Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Community-Based Interventions for People Affected by Leprosy: A Narrative Review Masala, Clausewitz Welmatus; Haroen, Hartiah; Pramukti, Iqbal
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.460

Abstract

This narrative review aims to explore community-based program interventions among patients with leprosy. This study employs the PCC (Population, Concept, Context) framework and collects data from six literature reviews accessed through the PubMed database. Keywords adjusted according to Medical Subject Headings (MeSH) terms ("Community-Based Program" OR "Community Intervention" OR "Community Health Program" OR "Community Engagement") AND ("Social Support" OR "Peer Support" OR "Community Support" OR "Psychosocial Support") AND ("Leprosy" OR "Hansen’s Disease"). Analysis of six articles, primarily from Asian and African contexts, reveals that community-based interventions are effective in reducing stigma, enhancing socio-economic participation, and strengthening leprosy detection and prevention strategies. These programs succeed through a multidimensional approach involving social support, education, and economic empowerment. The findings underscore that integrating psychosocial support and economic empowerment within community-led health initiatives is fundamental to achieving holistic and sustainable outcomes in leprosy care.
The Role of Family Eating and Activity Habits in the Relationship Between Parenting and Feeding Practices on Child Eating Behavior Nadirawati, Nadirawati; Chatarina Suryaningsih; Felina C. Young; Hartiah Haroen; Susilowati Susilowati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i9.7900

Abstract

Introduction: Nutritional problems in children, including underweight and stunting, remain a global health challenge, particularly in Indonesia. This study examines the influence of parenting styles and feeding practices on children's eating behavior, with family eating and activity habits as a mediating variable Methods: A cross-sectional survey design was employed in this study, involving 225 mothers of stunted and underweight children aged 2–5 years in Cimahi City, Indonesia. The study investigated key variables including parenting styles, feeding practices, family eating and activity habits, and children’s eating behavior. Data were gathered using validated questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach. This analytical technique enabled the examination of complex causal relationships and latent constructs, including mediation pathways. The research complied with ethical standards and received approval from the Health Research Ethics Committee of the Faculty of Health Science and Technology, Jenderal Achmad Yani University, Cimahi, on May 31, 2024 (Certificate No. 086/KEPK/FITKes-Unjani/2024). Results: The results showed that parenting styles (? = 0.222, t = 3.630, p < 0.001) and feeding practices (? = 0.243, t = 3.640, p < 0.001) significantly influenced children's eating behavior. Family eating and activity habits significantly mediated the relationship (? = 0.448, t = 6.401, p < 0.001). Feeding practices and parenting styles also predicted family habits (f² = 0.369 and 0.462, respectively). Conclusion: These findings highlight the importance of family eating habits in shaping children's eating behavior and addressing malnutrition and stunting. Thus, family-based interventions are needed to improve healthy feeding practices and promote positive eating behavior in children at risk of malnutrition in Indonesia, aiming to achieve zero stunting and malnutrition.
Pendekatan Spiritual dengan Murottal Al-Quran pada Pasien Stroke Hemoragik Akibat Keracunan Karbon Monoksida: Laporan Kasus Ramadhan, Gilang; Agustina, Hana Rizmadewi; Haroen, Hartiah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1026

Abstract

Keracunan Karbon Monoksida merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk stroke. Selain intervensi medis yang intensif, aspek spiritualitas penting dalam proses pemulihan pasien stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana dampak stimulasi murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kesadaran pasien stroke hemoragik. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan laporan kasus (case report) yang merupakan bagian kecil dari asuhan keperawatan pasien, dilakukan dari tanggal 14 sampai 18 September 2023. Subjek dalam karya tulis ini adalah pasien yang didiagnosa medis stroke hemoragik dengan penurunan kesadaran. Respon pasien dalam laporan kasus ini diukur menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS) dan Richmond Agitation Sedation Scale (RASS). Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan kesadaran GCS 7 (E2V2M3) menjadi GCS 11 (E4V2M5) dan penurunan skor agitasi pasien dari +3 menjadi +1 dalam 4 hari. Hal ini menunjukan bahwa murottal Al-Quran dapat dijadikan terapi nonfarmakologis yang membantu meningkatkan pemulihan pasien stroke. Integrasi pendekatan spiritual dalam perawatan pasien yang mengalami stroke menjadi penting untuk mencapai perawatan yang holistik serta berpusat pada pasien dan keluarga.
KETERLIBATAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ACTIVITY DAILY LIVING PASIEN STROKE PIS : STUDI KASUS Augusto, Constantius; Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i3.2412

Abstract

Stroke PIS merupakan perdarahan akibat kerusakan pembuluh darah intraserebral secara spontan. Karena dampak penyakit stroke yang masif dan kompleks, maka pasien memerlukan intervensi keperawatan paliatif. Salah satunya pemenuhan kebutuhan activity daily living dengan meningkatkan keterlibatan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan pentingnya pemenuhan kebutuhan activity daily living dengan meningkatkan keterlibatan keluarga pasien pada pasien stoke paliatif. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Intervensi dilakukan selama 8 hari yang terdiri dari pengkajian klien dan keluarga, menyusun intervensi, melaksanakan intervensi, memberi kesempatan keluarga untuk melakukan intervensi secara bertahap, konsultasi keluarga, evaluasi keluarga, dan menyusun jadwal perawatan pasien di rumah. Hasil akhir intervensi adalah kualitas hidup klien membaik, kecemasan keluarga menurun, keluarga mengetahui tingkat keparahan kondisi klien, menerima kondisi klien dan mengiklhaskan kepergian klien, serta mengutarakan kesiapan merawat pasien di rumah. Ditemukan bahwa pentingnya intervensi pemenuhan kebutuhan activity daily living dengan meningkatkan keterlibatan keluarga sehingga disimpulkan pemenuhan kebutuhan activity daily living pada pasien stroke dengan meningkatkan keterlibatan keluarga sangat penting dilakukan karena manfaat yang dirasakan oleh pasien, keluarga, dan perawat. Disarankan perlunya intervensi bantuan pemenuhan kebutuhan activity daily living pada pasien stroke dengan meningkatkan keterlibatan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan kesiapan keluarga dalam merawat pasien stroke.
The Necessity of Early Palliative Care in Patients with Severe Coronary Artery Disease: A Reflective Practice Adzillah, Finka Laili Nur; Haroen, Hartiah
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v8i1.10591

Abstract

Background: Palliative care aims to improve the quality of life for patients with serious illnesses and their families. It is provided throughout the course of the disease, starting from the initial diagnosis to the grieving phase after the patient's death. Coronary artery disease has been proven to be a major cause of death, making palliative care important. Purpose: This study was to reflect the patient's case in order to gain of new insight and perspective. Methods: This article was a critical review of author experience when providing patient nursing care in a hospital. The case was reviewed using reflective practice. Results: Through reflection on the case, it was found that the initiation of palliative care was only carried out when the patient was continuously deteriorating. So that patients and their families do not receive adequate palliative care. Conclusion: Early palliative care has an impact on symptoms, quality of life, and support for patients and their families during the dying process. However, there are obstacles to early palliative care implementation, such as negative stigma, medical professionals who wish to continue giving treatment in hospitals till the end, and a lack of expertise and capability among health workers to deliver palliative care.
The Otago Exercise Training Program For Patients With Moderate Fall Risk Problems : A Case Report Mambangsari, Citra; Basiroh, Siti; Haroen, Hartiah
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 17 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v17i1.1942

Abstract

The elderly are a vulnerable group because they have experienced various setbacks. Degenerative disorders are physiological processes that occur in the elderly, one that often occurs is a decrease in the function of the musculoskeletal system such as complaints of joint pain, decreased muscle strength, and decreased balance which can cause the risk of falling. The management that can be done to prevent falls while minimizing side effects is by using non-pharmacological therapies, one of which is by doing the Otago Exercise. The purpose of this case study is to explain how the effect of Otago Exercise is to prevent the risk of falling in the elderly. The writing method used in this study is to use a case study conducted on the elderly Mrs. S. The results of nursing care after carrying out the Otago Exercise Program showed an increase in the risk of falling in the elderly from 32 to 39. This Otago Exercise has been proven to be effective and can be done to prevent the risk of falling in the. The elderly can implement the Otago Exercise Program on an ongoing basis accompanied by officers at the orphanage to prevent falls and maintain a balance so that joint function and posture remain good.
Balance Exercise sebagai Intervensi Efektif untuk Menurunkan Resiko Jatuh pada Lansia: A Case Report Supendi, Devi Oktaviani; Haroen, Hartiah; Sari, Citra Windani Mambang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.894 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10762

Abstract

ABSTRACT Older adults are those aged 60 and over who experience changes and declines in physical function through aging. The physiological change that occurs is a decrease in leg muscle strength. Weakness in the lower extremities can lead to loss of balance and a tendency to fall. Efforts should make to improve and maintain the balance of older people's bodies through practical balance exercises to overcome the fall risk problem. This case report aimed to determine the effect of balance exercises on reducing the risk of falls. The descriptive method used is a case report approach with the Berg Balance Scale measuring instrument. The survey was conducted from 28th April to 11th May 2023. The results of the case report found that after carrying out a balance exercise, the client's fall risk score increased, namely a score of 28 (moderate fall risk) to a score of 41 (low fall risk). Suggests that balance exercises can reduce the risk of falls in older people. When doing balance exercises, older people should be supported by following the principles of balance exercises and performing them consistently for optimal benefit. Keywords: Balance Exercise, Elderly, Fall Risk  ABSTRAK  Lanjut usia merupakan seseorang yang berusia di atas 60 tahun yang mengalami perubahan dan penurunan fungsi tubuh sebagai akibat penuaan. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan masalah keseimbangan, sehingga rentan mengalami resiko jatuh. Untuk mengatasi masalah resiko jatuh tersebut, perlu upaya dalam memperbaiki dan menjaga keseimbangan tubuh pada lansia dengan melakukan latihan keseimbangan yang efektif seperti balance exercise. Tujuan penulisan case report ini yaitu untuk mengetahui pengaruh balance exercise terhadap resiko jatuh sedang pada lansia. Metode penulisan yang digunakan pada penelitian ini yaitu case report dengan alat ukur Berg Balance Scale. Penulisan ini dilakukan pada tanggal 28 April-11 Mei 2023. Hasil case report ditemukan bahwa setelah melakukan balance exercise terdapat peningkatan skor resiko jatuh pada klien yaitu skor 28 (resiko jatuh sedang) menjadi skor 41 (resiko jatuh rendah). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa balance exercise dapat mengurangi resiko jatuh yang terjadi pada lansia. Namun, dalam melakukan balance exercise tersebut perlunya dukungan kepada lansia dengan memperhatikan prinsip dan konsistensi dalam melakukan latihan agar dapat tercapai keefektifan yang optimal. Kata Kunci : Balance Exercise, Lansia, Resiko Jatuh
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting Haroen, Hartiah; Sari, Citra; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13043

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Sukamulya merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting. Desa Sukamulya terletak di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengetahui tentang pencegahan stunting pada ibu balita. Pengabdian ini bertujuan mengindentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting. Metode pengabdian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pre-post test design. Sampel pada pengabdian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Desa Sukamulya Dusun 3 sebanyak 41 orang. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan kepada ibu balita berupa pengetahuan tentang pencegahan stunting, pengetahuan stimulasi tumbuh kembang. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil dari analisis pengetahuan ibu balita adalah adanya perbedaan signifikan pada pengetahuan Ibu balita di Desa Sukamulya (p value = 0.001). Implikasi dari kegiatan ini adalah pemberian rekomendasi  kepada Puskesmas dan Desa untuk melanjutkan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan stunting bagi keluarga yang mempunyai balita serta pendampingan keluarga pada balita yang sudah terkena stunting. Kata Kunci: Balita, Pencegahan Stunting, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting is one of the problems that occur in Indonesia. Sukamulya Village is one of the villages that has a stunting rate. Sukamulya Village is located in Rancaekek District, Bandung Regency, West Java. One of the strategic efforts that can be done is to find out about stunting prevention in mothers of toddlers. This service aims to identify the knowledge of mothers of toddlers about stunting prevention. This service method is descriptive quantitative with pre-post test design. The sample in this service is mothers who have toddlers in Sukamulya Village Hamlet 3 as many as 41 people. Health education interventions are given to mothers of toddlers in the form of knowledge about stunting prevention, knowledge of growth and development stimulation. Data analysis using paired t-test. The results of the analysis of the knowledge of mothers of toddlers were significant differences in the knowledge of mothers of toddlers in Sukamulya Village (p value = 0.001). The implication of this activity is to provide recommendations to Puskesmas and Villages to continue activities that can increase knowledge, attitudes and behavior to prevent stunting for families who have toddlers and family assistance for toddlers who have been affected by stunting. Keywords: Toddlers, Stunting Prevention, Health Education 
Program Ceting Mbah Salimah sebagai Upaya Ketahanan Pangan untuk Pencegahan Stunting di Keluarga Kecamatan Rancaekek Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15203

Abstract

ABSTRAK  Ketahanan pangan adalah dengan memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi dan bervariasi. Sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi setiap anggotanya, memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Ketahanan pangan sebuah keluarga merupakan suatu upaya pencegahan stunting di keluarga. CETING MBAH SALIMAH, Cegah Stunting dengan menanam Buah dan Sayur di Lingkungan Rumah dilaksanakan di Desa Sukamulya dengan metode workshop yang dihadiri 39 keluarga. Nilai pelaksanaan post-test untuk penyampaian materi tentang penanaman buah dan sayuran membuahkan hasil, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami materi tentang penanaman buah dan sayur, dengan peningkatan pemahaman sebesar 22,57 % dari 51,28 menjadi 73,85. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan lancar dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep penanaman dengan media tanah. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan melanjutkan inovasi dengan fokus pada bercocok tanam yang sederhana sebagai upaya pencegahan stunting di keluarga. Kata Kunci: Program Ceting, Ketahanan Pangan, Stunting ABSTRACT Food security is having sufficient access to nutritious and varied food. A family can meet the nutritional needs of each member, ensure optimal growth and development, and increase the body's resistance to disease. A family's food security is an effort to prevent stunting in the family. CETING MBAH SALIMAH, Prevent Stunting by planting Fruits and Vegetables in the Home Environment was implemented in Sukamulya Village with a workshop method attended by 39 families. The value of the implementation of the post-test for the delivery of material on planting fruits and vegetables produced results, showing that participants better understood the material on planting fruits and vegetables, with an increase in understanding by 22.57% from 51.28 to 73.85. These results show that the activities were carried out smoothly and provided a better understanding of the concept of planting with soil media. This program is expected to continue by continuing innovations with a focus on simple farming as an effort to prevent stunting in the family.  Keywords: Ceting Program, Food Security, Stunting
Program Kitasuka (Kesehatan Gigi dan Kesehatan Anak Paud) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rancaekek Haroen, Hartiah; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang; Witdiawati, Witdiawati; Mulya, Adelse Prima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15133

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak PAUD memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak sejak dini. Melalui edukasi dan demonstrasi aktivitas kebersihan cuci tangan dan sikat gigi, anak-anak PAUD diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hasil pengabdian dapat diidentifikasi bahwa terdapat peningkatan sebanyak 68% pada skor pre-test dan post-test. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Kata Kunci: Kitasuka, Perilaku Hidup Bersih, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem in Indonesia. One of the prevention of stunting is the implementation of clean and healthy living behaviors including in the Early Childhood Education (PAUD) environment. PAUD children have an important role in shaping children's development from an early age. Through education and demonstration of hand washing and tooth brushing hygiene activities, PAUD children are expected to be able to understand and apply important steps in maintaining personal and environmental hygiene. The results of the service can be identified that there is an increase of 68% in the pre-test and post-test scores. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Keywords: Kitasuka, Hygiene Behavior, Stunting