Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Pengamanan Dan Perlindungan Pantai Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu Dan Genuk, Kota Semarang Retno Hartati; Rudhi Pribadi; Retno W. Astuti; Reny Yesiana; Itsna Yuni H
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.833 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.823

Abstract

Semarang is one of many cities which has high vulnerability, damage, and high risk affected by climate change. This study was aimed to determine securing, protecting of Semarang coastal area, especially in Tugu and Genuk Sub-district. Literature review was carried out to seek the proper seawall design and material which feasible to be built in coastal area of Tugu and Genuk Sub-district. Field observation was conducted to determine location characteristic to build seawall in Tugu and Genuk Sub-district. The study revealed that many area of Semarang coast was damage as impact of coastal building, the loss of natural protection as well as effect of global warming. The existing seawall was varied but mostly in damage condition. Therefore it is recommend to build seawall in Karanganyar and Tugurejo Village (in Tugu subdistrict) to support the eco-edutourism in Semarang City as well as ini Trimulyo Village (Genuk Subdistrict) to established sediment enrichment ready for mangroves replant. Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat kerentanan, bahaya dan resiko tinggi akibat dampak perubahan iklim. Kajian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengamanan dan perlindungan pantai di wilayah pesisir Kecamatan Tugu dan Genuk, Kota Semarang. Kajian dilakukan ini melalui review literatur dan observasi lapangan. Kajian literatur dilakukan terhadap desain alat penahan ombak (APO) yang memungkinkan dibangun di wilayah pesisir Kecamatan Genuk dan Tugu serta untuk mendapatkan informasi tentang bahan atau material yang dapat digunakan untuk membangun APO. Observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui karakteristik lokasi yang akan dibangun APO dan ketersediaan material sesuai desain yang telah direkomendasikan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kerusakan pantai yang terjadi di Kota Semarang cukup banyak yang diindikasikan sebagai dampak dari bangunan-bangunan yang menjorok ke laut, hilangnya perlindungan alam pantai dan juga merupakan efek dari pemanasan global. Kondisi APO dan breakwater saat ini sangat beragam, namun pada umumnya sudah rusak sehingga mengurangi fungsinya sebagai alat perlindungan pantai. Untuk itu disarankan dibangunnya alat penahan ombak di Kelurahan Karanganyar dan Tugurejo (Kecamatan Tugu) untuk mendukung program eco-eduwisata Kota Semarang dan Kelurahan Trimulyo (kecamatan Genuk) untuk sediment enrichment yang nantinya lokasi siap ditanami mangrove. 
Kandungan Timbal Pada Air, Sedimen, Dan Rumput Laut Sargassum sp. Di Perairan Jepara, Indonesia Ria Azizah; Rotua Malau; AB Susanto; Gunawan Widi Santosa; Retno Hartati; Irwani Irwani; Suryono Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.65 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3010

Abstract

Concentration of Lead in the Seawater, Sediment, and the Seaweed Sargassum sp. in Jepara waters, Indonesia The increasing human activities led to an increase in waste disposal which eventually accumulates and decrease the water quality of rivers and seas. One of the pollutant resulted by human activities is heavy metal. The presence of heavy metals in the waters could directly harm the bioorganisms and indirectly affect human health by food chains. The purpose of this research is to investigate the lead content (Pb) in the water, sediment, and seaweed Sargassum sp., as well as to determine the status of pollution in Teluk Awur waters, Jepara. The research was conducted in November 2017 and January 2018 using descriptive method. Sampling sites were decided by Purposive Sampling Method. Analysis of lead content was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The results showed that the lead content of seawater in Teluk Awur, Jepara, was within 0.003 mg/L and not on the level of concern, according to KepMen LH No. 51/2004. The range of lead content in the sediment was 47- 68,35 mg/kg and considered as polluted, according to NRCC GBW07313. The range of lead content in the seaweed Sargassum sp. was 0.22-0.79 mg/kg and has exceeded the quality standard  specified by PerBPOM No. 23/2017. Meningkatnya  kegiatan  manusia  menyebabkan  peningkatan  pembuangan  limbah  yang pada akhirnya bermuara ke sungai maupun laut, yang mengakibatkan perairan laut menjadi tercemar. Salah satu pencemar akibat aktivitas   manusia   adalah   logam   berat   timbal yang dapat membahayakan kehidupan organisme perairan secara langsung, maupun tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada air, sedimen, dan rumput laut Sargassum sp. serta untuk mengetahui status pencemaran di Perairan Teluk Awur, Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 dan Januari 2018. Metode penelitian yang digunakan  adalah  metode  deskriptif.  Penentuan  lokasi  penelitian  dilakukan dengan Purposive Sampling Method. Analisis logam berat Pb dilakukan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan kandungan logam berat Pb di Perairan Teluk Awur, Jepara, pada air laut yaitu 0,003 mg/L dan masih belum tercemar menurut KepMen LH No.51/2004. Kandungan logam berat Pb pada sedimen yaitu berkisar 47 - 68,35 mg/kg dan telah tercemar menurut NRCC GBW07313. Kandungan logam berat Pb pada rumput laut Sargassum sp. yaitu berkisar 0,22 - 0,79 mg/kg dan telah melebihi baku mutu yang ditentukan oleh PerBPOM No. 23 Tahun 2017 
Struktur Komunitas Ikan Karang dan Tutupan Karang pada Terumbu Buatan Artificial Patch Reef (APR) Munasik Munasik; Aldion Adin Nugroho; Retno Hartati; Agus Sabdono; Sugiyanto Sugiyanto; Denny Nugroho Sugianto
Jurnal Kelautan Tropis Vol 23, No 3 (2020): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v23i3.9171

Abstract

Artificial Patch Reef (APR) have been applied as a new method for Biodiversity Conservation Program at Panjang Island, Jepara since 2015. Previous study suggested that design and location of artificial reefs installation affected to abundance of reef fishes, associated with the artificial reef.  This study aims to investigated community structure of reef fishes associated to artificial patch reef comparing to reef fishes in nearby natural reefs. Assessment of coral reef condition on two habitats were conducted on July 2019, after 4 years deployment.  The results show that artificial patch reefs with a percentage of live coral cover are less than half of natural coral reefs, and have succeeded in increasing the abundance of reef fish with nearly the same density and community structure resembling reef fish in natural coral reefs. The similarity in community structure of the two habitats is probably due to the similarity in habitat type and morphology of the hard corals. The results indicate that Artificial Patch Reef (APR) reefs have increased the coral cover of Acropora branching and resulted in increased reef fish abundance which is compatible with reef fish communities associated with natural coral reefs around it. Aplikasi metode baru terumbu buatan Artificial patch Reef (APR) pada Program Konservasi Bioiversitas Pulau Panjang, Jepara telah dilakukan sejak 2015. Hasil studi menunjukkan bahwa pemilihan desain dan lokasi pemasangan terumbu buatan yang tepat akan meningkatkan kelimpahan ikan karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan penerapan terumbu buatan APR melalui kelimpahan ikan karang yang berasosiasi pada terumbu buatan dan terumbu karang alami di sekitarnya. Penilaian kondisi terumbu karang tersebut telah dilakukan pada Juli 2019 setelah 4 (empat) tahun pemasangan terumbu buatan. Hasil studi menunjukkan bahwa terumbu buatan dengan persentase tutupan karang hidup lebih kecil, separuhnya dari tutupan pada terumbu karang alami telah berhasil meningkatkan kelimpahan ikan karang dengan densitas hampir sama dan struktur komunitasnya menyerupai ikan karang yang berasosiasi dengan terumbu karang alami. Kesamaan struktur komunitas kedua habitat kemungkinan akibat kesamaan tipe habitat dan morfologi karang keras penyusunya. Hasil ini mengindikasikan bahwa terumbu buatan Artificial patch Reef (APR) telah meningkatkan tutupan karang bercabang Acropora dan berakibat terhadap meningkatnya kelimpahan ikan karang yang sesuai dengan komunitas ikan karang yang berasosiasi dengan terumbu karang alami di sekitarnya.
SEA RANCHING OF Holothuria atra: STOCKING DENSITY AND TIME Retno Hartati; Ambariyanto Ambariyanto; Muhammad Zainuri; Widianingsih Widianingsih
BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Vol. 28 No. 2 (2021): BIOTROPIA Vol.28 No.2, Agustus 2021
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.0.0.0.1180

