Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH 35% TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN ENERGI IMPAK KOMPOSIT ALUMINIUM FLY ASH (ALFA) Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.565 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.27-32

Abstract

Fly ash merupakan salah satu hasil sisa pembakaran batubara pada suatu power plant yang diperoleh dari penyaringan gas yang dikeluarkan melalui cerobong. Fly ash yang dihasilkan tiap tahunnya semakin menumpuk sehingga diperlukan usaha untuk mengatasinya karena fly ash ini dapat menimbulkan polusi terhadap lingkungan. Karakteristik dari fly ash ini ternyata mendukung bahan ini digunakan sebagai partikel penguat (reinforcement). Aluminium yang merupakan material yang banyak digunakan manusia dijadikan sebagai matriks bagi pemanfaatan fly ash. Penggunaan fly ash sebagai partikel penguat terhadap matriks aluminium ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari aluminium. Dalam penelitian sebelumnya telah diteliti mengenai pengaruh fly ash terhadap sifat mekanis dari aluminium dengan persentase 5%, 10% dan 15%. Dalam tugas sarjana ini dilakukan penelitian mengenai pengaruh fly ash terhadap sifat mekanis dari aluminium dengan variasi penambahan fly ash sebesar 35%. Pengujian mekanis yang dilakukan adalah pengujian tarik, uji kekerasan, dan uji impak. Sebelum melakukan pengujian terlebih dahulu dibuat komposit aluminium fly ash dengan menggunakan metode stir casting. Dari hasil pengujian mekanis didapatkan bahwa penambahan fly ash sebesar 35% dapat meningkatkan kekuatan tarik sebesar 50,4%, meningkatkan kekerasan sebesar 24,42%, dan menurunkan energi impak sebesar 18,39% dari aluminium tanpa partikel penguat (reinforcement).
PENGARUH ZALIR DAN PUTARAN KATUP TERHADAP UNJUK KERJA PEREDAM VISKOUS Darmadi, Djarot B; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 3, Nomor 2, April 2001
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.028 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.3.2.21-27

Abstract

Fenomena getaran bebas teredam dengan getaran satu derajat kebebasan ini diuji di Laboratorium FenomenaDasar Mesin dengan memanfaatkan alat uji getaran Sanderson (Sanderson Simple Vibration Aparatus). Pengujiandilakukan dengan mengganti peredam zalir yaitu SAE 20, SAE 40 dan SAE 90, serta mengganti jumlah putaran katup(dashpot) untuk menghasilkan osilasi pada alat uji yang ditunjukkan dengan grafik gelombang sinusoidal di plotteralat uji.Data yang didapatkan berupa data amplitudo getaran terhadap waktu. Dipilih dua amplitudo X1 dan X2 yangberurutan sehingga didapatkan besaran-besaran yang mempunyai hubungan dengan fenomena getaran bebas teredamyaitu pengurangan logaritmik (), rasio peredaman () dan konstanta peredaman (c). Dengan melakukan analisa datasecara grafik dan matematik diperoleh kesimpulan semakin besar putaran katup memberikan efek peredaman yangmenurun dan peredam zalir yang memberikan efek peredaman dari yang terbesar secara berturut-turut SAE 40, SAE90 dan SAE 20.
PENGARUH TEMPERING DAN PERUBAHAN STRUKTUR MICRO BAHAN CHAIN-PIN PADA DRAG CHAIN- COVEYOR BATU BARA Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.2 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.1.37-44

Abstract

Drag Chain Conveyor merupakan alat transport material yang konstruksinya seperti rantai dan di antara pasangan mata rantai (chain link) terdapat penghalang yang berfungsi mendorong material pada lintasannya. Karena penggunaan yang terus menerus maka membutuhkan komponen perakitan yang memerlukan taraf keselamatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi awal komposisi bahan paduan dan perlakuan panas yang dapat mempengaruhi sifat-sifat bahan. Objek penelitian adalah Chain-pin yang merupakan salah satu komponen penting dalam rangkaian chain-link. Hasil uji komposisi dan pengujian SEM terhadap perubahan sifat-sifat mekanis dan perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari proses tempering menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Hasil karakterisasi awal chain-pin yaitu fasa martensit temper, ferit, sementit, juga terlihat pengerasan permukaan, korosi, porositas dan kluster martensit. Fenomena yang terjadi setelah proses tempering adalah ukuran batas butir chain pin yang semakin membesar dan semakin kasar, nilai kekerasan chain pin menurun dan keuletan meningkat. Dari pengamatan SEM tidak terlihat adanya retak mikro pada chain pin.
PENGARUH KECEPATAN AIR SIRKULASI SEBAGAI MEDIUM QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA AISI 4140 Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.979 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.1.24-33

