Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

STUDI LITERATUR TENTANG SISTEM PENDINGIN DENGAN PERTUKARAN LANGSUNG (DIRECT EXCHANGE) GEOTERMAL DAN AIR SEBAGAI REFRIGERAN Widiyatmoko, Widiyatmoko
AUSTENIT Vol. 6 No. 2 (2014): AUSTENIT: Oktober 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2039.919 KB)

Abstract

Sistem HVAC adalah salah satu komponen terbesar dalam konsumsi energi di sebuah gedung. Untuk rumah pribadi dapat mengkonsumsi energy hingga 42%. Terdapat pilihan sistem tata udara dengan efisiensi tinggi yaitu sistem geotermal. Pada tulisan ini, penulis melakukan kajian literatur terhadap teknik tata udara memanfaatkan geotermal dengan sistem Direct Exchange (Pertukaran langsung) dengan menggunakan air sebagai refrigerannya.Sistempertukaran langsung (direct exchange) adalah sistem tipe pendingin dan pemanas geotermal tertutup pada pipa tembaga dimana refrigeran bersirkulasi. Pipa tembaga dipasang pada jalur yang dipasang secara vertical atau horizontal. Simulasi pemodelan sistem tata udara dengan sistem pompa kalor geothermal untuk gedung tempat tinggal menunjukkan bahwa periode 5 tahun merupakan hasil terbaik sebagai penukar kalor adalah 14 penukar kalor disusun seri dengan jarak 10 meter dan panjang 100 m. Sistem geotermal dengan sistem pertukaran langsung (direct exchange), tanpa adanya secondary refrigeran berhasil menurunkan suhu ruangan. Gaffar menggunakan air sebagai refrigeran pada sistemnya, dengan penambahan koil penguap sebagai elemen penunjang. Air yang mengalir pada pipa tembaga mampu mentransfer kalor dari dingin (air tanah) ke panas (lingkungan) dengan karakteristik panjang pipa, diameter pipa yang bervariasi, dan kecepatan alir yang bervariasi akan memiliki kemampuan pemindahan kalor yang bervariasi pula.Berdasarkan studi literature yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa sistem pertukaran langsung (Direct Exchange) geotermal dapat dilakukan dengan menggunakan air sebagai refrigeran, laju perpindahan kalor pada pipa dengan fluida air dipengaruhi oleh dimensi pipa dan suhu air tanah, dan dalam perencanaan dan penerapan teknik khususnya sistem pertukaran langsung geotermal dapat didekati dengan rumus rumus empiris.
MODIFIKASI AC SPLIT MENJADI AC SISTEM GEOTERMAL MENGGUNAKAN AIR SEBAGAI REFRIGERAN SEKUNDER Widiyatmoko, Widiyatmoko; Irawan, Ferry
AUSTENIT Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.626 KB)

Abstract

Pengkondisian udara merupakan sistem yang digunakan untuk mengkondisikan udara sesuai dengan rancangan yang diinginkan. Penggunaan alat pengkondisian udara ini seperti pada gedung dan rumah tempat tinggal. Alat pengkondisian udara ini ada bermacam-macam tetapi yang menjadi topik dalam penelitian ini adalah AC Split yang dimodifikasi. Selain alat terdapat bermacam-macam juga sistem pengkondisian udara, tetapi penulis memilih sistem geotermal dalam penelitian ini. Teknologi geotermal adalah teknologi yang memanfaatkan suhu bumi. Penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi AC Split menjadi AC sistem geotermal. Tujuan khusus yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui performa maupun kerja kompresi dari AC split biasa dibanding dengan AC split modifikasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental meliputi observasi, study literatur, perancangan, pengambilan data, dan analisis terhadap sistem tata udara yang sebelum dimodifikasi dan setelah dimodifikasi. Bagian yang dimodifikasi adalah bagian kondensor. Pengambilan data dilakukan selama dua hari, dengan kondisi AC Split sebelum dimodifikasi dan setelah dimodifikasi. Hasil yang didapatkan untuk performa dan kerja kompresi sebelum dimodifikasi, didapatkan COP rata-rata adalah 4,66, dan Wk rata-rata adalah 0,61. Dan hasil yang didapatkan untuk performa dan kerja kompresi setelah dimodifikasi, didapatkan COP rata-rata adalah 4,05, dan Wk rata-rata adalah 0,56. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi tolak ukur dan diharapkan juga adanya penelitian lebih lanjut.
DESAIN MODIFIKASI AC SPLIT MENJADI AC SISTEM GEOTERMAL SISTEM TERBUKA Widiyatmoko, Widiyatmoko
AUSTENIT Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.544 KB)

Abstract

Sistem Pengkondisian udara adalah sistem yang digunakan untuk mengkondisikan udara sesuai dengan rancangan yang diinginkan. Penggunaan alat pengkondisian udara ini seperti pada gedung dan rumah tempat tinggal. Jenis pengkondisi udara yang biasa dipakai di rumah maupun kantor adalah jenis AC split. AC sistem geotermal adalah teknologi pengkondisian udara yang memanfaatkan suhu bumi. Terdapat 2 jenis pengkondisian system geothermal. Yaitu system terbuka dan system tertutup. Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi AC split menjadi AC system geothermal, menggunakan system tertutup. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana jika terdapat lokasi yang dapat memfasilitasi penggunaan system geothermal system terbuka. Tentu hal ini akan lebih mudah dan murah untuk diterapkan dibanding system tertutup, dengan catatan pendukung system terbuka tersedia secara cuma-cuma. Desain ini dilakukan untuk memberikan alternative pengkondisian udara system geothermal Berdasarkan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa pengkondisian udara dengan modifikasi AC split menjadi system geothermal system terbuka dapat dilakukan jika terdapat kolam / sungai / danau didekat gedung yang menggunakan AC split, dan implementasi modifikasi AC split memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan energy pada gedung / rumah tersebut.  Â