Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN DAN WAKTU PENGEREMAN TERHADAP TEMPERATUR DAN KOEFISIEN GESEK PADA BRAKE PADS DENGAN ALAT UJI BERBASIS REMOTE MONITORING SYSTEM Mohammad Fauzan; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.981 KB)

Abstract

Kegagalan pada sistem pengereman banyak berakibat fatal yang berujung kecelakaan, salah satu penyebabnya yaitu Brake Fade. Penyebab dari brake fade adalah temperatur pengereman yang melebihi temperatur maksimum material kampas rem tersebut, sehingga terjadi penurunan koefisien gesek (daya pengereman). Maka dari itu penilitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh temperatur pengereman terhadap koefisien gesek, pengurangan ketebalan, dan waktu pengereman. Jenis rem yang digunakan merupakan rem cakram dengan empat merk kampas rem diantaranya, merk A, merk B, merk C, dan merk D. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah melakukan pengereman dari variasi RPM hingga kondisi steady (keadaan mesin berhenti), dan metode kedua yaitu melakukan pengujian braking cycle dimana pengereman dilakukan tiap 500 RPM dengan penahanan waktu 1 menit. Pengukuran temperatur pengereman dengan menggunakan infrared thermometer dan thermocouple yang menjadi rangkaian RMS-Brake. Pengukuran waktu pengereman dan ketebalan kampas rem sebelum dan setelah pengujian juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap temperatur pengereman. Dari hasil pengujian, merk A fading pada temperatur 305,9˚C dengan koefisien gesek 0,09738, merk B fading pada temperatur 191,1˚C dengan koefisien gesek 0,1067, merk C fading pada temperatur 203,7˚C dengan koefisien gesek 0,109057, dan merk D fading pada temperatur 132˚C dengan koefisien gesek 0,100952. Selain itu, terdapat pula pengaruh temperatur terhadap pengurangan ketebalan kampas rem, dimana merk A merupakan yang paling sedikit mengalami pengurangan ketebalan yaitu 0,1 mm untuk mencapai 250,4˚C. Dan pengaruh temperatur terhadap waktu pengereman yang memiliki waktu pengereman paling singkat adalah merk D dengan kenaikan temperatur 5,32˚C pada 4000 RPM
PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN DAN WAKTU PENGEREMAN TERHADAP TEMPERATUR DAN KOEFISIEN GESEK PADA BRAKE PADS DAN BRAKE SHOE DENGAN ALAT UJI BERBASIS REMOTE MONITORING SYSTEM Muhammad Fachry Ramadhany; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.204 KB)

Abstract

Kegagalan pada sistem pengereman banyak berakibat fatal yang berujung kecelakaan, salah satu penyebabnya yaitu Brake Fade. Penyebab dari brake fade adalah temperatur pengereman yang melebihi temperatur maksimum material kampas rem tersebut, sehingga terjadi penurunan koefisien gesek (daya pengereman). Maka dari itu pada penilitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh temperatur pengereman terhadap koefisien gesek, pengurangan ketebalan, dan waktu pengereman. Jenis rem yang digunakan merupakan rem cakram dengan kampas rem dari beberapa merk diantaranya, merk BP1, merk BP2, merk BP3, merk BP4, merk BS1, merk BS2, merk BS3, dan merk BS4. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah melakukan pengereman dari variasi RPM hingga kondisi steady, dan metode kedua yaitu melakukan pengujian braking cycle dimana pengereman dilakukan tiap 500 RPM dengan penahanan waktu 1 menit (brake pad) dan 2 menit (brake shoe). Pengukuran temperatur pengereman dengan menggunakan infrared thermometer dan thermocouple yang menjadi rangkaian RMS-Brake. Pengukuran waktu pengereman dan ketebalan kampas rem sebelum dan setelah pengujian juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap temperatur pengereman. Dari hasil pengujian, kampas rem merk BP1 fading pada temperatur 305,9˚C; kampas rem merk BP2 fading pada temperatur 191,1˚C; kampas rem merk BP3 fading pada temperatur 203,7˚C; dan kampas rem merk BP4 fading pada temperatur 132˚C. Untuk kampas rem merk BS1 fading pada temperatur 281,4˚C; kampas rem merk BS2 fading pada temperatur 229,7˚C; kampas rem merk BS3 fading pada temperatur 218,4˚C; dan kampas rem merk BP4 fading pada temperatur 250,4˚C.
ANALISA REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL OIL STORAGE TANK ASTM A283 GRADE C DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN ULTRASONIC THICKNESS Hocky Adiatmika; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.298 KB)

