatkan mengenai teknik pengolahan minyak cengkeh. Tujuan spesifik kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini adalah pengrajin minyak cengkeh dapat memproduksi minyak cengkeh dengan kualitas murni (purified) melalui perbaikan dari alat suling yang digunakan dan melalui pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui peningkatan nilai jual dari minyak cengkeh yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pengrajin minyak cengkeh dapat memproduksi minyak cengkeh murni (purified) melalui teknik penyulingan yang benar dan melalui proses pemurnian dengan metode adsorbsi. Perlu dilakukan inovasi dan kreativitas bahan atsiri yang akan disuling sehingga akan meningkatkan produktivitas.
Peningkatan Kesejahteraan Perajin Batik Tulis Melalui Penerapan Teknologi Pemungutan Zat Warna Alam Handayani, Prima Astuti; Widyastuti, Catur Rini; Setiawan, Adhi
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i2.10311

Abstract

Seiring kemajuan teknologi zat warna alam tergeser oleh keberadaan zat warna sintetis. Penggunaan zat warna alam masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada pembatikan. Kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, tidak bersifat karsiogenik, ramah lingkungan serta berkesan etnik dan eksklusif. Zat warna alam coklat untuk pewarnaan batik dapat diperoleh dari kulit soga tingi melalui proses ekstraksi dengan pelarut etanol. Tujuan spesifik dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah perajin batik Desa Pandan Kabupaten Rembang mampu membuat zat warna batik dari alam, untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang dilakukan meliputi metode ceramah mengenai pembuatan zat warna; metode praktek tentang proses pembuatan zat warna dari kulit soga tingi; metode tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu menerima atau terlibat dalam kegiatan, dan evaluasi untuk memperoleh gambaran penafsiran dan analisis untuk memperoleh simpulan dari semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan.
PENINGKATAN NILAI JUAL SINGKONG MENJADI KUE TINGGI PROTEIN DENGAN METODE FERMENTASI BAGI MASYARAKAT DESA SARIREJO Zuhriyan Ash Shiddieqy Bahlawan; Prima Astuti Handayani; Dhoni Hartanto; Ria Wulansarie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2022): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v5i1.1329

Abstract

ABSTRACTThe majority of the population of Sarirejo Village, District Kaliwungu, work as farmers, and most of the land is planted with cassava plants. Harvested cassava is usually only sold directly to middlemen at low prices. It is necessary to process cassava into food products with high selling value. In this case, the community really needs knowledge and skills, so that the community becomes productive and can increase the income of the community in Sarirejo Village. The purpose of this community service activity is to provide training to the Dasawisma Group, Sarirejo Village, Kaliwungu District on processing cassava into high-protein steamed brownies made from modified cassava flour. The method used in the training is the brownie production process using cassava flour with modified fermentation. Modified cassava flour has better nutritional value. In addition, the production process also requires less labor, shorter time, and produces quality products. Activities include training, practice, and evaluation. Socialization material about the importance of processing cassava into food products that will increase the selling value of cassava and the practice of making steamed brownies to packaging products that are worth selling. Furthermore, mentoring was carried out to the dasawisma group independently so that they could produce steamed brownies and marketing them.Keywords: Cassava, modified flour, fermentation, brownies ABSTRAKMayoritas penduduk Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu berprofesi sebagai petani dan sebagian besar lahannya ditanami dengan tanaman singkong. Singkong hasil panen biasanya hanya dijual langsung kepada tengkulak dengan harga murah. Perlu adanya pengolahan singkong menjadi produk makanan dengan nilai yang lebih ekonomis. Untuk pengembangan nilai bahan ini, masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, agar menjadi lebih produktif dan dapat menambah pendapatan masyarakat di Desa Sarirejo. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada Kelompok dasawisma Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu tentang pengolahan singkong menjadi kue brownies kukus tinggi protein berbahan tepung singkong termodifikasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan dengan proses produksi brownies menggunakan tepung singkong dengan modifikasi fermentasi. Tepung singkong yang telah dimodifikasi memiliki nilai nutrisi yang lebih baik. Selain itu, proses produksi hanya memerlukan tenaga kerja yang relatif sedikit, waktu pemrosesan yang lebih pendek dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kegiatan meliputi pelatihan, praktik, dan evaluasi. Materi sosialisasi mengenai pentingnya pengolahan singkong menjadi produk makanan yang akan meningkatkan nilai jual dari singkong dan praktek pembuatan brownies kukus sampai dengan pengemasan produk layak jual. Selanjutnya dilakukan pendampingan sampai kelompok dasawisma secara mandiri sehingga dapat menghasilkan produk brownies kukus dan pemasarannya.Kata Kunci: Singkong, modifikasi tepung, fermentasi, brownies
Biodiesel Production from Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Oil using Ionic Liquid as A Catalyst and Microwave Heating System Prima Astuti Handayani; Abdullah Abdullah; Hadiyanto Hadiyanto
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2017: BCREC Volume 12 Issue 2 Year 2017 (August 2017)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.12.2.807.293-298

