Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Mangga (Mangifera indica L.) di Jawa Timur Berdasarkan Karakter Morfologi: Studi Kasus di Kabupaten Jember Sari, Vega Kartika; Sa'diyah, Halimatus; Rusdiana, Riza Yuli; Hariyono, Kacung; Hartatik, Sri
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.87516

Abstract

Di Indonesia, mangga terdistribusi luas dan memiliki keragaman bentuk, ukuran, rasa dan bentuk daun. Jawa Timur termasuk sentra produksi mangga dengan produksi mencapai 41% dari produksi nasional. Beragam jenis mangga dapat tumbuh baik di Kabupaten Jember. Mangga lokal yang ada perlu dikarakterisasi terutama yang memiliki keunggulan untuk dapat dikembangkan sebagai buah unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi berbagai jenis mangga dari delapan kecamatan di Kabupaten Jember. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data pengamatan dianalisis deskriptif, korelasi, biplot, dan klaster. Hasil eksplorasi diperoleh 12 jenis mangga terdiri atas mangga lokal seperti apel hijau, apel merah, padi, cantel, mahatir, telur, madura selain gadung, manalagi, arum manis, golek, dan kweni. Hasil analisis menunjukkan koefisien variasi yang tinggi pada karakter panjang tangkai daun dan panjang tangkai bunga. Dua karakter tersebut juga berkorelasi sangat signifikan dan positif, demikian pula karakter panjang dan lebar buah terhadap bobot buah. Panjang helai daun dapat digunakan dalam menentukan karakter penciri morfologi daun mangga.  Jenis mangga Cantel memiliki keunikan dengan tingkat ketidakmiripan 43,5% dibandingkan 11 jenis mangga lainnya. Pengelompokan jenis mangga yang terbentuk berdasarkan kemiripan/ketidakmiripan karakter morfologi meskipun berasal dari lokasi yang berbeda
Tobacco Plant (Nicotiana tabacum L.) Tolerance Towards Waterlogging Stress on Various Calcium Fertilizer Application Hidayat; Dewanti, Parawita; Kacung Hariyono
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.586 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40431

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu tanaman komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan terjadinya genangan dan merupakan kendala utama dalam budidaya tanaman tembakau. Banyak studi telah menunjukkan bahwa genangan mempengaruhi respon morfologi, fisiologi dan anatomi pada tanaman. Kalsium berperan dalam membantu proses metabolisme tanaman saat mengalami cekaman abiotik. Pemberian kalsium pada tanaman dapat meningkatkan adaptasinya terhadap genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi tanaman tembakau terhadap cekaman genangan pada berbagai taraf aplikasi kalsium berdasarkan respon fisiologi, morfologi serta anatominya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 hingga Januari 2022 di Kebun percobaan Universal PT. Tempu Rejo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah penggenangan tanaman tembakau pada usia yang berbeda (tanpa penggenangan/kontrol; penggenangan pada 21 hari setelah tanam (HST), 28 HST, dan 35 HST). Faktor kedua adalah aplikasi kalsium dengan dosis (0, 8.5, 10, dan 11.5 g per tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalsium 11.5 g per tanaman yang diaplikasikan efektif meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman genangan berdasarkan karakteristik morfologinya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan kalsium dapat menekan keberadaan H2O2 sebagai ROS (reactive oxygen species) serta dapat mempertahankan struktur anatomi akar dan anatomi stomata di bawah cekaman genangan. Kata kunci: anatomi, fisiologi, H2O2, karakteristik morfologi
The Implementation of Digital Marketing in Culinary Businesses in Kebonsari - Jember: Penerapan Digital Marketing pada Usaha Kuliner di Kebonsari - Jember Tiffany Rahma Abdillah; Supriono, Agus; Setyawati, Intan Kartika; Hariyono, Kacung; Sunartomo, Aryo Fajar; Putri, Maharani Karunia
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 3 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i3.6370

Abstract

With the rapid development of technology, the business world has now entered digital marketing, often referred to as digital marketing. This marketing utilizes social media and internet-based platforms to market products. One of the economic strengths that has been supporting the Indonesian economy is the presence of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The implementation of digital marketing opens up significant opportunities for MSMEs to capitalize on it. Culinary MSMEs in Kebonsari Village, Jember Regency, East Java, are experiencing challenges in running their businesses, particularly in marketing, which has previously been carried out only through conventional methods. Therefore, training is needed on the use of digital marketing and the creation of engaging content. The goal of this activity is to provide knowledge about the importance of digital marketing in product marketing and how to create creative content to build product branding. Digital marketing can be implemented using social media platforms like Instagram and online platforms like Grab (Grabfood) and Gojek (Gofood). Community service activities are carried out for one month with a different agenda each week. The stages carried out include (1) Location survey and identification of problems experienced, (2) Training in the use of social media and training in taking photos/videos, (3) Assistance in the use of social media and training in taking photos/videos and (4) Monitoring and evaluation of activities. The results of these activities are (1) Problems were found, namely a decrease in sales turnover of culinary businesses because marketing so far still uses conventional methods, (2) Culinary MSME actors know and apply digital marketing by using social media Instagram and online platforms such as Grab (Grabfood) and Gojek (Gofood), (3) Culinary MSME actors have expertise in taking photos/videos as promotional media. With this training activity, culinary MSME actors as the target of the activity feel helped because with this program they can understand what digital marketing is and how to implement it.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Suling Wetan Kabupaten Bondowoso Dalam Upaya Penyediaan Bibit Nilam Secara Mandiri Mohammad Ubaidillah; Setiyono Setiyono; Slameto Slameto; Kacung Hariyono; Sri Hartatik; Sholeh Avivi; Parawita Dewanti; Agung Nugroho Puspito; Abdul Jalil
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1447

Abstract

The majority of residents in Suling Wetan Village work as farmers and rely heavily on self-produced seeds due to the village’s remote location. One high-potential crop for marginal lands in the area is patchouli (Pogostemon cablin), a plant valued for its essential oil. However, the propagation of patchouli remains a significant challenge for local farmers due to limited knowledge and skills. This community engagement program aimed to enhance farmers’ capacities in patchouli propagation through a combination of awareness campaigns, technical workshops, hands-on training, direct field mentoring, and participatory monitoring and evaluation. Evaluation was conducted through direct observation and participant surveys. The results showed that 96% of participants gained a clear understanding of patchouli propagation techniques, and all participants acknowledged the importance of the program and expressed hope for its continuation. The activity successfully contributed to increasing farmers’ independence in sustainable patchouli seedling production.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Pace, Kabupaten Jember, berbasis inovasi pertanian dalam upaya peningkatan nilai tambah produk pisang Halimatus Sa'diyah; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Sri Hartatik; Kacung Hariyono; Rani Aprillia Rahmawati; Suci Wulaningtyas Prasetyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38095

Abstract

Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi  di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadikan budidaya kopi sebagai kegiatan pertanian utama mereka, dengan budidaya pisang sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, kelompok ini menghadapi keterbatasan yang signifikan, seperti kurangnya akses terhadap bibit pisang berkualitas tinggi dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis pisang, yang mengurangi daya saing pasar mereka. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok tersebut melalui program pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik pengolahan pisang yang inovatif. Kegiatan tersebut meliputi presentasi edukatif dan praktik langsung, khususnya mengajarkan pembuatan “pisang coklat lumer” — keripik pisang yang dilapisi cokelat leleh. Pelatihan ini menggunakan varietas pisang lokal yaitu Kepok dan Sebulen, dipilih karena mudah diperoleh dan tekstur keripik yang renyah. Sebanyak 23 peserta mengikuti program ini. Hasil  evalusi menggunakan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pembuatan dan pemasaran produk, termasuk wawasan tentang pendekatan pemasaran digital. Program ini berhasil memberdayakan anggota KWT Srikandi untuk menciptakan produk pisang bernilai lebih tinggi, berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kewirausahaan di tingkat lokal. Kata kunci: inovasi produk; pisang; pemberdayaan; nilai tambah; wirausaha Abstract The Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pace Village, Silo District, Jember Regency, engages in coffee cultivation as their main agricultural activity, with banana farming serving as a supplementary income source. However, the group encounters significant limitations, such as insufficient access to high-quality banana seedlings and a lack of innovation in banana-based product development, which reduces their market competitiveness. This community engagement initiative aimed to enhance the group’s economic capacity through a structured training program focused on innovative banana processing techniques. The activities included educational presentations and workshops, specifically teaching the preparation of “pisang coklat lumer” — banana chips coated with melted chocolate. The training utilized local banana varieties, including Kepok and Sebulen, chosen because they are easy to obtain and have a crispy chip texture. A total of 23 participants took part in the program. The outcome showed increased participant competence in both product-making and marketing, including insights into digital marketing approaches. This program successfully empowered members of KWT Srikandi to create higher-value banana products, contributing to sustainable economic development and entrepreneurship at the local level. Keywords: product innovation; banana; empowerment; value addition; entrepreneurship
Co-Authors Abdul Jalil Adam Ramadhan Adha, Iqlina Asmara Agung Nugroho Puspito Agus Supriono Ahmad Ihwanudin Akbar, Muhammad Mizan Ilham Ananias De Deus Anastasia Lidya Maukar Andreano, Rio Tito Anik Vega Vitianingsih Arifatul Jannah Aryo Fajar S Aryo Fajar Sunartomo Asfia Falasifa Asfia Falasifa Atik Ayu Wariska Atik Ayu Wariska Ayamilah, Yasaroti Azzarah, Azzarah Badriyah , Muflikhatul Basuki, Basuki Budi Santoso Cahyoadi Bowo Christy, Rullita Tio Deus, Ananias De Diah Ayu Retnani Wulandari Dian Ayu Retnani Wulandari Dwika Nano Hariyanto Ebban Bagus Kuntadi Endah Devi Astuti Erina Utami Faradisi, Nurul Jinan Hakim, Norma Kamilia Halimatus Sa'diyah Halwiyah, Lailatul Hana Sari Octavia Hasan Fikri, Hasan Hermansyah, David Hidayat Hidayat Hidayat I Ketut Suada Indri Fariroh Intan Kartika Setyawati Irfa' Yudayantho Josi Ali Arifandi Lina Asri Wulandari Luluk Noviana Marcus dos Santos Soares Maulana, Muhammad Irfan Maulidiana, Putri Dwi Rahayu Maulidina, Niswah Saffanah Mohammad Ubaidilah Mohammad Ubaidillah Nathaniel, Talitha Nugraha, Azariz Ananta Leo Olandino Tome Francisco Dorosario de Sousa Parawita Dewanti Pasya Salsadilla Pradika, Yoga Reno Ayom Prakasa, Rivaldi Praset, Fahmi Putri, Maharani Karunia Qonita Fathin Azizah Rani Aprillia Rahmawati Ratih Apri Utami Resmi, Aji Dita Restanto, Didik Pudji Rona Al Kanza Rudi Hartadi Rusdiana, Riza Yuli S, Setiyono Sa'diyah, Halimatus Safari Kosasih Sandi, Akmalia Saputra, Yongky Purna Sarumaha, Yoseph Lutern Sa’diyah, Halimatus Sholeh Avivi Slameto Slameto Sobah, Naqiyyah Nada Sri Hartatik Suci Wulaningtyas Prasetyo Sugeng Winarso Tiffany Rahma Abdillah Tri Agus Siswoyo TRI HANDOYO Tri Wahyu Saputra Vega Kartika Sari Veronenci Yuliarbi Farlisa Wicaksono, Dandy Widya Kristiyanti Putri Yulianti, Annisa Zakaria Eka Saputra Zaujiah, Rima