Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK BOKASHI JERAMI DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SELEDRI (Apium graviolens L.) Rona Al Kanza; Kacung Hariyono; Mohammad Ubaidilah; Tri Wahyu Saputra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.327 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28798

Abstract

ABSTRAKSeledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia baik sebagai obat maupun sebagaibahan penyedap rasa makanan. Salah satu kemampuan tanaman untuk tumbuh secara optimal yaitu dengan kecukupan nutrisi yang diperoleh dari seginutrisi yang diberikan untuk tanaman seledri yaitu berupa pupuk. Pupuk bokashi merupakan salah satu contoh jenis pupuk organik. Bokashimerupakan kompos yang dapat dihasilkan melalui adanya fermentasi dengan pemberian Effective Mikroorganisme-4 (EM4) merupakan aktivatoruntuk mempecepat proses pembuatan kompos. Penambahan pupuk Nitrogen pada budidaya tanaman seledri pada lahan bisa menjadi solusi untukmengatasi permasalahan tersebut. Pupuk Nitrogen merupakan golongan pupuk anorganik. Percobaan dilaksanakan di daerah Pakusari KabupatenJember. Penelitian dimulai pada bulan Oktober sampai dengan November 2021. Percobaan pada penelitian ini menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dari 2 faktor perlakuan yaitu dari Faktor I adalah aplikasi pupuk N (Urea) yang terdiri dari 4 taraf. Faktor IIadalah aplikasi pupuk Bokashi Jerami yang terdiri dari 4 taraf dan diulang untuk sebanyak 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk Nitrogenyaitu P0 : Perlakuan dosis 0 g Urea/tanaman atau 0 kg/ha (sebagai kontrol) P1 : Perlakuan dosis 2,62 g Urea/tanaman atau 300 kg/ha (setara dengan1,566 N g/tanaman), P2 : Perlakuan dosis 5,23 g Urea/tanaman atau 600 kg/ha (setara dengan 3,132 N g/tanaman), P3 : Perlakuan dosis 7,84 gUrea/tanaman atau 900 kg/ha (setara dengan 4,698 N g/tanaman). Faktor kedua perbedaan dosis pupuk Bokshi Jerami yaitu: K0: Perlakuan PupukBokashi 0 g/tan, K1 : Perlakuan Pupuk Bokashi 250 g/tan atau 8,3 ton/ha, K2 : Perlakuan Pupuk Bokashi 500 g/tan atau 16,6 ton/ha, K3 : PerlakuanPupuk Bokashi 750 g/tan atau 24,9 ton/ha. Penelitian ini memiliki 16 kombinasi perlakuan dan masing masing diulang sebanyak 3 kali. Jumlah keseluruhanpercobaan terdiri dari 48 percobaan. Perlakuan dosis terhadap pupuk Urea 5,23 g/tanaman atau setara dengan 600 kg/ha berpengaruh tertinggipada tinggi tanaman, panjang akar, dan jumlah anakan tanaman seledri, sedangkan perlakuan dosis pupuk Urea 2,62 berpengaruh tertinggi padajumlah daun. Perlakuan dosis pupuk bokashi jerami 500 g/tanaman setara dengan 16,6 ton/ha berpengaruh tertinggi pada tinggi tanaman, panjangakar, jumlah anakan dan kadar klorofil.
Pengaruh Paparan Medan Elektromagnetik pada Biji terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa. L) Arifatul Jannah; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.677 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35299

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman selada memiliki nilai ekonomis yang tinggi, memiliki bentuk dan warna menarik serta mengandung gizi yang cukup banyak sehingga berpotensi untuk dibubidayakan. Tanaman dengan kualitas yang tinggi dapat diperoleh dengan menggunakan bibit yang berkualitas tinggi pula / bibit unggul. Pertumbuhan bibit tanaman dapat ditingkatkan salah satunya yaitu dengan memanfaatkan paparan medan elektromagnetik extremely low frequency (ELF). Medan elekromagnetik ELF adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi sangat rendah yaitu 0 – 300 Hz. Medan elektromagnetik ELF termasuk dalam radiasi non ionisasi karena energi yang dihasilkan sangat sedikit bahkan tidak ada. Penggunaan paparan medan elektromagnetik terhadap biji dan benih selada diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi selada. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Intensitas medan elektromagnetik yang digunakan yaitu 300 µT. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA taraf uji 5%, kemudian uji lanjut dengan metode duncan. Perlakuan dengan menggunakan paparan medan elektromagnetik pada biji dapat berpengaruh nyata pada beberapa variabel pengamatan yaitu daya kecambah, tinggi tanaman, panjang daun dan klorofil daun. Hasil tertinggi pada semua variabel diperoleh dengan menggunakan lama paparan 45 menit (P2) dan untuk tinggi tanaman hasil tertinggi diperoleh dengan lama waktu paparan selama 30 menit (P2) dan 45 menit (P3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada dengan memanfaatkan medan elektromagnetik Extremely Low Frequency (ELF).
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Berbagai Kondisi Cekaman Kekeringan Pasya Salsadilla; Kacung Hariyono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.688 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.29356

Abstract

Drought has a direct impact on the agricultural sector. Dry land is one type of marginal land, because drought causes various negative impacts on plants. The long drought causes the water requirement for plants to stagnate so that the plants experience stress or experience drought stress conditions. Drought stress is an environmental condition where plants do not receive sufficient water intake, so that plants cannot carry out the process of growth and development optimally and production decreases. One way that can be done on the problem of drought is to identify several plant varieties to see the response and ability of plants to survive under stress conditions. The purpose of this study was to determine the effect of drought conditions, to determine the effect of upland rice varieties and the interactions that occur between upland rice varieties and various drought stress conditions on growth and yield. The research method used was a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor is 100% field capacity, 80% field capacity, 60% field capacity and 40% field capacity, while the second factor is Inpago 8 variety, Inpago 9 variety and Situ bagendit variety. The results of the research conducted showed that the level of drought stress had an effect on the growth and yield of upland rice plants. The higher the drought conditions experienced by plants, the growth and yields on plants are much lower and yields are less. This is because the availability of water for plants is not sufficient. The higher the drought conditions experienced by the plant, the longer the root length of the plant. This is because plants that experience drought stress in the vegetative phase will inhibit crown growth and increase root growth.
Pengaruh Komposisi Kotoran Sapi Dan Cangkang Telur Serta Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Pupuk Organik Dan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Zakaria Eka Saputra; Kacung Hariyono Hariyono
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 7, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ipteks.v7i2.8239

Abstract

Limbah pertanian merupakan suatu sisa kegiatan pertanian yang kurang termanfaatkan. Limbah pertanian dapat menjadi suatu masalah pencemaran apabila tidak diolah secara tepat. Pada penelitian ini dilakukan kajian terhadap limbah kotoran sapi dan cangkang telur diolah kembali menjadi pupuk organik yang jauh lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan masing-masing faktor diulang sebanyak 3 kali. Faktor bahan organik (K) terdiri dari K1 (1 ton/ha kotoran sapi : 0 ton/ha cangkang telur); K2 (1 ton/ha kotoran sapi : 0,5 ton/ha cangkang telur); K3 (1 ton/ha kotoran sapi : 1 ton/ha cangkang telur). Faktor lama fermentasi (T) terdiri dari T1 (fermentasi selama 14 hari) dan T2 (fermentasi selama 21 hari). Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan mencampurkan bahan sesuai perlakuan, lalu difermentasi selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 1 ton/ha kotoran sapi : 1 ton/ha cangkang telur (K3) memberikan hasil terbaik terhadap variabel C-organik sebesar 10,10 %; C/N rasio sebesar 11,47 %; dan pH sebesar 7,56.  Serta pada perlakuan lama fermentasi 14 hari (T1) memberikan hasil terbaik pada variabel C-organik sebesar 8,79 %. Berdasarkan penelitian perlakuan dosis 1 ton/ha kotoran sapi dan 1 ton/ha cangkang telur K3 dinyatakan sebagai perlakuan terbaik untuk parameter C-organik, C/N rasio, dan pH, serta mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Akan tetapi karakteristik pupuk organik belum memenuhi persyaratan teknis sebagai pupuk organik karena kadar C/N rasio dibawah 15-25.
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GULA MERAH KELAPA DI KABUPATEN BANYUWANGI Aryo Fajar S; Kacung Hariyono
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2360

Abstract

Sektor perkebunan kelapa telah menjadi kontibutor terbesar bagi kegiatan ekonomi yang banyak dimanfaatkan hasilnya dalam pengembangan industri pengolahan, dimana salah satu pemanfaatan kelapa adalah pemanfaatan melalui penyadapan nira untuk dibuat gula merah kelapa. Potensi wilayah di Kabupaten Banyuwangi juga menghasilkan produk kelapa dan agroindustrinya yang tersebar di beberapa wilayah. Dari kondisi tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah potensi wilayah dalam mendukung produksi gula merah kelapa serta strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Pesanggaran memiliki persentase terbesar dari seluruh agroindustri yang ada di Kabupaten Banyuwangi yakni sebesar 22,31 %dari total sebanyak 1067 agorindustri yang ada. Untuk rata – rata luas panen kelapa deres tertinggi berada di Kecamatan Kabat dengan rata – rata luas panen pada periode Tahun 2018 – 2019 sebesar 298 Ha. Produktifitas tertinggi berada di kecamatan Pesanggaran dengan nilai produktifitas nya sebesar 0,59 Ton/Ha. Untuk nilai jual tertinggi produk gula merah kelapa berada di Kecamatan Pesanggaran dengan rata – rata nilai jual tertinggi sebesar Rp 84,788,655 Strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kabupaten Banyuwangi yakni Meningkatkan mutu gula merah kelapa, Menjalin kemitraan dan kerjasama dan Meningkatkan kualitas SDM.
Induksi Somatic Embriogenesis dan Kultur Suspensi Sel Pada Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Didik Pudji Restanto; Veronenci Yuliarbi Farlisa; Parawita Dewanti; Kacung Hariyono; Tri Handoyo
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v6i2.448

Abstract

Porang adalah tanaman yang tumbuh di daerah  tropis dibawah tegakan hutan. Porang termasuk tanaman komersial banyak diminati oleh masyarakat karena mengandung glukomanan yang cukup tinggi. Kebutuhan bibit melalui katak dan umbi relative mahal dalam budidaya porang sehingga dengan pendekatan kultur jaringan melalui Somatic Embryogenesis (SE) dan suspensi sel untuk perbanyakan masal bibit porang sangat memungkinkan.  Hasil SE digunakan untuk kultur suspensi sel agar menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan SE dalam jumlah banyak sebagai bahan kultur suspensi sel. Perbanyakan SE menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) factorial, factor pertama konsentrasi NAA dengan konsentrasi 0,5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppm. Factor kedua konsentrasi 2,4-D konsentrasi 1 ppm dan 2 ppm sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil SE terbaik selanjutnya dikultur suspensi sel menggunakan hormon NAA 0,25 ml di-shaker selama 8 minggu diinkubasi pada kondisi gelap. Parameter pengamatan terdiri dari kedinian munculnya kalus, persentase kalus, struktur, warna kalus, proliferasi kalus, histologi kalus, respon hasil suspensi, proliferasi kalus hasil kultur suspensi.  Data dianalisis menggunakan DMRT pada taraf 5%, sedangkan parameter suspensi sel dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian SE terbaik pada perlakuan kombinasi 1 ppm NAA + 2 ppm 2,4-D menghasilkan persentase kalus tertinggi yaitu 90%, warna kalus dengan skoring 5Y 8/6 berwarna putih susu yang remah. Hasil kultur suspensi menggunakan hormon NAA dengan konsesntrasi 0,25 ppm menunjukkan pertumbuhan kalus tertinggi yaitu dengan menghitung volume endapan kalus terjadi pada fase eksponensial (7 minggu inkubasi) mencapai 3,67 ml. 
Analisis Pendugaan Parameter Genetik pada Genotipe Tebu Mutan Irfa' Yudayantho; Sri Hartatik; Sholeh Avivi; Kacung Hariyono
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v6i2.456

Abstract

Tebu merupakan sumber bahan baku gula. Tingginya konsumsi gula nasional dihadapkan oleh rendahnya produksi gula, sehingga masih terpenuhi dengan impor. Upaya perbaikan genetik melalui mutasi induksi menggunakan EMS pada tanaman tebu varietas Bululawang, diperoleh genotipe yang memiliki potensi rendemen tinggi. Penelitian mempunyai tujuan untuk mengevaluasi parameter genetik pada genotipe tebu mutan. Penelitian dilakukan bulan April 2019 hingga Agustus 2020 di tiga lokasi yaitu dua kecamatan di Kabupaten Jember (Arjasa, Sukorambi) dan satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan (Kraton), Jawa Timur. Setiap lokasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan enam ulangan. Genotipe yang digunakan berasal dari hasil seleksi sebelumnya yaitu genotipe tebu mutan generasi keempat. Karakter yang diamati meliputi jumlah anakan, diameter batang, jumlah ruas, bobot dan panjang batang produktif, jumlah batang/m, produksi tebu, rendemen dan hablur gula. Data dianalisis ragam gabungan dan pendugaan parameter genetik terdiri dari nilai koefisien keragaman genetik, heritabilitas, serta kemajuan genetik. Hasil penelitian diperoleh bahwa pertumbuhan dan hasil genotipe tebu mutan akibat ekspresi dari genetik tanaman, lingkungan serta interaksi keduanya. Pendugaan parameter genetik diperoleh nilai heritabilitas tergolong tinggi pada karakter rendemen dan hablur gula. Sedangkan nilai kemajuan genetik tergolong tinggi pada karakter produksi tebu, rendemen dan hablur gula.
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN GARUT (Maranta arundinaceus L.) DI KABUPATEN JEMBER Kacung Hariyono; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Indri Fariroh; Widya Kristiyanti Putri; Didik Pudji Restanto; Luluk Noviana
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 22 No 3 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v22i3.2257

Abstract

The aim of this study is to identify the arrowroot morphology characters and its distribution pattern in Jember District, East Java Province. Plant inventory was carried out in 6 sub-districts, i.e. Arjasa, Sumbersari, Silo, Tanggul, Semboro, and Wuluhan from July to October 2021 using survey method. The sampling technique was done by accidental sampling. The results of dendogram analysis based on morphological characters showed that Sumbersari, Wuluhan, and Arjasa were sub-district areas with a lot of arrowroots, if compared to other 3 sub-districts. Three main groups were formed based on the similarity of arrowroot morphological characters, accessions from geographically adjacent sub-district or village had greater morphological similarities. Leaf length has a close relationship with leaf width, leaf sheath length, and leaf petiole diameter. The distance between stem segments has a correlation with stem height. The longest fibrous roots and stem diameter contributed less to arrowroot diversity. The number of internodes positively correlated with tuber circumference, tuber length, and tuber weight. Arrowroot plant accessions grew in groups according to certain morphological characteristics, which was also showed a close relationship between these accessions. Keywords: accession, arrowroot, genetic relationship, morphological characteristic
Pengaruh Kalium Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica oleraceae L. var botrytis) Erina Utami; Kacung Hariyono
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.7944

Abstract

Tanaman kubis bunga merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan. Tahun 2016-2017 tanaman kubis bunga mengalami penurunan produktivitas. Teknik yang dapat digunakan adalah teknik pemupukan dan teknik pemberian ZPT. Contoh pupuk yang sangat dibutuhkan oleh kubis bunga adalah pupuk kalium. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman juga akan  mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman kubis bunga. Contoh hormon pertumbuhan yang digunakan adalah hormon giberelin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan hormon giberelin pada tanaman kubis bunga serta mengetahui dosis dan konsentrasi yang optimal pada perlakuan pupuk kalium dan hormon giberelin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama yang digunakan adalah dosis kalium (K) dan faktor kedua adalah konsentrasi giberalin (G). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, diameter bunga, kandungan klorofil, volume akar, berat segar bunga dan berat kering bunga. Pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang tertinggi adalah pada kombinasi perlakuan dosis pupuk kalium 3,2 gr/tan (K2) dan konsentrasi hormon giberelin 100 ppm (G2). Kombinasi perlakuan ini sangat optimal digunakan untuk meningkatkan berat segar bunga, kandungan klorofil dan berat kering bunga.   
Keragaman Fisikokimia Beberapa Populasi Tanaman Garut di Kabupaten Jember Kacung Hariyono; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Indri Fariroh; Widya Kristiyanti Putri; Didik Pudji Restanto
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78023

Abstract

Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman perenial yang umbinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, pakan, dan bahan baku industri. Tanaman garut di Kabupaten Jember masih sebagai tanaman liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fisikokimia garut dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jember. Variabel fisikokimia yang diamati meliputi kadar air, sukrosa, protein terlarut, antioksidan, flavonoid, phenolic, gula reduksi, dan karbohidrat. Data yang diperoleh dianalisis korelasi dan biplot. Hasil korelasi menunjukkan semakin tinggi kadar air maka semakin rendah kandungan sukrosa pada umbi garut (r= -0.480), juga dengan kandungan protein terlarut (r=-0.515) dan gula reduksi (r=-0.698). Semakin tinggi kandungan sukrosa pada umbi garut maka semakin tinggi pula kandungan protein terlarut (r=0.515), phenolik (r=0.513) dan gula reduksi (r=0.657). Berdasarkan hasil analisis biplot, total keragaman fisikokimia garut di Kabupaten Jember sebesar 58.6%. Kandungan flavonoid memiliki nilai keragaman kecil dibanding variabel lainnya. Umbi garut yang diperoleh dari Kecamatan Wuluhan (Desa Tanjangrejo dan Glundengan) memiliki kandungan gula reduksi dan protein terlarut rendah, dan umbi garut dari Kecamatan Sumbersari (Desa Kranjingan) memiliki kandungan antioksidan dan karbohidrat paling tinggi.
Co-Authors Abdul jalil Adam Ramadhan Adha, Iqlina Asmara Agus Supriono Ahmad Ihwanudin Akbar, Muhammad Mizan Ilham Ananias De Deus Andreano, Rio Tito Arifatul Jannah Aryo Fajar S Aryo Fajar Sunartomo Asfia Falasifa Asfia Falasifa Atik Ayu Wariska Atik Ayu Wariska Ayamilah, Yasaroti Azzarah, Azzarah Badriyah , Muflikhatul Basuki, Basuki Cahyoadi Bowo Christy, Rullita Tio Deus, Ananias De Diah Ayu Retnani Wulandari Dian Ayu Retnani Wulandari Dwika Nano Hariyanto Ebban Bagus Kuntadi Endah Devi Astuti Erina Utami Faradisi, Nurul Jinan Hakim, Norma Kamilia Halimatus Sa'diyah Halwiyah, Lailatul Hana Sari Octavia Hasan Fikri, Hasan Hidayat Hidayat Hidayat I Ketut Suada Intan Kartika Setyawati Irfa' Yudayantho Josi Ali Arifandi Lina Asri Wulandari Luluk Noviana Marcus dos Santos Soares Maulana, Muhammad Irfan Maulidina, Niswah Saffanah Mohammad Ubaidilah Nathaniel, Talitha Olandino Tome Francisco Dorosario de Sousa Parawita Dewanti Pasya Salsadilla Pradika, Yoga Reno Ayom Prakasa, Rivaldi Praset, Fahmi Puspito, Agung Nugroho Putri, Maharani Karunia Qonita Fathin Azizah Ratih Apri Utami Resmi, Aji Dita Restanto, Didik Pudji Rona Al Kanza Rudi Hartadi Rusdiana, Riza Yuli Sa'diyah, Halimatus Safari Kosasih Sandi, Akmalia Saputra, Yongky Purna Sarumaha, Yoseph Lutern Sa’diyah, Halimatus Setiyono Setiyono Sholeh Avivi Slameto Slameto Slameto Slameto Sobah, Naqiyyah Nada Sri Hartatik Sugeng Winarso Tiffany Rahma Abdillah Tri Agus Siswoyo TRI HANDOYO Tri Wahyu Saputra Ubaidillah, Mohammad Vega Kartika Sari Veronenci Yuliarbi Farlisa Widya Kristiyanti Putri Yulianti, Annisa Zakaria Eka Saputra Zaujiah, Rima