Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN DI KOTA CILEGON Mulyani Febriyanti; Wika Hardika Legiana; Dinar Sugiana Fitrayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.034 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2097

Abstract

AbstrakSampah masih menjadi topik yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat, padahal dengan mekanisme yang benar dalam pengelolaan sampah mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup siginifikan. Menurunnya pendapatan daerah, seperti di Kota Cilegon, juga dapat menimbulkan kejomplangan dalam pembiayaan kegiatan pemerintah untuk membangun fasilitas umum daerah. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pemerintah Kota Cilegon dalam melaksanakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data lapangan yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa upaya yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon belum maksimal dalam kebijakan Retribusi Kebersihan, sehingga target yang dimiliki pun tidak tercapai dalam pelaksanaannya. Belum adaya fasilitas yang memadai, kurangnya sumber daya manusia serta belum cukupnya pemahaman masyarakat menjadi penyebab dari belum maksimalnya pelaksanaan kebijakan tersebut. Teori yang digunakan oleh peneliti adalah teori Implementasi Kebijakan dari Charles O. Jones (1996: 296) dalam Agustino (2016:154). Teori tersebut memiliki 3 variabel, yaitu: 1) Organisasi; 2) Interpretasi; 3) Penerapan;Kata kunci; Implementasi, Retribusi, Sampah AbstactGarbage is still a topic that is underestimated by the community, even though with the correct mechanism in waste management it is able to provide significant Regional Original Income (PAD). The decline in regional income, such as in Cilegon City, can also create gaps in the financing of government activities to build regional public facilities. So, the purpose of this study is to find out how the Cilegon City Government implements Regional Regulation No. 8 of 2012 concerning Retribution for Waste/Cleaning Services. The approach method used is descriptive qualitative. Field data collection is using observation techniques, interviews, and documentation. The results of this study are that the efforts made by the Environmental Service of Cilegon City have not been maximized in the Cleanliness Retribution policy, so that the target has not been achieved in its implementation. The lack of adequate facilities, the lack of human resources and the lack of public understanding are the causes of the not yet maximal implementation of the policy. The theory used by the researcher is the theory of Policy Implementation from Charles O. Jones (1996: 296) in Agustino (2016:154). The theory has 3 variables, namely: 1) Organization; 2) Interpretation; 3) Implementation;Keywords:  Implementation, Retribution, Garbage
PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN LITERASI MITIGASI BENCANA TSUNAMI UNTUK MEMBENTUK CIVIC KNOWLEDGE Anti Karlina; Wika Hardika Legiana; Dinar Sugiana Fitrayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.372 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2099

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Perspektif Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Literasi Mitigasi Bancana Tsunami Untuk Membentuk Civic Knowledge di Pesisir Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan Kualitatif dengan metode Deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Wakil Kepala DesaTeluk Kecamatan Labuan, Wakil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang danWarga lingkungan sekitar di Desa Teluk Kecamatan Labuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil yang ditemukan yaitu adanya upaya pengembangan kegiatan literasi mitigasi bencana tsunami dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di lingkungan sekitar Desa Teluk, sebagai upaya pengurangan resiko bencana yang harus dijalankan multi pihak dan untuk membangun kesadaran bersama, yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat sekitar Desa Teluk oleh aparatur Desa Teluk, bersama BPBD Pandeglang, BNPB Pusat serta komunitas dan relawan-relawan lainnya. Peran aparatur Desa Teluk sebagai masyarakat dalam pelaksanaan literasi mitigasi bencana tsunami berperan sebagai pelaku atau aktor yang memberikan informasi serta mendiskusikan dan meluruskan perihal pemahaman atau penafsiran jika ada yang kurang sesuai di masyarakat.Kata Kunci: Literasi Mitigasi, Bencana Tsunami, Pengetahuan Kewarganegaraan AbstactThe study was intended to describe how people's perspective on the implementation of the bancana tsunami task force to form civic knowledge on the coastal village of the gulf sub-district pandeglang. The research methods used in this study are a qualitative approach with a descriptive method. The study subject is the vice principal labuoluk district dendono, deputy chief of the regional disaster relief agency (BPBD) pandeglang and residents of the surrounding bay area. Data-collecting techniques using interviews, observations, documentation, and library studies. Data analysis USES data reduction, data presentation, deduction drawing. The validity of data is done with technical triangulation and source triangulation. The result has been the development of tsunami mitigation efforts to increase the understanding of communities in the surrounding gulf village, as a disaster relief effort to achieve joint awareness, carried out in communities around the gulf village by the gulf village, along with BPBD pandeglang, the central and community and other volunteers. The role of the gulf village's personnel as people in implementing the tsunami disaster will serve as information actors or actors who discuss and correct matters of understanding or interpretation if anything is misfit in society.Keywords: Mitigation Literacy, Tsunami, Civic Knowledge
ANALISIS STRUKTUR KEPEMIMPINAN MASYARAKAT KAMPUNG MAWESDAY DALAM BENTUK KEPEMIMPINAN SECARA YURIDIS DAN HISTORIS Hanok Simes; Dinar Sugiana Fitrayadi; Qotrun Nida
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.539 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2173

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengatahui tentang tata cara pembentukan struktur kepemimpinan di masyarakat Kampung Mawesday, dalam bentuk kepemimpinan secara yuridis dan historis, peran dan fungsi struktur kepemimpinan di masyarakat Kampung Mawesday dalam bentuk kepemimpinan secara yuridis dan hsitoris, serta untuk mengetahui tentang apa saja hambatan- hambatan yang dihadapi, serta solusi dalam kepemimpinan secara yuridis dan historis di Kampung Mawesday. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tata cara pembentukan struktur kepemimpin secara yuridis di Kampung Mawesday melalui pemilihan secara demokrasi yang diselenggarakan oleh panitia pemilihan kepala Kampung lewat tahap pencalonan, pemungutan suara, pengitungan dan penetapan hasil pemelihan. Peran dan fungsi kepemimpinan secara yuridis merupakan bentuk peran dan fungsi dalam menyelenggarakan urusan pemerintahaan, pembangunan dan kemasyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hambatanya dalam kepemimpinan secara yuridis adalah kurang adanya kerja sama antara pimpinan dengan perangkatnya dan kurang adanya kerja sama antara pimpinan dan masyarakat. Kemudian tata cara pembentukan struktur kepemimpinan secara historis adalah berdasarkan sejarah, asal-usul, kualitas pengetahuan dan garis keturunan yang bersifat turun-temurun. Peran dan fungsi kepemimpinan secara historis adalah dalam menjaga kebudayaan, memberikan pemahaman tentang adat, serta menjaga hak-hak masyarakat adat di Kampung Mawesday. Hambatan dalam kepemimpinan adat adalah, kurang adanya kerja sama, kurang adanya pemahaman tentang adat dan tidak melakukan trasformasi ilmu pengetahuan tentang adat kepada anak-anak adat di Kampung Mawesday.Kata Kunci: Kepemimpinan Secara Yuridis dan Historis. AbstractThis study aims to find out about the procedures for forming a leadership structure in the Mawesday village community, in the form of juridical and historical leadership, the role and function of the leadership structure in the Mawesday village community in the form of juridical and historical leadership, and to find out what are the obstacles faced, as well as solutions in juridical and historical leadership in Mawesday Village. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study indicate that the procedure for the formation of a juridical leadership structure in Mawesday Village is through elections held by the village head election committee through the stages of nomination, voting, counting and determining the results of the election. The juridical role and function of leadership is a form of role and function in carrying out government, development and community affairs in accordance with applicable regulations. The obstacle in juridical leadership is the lack of cooperation between the leadership and the apparatus and the lack of cooperation between the leadership and the community. Then the procedure for forming the historical leadership structure is based on history, origin, quality of knowledge and hereditary lineages. The role and function of leadership historically has been in maintaining culture, providing an understanding of adat, and safeguarding the rights of indigenous peoples in Mawesday Village. The obstacles in traditional leadership are lack of cooperation, lack of understanding of adat and not transforming knowledge about adat to indigenous children in Mawesday Village.Keywords: Juridical and Historical Leadership.
Penerapan Nilai-nilai Karakter Disiplin dan Kerja Keras Dalam Kegiatan Latihan Futsal di Sekolah Futsal T Futsal Academy Bayu Rohman Agustama; Ujang Jamaludin; Dinar Sugiana Fitrayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.527 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2495

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan nilai-nilai pendidikan karakter disiplin dan kerja keras dalam kegiatan latihan futsal di T Futsal Academy serta hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini dilakukan di T Futsal Academy dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan karakter disiplin di T Futsal Academy dilakukan dengan latihan rutin, dalam latihan futsal ini siswa tidak hanya di ajarkan bagaimana bermain futsal, tetapi juga diajarkan sikap disiplin dan kerja keras. Disiplin yang dilakukand dengan cara hadir latihan dengan tepat waktu, menggunakan pakaian yang sesuai ketentuan saat latihan futsal dan menaati aturan yang ada di T Ftusal academy. Dalam penerapan disiplin siswa sudah menerapkannya dengan baik, tetapi pada aspek kehadiran masih ada siswa yang terlambat datang latihan, adapun upaya yang dilakukan untuk membentuk sikap disiplin melalui sanksi abgi yang melanggar aturan untuk membuat jera dan melatih fisik siswa dalam latihan. Sedangkan kerja keras yang diterapkan dalam latihan futsal berkaitan pemberian tugas dan penyelesain tugas yang diberikan, dimana siswa di T Futsal Academy sudah menjalankan tugas dengan baik dan dapat termotivasi untuk bermain dengan giat dan pantang menyerah. Untuk meningkatkan kerja keras siswa, pelatih memberikan motivasi dan juga treatment lebih dengan latihan bersama tim profesional dan mengikuti kompetisi. Dalam penerapan karakter disiplin dan kerja keras, terdapat hambatan dalam pelaksanaannya, yaitu: kebiasaan yang tidak disiplin yang sudah melekat, kurangnya motivasi dan pemahaman orang tua kepada siswa, dan lingkungan pergaulan siswa yang kurang mendukung untuk membiasakan diri dalam disiplin dan kerja keras.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Karakter disiplin, karakter kerja keras AbstractThe purpose of this study was to determine the application of the values of discipline and hard work character education in futsal training activities at the T Futsal Academy and the obstacles in their application. This research was conducted at T Futsal Academy using a descriptive qualitative approach. Researchers collected data using observation, interview, and documentation techniques. The result of this study is that the application of disciplined character at T Futsal Academy is carried out with regular training, in this futsal practice students are not only taught how to play futsal, but are also taught discipline and hard work. Discipline is carried out by attending training on time, wearing appropriate clothing during futsal practice and obeying the rules at T Futsal Academy. In the application of discipline students have implemented it well, but in the aspect of attendance there are still students who are late for training, as for efforts made to form a disciplined attitude through abgi sactions that violate the rules to deter and train students physically in training. Meanwhile, the hard work applied in futsal training is related to the assignment and completion of the assigned tasks, where students at T Futsal Academy have performed their duties well and can be motivated to play hard and never give up. To increase students’hard work, coaches provide motivation and alsi more treatment by training with a professional team and participating in competitions. In the application of the character of discipline and hard work, ther are obstacles in its implementation, namely: undisciplined habits that are already inherent, lack of motivation and understanding of parents to student, and an unsupportive student social environment to get used to discipline and hard workKeywords: Character education, discipline character, hard work character
Analisis Hukuman Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Ditinjau Dari Sudut Pandang Hak Asasi Manusia (Studi Kasus Pelecehan Seksual 14 Santriwati Di Kabupaten Bandung) Dinar Sugiana Fitrayadi; Alya Oktaviani; Mamay Maesaroh; Mia Rhodia; Nabilah Alda Adawiya; Neng Neng; Novia Dwi Styowati; Oki Purwanti; Umiyah Umiyah; Yunita Dwi Rifani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.235 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2728

Abstract

AbstrakAda dua jenis kebiri yang diterapkan di berbagai negara, yaitu kebiri fisik dan kebiri kimia. Kebiri fisik, seperti yang dilakukan di Republik Ceko dan di Jerman, dilakukan dengan mengamputasi testis pelaku pedofilia, sehingga pelaku kekurangan hormon testosteron, yang mempengaruhi gairah seksnya. Sedangkan kebiri kimia, berbeda dengan kebiri fisik, tidak dilakukan dengan cara amputasi buah zakar. Eksekutornya akan mengandung bahan kimia antiandrogen yang dapat melemahkan hormon testosteron. Ini dapat dilakukan melalui pil atau suntikan. Ketika hormon testosteron melemah, kemampuan untuk membangun, menurunkan libido atau hasrat seksual seseorang atau bahkan hilang sama sekali. Belum lama  ini terjadi lagi suatu kasus pemerkosaan terhadap perempuan, yang dikenal dengan kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap belasan santriwati di Bandung. Kemudian yang menjadi sorotan adalah bagaimana penyelesaian terhadap kasusnya, yakni tedakwa pada kasus tersebut sempat divonis hakim untuk hukuman kebiri dan mati, namun pada akhirnya putusan yang dikeluarkan adalah hukuman pidana penjara seumur hidup, karena beberapa pakar HAM di Indonesia menolak dan menegaskan bahwa hukuman kebiri maupuun vonis mati tersebut melanggar hak asasi manusia. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin, menganalisis dan mengetahui Bagaimana hukum kebiri kimia terhadap pelaku kejahatan seksual ditinjau dari sudut pandang hak asasi manusia, dengan menggunakan studi kasus (Pelecehan seksual 14 santriwati di Kabupaten Bandung), Meninjau bagaimana hukuman ini ini diberlakukan bagi pelaku kejahatan pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data serta mewawancarai langsung pihak-pihak yang terkait dengan obyek penelitian. Jenis pendekatan yang di gunakan dalam penulisan ini merupakan pendekatan kasus yang dilakukan dengan menelaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan. Pembatasan dalam penelitian kualitatif ini lebih didasarkan pada tingkat kepentingan/urgensi dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Hasil penelitian data deskriptif diperoleh bahwa dalam sudut pandang HAM berdasarkan keterangan yang didapat dari wawancara dengan Kepala bidang HAM menerangkan bahwa Hukuman kebiri tidak bisa dianggap melanggar hak asasi karena sejak awal pelaku sendiri lah yang telah melangar HAM para korbannya. Kasus pelecehan merupakan sebuah kejahatan serius yang melanggar hak asasi manusia, menimbulkan trauma kepada para korban dan keluarga serta menggangu ketentraman di lingkungan masyarakat.Kata Kunci : HAM, Kebiri Kimia, Perempuan, Pelecehan. AbstractThere are two types of castration applied in different countries, namely physical castration and chemical castration. Physical castration, as is done in the Czech Republic and in Germany, is carried out by amputating the testicles of the pedophilia abuser, so that the offender is deficient in the hormone testosterone, which affects his sex drive. Meanwhile, chemical castration, in contrast to physical castration, is not carried out by means of amputation of testicles. The executor will contain antiandrogen chemicals that can weaken the hormone testosterone. This can be done through pills or injections. When the hormone testosterone is weakened, the ability to build up, lower one's libido or sexual desire or even disappear altogether. Not long ago there was another case of rape of women, known as the Herry Wirawan rape case against dozens of female students in Bandung. Then the highlight is how the settlement of the case, namely the tedakwa in the case was sentenced by the judge to be sentenced to castration and death, but in the end the verdict issued was a sentence of life imprisonment, because some human rights experts in Indonesia refused and emphasized that the sentence of castration maupuun death sentence violated human rights. Based on this, the researcher wants to, analyze and know how the chemical castration law against sex offenders is viewed from a human rights point of view, using a case study (Sexual harassment of 14 female students in Bandung Regency), Reviewing how this punishment is applied to perpetrators of sexual harassment crimes. This research uses the empirical juridical method, which is a research method carried out by collecting data and interviewing directly parties related to the object of study. The type of approach used in this writing is a case approach that is carried out by examining related cases. The restrictions in this qualitative research are more based on the level of importance / urgency of the problems faced in this study. The results of the descriptive data study were obtained that from a human rights point of view based on information obtained from an interview with the Head of the Human Rights sector, it was explained that the punishment of castration could not be considered a violation of human rights because from the beginning the perpetrator himself was the one who had violated the human rights of his victims. Harassment is a serious crime that violates human rights, traumatizes victims and families and disturbs peace in the community.Keywords : Human Rights, Chemical Castration, Women, Harassment.
PENGARUH GAME ONLINE BERBASIS ANDROID DI ERA DIGITAL TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJA Agung Romadon; Daman huri; Dinar Sugiana Fitrayadi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i2.3756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game online berbasis android di era digital terhadap interaksi sosial remaja. Penelitian ini dilaksanakan di desa solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mulai dari bulan februari sampai dengan bulan april 2022. Metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner (angket) yang isinya 44 pernyataan yang di hasilkan dari variabel X dan variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y yaitu sebesar 45,7 % dengan tinkat pengaruh berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan berdasarkan nilai t: diketahui nilai thitung  =  sehingga dapat disi= 9,748 ttabel = 1,980. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel X (game online) berpengaruh terhadap variabel Y (interaksi sosial remaja).
PELESTARIAN KESENIAN TARI BUAYA PUTIH SEBAGAI UPAYA MENJAGA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL (Studi Deskriptif di Kampung Curugdahu Kab. Serang) Umiyah; Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Yuni Lestari
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.963 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v10i1.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang, (2) strategi bentuk pelestarian kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang, (3) tantangan dalam melestarikan kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi serta keabsahan data menggunaka triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tari buaya putih yaitu nilai religi, nilai estetika, nilai gotong royong dan nilai moral. Berbagai nilai tersebut menjadi sesuatu hal yang sangat penting di kesenian tari buaya putih karena nilai-nilai tersebut dapat dimaknai dengan baik apabila para anggota kesenian menjalankan kesenian tari buaya putih ini secara rutin dilakukan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tahapan dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan. Selain itu, dibutuhkan sebuah strategi untuk melestarikan kesenian tari buaya putih yaitu dengan cara adanya sebuah fasilitator, koordinar dan dinamisator dalam pelestarian baik dari pengelola sanggar maupun dari pemerintah. Terdapat pula sebuah tantangan baik secara internal maupun internal yang dihadapi dalam proses pelestarian kesenian tari buaya putih yang mana faktor internal dipengaruhi oleh dalam diri misalnya motivasi dalam diri dalam melestarikannya, sedangkan untuk faktor internal yang dihadapi ialah adanya budaya luar, perkembangan teknologi serta sarana dan prasarana kurang memadai.
PERAN EKSTRAKURIKULER BELA DIRI SILAMBAWIQRI DALAM MENERAPKAN NILAI KARAKTER KEBANGSAAN Ridho Nuryani; Damanhuri Damanhuri; Dinar Sugiana Fitrayadi
Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik Vol 6 No 2 (2023): PRO PATRIA: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/propatria.v6i2.2436

Abstract

Abstract This study aims to find out 1) How to foster national character values ​​in students through the Silambawiqri extracurricular 2) What is the role of the Silambawiqri extracurricular in preventing delinquency adolescents and the negative influence of foreign culture on students at Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang City 3) What obstacles and challenges are faced in the Silambawiqri extracurricular activities at Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang City. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The results of the study show that the way to cultivate national character values ​​in students through the Silambawiqri extracurricular is the application of seven national character values, namely: religious values, discipline, responsibility, respect for achievement, national spirit, hard work and creativity. It can be concluded that the role of the Silambawiqri extracurricular in minimizing juvenile delinquency at Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang City can be concluded that it has enough roles by paying attention to several aspects, namely the good adaptability of students, the Lalubawiqri extracurricular has also become a place for students who have an interest in local arts and culture and self-defense. In addition, students are also considered to have a high social sense. The challenges and obstacles that occur in Silambawiqri extracurricular activities at Madrasah Aliyah Negeri 1 City of Serang are time management and availability of training equipment needs.
Petisi Online dan Keterampilan Partisipatoris Warga Negara Nazwarini Khairunisa; Ronni Juwandi; Dinar Sugiana Fitrayadi
Journal of Civic Education Vol 6 No 2 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i2.929

Abstract

This study aimed to examine the efficacy of online petitions in enhancing citizen participation skills. Employing a quantitative approach with descriptive methods, the research focused on the population of active students enrolled in the Teaching and Education Faculty at Sultan Ageng Tirtayasa University. Simple random sampling was utilized as the sampling technique. The validity and reliability of the data were assessed using the SPSS application version 26, while effectiveness was measured through the Likert Summarizing Rating (LSR) method. The findings indicated a significant level of effectiveness in developing citizen participatory skills through online petitions, as evidenced by the assessment score of 20.139 > Q2. The average ideal score demonstrated an overall research effectiveness percentage of 73%. These outcomes highlight the potential of online petitions to foster citizen engagement, as they encourage individuals to exhibit intellectually supported and active participation as citizens. Online petitions serve as a facilitator for citizens to raise and address pertinent issues, thereby aiding in the cultivation of civic skills. This research contributes to the understanding of the role and impact of online petitions in nurturing citizen participatory skills, emphasizing the importance of online platforms in promoting active citizenship and fostering democratic engagement.
Analisis Tradisi Ritual Adat Seren Taun Kasepuhan Cisungsang Dalam Upaya Pelestarian Budaya Aldi Septiyansah; Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Yuni Lestari
MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 1, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v1i2.1325

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan ritual adat seren taun di Kasepuhan Cisungsang, untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam pelaksanaan ritual adat seren taun di Kasepuhan Cisungsang, dan untuk mengetahui bagaimana upaya pelestarian budaya pada generasi muda melalui ritual adat seren taun di Kasepuhan Cisungsang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, di antaranya observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini, di antaranya rangkaian ritual adat sebelum sampai setelah Seren Taun terdiri atas Nibakeun Sri Ka Bumi (Menurunkan Padi Ke Tanah (Ngamitkeun Sri Ti Bumi (Padi yang Sudah di Panen di Periksa Kembali (Rasul Pare Ti Leuit (Mengatur Kembali Padi yang Sudah ada di Leuit/Lumbung (Seren Taun (Menyerahkan Hasil Panen (dan Cacah Jiwa (Pendataan Ulang Penduduk Kesepuhan). Nilai-nilai yang terkandung dalam Ritual Adat Seren Taun di Kasepuhan Cisungsang, yaitu nilai gotong royong, nilai spiritual atau nilai keterikatan dengan leluhur, dan nilai menjaga dan melestarikan alam. Upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya melalui ritual adat Seren Taun, di antaranya mempertahankan, menjaga, melestarikan, serta mewarisi budaya kasepuhan cisungasang, menyadarkan kepada para generasi muda agar bisa menghargai warisan budaya, menggunakan pakaian adat, dan ikut serta dalam kegiatan pentas seni budaya.