Abstract

Baja karbon yang dipanaskan sampai pada suhu austenit kemudian didinginkan secara cepat akan terbentukstruktur martensit yang memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferit , proses ini biasa dikenaldengan Quenching. Proses quenching sederhana menghasilkan selubung uap pada sekitar spesimen yang padagilirannya akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang pada akhirnya memunculkan fasa bukanmartensit.Penelitian ini diawali dengan perancangan dan pembuatan alat uji yang berupa sistem quenching dengan airtersirkulasi, dilanjutkan dengan penyiapan spesimen baja AISI 4140 dengan panjang 100 mm dan diameter 35 mm,kemudian spesimen diperlakukan panas hingga temperatur austenit kemudian didinginkan pada medium quenchingdengan sistem air tersirkulasi.Variasi penelitian yang dilakukan antara lain dengan tanpa air tersirkulasi, v = 0,597m/s , v = 0,696 m/s, v = 0,833 m/s. Karakterisasi dan evaluasi dari penelitian ini dilakukan dengan uji kekerasan danfoto struktur mikro (mikrografi).
PENGUJIAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM – METHANOL PADA MESIN SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH PENGARUH TERHADAP EMISI GAS BUANG Arijanto, Arijanto; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.479 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.2.19-29

Abstract

Dengan semakin menipisnya cadangan minyak bumi dan semakin tingginya tingkat polusi udara saat ini, perludipertimbangkan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar minyak yang murah dan ramahlingkungan. Methanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang layak dipertimbangkan karena dapat diproduksioleh industri dan relatif murah. Keuntungan penggunaan methanol antara lain : emisi gas buang yang rendah,performa yang baik, dan tidak mudah terbakar. Meskipun demikian, methanol belum bisa diaplikasikan langsung padamesin kendaraan bermotor standar. Untuk itu, penelitian dan pengujian mesin ini menggunakan bahan bakar premiumdan campuran premium-methanol berbagai komposisi, yaitu M20, M40 dan M60. Kemudian dilakukan pengukuranemisi gas buang dengan menggunakan alat Gas Analyzer Tecnotest MOD 488A Infrared multi gas. Bahan bakarPremium dan Campuran premium-methanol dengan komposisi yang bervariasi akan menghasilkan emisi gas buangyang berlainan. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor 4 langkah dengan variasi putaran mesin dan komposisicampuran pada kondisi mesin standar tanpa beban. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat ditarikkesimpulan bahwa bahan bakar campuran premium-methanol layak digunakan, dan komposisi terbaik campuranpremium-methanol yang diujikan yaitu M60 (Premium 40% dan Methanol 60%) dilihat dari emisi gas buang yangdihasilkan.
Karakteristik Laju Regangan Melar pada Baja Tahan Karat Austenitic 316L Ekaputra, I. M. W.; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.284 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.201-205

Abstract

In this study, the creep strain rate characteristics of austenitic 316L stainless steel was investigated from the uniaxial creep-rupture test. The tests were conducted under various applied load levels with a constant temperature at 525oC. The creep exponent was obtained by applying a Norton’s law equation on a regression line of creep strain rate vs. stress curve. The steel clearly showed an instantaneous primary stage, following with the secondary and tertiary stages on the creep curve. It was found that the creep rupture time decreased systematically with an increase in the stress. The secondary stage of creep curve almost dominated the creep’s lifetime. Therefore, the creep strain rate was determined from the minimum strain rate on this stage. The obtained creep exponent indicated that the responsible creep mechanism was grain boundary sliding or diffusional creep mechanism
PERLAKUAN ABU BIJI KAPUK RANDU UNTUK BAHAN KAMPAS REM KENDARAAN BERMOTOR Haryadi, Gunawan Dwi; Chrisman, Chrisman; Hardjuno, Agus Tri
ROTASI Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.719 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.1.14-20

Abstract

Aplikasi serat alam dan serat mineral terutama non logam sebagai bahan kampas rem secara bertahap dilakukan dengan seleksi bahan serat (jenis), perlakuan (kimia dan fisik) awal bahan, uji kualitas bahan murni, seleksi pengikat (binder), penentuan susunan serat, pembentukan bahan komposit, perlakuan panas (heat treatment) dan uji kualitas bahan komposit. Serat alam (yang telah diurai) diberi perlakuan secara kimia meliputi perlakuan permukaan. Serat alam diberi perlakuan fisik melalui pemanasan pada kondisi terukur, penempaan dan pendinginan dengan kondisi terukur. Mekanisme pembentukan bahan kampas rem dengan bahan serat alam, serat mineral non logam dan pengikat meliputi butirisasi bahan, penentuan komposisi, pencampuran, pemadatan, perlakuan panas (sintering) dan uji kualias produk. Uji kualitas bahan kampas rem dilakukan secara bertahap meliputi pengujian serat alam murni, pengujian serat alam murni dengan perlakuan dan pengujian spesimen komposit kampas rem. Pengikat spesimen komposit kampas rem menggunakan phenolic resin, polyester dan akrilic. Dan uji unjuk kerja bahan kampas rem untuk tahap awal lebih ditekankan pada koefisien gesek, kekerasan dan kekuatan tekan.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH MELALUI PROSES SEPARASI IRON OXIDE DAN COAL TERHADAP KEAUSAN ALUMINIUM Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.282 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.4.18-26