Abstract

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) is a typical Indonesian plant. Its seed contains abundant inedible oil, and therefore it is potential for biodiesel feedstock. The current issues of biodiesel are longer  reaction time of oil to biodiesel through transesterification reaction and lower biodiesel yield due to ineffective use of a homogenous catalyst. This work was aimed to use an ionic liquid as a catalyst and equipped with microwave heating as the heating system in order to increase the biodiesel yield and accelerate the process. Effects of the catalyst concentration and power of microwave irradiation to the biodiesel yield were studied. The ionic liquid of 1-butyl-3-methylimidazolium hydrogen sulfate (BMIMHSO4) was used as a catalyst. The results showed that the highest biodiesel yield was achieved of 92.81% which was catalyzed by IL0.5NaOH0.5 (0.5 wt.% (BMIMHSO4) + 0.5 wt.% NaOH) with a methanol-to-oil molar ratio of 9, a reaction time of 6 minutes, and the microwave temperature was 60 °C. 
Kinetic Study on Catalytic Cracking of Rubber Seed (Hevea brasiliensis) Oil to Liquid Fuels Wara Dyah Pita Rengga; Prima Astuti Handayani; Sri Kadarwati; Agung Feinnudin
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2015: BCREC Volume 10 Issue 1 Year 2015 (April 2015)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.10.1.5852.50-60

Abstract

Reaction kinetics of catalytic cracking of rubber seed oil to liquid fuels has been investigated. The reac-tion was performed with sulfuric acid as catalyst at temperatures of 350-450 oC and the ratio of oil-catalyst of 0-2 wt.% for 30-90 minutes. Kinetics was studied using the model of 6-lump parameters. The parameters were rubber seed oil, gasoline, kerosene, diesel, gas, and coke. Analysis of experimen-tal data using regression models to obtain reaction rate constants. Activation energies and pre-exponential factors were then calculated based on the Arrhenius equation. The simulation result illus-trated that the six-lump kinetic model can well predict the product yields of rubber seed oil catalytic cracking. The product has high selectivity for gasoline fraction as liquid fuel and the smallest amount of coke. The constant indicates that secondary reactions occurred in diesel products compared to gaso-line and kerosene. The predicted results indicate that catalytic cracking of rubber seed oil had better be conducted at 450 oC for 90 minutes using 0.5 wt.% catalyst. © 2015 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)
Extractive Distillation of Ethanol/Water with 1-Butyl-3-Methylimidazolium Bromide Ionic Liquid as a Separating Agent: Process Simulation Hartanto, Dhoni; Handayani, Prima Astuti; Astuti, Widi; Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Purwana, Yulian Candra; Maftukhaturrizqiyah, Maftukhaturrizqiyah; Wijayanti, Reni Titis; Wulansari, Durroti Zuhriah; Wulansarie, Ria; Pradnya, Irene Nindita; Hadikawuryan, Danang Subarkah; Wibowo, Agung Ari; Sholihin, Riza Mazidu; Chafidz, Achmad; Khoiroh, Ianatul
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 23, No 3 (2023)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajche.72250