Abstract

Strong market demand and uncontrolled exploitation and/or the inadequate management of fisheries have caused many stocks of sea cucumbers to be overexploited. One suggested effort to overcome this problem is sea ranching. Stocking density is the most important consideration in sea cucumber rearing; therefore, this present work is aimed at elucidating the best stocking density for sea ranching of Holothuria atra. H. atra was taken from the Panjang Island, Jepara waters and reared in bottom cages in Teluk Awur waters, Jepara with a density of 30, 20, or 10 individuals per cage measuring 2 m × 2 m × 1.8 m (with bottom area of 4 m2). Stocking times of H. atra were at the initial time of cage installation, the second and the third months after installation. Bottom sediment characteristics (i.e., chlorophyll a, b, phaeophytin, and total carotene) of the sea cucumber habitat and water quality in the cages were measured monthly during the study. The results showed that growth of H. atra fluctuated; low stocking density yielded a higher weight gain than high stocking density did. The highest weight gain was present in the density of 10 individuals/cage in the second stocking month. The highest survival rate of H. atra was seen in the condition of 30 individuals/cage (93%) at the third stocking month, which means that these sea cucumbers were only reared for three months. The highest mortality occurred at a density of 20 individuals/cage with the survival rate being low (45%) at the first stocking time or in the fifth month of rearing. There was fission evidence among H. atra reared in the cages, resulting in smaller organisms. Among the water quality parameters, the concentration of chlorophyll a, b, phaeophytin, and carotene in the sediment fluctuated according to the time of sea cucumber rearing caused by their feeding and bioturbation. The study results suggested to stock H. atra at low density during the second stocking month to get higher growth.
Community Structure of Crustacean Macrobenthos in Mangrove Vegetation, Tugurejo Village, Tugu District, Semarang City Andika Putriningtias; Rudhi Pribadi; Retno Hartati
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.702 KB)

Abstract

Hutan mangrove mempunyai arti yang sangat penting bagi berbagai jenis biota (ikan, cacing, kepiting, udang, siput, kerang, dan biota lainnya) yang hidup di kawasan mangrove maupun di perairan sekitarnya (Hogarth, 2007). Menurut Saenger (2002), secara fisik, mangrove mampu berperan sebagai penahan abrasi, erosi, gelombang, angin kencang bagi wilayah daratan, pengendali intrusi air laut dan pembangun lahan melalui proses sedimentasi. Penelitian yang dilaksanakan pada Bulan Desember 2009 - November 2010 ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrobentos Krustasea di vegetasi mangrove KelurahanTugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-eksploratif. Untuk penentuan titik lokasi penelitian menggunakan purpossive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei contoh (survey sampling methods). Krustasea yang ditemukan terdiri dari 21 jenis, 8 famili yang masuk kedalam 3 infraordo yaitu terdiri dari 14 jenis Brachyura, 4 jenis Macrura dan 3 jenis Anomura. Kelimpahan Krustasea di lokasi penelitian rata-rata berkisar 227-316 ind./100m² dan yang tertinggi sebesar 316 (ind./100m2) pada stasiun penelitian A (tepi sungai). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 2,46–3,16 sehingga termasuk dalam kategori sedang kecuali Stasiun D yang termasuk dalam kategori tinggi, sementara nilai Indeks Keseragaman (e) berkisar antara 0,82–0,86 dan masuk kategori tinggi. Indeks Dominansi (C) berkisar antara 0,14–0,23 dan secara umum menunjukkan tidak adanya dominasi jenis. Pola sebaran di lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran yang mengelompok/clumped (52,38%), dan sisanya (47,61%) menunjukkan pola sebaran acak/random. Nilai Indeks Kesamaan Komunitas secara umum termasuk kategori rendah (28,57%), sedang (31,5-57,14%) dan kategori tinggi (69,57-88,89%).
Analisis Multitemporal Topografi Pesisir Wonorejo Surabaya dan Pengaruhnya Terhadap Distribusi Sedimen Menggunakan Software ArcGIS 10.3 Ulfah Nurjanah; Ety Parwati; Pingkan Mayestika; Retno Hartati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 27, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.27.2.124-128

Abstract

Sediment is a collection of particles that come from weathering both soil and rock, biological and an anthropogenic process. Sediment flows from upstream to downstream areas. Topographic conditions are one of teh factors in sedimen distribution. The topography in the Wonorejo area tends to be low because it is located in a coastal area. The purpose of this study is to determine the effects of topographic changes in Wonorejo on the distribution of sediments in the area. The method used in this study is descriptive method by collecting data including primary data and secondary data. The primary data used are Landsat 7 and Landsat 8 satellite imagery, while the secondary data used is in the form of Surabaya village administration map data, Surabaya DEM data and Indonesian SHP data. Data processing was performed using ArcGIS 10.3 software. The results indicated that the topographic conditions of the region did not have a significant influence on the distribution of sediments in the Wonorejo area. The distribution of sediment in those area was more influenced by hydro-oceanographic factors such as currents, tides and waves. Other factors that influence are anthropogenic factors such as development and land conversion
CHATODOLUMINESCENCE MICROSCOPIC ANALYSIS TO INTERPRET THE REDOX CONDITION DURING THE FORMATION OF CARBONATE VEIN I Wayan Warmada; Retno Hartati
Journal of Applied Geology Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Geological Engineering Department Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.97 KB) | DOI: 10.22146/jag.7236

Abstract

Cathodoluminescence (CL) is generated by an electron gun coupled to an optical microscope. There are two types of chatodoluminescence, i.e., cold CL and hot CL. In the cold cathode microscopic equipment, the electrons are generated by an electric discharge between two electrodes under a low gas pressure, whereas in the hot CL microscope, the electrons are generated by heating a filament (2000–3000°C). In this paper we utilize cold CL combine with electron microprobe analysis (EMPA). The CL microscopy of carbonate shows at least three carbonate generations, i.e., rhodochrosite with dull or no luminescence, Mg-rich calcite with dark red luminescence, manganese-bearing calcite with up to 0.04 wt.% Mn with bright orange luminescence, and pure calcite and Mn-rich calcite (> 0.15 wt.% Mn) with dull or no luminescence. The result also suggests that the luminescence pattern of calcite is controlled by the amount of Mn2+. Sectoral zoning and chevron-shape growth zoning exist in some coarse-grained calcite aggregates. The sectorial zoning of calcite as reflected by dull to bright CL color indicated that slightly to more reducing environment during calcite deposition. Keywords: Chatodoluminescence, rhodochrosite, calcite, sectorial zoning
Simpanan Karbon pada Padang Lamun di Perairan Pulau Poteran Madura Jawa Timur Wita Kristianty Sirait; Retno Hartati; Widianingsih Widianingsih
Journal of Tropical Marine Science Vol 5 No 1 (2022): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.642 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v5i1.2617

Abstract

Blue carbon is a carbon stored in the coastal ecosystem such as mangrove ecosystems, seagrass beds and brackish/salty swamps. Seagrass ecosystems can absorb and drain large amounts of carbon from the atmosphere and deposited to tissues or sediments for a long time. The aim of this study was to determine the type, percentage of seagrass cover and carbon stocks in seagrass beds on Poteran Waters. The study was conducted in January - March 2019. Sampling was done by purposive sampling method. Carbon deposit in seagrasses was calculated using the loss on ignition (LOI) method. Seagrass species found on Poteran Island were 7 species, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata and Halodule uninervis, Halophila ovalis and Syringodium isoetifolium. Cymodocea serrulata had the highest density value with value 336 ind/m2 and the highest seagrass cover value was 20.45% by Cymodocea rotundata. The value of biomass under the substrate (4.24 dw.m-2 - 400.5 dw.m-2) is more than the value of biomass on the substrate (2.43 dw.m-2 - 54.52 dw.m-2). Carbon values under the substrate (1.52 gC.m-2 - 141.09 gC.m-2) and above the substrate (0.71 gC.m-2 - 5.83 gC.m-2). The carbon value in the two station was not normally distributed but did not have a significant carbon comparison value using the Mann Whitney U-Test analysis test.
Karakteristik Mikroplastik pada Sedimen dan Air laut di Muara Sungai Wulan Demak Nando Arta Gusti Pamungkas; Retno Hartati; Sri Redjeki; Ita Riniatsih; Jusup Suprijanto; Edy Supriyo; Widianingsih Widianingsih
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 3 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i3.14923

Abstract

Microplastics are small plastic particles that have the characteristics of easily accumulating in seawater and sediments with a diameter of less than 5 mm. The presence of microplastics in seawater and sediments may have a chain impact on marine ecosystems and humans. The purpose of this study was to determine the characteristics of microplastics in sediment and seawater in the Wulan River Estuary, Demak. Sediment and seawater samples were taken by purposive sampling at five different stations in line with the river mouth on 20 May 2021. Visual identification and counting of microplastics using a microscope, and FTIR (Fourier transform infrared) test. The highest abundance of microplastics was found in Station 2 sediment (400 particles.Kg-1) and Station 1 seawater (99 particles.L-1) which is the end of the Wulan river flow. The diversity of microplastic characteristics in the form of fragments, fibers, pellets and films, the most abundance was fragments of particles in sediment and seawater samples. The color of the microplastic particles is predominantly black and blue, with lesser number of brown, white, red, green, yellow and purple. The microplastic particle size range was found between 1.00-259.06 m. Microplastic pollutants are nitrile, nylon and PTFE (Polytetrafluoroethylene) plastics. The results of this study reveal the sources of anthropogenic pollution in the study area which are not only caused by human activities on land but also from the movement of water in the marine environment.  Mikroplastik adalah partikel plastik kecil yang memiliki karakteristik mudah terakumulasi pada air laut laut dan sedimen dengan ukuran diameter kurang dari 5 mm. Keberadaan mikroplastik pada air laut laut dan sedimen dapat memberikan dampak berantai terhadap ekosistem perair lautan dan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mikroplastik pada sedimen dan air laut di Muara Sungai Wulan, Demak. Sampel sedimen dan air laut diambil dengan purpossive sampling di lima stasiun yang berbeda segaris dengan muara sungai pada tanggal 20 Mei 2021. Identifikasi dan penghitungan mikroplastik secara visual menggunakan mikroskop, dan uji FTIR (Fourier transform infrared). Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada sedimen Stasiun 2 (400 partikel.Kg-1) dan air laut Stasiun 1 (99 partikel.L-1) yang merupakan akhir dari aliran sungai Wulan. Keragaman karakteristik mikroplastik yang berupa fragment, fiber, pellet dan film, partikel fragmen terbanyak di sample sedimen dan air laut. Warna partikel mikroplastik didominasi hitam dan biru, dengan warna coklat, putih, merah, hijau, kuning dan ungu yang lebih sedikit.  Rentang ukuran partikel mikroplastik yang ditemukan antara 1,00-259,06 µm. Polutan mikroplastik berjenis plastik nitrile, nylon dan PTFE (Polytetrafluoroethylene). Hasil penelitian ini mengungkapkan sumber polusi antropogenik di daerah penelitian yang tidak hanya disebabkan oleh aktivitas manusia di darat tetapi juga dari pergerakan air di lingkungan laut.
Analisa Air Tambak Desa Kaliwlingi sebagai Bahan Baku Produksi Garam Konsumsi Retno Hartati; Widianingsih Widianingsih; Broto Wisnu RTD; Meitri Bella Puspa; Edy Supriyo
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35353

Abstract

Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes merupakan  daerah  yang  berperan penting  sebagai  produsen garam rebus, yaitu garam yang diproduksi dengan cara merebus air laut dan garam konsumsi di Jawa Tengah. Namun informasi mengenai kandungan bahan organik dan indeks pencemaran kaitannya dengan baku mutu air laut di tambak sebagai bahan baku garam rebus di lokasi tersebut masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan padatan terlarut, kadar salinitas, pH, dan suhu  di  beberapa tambak Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes yang digunakan sebagai bahan baku garam konsumsi dan  membandingkannya dengan baku mutu bahan baku air laut garam. Metode deskriptif diterapkan dalam penelitian ini dengan materi berupa sampel air  tambak  di  Desa Kaliwlingi yang diukur in situ pada  kedalaman  1  meter sebagai sumber data total padatan terlarut (TDS), suhu, salinitas dan pH.  Data kemuddian dianalisis   secara kualitatif  dengan indeks   pencemaran   dengan   metode   STORET   yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Hasil penelitian mendapatkan kandungan TDS air bahan baku garam sebesar 1109-1692  mg/L, pH 7.6-8.7, kadar salinitas 16,9-19 Be pada rentang suhu 29.7-33.  Kondisi  tambak Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes tergolong  perairan yang tercemar sedang dikarenakan hampir seluruh parameter yang diujikan melewati batas baku mutu air laut untuk pembuatan garam konsumsi dan melewati indeks STORET dengan skor perairan -12.  Untuk itu perlu dilakukan perlakuan untuk meningkatkan mutu air laut bahan baku garam konsumsi antara lain dengan membuat kolam sedimentasi dan kolam tandon untuk mendapatkan bahan baku yang lebih baikKaliwlingi Village, Brebes Regency is an area that plays an important role as a producer of boiled and table salt in Central Java Province. However, information regarding the content of organic matter and the pollution index in relation to the quality standards of sea water in ponds as raw material for table salt is still limited. The purpose of this study was to determine the content of dissolved solids, salinity levels, pH, and temperature in several ponds of Kaliwlingi Village, Brebes Regency which were used as raw material for salt production and to compare them with the quality standard of raw salt seawater. The descriptive method was applied in this study with the material of samples of pond water in Kaliwlingi Village which were measured in situ at a depth of 1 meter as a data source for total dissolved solids (TDS), pH, temperature, and salinity. The data was then analyzed qualitatively using a pollution index of STORET method through the Decree of the State Minister of the Environment number 115 of 2003 and the Decree of the Minister of the Environment No. 51 of 2004 concerning guidelines for determining the status of sea water quality for consumption salt raw materials..The results showed that the TDS content of raw material salt water was 1109-1692 mg.L-1, pH 7,6-8,7, salinity levels 16,9-19 ppt and the temperature range of 29,7-3,3oC. The condition of ponds in Kaliwlingi Village, Brebes Regency is classified as moderately polluted waters because almost all of the parameters tested passed the sea water quality standard for the manufacture of consumption salt and passed the STORET index with a water score of -12. For this reason, it is necessary to carry out treatment to improve the quality of seawater, among others, by setting up sedimentation and reservoir ponds to obtain better sea water as as raw materials for table salt production.  
