Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Swara Bhumi

ANALISIS KUALITAS AIR DAN DISTRIBUSI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI SUNGAI MURONG KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG DIARI SANDI, RICHA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas air merupakan syarat utama dalam pemenuhan fungsi air untuk lingkungan dan kehidupan manusia. Penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah cair industri makanan ke sungai dapat mempengaruhi terjadinya pencemaran. Keadaan demikian terjadi pada Sungai Murong Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang yang mengalami penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair industri tahu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di aliran Sungai Murong Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah aliran Sungai Murong sebagai tempat pembuangan limbah cair industri tahu. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan pemilihan sampel bedasarkan pada kriteria jarak dan sumber polutan. Metode pengumpulan data dokumentasi, observasi, dan uji laboratorium. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada enam titik sampel yang diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air golongan III PP No. 82 Tahun 2001 air Sungai Murong mengalami pencemaran dimulai pada titik B2,B3,B4, dan C1. Titik tertinggi pencemaran terdapat pada titik B3 yang merupakan titik paling banyak mendapatkkan suplai limbah cair. Pencemaran yang tinggi ditandai dengan kadar BOD, COD, dan pH yang melampaui batas ambang baku mutu yaitu dengan kandungan pH mencapai angka 5,18, BOD 417,62 mg/l , dan COD 1087,24 mg/l. Kualitas air yang menurun mengakibatkan kerusakan pada lingkungan dan air sungai tidak dapat dimanfaatkan lagi khususnya untuk pemanfaatan air irigasi warga. Kata kunci: Kualitas Air, Pencemaran Air, Limbah Cair
STUDI HIDROKIMIA AIR TANAH DANGKAL DI DESA JIMBARAN WETAN KECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO LEWI EVINTIA, TITA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Jimbaran Wetan merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonoayu. Letak Desa Jimbaran Wetan 30 km dari laut. Kondisi air tanah dangkal di Desa Jimbaran Wetan berdasarkan studi awal memiliki sebaran daya hantar berkisar pada angka terendah sebesar 324 ?mhos/cm dan tertinggi 2.401 ?mhos/cm. Kemampuan air yang semakin besar untuk menghantarkan listrik maka semakin menunjukkan banyaknya garam ? garam yang terkandung di dalam air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui1) tipe kimia air tanah dangkal 2) penyebab keasinan air tanah dangkal di Desa Jimbaran Wetan Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi seluruh sumur di Desa Jimbaran Wetan. Teknik pengambilan sampel menggunakan grid sehingga didapat sembilan sampel. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran untuk memperoleh hasil daya hantar listrik, observasi, dan uji laboraturium. Analisis data menggunakan metode diagram trilinier piper untuk menganalisis fasies kimia air tanah dangkal serta penyebab keasinan air tanah dangkal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada tiga jenis tipe kimia air tanah di Desa Jimbaran Wetan yaitu tipe NaCl, tipe CaHCO3 dan tipe campuran. Persebaran tipe kimia air tanah lebih besar ke arah Timur dengan tipe NaCl. Semakin ke selatan maka air akan bersifat tawar karena telah terjadi pencucian senyawa Na. Tipe air tanah dangkal dapat dipengaruhi oleh jenis batuan akuifer serta perubahan fasies air tanah dangkal. 2) Natrium Klorida menjadi ciri khas dari air tanah dasar laut dan dalam. Tipe CaHCO3 dengan sifat air lebih tawar disebabkan karena terjadinya pencucian Natrium Klorida yang lebih intensif. Air tanah dangkal tidak bisa digunakan untuk konsumsi karena kandungan Kalsium, Natrium, Magnesium, Klorida dan Sulfat yang melebihi batas yang ditentukan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010.Kata Kunci : air tanah dangkal, hidrokimia, diagram trilinier pipe
STUDI HIDROKIMIA AIR TANAH DANGKAL DI KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN NAJIH, ABDULLAH; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Deket merupakan salah satu Kecamatan di wilayah Kabupaten Lamongan yang kenampakan permukaannya merupakan dataran rendah namun sebenarnya merupakan suatu depresi (cekungan). Kondisi air tanah dangkal di wilayah ini berdasarkan pra survei daya hantar listrik ditemukan angka terendah sebesar 1751 ?S/cm dan angka tertinggi sebesar 5842 ?S/cm yang mana angka tersebut dikategorikan sebagai air yang berasa payau hingga berasa asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). Distribusi kelas air tanah dangkal di Kecamatan Deket, 2). Penyebab air tanah dangkal di Kecamatan Deket berasa payau hingga berasa asin.Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan objek penelitian sumber air tanah dangkal. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi, observasi, dan pengukuran. Teknik analisis data dengan menggunakan metode deksriptif kuantitatif dan metode komparasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh sumur air tanah dangkal yang ada di wilayah Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, Penggunaan rumus perbandingan konsentrasi Revelle, dan Analisa Fasies Hidrokimia dengan Diagram Trilinier Piper untuk mengetahui distribusi air tanah dan penyebab air tanah dangkal di Kecamatan Deket berasa payau hingga berasa asin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Persebaran air payau dan air asin di wilayah Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan dibagi menjadi dua bagian yakni wilayah air payau dan wilayah air asin. Wilayah air payau terletak di bagian timur dalam wilayah Kecamatan Deket sedangkan air asin terletak di bagian barat dalam wilayah Kecamatan Deket, 2). Tipe kimia air tanah di Kecamatan Deket yaitu tipe NaCl dikarenakan fasiesnya mayoritas NaCl maka air tanah yang ada di daerah penelitian karena intrusi. Tipe NaCl sebagai indikator intrusi karena komposidianya bersesuaian dengan komposisi air laut.Kata Kunci: Airtanah, Tipe Kimia Airtanah, Airtanah Asin.
SERAPAN TENAGA KERJA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN PUDAK KABUPATEN PONOROGO DWI NURCAHYO, ARDHYAN; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pudak mempunyai jumlah ternak sapi perah terbanyak di Kabupaten Ponorogo yaitu 1.250 ekor. Masih banyak tenaga kerja Non keluarga dari luar desa yang dipekerjakan di peternakan sapi perah Desa Pudak Wetan, Desa Pudak Kulon dan Desa Krisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan serapan tenaga kerja dan mengetahui perbandingan pendapatan sektor peternakan sapi perah Desa Pudak Wetan, Desa Pudak Kulon, dan Desa Krisik Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Pudak Wetan, Desa Pudak Kulon, dan Desa Krisik Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo. Populasi peternak pada tiga desa tersebut adalah 145 peternak. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Peneliti megambil sampel 106 Peternak sapi perah. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perumusan sederhana dengan mendeskripsikan hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukkan serapan tenaga kerja peternakan sapi perah di Desa Pudak Wetan, Desa Pudak Kulon, Desa Krisik didominasi oleh tenaga kerja Non keluarga dari luar desa. Presentase Desa Pudak Wetan untuk tenaga kerja Non keluarga diluar desa sebesar 2,46%, tenaga kerja Non keluarga dalam desa 1,23%. Desa Pudak Kulon presentase tenaga kerja Non keluarga di luar desa sebesar 2,31%, tenaga kerja Non keluarga dalam desa 1,88%. Desa Krisik presentase tenaga kerja Non keluarga di luar desa sebesar 2,05%, tenaga kerja Non keluarga dalam desa 1,23%. Hasil penelitian, pendapatan rata?rata peternak sapi perah di Desa Pudak wetan sebesar Rp 3.899.706,00,-/bulan, Desa Pudak Kulon sebesar Rp 3.733.071,00,-/bulan, dan Desa Krisik Rp3.641.500,00,-/bulan. Rata ? rata pendapatan tenaga kerja peternakan sapi perah di Desa Pudak Wetan sebesar Rp1.200.000,00,-/bulan, Pudak Kulon Rp 1.031.515,00,-/bulan, dan Desa krisik Rp 895.236,00,-/bulan. Upah tenaga kerja peternakan sapi perah masih di bawah UMR Kabupaten Ponorogo yaitu Rp 1.509.861,12/. Tenaga kerja peternakan sapi perah di Desa Pudak Wetan, Desa Pudak Kulon dan Desa Krisik rata ? rata bekerja 30 jam per minggu dengan pendapatan tenaga kerja di bawah UMR Kabupaten Ponorogo.Kata Kunci: serapan tenaga kerja, pendapatan
STUDI TENTANG KEBERHASILAN RELOKASI PASAR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN DI DEPO PEMASARAN IKAN (DPI) LINGKAR TIMUR KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS TENTANG KEBERHASILAN RELOKASI PASAR DI DEPO PEMASARAN IKAN LINGKAR TIMUR) ZHERLYNDAWATI SARTONO, ARDHIEZA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDepo Pemasaran Ikan (DPI) merupakan pasar salah satu pasar dari Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo. Keberhasilan DPI ini merupakan strategi taktis dari pada langkah dinas pemerintah dan Kabupaten Sidoarjo, dimana relokasi ini membawa dampak positif bagi para pedagang khususnya dan pertumbuhan ekonomi di sidoarjo umumnya. Relokasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini juga menjadi transeter bagi wilayah lain khususnya di provinsi Jawa Timur (Jatim) karena depo pemasaran ikan hanya ada di sidoarjo dan satu-satu nya di jatim. Alasan relokasi adalah dengan adanya lahan yang lebih luas, fasilitas lengkap, dan pengelolaan pasar yang tertata. Peneliti tertarik untuk mengetahui keberhasilan relokasi depo pemasaran ikan di Sidoarjo. Tujuan dari peneliti ini untuk mengetahui faktor apasaja yang menyebabkan keberhasilan pasar sehingga menjadi acuan daripada pasar-pasar yang lain.Jenis penelitian ini adalah kualitatifdengan menggunakan metode studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan subyek dari penelitian ini adalah pedagang pasar ikan di DPI. Obyek dalam penelitian ini adalah kondisi sosial pedagang ikan dan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah direlokasi.Keberhasilan dari relokasi adalah inovasi pengelola yang kreatif diantaranya membranding pasar baru ini dengan kegiatan lomba-lomba seperti lomba kicau burung dan lomba mancing yang rutin diadakan setiap minggu tiga kali disetiap-tiap lomba, semakin terjalinnya hubungan sosial terhadap pedagang yang berjualan di DPI dibandingkan saat berjualan di tempat yang lama, hal ini terjadi karena adanya stabilitas pembeli yang terus terjalin. Relokasi juga mengakibatkan keberhasilan pada kondisi ekonomi, dimana para pedagang mengalami kenaikan pendapatan per harinya, salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan yaitu jumlah pembeli yang semakin banyak dan merasa nyaman hal ini di dasari oleh fasilitas yang tersedia, seperti adanya stand yang bersih, atap, lahan parkir, mushola dan kamar mandi dan juga akses yang mudah.Kata kunci: keberhasilan relokasi, pedagang ikan, sosial, ekonomi, depo pemasaran ikan.
DAMPAK INDUSTRI PERTAMBANGAN MINYAK BUMI TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA RAHAYU KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN LISTYANI, SUMA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Tuban adalah kabupaten yang ada kegiatan pertambangan minyak bumi yang dikelola oleh perusahaan asing yaitu Joint Operating Body Pertamina East Java. Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban adalah lahan yang paling luas digunakan untuk kegiatan eksploitasi industri pertambangan minyak bumi, lahan yang awalnya merupakan lahan pertanian milik masyarakat setempat. Mayoritas mata pencaharian awal masyarakat sebagai petani dengan adanya industri pertambangan minyak bumi lahan mereka mengalami perubahan penggunaan lahan menjadi proyek besar yang membuat mata pencaharian masyarakat berubah.Teori Schneider munculnya industrialisme akan menimbulkan perubahan stuktur sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Desa Rahayu yang terdiri dari tiga Dusun yaitu Dusun Nggandu/Ndelik, Dusun Sarirejo dan Dusun Kayunan. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 responden yang dibagi dalam tiga Dusun di Desa Rahayu. Sumber data merupakan data primer dan data sekunder. Alat instrument yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan presentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya industri pertambangan minyak bumi berdampak terhadap perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Perubahan terjadi pada mata pencaharian masyarakat yang awalnya homogen sebagai petani sejumlah 56,6 % setelah adanya industri berubah menjadi 25 % dan sisanya bekerja dalam bidang lain yaitu bidang industri, pedagang, PNS, peternak dan buruh. Perubahan jumlah peningkatan pendapatan masyarakat karena perubahan matapencaharian barunya. Pendapatan paling banyak setelah adanya industri adalah Rp 2.000.000,00 sampai Rp 3.000.000,00 dengan presentase sebesar 48,8 %.Kata kunci: industri pertambangan minyak bumi, perubahan struktur sosial, perubahn struktur ekonomi.
KAJIAN POTENSI UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI WATU DODOL KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR WAHID Q, ABDUL; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Banyuwangi ada tiga obyek wisata yang berdekatan yaitu: Watu Dodol, Pulau Merah dan Grajagan. Pengunjung wisata Watu Dodol pada 6 tahun terakhir berjumlah 226.336. Pengunjung wisata Pulau Merah pada 3 tahun terakhir berjumlah 995.586. Pengunjung wisata Grajagan pada 6 tahun terakhir berjumlah 334.107. Jumlah pengunjung Watu Dodol adalah yang terendah dibanding dua wisata pantai lainnya. Obyek wisata yang ada dan munculnya tempat-tempat wisata pantai baru juga bisa menjadi salah satu penyebab jumlah wisatawan sedikit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki obyek wisata Watu Dodol dan strategi yang sesuai dalam pengembangan obyek wisata Watu Dodol.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisa SWOT. Populasi penelitian dalam penelitian ini wisatawan yang berkunjung di Watu Dodol. Sampel Penelitian Accidental Sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain atraksi wisata, aksesibilitas, sarana prasarana, dan promosi.Hasil penelitian menunjukkan potensi yang dimiliki obyek wisata Watu Dodol yang mendukung pengembangan kepariwisataan yaitu atraksi wisata, aksesibilitas, sarana prasarana, dan promosi. Strategi pengembangan obyek wisata Watu Dodol berdasarkan analisis SWOT terdapat di posisi kuadran I. Industri pariwisata yang kuat dan berpeluang ditunjukkan di posisi ini. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah agresif.Kata Kunci: potensi, pengembangan
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYRAKAT DI DAERAH JATIREMBE KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK KURNIA PUTRI, DWITAZUPI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 6 (2018): Volume 5 Nomer 6 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLahan di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik mayoritas masih berupa lahan pertanian, seiring dengan perkembangan zaman lahan tersebut semakin berkurang karena semakin banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi perumahan. Sosial dan ekonomi masyarakat dipengaruhi kondisi ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan lahan pertanian dan pengaruh perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng.Metode penelitian ini adalah survey dengan menggunakan deskriptif kuntitatif. Pemilihan lokasi penelitian adalah di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dokumentasi, observasi. Kemudian analisis data diperoleh dari statistik kuantitatif dengan regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan terjadi mulai tahun 2012. Pola perubahan penggunaan lahan mengarah ke utara dan membentuk pola menyebar. Dampak dari pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan yaitu berubahnya kondisi sosial dan ekonomi penduduk. Kondisi sosial yang meliputi pendidikan, struktur penduduk, mata pencaharian dan kondisi ekonomi meliputi pendapatan, pengeluaran dan harga lahan.Kata kunci : Alih fungsi lahan, kondisi sosial, kondisi ekonomi.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO JUNIYANTO, YAYAN; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSooko merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Mojokerto dimana daerah tersebut memiliki masalah tentang alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui perubahan lahan pertanian ke non pertanian dan mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian terhadap kondisi sosial ekonomiJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah besar data berupa variabel, unit, atau, individu dalam waktu yang bersamaan . penentuan sampel menggunakan Teknik accidental sampling. Accidental sampling adalah Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dapat digunakan sebagai sampel . dalam peneletian ininakan mengambil sampel 107 responden.Terjadi perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian yang cukup luas di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto yaitu 1790150.75 m2 atau sebesar 17.09 km2. perubahan yang terjadi pada tahun ketahun mengalami perubahan yang setnifikan. Lahan fasilitas umum dengan luas 220283.16 m2 sebesar 2 km 2, sedangkan untuk lahan perumahan dengan luas 135042.93 m2 atau sebesar 1.35 km2 ,perindustrian dengan luas 1290219.87 m2 atau sebesar 12.90 km2.Kata kunci : alih fungsi lahan pertanian,ekonomi,mata pencaharian.
PENGARUH PERKEMBANGAN WILAYAH TERHADAP HARGA LAHAN DI DESA KEDANYANG KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK TAHUN 2013, 2015, DAN 2017 LIA KURNIAWATI, DWI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 yakni sebanyak 102.851 jiwa semakin meningkat pada tahun 2017 menjadi 105.656 jiwa. Kebutuhan penduduk akan tempat tinggal juga akan bertambah sehingga terjadinya pembangunan perumahan yang semakin luas. Jumlah petani yang semakin menurun pada tahun 2013 sampai 2017 dari 556 jiwa menjadi 547 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkembangan terhadap harga lahan di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tahun 2013, 2015, dan 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitaif dengan metode survei yang menggunakan analisis keruangan yakni perbandingan dari tahun 2013, 2015, dan 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh (Sensus) yakni keseluruhan dari populasi. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis perubahan luas lahan terbangun dan tidak terbangun menggunakan teknik overlay. Teknik analisis kondisi ekonomi dan harga lahan responden menggunakan hasil jawaban responden melalui kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wilayah berpengaruh terhadap harga lahan di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Perkembangan lahan tersebut terbukti menggunakan analisis citra google earth. Luas lahan dengan perubahan paling tinggi adalah perumahan tahun 2013 - 2015 bertambah 72298 m². Tahun 2015 - 2017 bertambah menjadi 135838 m². Perubahan penggunaan lahan mempengaruhi kondisi ekonomi responden yakni mata pencaharian dimana tahun 2017 angka responden yang tidak bekerja paling tinggi ialah 24.32%. Persentase tersebut, berkaitan dengan pendapatan terendah paling banyak yakni 35.14%. Perubahan penggunaan lahan juga mempengaruhi harga lahan di Desa Kedanyang dari tahun 2013, 2015, dan 2017 yang semakin meningkat. Berdasarkan penelitian, responden yang menjual lahan di Desa Kedanyang, dapat diketahui bahwa harga lahan tertinggi adalah tahun 2017 dengan harga Rp 960.000,-/m² dan dekat dengan jalan utama. Status lahan yang dekat dengan jalan kolektor semakin mahal karena sarana dan prasarana yang sangat memadai serta aksesbilitasnya yang mudah.Kata kunci: Perubahan, Penggunaan Lahan, Kondisi Ekonomi, Harga Lahan