Abstract

Ethanol purification has become of great interest recently because ethanol can be used as renewable energy, solvent in many industries, and for medicinal purposes. The separation of ethanol from water is challenging because the azeotropic point has appeared in this binary mixture. Extractive distillation technology is one of the most interesting methods to separate ethanol from water due to the competitiveness of its energy consumption and capital investment costs. Ionic liquids such as 1-butyl-3-methylimidazolium bromide [BMIM] [Br], categorized as a green solvent, produce a significant salting-out effect in the ethanol-water system. This makes ionic liquid a promising solvent in ethanol-water separation. This study simulated the extractive distillation of an ethanol-water system with 1-butyl-3-methylimidazolium bromide as a solvent. The simulation and sensitivity analysis were performed on the Aspen Plus Process Simulator to obtain the optimum configuration. The NRTL thermodynamic model was used in this study. The effects of the number of stages (NS), binary feed stage (BFS), entrainer feed stage (EFS), and reflux ratio (RR) on the ethanol concentration with minimum energy requirements were studied. The most optimal configurations to produce a high ethanol concentration with less energy are NS 28, BFS 22, EFS 4, and RR 1.5.
PENINGKATAN PRODUKSI BATIK TULIS LASEM MELALUI PERBAIKAN KUALITAS DAN KAPASITAS KETEL PADA PROSES PEWARNAAN Handayani, Prima Astuti; Hartanto, Dhoni; Nurrohmah, Siti
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v5i1.8753

Abstract

Batik tulis merupakan produk kerajinan tangan yang merupakan warisan budaya Indonesia. Kecamatan Pancur merupakan daerah sentra perajin Batik Tulis Khas Lasem. Di daerah ini terdapat kelompok perajin Rosyta Batik dan Batik Mulya Jaya yang berpotensi untuk mengembangkan produk unggulan daerah ini. Kedua mitra memliki permasalahan yang sama yaitu ketel untuk proses nglorot dan fiksasi masih terbuat dari besi (drum bekas), sehingga kapasitasnya kecil dan menghasilkan limbah logam berat Zn. Melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), permasalahan dari kedua mitra diselesaikan sehingga tujuan spesifik dari kegiatan pengabdian PPPUD adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi batik tulis laseman pada perajin Rosyta Batik dan Batik Mulya Jaya.Kegiatan pengabdian PPPUD yang dilakukan antara lain penggantian ketel pada proses nglorot dan fiksasi dengan berbahan stainless steel. Ketel ditingkatkan kapasitasnya sekitar 50 %, dengan diameter ketel 80 cm dan tinggi 70 cm dengan ketebalan ketel 2 cm. Ketel berbahan stainless steel ini menghasilkan pemanasan lebih sempurna sehingga dapat mengefisienkan kebutuhan kayu bakar. Selain itu, ketel ini dapat digunakan untuk proses pewarnaan alam.Hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa mitra Rosyta Batik dan Batik Mulya Jaya di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang Jawa Tengah dapat meningkatkan produksi sekitar 50 %, serta penggunaan kayu bakar dan air yang lebih sedikit sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan kondisi semula.
PENINGKATAN PRODUKSI KOLANG KALING MELALUI MESIN PEMECAH BUNGA AREN DAN PEMIPIH KOLANG KALING Handayani, Prima Astuti
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v10i1.21806

Abstract

Wilayah Dusun Kedokan Desa Pakis Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, merupakan daerah dilereng Gunung Ungaran dengan ketinggian sekitar 800m diatas permukaan laut. Di wilayah tersebutterdapat sawah dan sebagian besar hutan yang banyak tumbuh pohon Aren. Kolang kaling merupakan buahdari bunga betina pohon aren. Saat ini kolang kaling dijual ke pasar tradisional dan masyarakatmemanfaatkan sebagai bahan tambahan pada es buah. Kolang kaling tertutup sangat kuat oleh serabut ataukulit. Untuk memudahkan proses pemecahan bunga betina, bunga aren betina terlebih dahulu direbusselama 5 jam. Pada kulit bunga betina mengandung getah yang dapat menyebabkan gatal pada kulitmanusia, sehingga memecah bunga aren betina harus dilakukan secara hati hati. Mitra pada kegiatanProgram Pengabdian Masyarakat Kemitraan ini adalah Kelompok Aren Ibu Muza, kelompok perajin inimerupakan mitra yang mengarah ke ekonomi produktif. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitumemerlukan alat pemecah bunga betina untuk mengeluarkan kolang kaling dan alat pemipih kolang kalinguntuk memenuhi permintaan pasar. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu alat pemecah bunga betinaaren dan alat untuk memipihkan kolang kaling. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan produksi kolangkaling dan meningkatkan pendapatan mitra. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini meliputi 1)koordinasi tim dengan mitra pelaksanaan kegiatan; 2) pembuatan alat memecah bunga betina dan pemipihkolang kaling; 3) pendampingan; 4) evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan.Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemitraan ini dapat disimpulkan bahwa mesin pemecahbunga betina aren dan pemipih kolang kaling dapat meningkatkan produksi sebesar 900% dan peningkatanpendapatan mitra 2169,09%
INOVASI PRODUK GULA AREN CETAK MENJADI GULA SEMUT UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL Handayani, Prima Astuti; Pribadi, Feddy Setio; Rusiyanto, Rusiyanto; Sariyoga, Setiawan; Putri, Melinia Rahmahani; Andriyani, Ririn
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v9i1.17347

Abstract

Wilayah Dukuh Sukir Desa Pakis Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, merupakan daerah yangterletak pada dataran tinggi. Di wilayah tersebut terdapat sawah dan sebagian besar hutan yang banyaktumbuh pohon Aren. Hampir setiap rumah mempunyai pohon aren dan 80% penduduknya sebagaipenyadap nira aren. Proses penyadapan dilakukan pada pagi dan sore hari, selanjutnya nira aren diolahmenjadi gula aren cetak. Mitra pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalahkelompokperajingulaarencetak“MuyaArenga”,yangmengarahkeekonomiproduktif.Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu diperlukan inovasi untuk meningkatkan nilai jual produk gulaaren cetak menjadi gula semut dan dibutuhkan metode pemasaran yang dapat menjangkau konsumenyang lebih luas dan dapat meningkatkan pemasaran pada masa pandemi ini. Tujuan dari kegiatan PKMini meningkatkan nilai jual produk gula aren cetak menjadi gula aren semut yang mempunyai nilaipeningkatan 4 kalinya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perajin gula aren serta masyarakatDukuhSukirpadaumumnya.MetodekegiatanpengabdianPKMyangdilakukanantaralainkoordinasi, pembuatan alat proses pembuatan gula semut, pembuatan kemasan produk dan merekdagang serta pelatihan pengelolaan pemasaran online yang memanfaatkan teknologi informasi. Dandilakukan pendampingan dan evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan.Hasil dari kegiatan PKM adalah mitra Muya Arenga sudah dapat memproduksi gula aren semut yangsiap untuk dipasarkan. Gula aren semut yang dihasilkan mempunyai karakteristik sesuai SNI 01-3743-1995, dengan kandungan gula sukrosa 81,78%, gula reduksi 5,78% dan energi 358,64 kal/100gr.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun sebagai Langkah Edukatif di MI Al’ Ma'arif Banyukuning Harianingsih, Harianingsih; Sri Handayani; Prima Astuti Handayani; Afifah Ritmadanti; Indra Sakti Pangestu; Isnina Noor Ubay; Savira Rinda Erliana
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v5i1.339

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Tim Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang untuk untuk memperkenalkan siswa MI Al’ Ma’arif Banyukuning pada cara memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun, dengan tujuan meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Pendekatan yang digunakan mencakup penyampaian materi teoretis mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan, diikuti dengan demonstrasi praktis pembuatan sabun, serta aktivitas pembuatan sabun secara mandiri oleh siswa. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu memahami proses konversi minyak jelantah menjadi sabun, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Selain itu, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya daur ulang dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini dapat membangun kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Keywords: Education, Soap, Training, Waste, Waste Cooking Oil
Co-Authors A Abdullah A. Amar Mualimin Adhi Setiawan Aditya Maulana Aditya Maulana, Aditya Afifah Ritmadanti Agung Ari Wibowo Agung Feinnudin Agung Feinnudin Amar Mualimin, A. Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andriyani, Ririn Anugrahani, Viona Widya Ari Dwi Nur Indriawan Musyono Arief Budiman Arini, Gusti Ayu Asalil Mustain Asri Rahmawati Asri, Sarwi Bahlawan, Zuhriyan Ash Shiddieqy Barita, Asyera Dewi Bayu Triwibowo Catur Rini Widyastuti, Catur Rini Chafidz, Achmad Dewantara, Muhammad Zhafran Dewi Kartika Dhoni Hartanto Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Djuniadi Djuniadi Eko Nurjanah, Eko Eqi Rosyana Juniarti Feddy Setio Pribadi Galih Muhammad Falefi H Hadiyanto Hadikawuryan, Danang Subarkah Hanif Hidayat Harianingsih, Harianingsih Haryanto, Rohadi Hesmita Wijayanti, Hesmita Heti Nurcahyanti Hibatullah, Ridwan Dani Husaen, Paisal Ichwan, Rizky Imani, Nadya Alfa Cahaya Indra Sakti Pangestu Isnina Noor Ubay Ivon Maulana Jannah, Reni Ainun Juniarti, Eqi Rosyana Khoiroh, Ianatul Kun, Stefania Orance Laila, Rachma Akmila Lestari, Yanesti Nur Avianda Maftukhaturrizqiyah, Maftukhaturrizqiyah Maharani Kusumaningrum Masni Maksiola Maulana, Ivon Mohamad Fiqih Sa'ari Muhammad Hadi Muhammad Zhafran Dewantara Mursit, R. Ambar Kuntoro Nada, Athiya Rihadatul ‘Aisy Qothrun Najiah, Siti Thoifatun Nanggala, Pragusti Lintang Adhi Nindita, Ariana Eka Notoatmojo, Notoatmojo Novitas, Hapipah Nanda Nurcahyanti, Heti Nurjanah, Eko Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Paramita, Oktavianti Pikrihaikal, Tedhy Pradnya, Irene Nindita Purwana, Yulian Candra Putri, Melinia Rahmahani Putri, Silvia Nouvelia Rachmadi, Moch Faizal Rahmah, Aisyah Khalimatur Rahmawati, Asri Raihan Madanii Ramadani, Nur Salsabillah Ratna Dewi Kusumaningtyas Ria Wulansarie, Ria Rikardo, Yanuar Riza Mazidu Sholihin Rochmadi Rochmadi Rusiyanto Rusiyanto, Rusiyanto Salsabila, Anida Saputra, Harius Eko Sarwi Asri Sarwi Asri Savira Rinda Erliana Sawiji, Kurnia Ayu Setiawan Sariyoga, Setiawan Siti Nurrohmah Siti Thoifatun Najiah Sri Handayani Sri Kadarwati Sri Kadarwati Suryo Purwono Sutrisno, Akhmad Ulfayanti, Isna Mardya Ulviana, Ria Umi Cholifah Wara Dyah Pita Rengga Widhi Mahatmanti Widhi Mahatmanti Widi Astuti Widi Widayat Wijayanti, Hesmita Wijayanti, Reni Titis Wikandaru, Achmad Wulansari, Durroti Zuhriah Yuni Permata Sari, Yuni Permata