Co-Authors Abdul Ghofir Abdul Hadi Abdul Latif Mahakar Abdul Muis Prasetia, Abdul Muis Abdullah Afif Abdullah Afif Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Adiyoga, Diaz Agus Sabdono Agus Trianto Agustiningsih, Luluk Akbarinissa, Rr. Dyah Artati Akhmad Syarifudin Aklif Reza Muttaqin Aldion Adin Nugroho Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Junaedi Ali Ridlo Altysia Putriany Amalia Rofiah Amalia Rofiah Amar, Fahri Ambariyanto Ambariyanto Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anam, Aufa Anastasia Dian R Anindya Wirasatriya Antonius Budi Susanto Apriliani, Seka Indah Ariel E San Jose Arif Rahman Arumning T. Fauziah Aufa Anam Azizah T.N., Ria Bastiar, Yusuf Bifa Aulia Manuhuwa Bintang Septiarani Broto Wisnu RTD Broto, R. T.D Wisnu Candhika Yusuf Cantik Sitta Devayani Cantika Elistyowati Andanar CB. Ronaldi Chandra E Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Cristiana Manullang David Nugroho Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Dharma, Laga Adhi Diah Permata Wijayanti Diaz Adiyoga Dina Ayu Magfirani Dinda Richa Kumarahaqi Donna Nur'Aurelya Mahardhika Dwi Haryanti, Dwi Dwi Saniscara Wati Edi Supriyo Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Wibowo Edy Wibowo Elis Indrayanti Endika Meirawati Erik Wijaya Kusuma Ervia Yudiati Esti Rudiana Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Fitriyan, Jodhi Kusumayudha Frijona Fabiola Lokollo Gangsar Bayu Setia Nugroho Gangsar Bayu Setia Nugroho Gazali Salim Ginzel, Fanny Iriany Gunawan Widi Santosa H. Endrawati Hadi Endrawati Hadi Endrawati Hani’atun Nurfajriyah Hariyadi Hariyadi Harmoko Harmoko Haryo Farras Raditya Hutama Hawa, Adnin Kamil Bani Heri Yanti Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hermin Pancasakti Kusumaningrum Hilal M I Wayan Warmada Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ika Desie Wulandari Ira Kolaya Ira Kolaya, Ira Ireng Sigit Atmanto Irwani Irwani Isai Yusidarta Isti Pudjihastuti Ita Riniatsih Ita Widowati Itsna Yuni H Jelita Rahma Hidayati Johannes Hutabarat Jufri Ubay Julian Ransangan Jussac Maulana Masjhoer Justin Cullen Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Käll, Sofia Ken Suwartimah Ken Suwartimah Khairunnisa Khairunnisa Khoerunnisa, Rizka Nabila Kholilah, Nenik Koen Praseno Koen Praseno Kusuma, Erik Wijaya Laras Kinanti Pinandita Lilik Maslukah M. Andry Herdiatma M. Andry Herdiatma Madhu Pinastika Puji Lestari Madhu Pinastika Puji Lestari, Madhu Pinastika Puji Magfirani, Dina Ayu Mahakar, Abdul Latif Mahfud Mahfud Manuhuwa, Bifa Aulia Mas’ad Arif Mayestika, Pingkan Meitri Bella Puspa Mostafa Imhmed Ighwerb Muchammad Miftahul Ulum Muchammad Miftahul Ulum Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muji Wasis Indriyawan, Muji Wasis Mujiyanto Mujiyanto Mustalafin Mustalafin Mu’alimah Hudatwi Nando Arta Gusti Pamungkas Narendra Prasidya Wishnu Natasya Erdza Aulia Ningrum, Malinda Satya Nirwani Soenardjo Njurumana, Steven Nggiku Norma Afiati Nugroho, Suciadi Catur Nur Taufik SPJ Nur Taufiq Nur Taufiq-Spj Orisu, Anthon Apolos Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Wishnuputri Petta, Constantein Philipus Uli Basa Hutabarat Pingkan Mayestika Pingkan Mayestika Pradina Purwati Pradina Purwati Pratama, Candrika Primaswatantri Permata Putri Novianingrum, Milka Putri, Dhiya Aflah Luswanto Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Putriningtias, Andika Raden Ario Rafsanjani A. Karim Rafsanjani A. Karim Raka Pramulo Sophianto Ramadhani, Muhammad Rizqi Reny Yesiana Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rizky Imtihan R. Rizky Imtihan R., Rizky Imtihan Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robin Robin Rohmah, Ivatur Rotua Malau Rozi Rr. Dyah Artati Akbarinissa Rudhi Pribadi Rudi Pribadi Sarah Nabilla Sari Budi Moria Sartika, Linda Selvi Marcellia Septiani, Nur Alifah Seto Haryoardyantoro Sitti Hartinah DS Sophianto, Raka Pramulo Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto, Nenden Rose Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Tarigan, Ariyo Imanuel Taufiq-Spj, Nur Tiara Nur Baeti Baeti Tri Karyawati Tria Nidya Pratiwi Ubay, Jufri Ulfah Nurjanah Ulfah Nurjanah Ulfah Nurjanah, Ulfah Umi Fatimah Valentina R Iriani Valentina R. Iriani W.L. Saputra Wahyu Adi Wahyudi, Yudisthio Wibowo, Muhammad Reyhan Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih, - Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Wita Kristianty Sirait Yasir, Moh. Yoki Ristadi Yoko Nozawa Yosi Yananda Sijabat Yudho Prasetyo Yunita Anggarini, Yunita Zulfiandi Zulfiandi Zulfiandi Zulfiandi