Abstract

Storage tank merupakan bagian penting dari industri pembangkit listrik. Umumnya storage tank terbuat dari baja. Baja merupakan bahan yang sangat rentan terhadap korosi. Korosi pada storage tank merupakan kerusakan material  logam, yang merupakan hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Proses korosi dipercepat oleh faktor luar meliputi interaksi tangki dengan komponen yang saling berhubungan, kondisi lingkungan korosif, dan arus listrik liar. Seiring dengan berjalannya waktu, korosi yang tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki. Kondisi ini kemungkinan akan menimbulkan lubang atau mungkin kegagalan struktural tangki. Akibat kegagalan tangki menyebabkan pelepasan produk yang disimpan ke lingkungan. Metode pengujian penelitian dilakukan dua metode. Metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji. Metode kedua adalah melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Data hasil pengujian digunakan untuk menentukan corrotion rate, dan remaining life pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap course. Hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa corrotion rate tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 2700 dengan nilai 0,05409 mm/tahun, dan corrotion rate  terendah terdapat pada course 6 di section 1350 dengan nilai corrotion rate 0,0277 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai remaining life tertinggi terdapat pada course 6 di section 900 dengan perkiraan remaining life 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 1350 dengan perkiraan remaining life 43,13  tahun
EVALUASI KOMPOSIT SERAT BIJI KAPUK RANDU BERPENGUAT EPOXY RESIN UNTUK PRODUK KAMPAS REM PABRIKAN FREE ASBESTOS DENGAN PEMBANDING BRAKE SHOES DAN BRAKE PAD PABRIKAN Stefanus Prasetyo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.122 KB)

Abstract

Brake is a vehicle component that serves to slow or stop the vehicle comfortably. Composite is a kind of new material engineered consisting of two or more materials where each material properties different from each other both chemical and physical properties and remain separate from each other and the material. The purpose of this study to determine the effect of weight percent of the epoxy resin added to the ash kapok seed as the composite material is applied to the motor vehicle brake shoes in the review of the nature of the wear rate, flexibility, and hardness. The results of testing the hardness of composite brake shoes kapok seed is highest at A1 specimens with epoxy resin composition ratio of 5:3 between gray with epoxy resin, the lowest hardness of the specimen B2 with a ratio 7:3 between gray with epoxy resin. In comparison to the violence smallest specimens contained in the specimen K is equal to 47.01 HV and greatest violence contained in a specimen that is equal to 112.14 HV. Value wear rate is highest in B4 specimens with epoxy resin composition ratio is 7: 3, the lowest wear rate is the specimen A1 with epoxy resin composition ratio is 5:3 ash and epoxy resins. In comparison to the rate of wear of the smallest specimens contained in the specimen A with the wear rate of 2.44 x10-7 mm2 / kg and the highest wear rate on the specimen F with a wear rate by 2.82 x10-7 mm2 / kg. Value flexibility composite brake shoes kapok seed is highest at B3 specimen with a composition ratio of 3:2 between Abu B3 + Epoxy Resin, low flexibility is the specimen without treatment with epoxy resin composition ratio is 3:2. In comparison to the flexibility of the smallest specimens contained in the specimen K with the flexibility of 15.85 N / mm2 and l the highest flexibility in specimen F with the flexibility of 27.48 N / mm2 slightly higher than the specimen A which has the flexibility of 27.24 N/mm2.
¬PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA UIC-54 Ian Wiharja; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Agus Tri Hardjuno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.064 KB)

Abstract

Metode penyambungan menggunakan las thermite adalah metode penyambungan yang selalu digunakan, khususnya pada instalasi kereta api. Akan tetapi proses pengelasan yang tidak sesuai akan menjadikan material menjadi getas akibat pemanasan dan pendinginan yang tidak terkontrol. Hal tersebut dapat menimbulkan material mengalami keretakan pada sambungan las dan hal tersebut dapat membahayakan bagi penggunanya. Oleh karena itu diperlukan proses post weld heat treatment (PWHT) yang bertujuan untuk mengembalikan struktur material tersebut.Dengan dilakukannya post weld heat treatment – tempering ini bertujuan untuk memperbaiki struktur butiran akibat adanya tegangan sisa setelah terjadinya pengelasan thermite. Material yang digunakan dalam penelitian ini sendiri adalah baja UIC-54 yang merupakan high carbon steel (0.82%C).PWHT-Tempering dilakukan pada baja UIC-54 dengan variasi temperatur pemanasan 4250C, 4750C, 5250C, dan 5750C, dengan waktu penahanan 60 menit yang dilanjutkan dengan pendinginan ruangan. Setelah dilakukan proses tempering, didapat nilai kekerasan yang relatif turun, sebagai akibat pemanasan ulang yang diharapkan mampu menurunkan kegetasannya tetapi masih memiliki nilai kekerasan yang tinggi sesuai dengan standar yang berlaku
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIS HASIL LAS TITIK DAN BRAZING UNTUK INDUSTRI RUMAHAN Deivandra Ginanjar Bhakti; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.063 KB)

Abstract

In the welding process there are several factors that determine the success of welding. The alteration of microstructure of joined metals are expected to change the structure of the material into more dense to make connections become stronger. In this study, the material used is ferrous steel plate with a maximum thickness of 1mm. In order to know the results, It required to use some variation of a parameter such as pressing time and plate thickness used for metal welding process. The process used home brazing welding machine, the connections are welded and welding receive local heat and during the process the temperature is constantly changing so that the temperature distribution is uneven. As a result of this stretch then analyzed the results of the micro structure of the welding process using brazing home welding machine. After analysis of the microstructure was done then analyze the mechanical properties of the weld joint, all this analysis needs to be done in order to ascertain the connection is really strong welds and brazing machine can be used for home-scale cottage industry.  The results of this study indicate that nugget on hardness Vickers test has a value higher than of the base metal which is 172.78 for 8.6 A current and welding time 20 second 191.58 for 6 A current and welding time of 10 second, and the value of base metals 165.7 so percentage obtained with increasing force to the current value of 8.6 A is 7.1 % and for the current 6 A 25.8 %
ANALISA CORROTION RATE DAN REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL SHELL STORAGE TANK DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN NON DESTRCTIVE TESTING Bintang Satria Hartadi; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.387 KB)

Abstract

Storage tank menjadi bagian yang penting dalam suatu proses industri kimia karena tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bahan baku bagi produk tetapi juga menjaga kelancaran ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk dari kontaminan. Pada umumnya produk yang terdapat pada industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dalam bentuk padatan (solid). Korosi adalah kerusakan material, biasanya logam, yang hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Seiring waktu, korosi tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki, sehingga lubang atau mungkin kegagalan struktural, dan pelepasan produk disimpan ke lingkungan. Metode pengujian yang dilakukan pada Tugas Akhir ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji., dan metode kedua yaitu melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Dari data hasil pengujian digunakan untuk menentukan laju korosi, dan umur pakai pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap coursenya. Dari hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa laju korosi tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 135° dengan nilai laju korosi 0,05136 mm/tahun, dan laju korosi  terendah terdapat pada course 6 di section 90° dan 315° dengan nilai laju korosi 0,00909 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai umur pakai tertinggi terdapat pada course 6 di section 90° dengan perkiraan umur pakai 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 135° dengan perkiraan umur pakai 46,01 tahun
PENGARUH HEAT TREATMENT T6 PADA ALUMINIUM ALLOY 6061-O DAN PENGELASAN TRANSVERSAL TUNGSTEN INERT GAS TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO Andrea Tri Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.726 KB)

Abstract

Aluminium 6061-T6 mempunyai keunggulan seperti kekuatan tarik relatif tinggi, sifat mampu bentuk (formability) baik, tahan korosi dan merupakan logam ringan. Kelemahan Al 6061-T6 adalah sifat mampu las (weldability) relatif rendah dan sambungan las rentan terhadap kegagalan (failure). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat mekanik dan struktur mikro dari Alumunium Alloy 6061-O pada arah pengelasan transversal dengan las tungsten inert gas (TIG) yang di-post weld heat treatment (PWHT) ataupun yang tidak di PWHT. Pengujian yang digunakan menggunakan perlakuan panas T6 dengan temperatur solution 520oC dan di quenching air dingin, kemudian artificial aging dengan temperatur 180oC dan variasi waktu selama 8 jam, 18 jam, dan 24 jam. Dari hasil pengujian yang dilakukan, material yang di-PWHT selama 18 jam mengalami peningkatan kekuatan dengan nilai tegangan luluh sebesar 118% (247.84MPa), nilai tegangan max sebesar 159% (304.42MPa) dan memiliki nilai regangan yang menurun sebesar 50% yaitu menjadi 9.8%. Nilai kekerasan mengalami peningkatan setelah di-PWHT. PWHT selama 18 jam memiliki nilai kekerasan tertinggi pada daerah heat affected zone (HAZ) yaitu sebesar 97% (129.9Hv). Dari perubahan struktur mikro terlihat adanya perbedaan struktur butir, material tanpa PWHT memiliki ukuran butir yang lebih besar dibanding material yang di-PWHT dan pada PWHT 18jam memiliki ukuran butir yang lebih kecil dari pada PWHT 24jam, namun lebih besar daripada 8jam dan lebih tersebar merata ke seluruh bagian akibat pengaruh panas las dan perlakuan post welding heat treatment.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN DAN WAKTU PENGEREMAN TERHADAP TEMPERATUR DAN KOEFISIEN GESEK PADA KAMPAS REM TROMOL (DRUM BRAKE) DENGAN ALAT UJI BERBASIS REMOTE MONITORING SYSTEM (RMS) Rhyienaldi Hardian Dhammaputra; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.449 KB)

Abstract

Kegagalan pada sistem pengereman banyak berakibat fatal yang berujung kecelakaan, salah satu penyebabnya yaitu Brake Fade. Penyebab dari brake fade adalah temperatur pengereman yang melebihi temperatur maksimum material kampas rem tersebut, sehingga terjadi penurunan koefisien gesek (daya pengereman). Maka dari itu pada penilitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh temperatur pengereman terhadap koefisien gesek, pengurangan ketebalan, dan waktu pengereman. Jenis rem yang digunakan merupakan rem tromol dengan kampas rem dari beberapa merk diantaranya, merk AHM, merk Indopart, merk Binapart, dan kampas rem OES. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan dua metode, metode pertama adalah melakukan pengereman dari variasi RPM hingga kondisi steady, dan metode kedua yaitu melakukan pengujian braking cycle dimana pengereman dilakukan tiap 500 RPM dengan penahanan waktu 2 menit. Pengukuran temperatur pengereman dengan menggunakan infrared thermometer dan thermocouple yang menjadi rangkaian RMS-Brake. Pengukuran waktu pengereman dan ketebalan kampas rem sebelum dan setelah pengujian juga dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap temperatur pengereman. Dari hasil pengujian, merk AHM fading pada temperatur 281,4˚C dengan koefisien gesek 0,0998, merk Indopart fading pada temperatur 229,7˚C dengan koefisien gesek 0,108175, merk Binapart fading pada temperatur 218,4˚C dengan koefisien gesek 0,099842, dan kampas rem OES fading pada temperatur 250,4˚C dengan koefisien gesek 0,102478. Selain itu, terdapat pula pengaruh temperatur terhadap pengurangan ketebalan kampas rem, dimana merk OES merupakan yang paling baik karena mengalami pengurangan ketebalan paling rendah dibanding yang lain yaitu sebesar 0,25 mm untuk mencapai temperatur 179,3˚C. Dan untuk pengaruh temperatur terhadap waktu pengereman, semua merk memiliki waktu pengereman yang relatif kecil, namun didapat merk OES paling sedikit melepas panas dengan delta temperatur 0,49˚C
PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA NP-42 Huda Fathu Rohman; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Agus Tri Hardjuno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.149 KB)

Abstract

Pengelasan logam dengan menggunakan metode las thermite banyak digunakan, seperti pada rail crane, maupun perbaikan instalasi jalur rel kereta api. Beberapa masalah dalam pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa dan kekerasan yang berlebih sehingga dapat menurunkan ketangguhan las. Salah satu cara mengurangi permasalahan ini adalah dengan  metode Post Weld Heat Treatment (PWHT) annealing. Post Weld Heat Treatment (PWHT) annealing memiliki beberapa fungsi yaitu mengurangi tegangan sisa, meningkatkan keuletan, menurunkan ketidak homogenan stuktur dan memperbaiki ketangguhan daerah logam las dan HAZ. PWHT Annealing dilakukan pada baja NP-42 dengan menvariasi temperatur pemanasan 7800C, 8000C, 8200C, dan 8400C. Dengan waktu penahanan 60 menit dari proses PWHT Annealing serta didinginkan dalam furnace. Hasil penelitian ini adalah diperoleh struktur ferrite dan pearlit pada semua spesimen, namun perbedaan yang signifikan adalah perbedaan ukuran grain size pada masing-masing temperatur annealing. Untuk nilai kekerasan antara 171,7 VHN – 259,1VHN, hal ini didukung  dengan foto mikro pada daerah disetiap temperatur
Co-Authors A.P. Bayu Seno Adhityo Sarwo Nugroho Adibawa, Adham Adhwa Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Al Azis, Bimasakti Sulthan Amrizal, Abdi Gilang Andrea Tri Wibowo Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Diwonsyah, Fadel Muhammad Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Farhani, Ilham Fakhri Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hanif, Dimas Naufal Hanifa, Kana Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Rafly Rafiqi Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Rusaily, A. Wildan Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sianipar, Daniel Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani