Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Karakter Peserta Didik (Optimalisasi Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) HAWA, SITI
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.675

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap secara teoritis kajian akademik dalam konteks sumber belajar sebagai epicentrum informasi yang berharga bagi setiap manusia yang belajar. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber belajar sangat berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan. Adapun cara mengembangkan sumber belajar. Pendidikan Agama Islam supaya optimal dilakukan dengan beberapa cara: 1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik belajar siswa, 2) merumuskan tujuan pembelajaran, 3) pengembangan materi pembelajaran, 4) mengembangkan alat ukur keberhasilan, 5) pemilihan jenis sumber belajar dan, 6) mengadakan evaluasi
Peningkatan Kinerja Guru dalam Membuat Media Berbasis Komputer di Sekolah Dasar Mitra Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya Hawa, Siti; Harini, Bunda; Sanada, Egi
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2017): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v3i2.74

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja Guru SD Mitra PGSD membuat media pembelajaran berbasis komputer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan. Penelitian ini dilaksanakan SD Mitra Program Studi PGSD FKIP Universitas Sriwijaya, yaitu SD Negeri 128 Palembang dan SD Negeri 24 Palembang. Guru kelas SD yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru kelas IV yang terdiri dari 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar pedoman observasi. Berdasarkan hasil analisis angket, rata-rata persentase jawaban guru atas angket yang disebarkan peneliti sebesar 89%. Kinerja guru dalam membuat media berbasis komputer diamati berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan dalam rubrik penilaian, yaitu variasi konten, kontras warna yang dipilih, animasi dalam media, keterjelasan tulisan dalam media, dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.
Pidana Penjara Jangka Pendek Terhadap Narapidana Lanjut Usia (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tuban) HAWA, SITI; ASTUTI, PUDJI
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 6 No. 03 (2019): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v6i3.30199

Abstract

Narapidana Lansia yang menjadi warga binaan di dalam Lapas Kelas IIB di Tuban Jawa Timur termasuk cukup banyak.Ada sekitar 114 orang narapidana lansia yang masuk sejak tahun 2016-2018. Berdasarkan data yang saya peroleh dari Lapas Tuban, lamanya pidana penjara yang dijatuhkan pada narapidana Lansia termasuk pidana penjara jangka pendek. Yaitu rata-rata enam bulan atau enam bulan kebawah. Dilihat dari segi usia yang sudah tidak muda lagi dan ditambah dengan kondisi fisik lansia tersebut maka dengan dijatuhinya pidana penjara pada mereka, mereka mampu melaksanakan pembinaan secara maksimalatau tidak sehingga tujuan pemidanaan menjadi tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pembinaan yang dilakukan terhadap narapidana lansia di Lapas Kelas IIB Tuban dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembinaan tersebut sehingga tujuan pemidanaan dapat tercapai dengan maksimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis, serta sumber data yang digunakan adalah hasil dari wawancara dengan informan yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti, dokumentasi, serta data yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan lainnya. Data akan dianalisa dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, bahwa pembinaan yang dilakukan pada narapidana lansia di Lapas Kelas IIB tidak dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang ada yaitu PP 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Sedangkan kendala yang dihadapi petugas Lapas dalam melakukan pembinaan pada narapidana lansia yaitu faktor fisik narapidana lansia itu sendiri dan faktor petugas yang kurang mencukupi sehingga pelaksanaan beberapa program pembinaan tidak dilaksanakan. Pidana penjara yang dijatuhkan menjadi kurang bermanfaat karena narapidana lansia tidak merasakan penjeraan dan perubahan dalam dirinya. Saran bagi pemerintah agar menentukan suatu program pembinaan khusus bagi narapidana lansia.Untuk penegak hukum, lansia yang terbukti melakukan tindak pidana dapat diberi hukuman lain seperti pidana bersyarat atau denda. Kata Kunci : Pembinaan, Narapidana Lansia, Pidana Penjara Jangka Pendek
Harmonisasi Alam dan Budaya: Mewujudkan Keberlanjutan Wisata Melalui Peranan Ekonomi Masyarakat Kiyu Desa Hinas Kiri Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rahma SAS, Cindi Novita; Damaiyanti, Varinia Pura; Pratama, Muhammad Daffa'; Khotimah , Usnul; Rifani, Muhammad; Rasidah, Miftah; Rahmadini, Nasifa Noor; Hawa, Siti; Koso, Difa Salsabila; Huda, Nurul; Pratama, Muhammad Bagus
Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/hb.v3i1.417

Abstract

The shift in tourist preferences toward experience-based tourism and environmental responsibility presents significant opportunities for developing Hinas Kiri Village as a tourist destination. Natural attractions such as the hiking trails of Mount Halau-Halau and the cultural richness of the Dayak Meratus people are the main draws that can be further optimized. The development of this village follows a community empowerment approach through the “live-in” method, where the team resides with the local community to build deeper connections and understand their lifestyle and wisdom. One of the key steps is holding Village Discussions, which explore the community's creative economic potential. The focus is on handicrafts and simpai accessories, which hold high cultural value and can become the village's signature products. These products are expected not only to increase community income but also to introduce Dayak Meratus culture to visiting tourists. Community empowerment is carried out through various trainings, including craft skills, business management, and marketing. Additionally, collaboration with the government and tourism-aware groups (POKDARWIS) is crucial for creating a sustainable tourism ecosystem. Infrastructure support, such as road access, tourism facilities, and appropriate promotion, is needed to make the village's tourism potential more widely known and attract tourists. However, this development must be carried out wisely, balancing economic growth, cultural preservation, and environmental sustainability. The natural environment and customs of the Dayak Meratus people are important identities that must be preserved and are expected to develop sustainably, providing economic benefits for the local community while preserving cultural heritage and maintaining the natural environment, which is the village's primary asset.
Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi Pada Jenjang Pendidikan SMP dan SMA di Desa Terpencil Aprian Jailani, Muhammad; Putri, Afrida Novariani; Dwi Kirana, Dinda; Anggun, Anggun; Hawa, Siti; Haryati, Haryati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i1.301

