Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGRIEKONOMIKA

PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Hariyati, Yuli
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Adanya faktor pendorong dan faktor penghambat pada pengolahan produk olahan kopi dapat dirumuskan suatu rekomendasi kebijakan pengembangan produk olahan kopi, dimana meningkatkan faktor pendorong dan meminimalisir faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pada pengembangan pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis medan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong tertinggi adalah motivasi petani yang tinggi dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,74, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah bahan baku yang diolah terbatas dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,42. Rekomendasi yang sebaiknya diterapkan untuk mendukung faktor pendorong adalah melakukan penyuluhan secara berkesinambungan, sedangkan rekomendasi sebagai solusi faktor penghambat adalah menjalin kerja sama dengan petani olah basah yang belum melakukan olah basah untuk melakukan olah basah  guna menjaga ketersediaan kopi olah basah dan menambah modal bagi unit usaha produksi pada koperasi.Kata Kunci: Kopi, Agroindustri, Analisis Medan Kekuatan, Metode Olah Basah, Metode Olah KeringABSTRACTCoffee (Coffea spp. L.) is one of a strategic commodity. The coffee public plantation is spread out to some sub-districts in Jember, especially in Kalisat and Silo. The existence of factors driving and inhibiting factors in the processing of coffee processed products can be formulated a policy recommendation development of processed coffee products, which enhance the driving factors and minimize the inhibiting factors. This study aims to determine policy recommendations on the development of coffee cultivation in the village of Shiloh Sidomulyo Jember District. The method used is descriptive method and analytical methods. Data analysis is force field analysis. The results showed that the highest motivating factor is the high motivation of farmers to the value of the urgency factor of 1.74, while the highest inhibiting factor is the raw material that is processed is limited by the value of the urgency factor of 1.42. The recommendations should be implemented to support the driving factor is to do counseling on an ongoing basis, while the recommendation as an inhibiting factor solution was worked with farmers who have not wet if if if wet wet to do in order to maintain the availability of coffee if wet and raise capital for the business unit of production the cooperative.Keyword: Coffee, Agroindustry, Force Field Analysis, Wet Processed Method, Dry Processed Method
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Hariyati, Yuli
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Adanya faktor pendorong dan faktor penghambat pada pengolahan produk olahan kopi dapat dirumuskan suatu rekomendasi kebijakan pengembangan produk olahan kopi, dimana meningkatkan faktor pendorong dan meminimalisir faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pada pengembangan pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis medan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong tertinggi adalah motivasi petani yang tinggi dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,74, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah bahan baku yang diolah terbatas dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,42. Rekomendasi yang sebaiknya diterapkan untuk mendukung faktor pendorong adalah melakukan penyuluhan secara berkesinambungan, sedangkan rekomendasi sebagai solusi faktor penghambat adalah menjalin kerja sama dengan petani olah basah yang belum melakukan olah basah untuk melakukan olah basah  guna menjaga ketersediaan kopi olah basah dan menambah modal bagi unit usaha produksi pada koperasi.Kata Kunci: Kopi, Agroindustri, Analisis Medan Kekuatan, Metode Olah Basah, Metode Olah Kering ABSTRACTCoffee (Coffea spp. L.) is one of a strategic commodity. The coffee public plantation is spread out to some sub-districts in Jember, especially in Kalisat and Silo. The existence of factors driving and inhibiting factors in the processing of coffee processed products can be formulated a policy recommendation development of processed coffee products, which enhance the driving factors and minimize the inhibiting factors. This study aims to determine policy recommendations on the development of coffee cultivation in the village of Shiloh Sidomulyo Jember District. The method used is descriptive method and analytical methods. Data analysis is force field analysis. The results showed that the highest motivating factor is the high motivation of farmers to the value of the urgency factor of 1.74, while the highest inhibiting factor is the raw material that is processed is limited by the value of the urgency factor of 1.42. The recommendations should be implemented to support the driving factor is to do counseling on an ongoing basis, while the recommendation as an inhibiting factor solution was worked with farmers who have not wet if if if wet wet to do in order to maintain the availability of coffee if wet and raise capital for the business unit of production the cooperative.Keyword: Coffee, Agroindustry, Force Field Analysis, Wet Processed Method, Dry Processed Method
PROSPEK PENGEMBANGAN PROGRAM KEMITRAAN DAN FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI BENIH BUNCIS PADA PROGAM KEMITRAAN (CONTRACTFARMING) PT. BENIH CITRA ASIA Aji, Joni Murti Mulyo; Hariyati, Yuli; Agustina, Imaniar
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beans (Phaseolus  vulgaris .L.) have been known as an important vegetable for a long time. Although the use of green beans as daily consumption tends to decline, the demand as raw material in agribusiness industry and others tends to increase. This situation open the opportunity for PT. Benih Citra Asia (BCA), a horticulture breeding company, to collaborate with farmers producing  seeds including green beans seed  through contract farming arrangement. This research aims to identify opportunities and benefits of involving in a contract farming arrangement for farmers, factors affecting income, income’s value and farm management cost efficiency. This research was conducted in Wuluhan Sub District, Jember Regency. The data was analyzed by using SWOT analysis, the multiplier linear regression model, income analysis and R/C ratio. Results showed that: (1) contract-farming arrangement located in SWOT white area (ideal). It also indicated that there was strong opportunity and benefit for both parties involved. (2) Seed cost (X2), fertilizer costs (X3), labor costs (X5) and total production (X6) were found as factors influencing farmers’ income with significant level of 95%. (3) The average income per hectare of beans farming in Wuluhan Sub District Jember Regency was Rp. 5.248.213,10. (4) R/C ratio of this farm management was more than one (1,43),  it indicated that the using of cost in green beans farm management was efficient.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Hariyati, Yuli
Agriekonomika Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Adanya faktor pendorong dan faktor penghambat pada pengolahan produk olahan kopi dapat dirumuskan suatu rekomendasi kebijakan pengembangan produk olahan kopi, dimana meningkatkan faktor pendorong dan meminimalisir faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pada pengembangan pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis medan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong tertinggi adalah motivasi petani yang tinggi dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,74, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah bahan baku yang diolah terbatas dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,42. Rekomendasi yang sebaiknya diterapkan untuk mendukung faktor pendorong adalah melakukan penyuluhan secara berkesinambungan, sedangkan rekomendasi sebagai solusi faktor penghambat adalah menjalin kerja sama dengan petani olah basah yang belum melakukan olah basah untuk melakukan olah basah  guna menjaga ketersediaan kopi olah basah dan menambah modal bagi unit usaha produksi pada koperasi.Kata Kunci: Kopi, Agroindustri, Analisis Medan Kekuatan, Metode Olah Basah, Metode Olah Kering ABSTRACTCoffee (Coffea spp. L.) is one of a strategic commodity. The coffee public plantation is spread out to some sub-districts in Jember, especially in Kalisat and Silo. The existence of factors driving and inhibiting factors in the processing of coffee processed products can be formulated a policy recommendation development of processed coffee products, which enhance the driving factors and minimize the inhibiting factors. This study aims to determine policy recommendations on the development of coffee cultivation in the village of Shiloh Sidomulyo Jember District. The method used is descriptive method and analytical methods. Data analysis is force field analysis. The results showed that the highest motivating factor is the high motivation of farmers to the value of the urgency factor of 1.74, while the highest inhibiting factor is the raw material that is processed is limited by the value of the urgency factor of 1.42. The recommendations should be implemented to support the driving factor is to do counseling on an ongoing basis, while the recommendation as an inhibiting factor solution was worked with farmers who have not wet if if if wet wet to do in order to maintain the availability of coffee if wet and raise capital for the business unit of production the cooperative.Keyword: Coffee, Agroindustry, Force Field Analysis, Wet Processed Method, Dry Processed Method
Dinamika Perkembangan Perkebunan Kakao Rakyat di Indonesia Panca Rahadi Mulyo; Yuli Hariyati
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.777 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.7296

Abstract

Produksi kakao di Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya yang dipengaruhi oleh luas areal dan produktivitasnya dan perkebunan rakyat memiliki kontribusi tertinggi daripada perkebunan kakao lainnya. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penghasil kakao rakyat di Indonesia dan terdapat isu peralihan komoditas kakao pada beberapa lokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao pada perkebunan rakyat di Indonesia dan Jawa Timur serta untuk mengetahui alasan petani kakao dalam melakukan peralihan komoditas. Metode yang digunakan adalah ARIMA (Box-Jenkins) dan deskriptif. Hasil analisis menggunakan ARIMA (Box-Jenkins) menunjukkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Indonesia mengalami penurunan menjadi 1.248.963,32 ha untuk luas areal dan produktivitasnya meningkat menjadi 0,43 ton/ha. Sedangkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Jawa Timur mengalami peningkatan yaitu menjadi 49.653,48 ha dan 0,67 ton/ha pada tahun 2030. Alasan utama petani kakao beralih usahatani yaitu mudahnya budidaya komoditas lain sebanyak 46,67%.
Pemanfaatan Etnobotani Masyarakat Tengger Untuk Obat Herbal dan Upacara Adat Anggita Anugra Sari; Yuli Hariyati
Agriekonomika Vol 9, No 2: Oktober 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i2.8033

Abstract

Penurunan ketersediaan tanaman etnobotani baik untuk obat herbal maupun upacara adat di Desa Ngadisari diakibatkan oleh rendahnya minat masyarakat untuk melakukan budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger dalam pemanfaatan tanaman etnobotani di Desa Ngadisari. Metode yang digunakan adalah skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dalam pemanfaatannya sebagai obat herbal antara lain berdasarkan tingkat kebutuhan sebesar 4,4, penggunaan 3,3, keberhasilan 2,8 dan kemudahan bahan didapat 3,4. Besar persepsi masyarakat dalam pemanfaatannya sebagai upacara adat berdasarkan tingkat kebutuhannya sebesar 13,3, penggunaan 7,5, keberhasilan 9,0 dan kemudahan bahan didapat 8,9. Disimpulkan bahwa persepsi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman etnobotani untuk obat herbal tergolong sangat rendah dengan nilai sebesar 13,9, sedangkan pemanfaatan tanaman etnobotani untuk upacara adat tergolong sangat tinggi dengan nilai sebesar 38,7.
Co-Authors Abdur Rahman Adi, Ad Hariyanto Afri Prayudi Agus Supriono AGUSTIN, DWI Agustina, Titin Anggita Anugra Sari Ankardiansyah Pandu Pradana Antika Fahriatul Fauziah Astri Maesyaroh Ningtyas Ati Kusmiati Bagus Kuntadi, Ebban Cahyo Nur Muhammad Cahyo Nur Muhammad Dani Widjaya Despita Maharani, Mutiara Ria Desy Arindi Putri Regina Devara Efendy, Tafvian Didik Suharijadi Djoko Soejono Djoko Sumarno Dwi Erwin Kusbianto Dyah Ayu Savitri Ebban Bagus Kuntadi Evita Soleha Hani Evita Soliha Hani Evita Soliha Hani Fauziah, Diana Fauziyah, Diana Hani, Evita Soleha Hapsari, Triana Dewi Hendy Firmanto Himawan, Fadhli Nur Ibanah, Indah Ihda Fitriyah Imaniar Agustina Imelda, Sisca Indah Ibanah Joni Murti Mulyo Aji Kamil Muhtadi Kamila, Tati Zulfa Khasan, Ahmad Fatikhul Lestari Puji Rahayu, Lestari Puji M. Ghufron R Mochammad Wildan Djatmiko Mochammad Wildan Jadmiko Mochammad Wildan Jadmiko Mohammad Rondhi Mustapit Mustapit Mutiara Balquis Pamuji Nihliatun Ni'mah Nurlaili Nurlaili Panca Rahadi Mulyo Pramesti, Riska Ayu Priyo Sugeng Winarto Rachmi Masnilah Rahaditya Dimas P Rahaditya Dimas Prihadianto Rahman, Rena Yunita Rena Yunita Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Ria, Vina Yunita Rida Fitriani Rokhani, Rokhani Rony, Zahara Tussoleha Rosyady, Muhammad Ghufron S, Setiyono Setiyono Setiyono Setyawan, Hendrik Sigit Soeparjono Sofia Sofia Sudarko Sudarko Sugeng Raharto Sugeng Winarso Sulasminingsih, Istiqomah Suwasono, Sony Syahroni, Maulid Dia Putri Tanti Matus Sholeha Titin Agustina Titis Luttiyana Vanya Pinkan Maridelana Vanya Pinkan Maridelana Yunita, Vina