Abstract

Aluminum memiliki beberapa kelebihan dibanding material logam yang lain misalnya ketahanan korosinya atau beratnya yang ringan. Tetapi di sisi yang lain aluminium memiliki kekurangan yaitu kekuatannya yang rendah termasuk ketahanan ausnya. Tujuan pengujian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash setelah melalui pemisahan kandungan iron oxide dan coal dari fly ash terhadap keausan aluminium. Proses pemisahan iron oxide menggunakan metode magnetic separation sedangkan pemisahan coal menggunakan metode fluidisasi. Penambahan aluminium dengan fly ash disebut juga Metal Matrix Composite Aluminium Fly Ash (ALFA). Proses penambahan fly ash ke dalam aluminium menggunakan metode stir casting. Persentase fly ash yang ditambahkan adalah 5%, 10% dan 15% berat. Pengujian keausan yang dilakukan menggunakan metode pin on disk dengan material abrasifnya amplas dan spesimen berbentuk spherical ended pin.Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa Metal Matrix Composite Aluminium-Fly Ash (ALFA) setelah melalui pemisahan memiliki ketahanan aus yang lebih tinggi dibanding aluminium murni dan ALFA tanpa pemisahan
Rancang Bangun Alat Sadap Elektrik untuk Tanaman Karet Setiawan, Joga Dharma; Purwiantoro, Arman; Haryadi, Gunawan Dwi; Munadi, Munadi; Ariyanto, Mochammad
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.756 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.178-183

Abstract

Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting  peranannya di Indonesia. Sekitar 3,2 juta hektar total luas lahan kebun karet yang dimiliki oleh Indonesia. Proses penyadapan pohon karet hingga saat ini masih menggunakan alat sadap karet manual dengan menggunakan tenaga manusia. Dalam  penelitian ini alat sadap karet elektrik dirancang sebagai inisiasi pengembangan untuk penyadapan tanaman karet umur 6 sampai 10 tahun. Pembuatan alat sadap karet elektrik menyesuaikan alat sadap karet manual dan ketersediaan komponen yang ada di pasaran dengan tujuann mempermudah produksi dalam jumlah besar. Pembuatan alat sadap karet elektrik bertujuan untuk mempermudah petani dalam melakukan pekerjaannya serta dapat meningkatkan produksi karet dari pohon karet. Dengan kecepatan putar  pisau 130 RPM diharapkan mampu menghasilkan latex atau getah karet yang lebih banyak dari alat sadap karet manual. Dari hasil pengujian awal pisau sadap elektrik mempunyai waktu mengiris yang lebih lama yaitu antara 15 – 17 detik sedangkan waktu mengiris menggunakan pisau manual membutuhkan waktu 7 – 8 detik. Untuk itu perlu modifikasi dan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kinerja petani dalam menggunakan pisau sadap elektrik.
ANALISA KERUSAKAN HASIL PENGELASAN BAWAH AIR PADA LAMBUNG KAPAL DENGAN BAHAN ELEKTRODA RB 26 TERSELOTI Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.443 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.1.31-41

Abstract

Pengelasan bawah air dengan menggunakan elektroda berlapis selotip merupakan alternatif teknikpenyambungan ataupun perbaikan yang bermanfaat dalam bidang indusrti. Penelitian ini bertujuan mengetahuikekuatan tarik dan kekerasan baja konstruksi kapal hasil pengelasan bawah air dengan menggunakan elektrodaberlapis selotip yang dilakukan pada media air tawar dan air laut.Selotip memiliki sifat kedap air dan adesif sehingga dapat digunakan sebagai pelapis elektroda untukpengelasan bawah air. Selotip yang digunakan merupakan jenis yang umum dipakai dan mudah diperoleh.Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa proses pengelasan media air tawar dan air laut tidak memberipengaruh banyak terhadap kekuatan tarik dengan nilai kekuatan tarik antara 29,17 kg/mm2 - 45,45 kg/mm2 , namunpengaruh nilai kekerasan antara 137,7 HVN - 244,9 HVN. Hal ini didukung dengan foto mikro pada daerah tersebutmemiliki struktur yang kecil
Co-Authors A.P. Bayu Seno Adhityo Sarwo Nugroho Adibawa, Adham Adhwa Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Al Azis, Bimasakti Sulthan Amrizal, Abdi Gilang Andrea Tri Wibowo Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Farhani, Ilham Fakhri Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hanif, Dimas Naufal Hanifa, Kana Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Rafly Rafiqi Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Rusaily, A. Wildan Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sianipar, Daniel Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani