Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN UNTUK MENDUKUNG PETANI JAGUNG MELALUI PRODUKSI PELET KOMPLIT Widhi Kurniawan; Wa Laili Salido; Syamsuddin Syamsuddin; Purnaning Dhian Isnaeni
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1444

Abstract

Program swasembada Pajale adalah program pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan swasembada pangan, salah satunya adalah jagung. Hasil panen jagung yang melimpah kurang memberikan kontribusi secara ekonomi pada petani karena rendahnya harga jagung. Petani tidak memiliki keterampilan untuk mengolah jagung menjadi komoditas lain yang bernilai jual lebih tinggi. Kelebihan jagung yang tersedia di Desa Alebo Kecamatan Konda dapat dimanfaatkan sebagai pakan komplit ayam kampung dan diharapkan dapat menjadi sumber pakan utama bagi peternak ayam kampung di Sulawei Tenggara. Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi produk (pakan ayam kampung pellet), peningkatan nilai jual jagung, peningkatan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan petani tentang teknologi pengolahan pakan, manajemen pemeliharaan ayam kampung, dan kesehatan ternak, serta luaran fisik berupa rumah produksi pakan, dan pakan pelet komplit pakan ayam kampong berbahan dasar jagung.
Optimalisasi Usaha Peternakan Kambing Melalui Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Kambing di Kota Kendari Ali Bain; Widhi Kurniawan; Hamdan Has; La Malesi; Syamsuddin Syamsuddin; Rahim Aka; Purnaning Dhian Isnaeni; Nurhayu Nurhayu; Denvy Meidian Daoed
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i2.32096

Abstract

Peternakan kambing merupakan salah satu usaha yang cukup banyak dijalankan oleh masyarakat Kota Kendari, terutama yang bertempat tinggal di daerah pinggiran kota. Akan tetapi, dengan semakin padatnya pemukiman penduduk, usaha peternakan kambing mendapatkan tantangan terutama mengenai limbah yang dihasilkan. Limbah hasil peternakan kambing yang berupa feses, urin, dan sisa pakan jika tidak diolah akan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah peternakan kambing  menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi serta pencegahan penyakit untuk mendukung produktivitas ternak. Metode yang digunakan adalah metode kegiatan non fisik meliputi penyuluhan, demonstrasi parsitipatif, dan pendampingan, serta metode kegiatan fisik berupa demonstrasi plot (demplot). Hasil program menunjukkan bahwa peternak memiliki keinginan yang kuat untuk meneruskan pengolahan limbah menjadi barang bernilai ekonomi.
INTENSIFIKASI KUALITAS PEMOTONGAN AYAM KAMPUNG SUPER DAN DIVERSIFIKASI PRODUK AYAM KAMPUNG DI DESA ALEBO UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK Widhi Kurniawan; Ali Bain; La Malesi; Asma Bio Kimestri; Purnaning Dhian Isnaeni
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.052 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v2i1.24420

Abstract

Desa Alebo di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu desa dengan populasi ayam kampung yang tinggi. Daging ayam kampung super sangat diminati dan memiliki daya tarik komsumsi daging di masyarakat. Program bina desa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam manajemen pemotongan ayam sehingga karkas yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik; serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui diversifikasi produk olahan ayam kampung yang diproduksi oleh peternak. Program bina desa dilakukan dengan dua metode kegiatan, yaitu metode kegiatan fisik dan non fisik yang dilaksanakan secara terstruktur. Metode kegiatan non fisik meliputi ceramah dan diskusi terbuka, sedangkan metode kegiatan fisik meliputi pelatihan dan pendampingan mitra secara langsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan mampu meningkatkan kualitas manajemen pemotongan ayam kampung di Desa Alebo Kecamatan Konda, Konawe Selatan sehingga kualitas karkas ayam kampung yang dihasilkan mitra juga meningkat. Masyarakat juga mulai melakukan diversifikasi produk hasil pemotongan ayam kampung dengan mengolahnya menjadi produk ayam olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
INTRODUKSI HIJAUAN UNGGUL RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) SEBAGAI SUMBER PAKAN UNTUK PETERNAK SAPI DESA SIDANGKASIH Widhi Kurniawan; Ali Bain; La Ode Nafiu; Nur Santy Asminaya; Hamdan Has; Asma Bio Kimestri
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.597 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i2.21286

Abstract

Farmers in rural areas generally take advantage of the available feed sources around them. Their feed is fulfilled by utilizing agricultural by-products and natural forage available. Sindangkasih Village is well known as a transmigrant community from Java and Bali. Most of the people of Sindangkasih work as farmers and ranchers who are not familiar with high quality forages and how to cultivate them for animal feed. This program is to introduce the community in Sindangkasih Village to the potential of odot grass that can be cultivated as animal feed. So, the location is expected to be an area that has a variety of high-quality forage feeds for livestock, one of which is odot grass. The introduction of odot grass as a high-quality forage program is carried out as one of the leading service programs integrated with KKN thematic Program in 2021. The method used in implementing this program is to carry out counselling, direct practice and assistance in making odot grass nursery garden demo plots. The participants understanding the principles of odot grass cultivation easily and are able to adopt good cultivation techniques.
APLIKASI KOMPOS LIMBAH KULIT KAKAO PADA BERBAGAI WAKTU PEMBERIAN TERHADAP KETERSEDIAAN HARA-P DAN PERTUMBUHAN BAYAM MERAH Widhi Kurniawan; Lelanti Peniwiratri; Yanisworo Wijaya Ratih
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v19i1.9463

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui pengaruh kompos limbah kulit kakao dan waktu pemberian terhadap ketersediaan Phosphor Latosol dan pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu, faktor pertama takaran pupuk kompos limbah kulit kakao dengan takaran K0=0% dari berat tanah, K1=2,5% dari berat tanah, K2=5% dari berat tanah dan K3=7,5% dari berat tanah. Faktor kedua yaitu waktu pemberian W0=bersamaan waktu tanam, W1=15 hari sebelum tanam dan W3=30 hari sebelum tanam. Data hasil pengamatan dianalisis untuk keragamannya dengan menggunakan sidik ragam dengan jenjang nyata 5%. Analisis perbedaan antara perlakuan digunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian  pupuk kompos limbah kulit kakao dan waktu pemberian berpengaruh nyata terhadap pH H2O, C-organik,  P-tersedia Latosol tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian 5% kompos limbah kulit kakao pada 15 hari sebelum tanam mampu memberikan hasil yang terbaik pada hara P tersedia Latosol dan pertumbuhan bayam merah.
APLIKASI KOMPOS LIMBAH KULIT KAKAO PADA BERBAGAI WAKTU PEMBERIAN TERHADAP KETERSEDIAAN HARA-P DAN PERTUMBUHAN BAYAM MERAH Widhi Kurniawan; Lelanti Peniwiratri; Yanisworo Wijaya Ratih
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v19i1.9463

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui pengaruh kompos limbah kulit kakao dan waktu pemberian terhadap ketersediaan Phosphor Latosol dan pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu, faktor pertama takaran pupuk kompos limbah kulit kakao dengan takaran K0=0% dari berat tanah, K1=2,5% dari berat tanah, K2=5% dari berat tanah dan K3=7,5% dari berat tanah. Faktor kedua yaitu waktu pemberian W0=bersamaan waktu tanam, W1=15 hari sebelum tanam dan W3=30 hari sebelum tanam. Data hasil pengamatan dianalisis untuk keragamannya dengan menggunakan sidik ragam dengan jenjang nyata 5%. Analisis perbedaan antara perlakuan digunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian  pupuk kompos limbah kulit kakao dan waktu pemberian berpengaruh nyata terhadap pH H2O, C-organik,  P-tersedia Latosol tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian 5% kompos limbah kulit kakao pada 15 hari sebelum tanam mampu memberikan hasil yang terbaik pada hara P tersedia Latosol dan pertumbuhan bayam merah.
Ciri Agronomi dan Serat Delapan Varian Sorgum sebagai Pakan Wijaya Murti Indriatama; Winda Puspitasari; Wahidin Teguh Sasongko; Yenny Nur Anggraeny; Soeranto Human; Sihono Sihono; Widhi Kurniawan; Sutiyoso Sutiyoso; Yukarie Ayu Wulandari; Teguh Wahyono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.3.344

Abstract

Sorghum is a multifunctional crop as a source of food, feed, and alternative energy. Plant breeding using the radiation mutation technique was applied to improve the characteristics of sorghum according to its purpose. This study evaluated the agronomic and fiber characteristics of selected sorghum mutant lines. Eight sorghum mutant lines were observed in this study (GHP-2, GHP-3, GHP-4, GHP-5, GHP-7, G-5, P-341, and P36.M10). Pahat and Bioguma sorghum varieties were used as control. Compared to eight selected mutant lines, Bioguma variety was the tallest plant. Except for P-341, all selected mutant sorghum lines produced lower plant biomass than Bioguma. The highest sugar content was produced by G-5 and P-36.M10. There are no significant differences in seed production per panicle. The lowest fiber fractions in the leaf and stem were produced by GHP-3 and G-5 mutant lines, respectively. Based on our findings, the P-341 sorghum mutant line can be used as forage sorghum because it produces high biomass and relatively low fiber content. The G-5 mutant line can be projected as an alternative energy source due to its high stem sugar content. Keywords: agronomy, fiber, mutant, sorghum
PENINGKATAN KUALITAS KARKAS AYAM KAMPUNG SUPER MELALUI PERBAIKAN SISTEM PEMOTONGAN DI DESA ALEBO, KECAMATAN KONDA, KABUPATEN KONAWE SELATAN Widhi Kurniawan; Ali Bain; Syamsuddin Syamsuddin; Purnaning Dhian Isnaeni; Wa Laili Salido; Asma Bio Kimestri; Hamdan Has; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
Jurnal Media Tropika Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Media Tropika
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mediatropika.v1i2.5452

Abstract

Chicken slaughter had to fulfill requirements such as the slaughter done in Islamic ways and the meat processed hygienically in order to produce safe, healthy, whole, and halal. Partner farmer at Alebo, Konda Sub-district, Konawe Selatan Regency implemented a simple slaughter system with less hygienic tools and procedures that increased the risk of contamination in meat. This community partnership program aimed to increase the farmer’s information and skill in managing native chicken slaughterhouses in order to produce better carcass and fish feed from slaughter waste. The methods used in this program were physical and non-physical methods which consisted of the slaughterhouse renovation, chicken slaughter, and carcass packaging training, fish feed production using slaughter waste training, discussion, and public lecture. Results of the program show that partner farmers are able to implement Islamic and hygienic slaughter processes and use better packages for the carcass. The farmers also understand the importance of slaughter waste processing and producing fish feed as an additional product of the slaughterhouse.
Optimalisasi Penerapan Teknologi Penetasan Pada Usaha Pembibitan Ayam Kampung di Kecamatan Kambu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Has, Hamdan; Kusuma, Putu Nara; Napirah, Astriana; Libriani, Restu; Sutopo, Dedem; Kurniawan, Widhi
Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v2i1.744

Abstract

One of the main problems in kampong chickens breeding is the limited natural hatching by hens, the use of automatic hatching machines can help improve the quality of kampong chicken hatchery output. The community service activities carried out by the Lecturer Team from the UHO Faculty of Animal Husbandry aim to help the kampong chicken breeders in solving the problems faced, one of which is hatching in the kampong chicken breeding business. This activity was carried out at the kampong chicken farm in Kendari City, Southeast Sulawesi, the main programs carried out was training in making automatic hatching machines and assisting in hatching chickens. This activity received high appreciation from kampong chicken breeders in Kendari City and succeeded in increasing their ability in kampong chicken hatchery.
Kualitas Nutrien Jerami Padi yang Difermentasi Menggunakan EM-4 dan Berbagai Level Dedak Padi Hardiana, Hardiana; Bain, Ali; Zulkarnain, Deki; Kurniawan, Widhi; Asminaya, Nur Santy; Audza, Fuji Astuti; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.663 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.16507

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan jerami padi sebagai bahan pakan ternak belum optimal karena memliki beberapa faktor pembatas antara lain kandungan serat kasarnya yang tinggi khususnya  lignin. Fermentasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan nilai manfaat dari jerami padi. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik nutrien jerami padi yang difermentasi menggunakan EM-4 dengan level dedak padi berbeda.  Penelitian di desain menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) sederhana untuk menguiji 4 jenis perlakuan dalam 4 ulangan.  Perlakuan yang digunakan adalah penambahan jerami padi sebagai starter dalam proses fermenetasi yaitu P1 (0% dedak padi), P2 (10% dedak padi), P3 (15% dedak padi), dan P4 (20% dedak padi). Parameter penelitian yang diukur  adalah karakteristik kandungan nutrien jerami padi fermentasi yang terdiri atas : kadar bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jerami padi yang difermentasi menggunakan EM-4 dengan penambahan starter berupa dedak padi level berbeda berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap karakteritik kandungan nutrien jerami (kadar bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar). Kadar bahan kering, bahan organik dan lemak kasar jerami padi yang difermentasi dengan EM-4 menggunakan starter dedak padi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (tanpa menggunakan starter dedak padi).  Kandungan serat kasar dedak padi menurun seiring dengan peningkatan level dedak padi yang digunakan. Penggunaan dedak padi sebagai starter dalam proses fermentasi jerami padi menggunakan EM-4 mampu meningkatkan kualitas nutrien jerami padi sebagai pakan ternak.Kata Kunci: jerami padi, fermentasi, karakteristik nutrienNutrients Quality of Fermented Rice Straw Using EM-4 and Various Levels of Rice BranABSTRACT The high content of lignin could limiting the rice straw utilization as feed ingredient. Fermentation is one of the efforts that can optimize to increase the utilization of rice straw as feed. The aim of the study was to evaluate the nutritional characteristics of fermented rice straw using EM-4 and different levels of rice bran. The research was designed using completely randomized design (CRD) to test 4 treatments in 4 replications. The treatments used were the addition of rice bran as fermentation starter process (P1:0% rice bran, P2: 10% rice bran, P3: 15% rice bran, and P4: 20% rice bran). The research parameters measured were the characteristics of the nutrient content of fermented rice straw which consisted dry matter, organic matter, crude protein, crude fiber and crude fat content. The results showed that fermented rice straw using EM-4 with the addition of a starter in the form of rice bran at different levels had a very significant effect (p<0.01) on the characteristics of the nutrient content of the straw (dry matter content, organic matter, crude protein, crude fiber and fat). rough). The dry matter, organic matter and crude fat content of rice straw fermented with EM-4 using rice bran starter was higher compared to control. The crude fiber content of rice bran decreases in line the increase of the level of rice bran used. The use of rice bran as a starter in the rice straw fermentation process using EM-4 was able to improve the nutritional quality of rice straw as animal feed.Keywords: rice straw,fermentation,nutrient characteristic
Co-Authors . Apriansyah Abda Abda Ade Rahmaniar Ade Ramadani Akhmad Fadilat Amaliah, Happy Rizqa Amiluddin Indi Amir, Fitriah Andi Marwan Arianto Andi Murlina Tasse Anna Muawanah Ardi Harminto AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asma Biokimestri Astati Astriana Napirah Audza, Fuji Astuti Basoka, Sri Wahyuni Bona Malik Ibrahim Dede Sukandar Dedem Sutopo Dedi Ansori Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Dewi Mustiqa Umstitian Dewi Mustiqa Umstitian Dicky Virgianto Sewangi Dicky Virgianto Sewangi Dirman Afandi Eko Aprianto Johan Firman Nasiu Firman Nasiu Fitri Fitri Fitri Fitri Fuji Astuty Auza Furqan B, Muhammad Thoksyn H. Has Hakim, Muh Haidir Hamdan Has Hamdan Has Happy Rizqa Amaliah Harapin Hafid H. Hardiana, Hardiana Hasrifa Hukusmu Irama HUSNUL KHOTIMAH Irwahyumin Gunawas Irwahyumin Gunawas Ishak Ady Putra Utama Komang Redi Yoga Tama Kusuma, Putu Nara La Jia La Jia La Malesi La Ode Alwi La Ode Arsad Sani La Ode Hadini La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu Lelanti Peniwiratri Lisa Ismayanti Mardiana Napirah Mochammad Imron Awalludin Muhammad Amrullah Pagala Musram Abadi Natsir Sandiah Natsiri Sandiah Nina Ayu Lestari Nur Hikmat Nur Iksan Nur Santy Asminaya Nurfauzia Nurfauzia Nurhayu - Nurhayu Nurhayu Puput Sabrina Qalbi Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaini Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahman Rahman Rahman Restu Libriani Rilus Kinseng Rista Kurnia Dewi Rusli Badaruddin Ryan Rinaldi Sabila, Wa Ode Winda Winda Nur Samsida Samsida Sihono Sihono Sihono Sihono Soeranto Human Sutiyoso Sutiyoso Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Teguh Wahyono Teguh Wahyono Teguh Wahyono Trisnah Ayuni Ridwan Ulul Azmi Harun Wa Laili Salid Wa Laili Salido Wa Ode Nurmala Yunita Wa Ode Nurmala Yunita Wa Ode Winda Winda Nur Sabila Wahid Wirawan Wahidin Teguh Sasongko Wayan Swastika Yasa Wijaya Murti Indriatama Winda Puspitasari Yanisworo Wijaya Ratih Yenny Nur Anggraeny Yukarie Ayu Wulandari Yumin Yunita Ramdhani Tahir Yusril Mahenra Yuyun Saputra Zulfiqhi Haris Zulfiqhi Haris