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menjamin pemerataan akses pendidikan, pemerintah Indonesia menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada jenjang SMP dan SMA. Namun, penerapan sistem ini di daerah terpencil menghadapi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam penerapan sistem zonasi pada jenjang SMP dan SMA di daerah terpencil, serta memberikan rekomendasi untuk optimalisasi implementasinya. Metode penelitian meliputi studi kasus, analisis data sekunder, serta wawancara dengan pemangku kepentingan di daerah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem zonasi di daerah terpencil menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas dan kuantitas tenaga pengajar yang belum memadai, serta dukungan pendanaan yang terbatas. Selain itu, terdapat kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa sistem zonasi akan membatasi akses mereka terhadap sekolah-sekolah yang dianggap lebih berkualitas di wilayah perkotaan. Kesimpulan penelitian menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur pendidikan, program pelatihan guru, dan alokasi anggaran yang memadai untuk daerah terpencil. Selain itu, disarankan adanya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat tentang manfaat sistem zonasi dalam menjamin pemerataan akses pendidikan. Dengan demikian, implementasi sistem zonasi di daerah terpencil dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan pemerataan akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas
PERUBAHAN BENTUK PADA BUSANA TRADISIONAL ADAT PERKAWINAN ACEH BESAR Hawa, Siti; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9652

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perubahan Bentuk pada Busana Tradisional Adat Perkawinan Aceh Besar mengangkat masalah tentang bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, bagaimana perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lam Alu Raya Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Subjek penelitian ini adalah Manfarisyah sebagai orang yang menjaga perlengkapan adat, Muhammad Yatim sebagai tuha pheut, Tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui tentang perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar, objek penelitian ini yaitu busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ragam hias pada baju dan celana busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar memiliki bentuk dan nama yang berbeda-beda yaitu Bungoeng Djohang, Bungoeng Puetjok Reubong, Bungoeng Keupula, Bungoeng Mantjang, Bungoeng Seumang, Bungoenng Pueta Taloe Dua, Bungoeng Aneuk Ablek, dan Bungoeng Dada Limpeun. Perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar terlihat pada bagian warna baju pengantin yang dulunya hanya memakai warna hitam, merah, kuning sekarang sudah memakai berbagai jenis macam warna lainnya, dan juga busana yang dulunya tidak menggunakan penutup kepala/kerudung bagi wanita sekarang sudah memakainya. Faktor penyebab terjadinya perubahan bentuk pada busana tradisional adat perkawinan Aceh Besar disebabkan karena adanya faktor kebudayaan dan juga faktor globalisasi.Kata Kunci : Bentuk, Busana Tradisional, Adat Perkawinan.
Improving Understanding of Ablution Procedures Through The Demonstration Method at State Elementary School 056020 Pematang Rambai Ferawati, Dian; Hawa, Siti; Ariani, Fatimah; Rahimi; Nurhefti
Jurnal Cendekia Islam Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/jcii.v1i1.80

Abstract

This study aims to improve students' understanding of the correct ablution procedures through the demonstration method at SD Negeri 056020 Pematang Rambai, Tanjung Pura in the 2023/2024 school year. The demonstration method was chosen because it can provide a more concrete and interactive learning experience, so that students can more easily understand and remember each stage of ablution according to the correct guidance. This study uses a classroom action approach (CAR) which is carried out in two cycles, with each cycle involving planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were fourth grade students who had difficulty in understanding and practicing ablution correctly. Data were collected through observation, interviews, and evaluation tests before and after the action. The results showed that the demonstration method significantly improved students' understanding of ablution procedures, as indicated by an increase in the average test score from the first cycle to the second cycle. In addition, this method also increases student activity and involvement in the learning process. Thus, the demonstration method can be used as an effective learning strategy in improving students' understanding of ablution procedures in elementary schools.
Application Of The Reading Aloud Method To Improve The Ability To Read The Quran in Islamic Education Learning at SD Negeri 054895 Batu Jong-Jong Rahimi; Nurhefti; Hawa, Siti; Ariani, Fatimah; Ferawati, Dian
Jurnal Cendekia Islam Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/jcii.v1i1.86

Abstract

This study aims to determine the application of the reading aloud method in improving the ability to read the Qur'an, especially in Surah Al-Alaq, in grade III students of SDN 054895 Batu Jong-Jong, Bahorok District, in the 2024/2025 academic year. The reading aloud method is one of the effective strategies in helping students learn to read the Qur'an correctly, as well as improve pronunciation and tajwid. This study uses a qualitative approach with the type of classroom action research (CAR). Data were obtained through observation, interviews, and reading tests of Surah Al-Alaq, which were then analyzed descriptively. The results of the study showed that the application of the reading aloud method can improve students' ability to read the Qur'an more fluently, smoothly, and in accordance with the rules of tajwid. In addition, students also showed an increase in self-confidence and skills in reciting the Qur'an reading in front of the class. Based on these findings, it is recommended that the reading aloud method be used routinely in the learning process of Islamic Religious Education, especially in learning to read the Qur'an, to improve the quality of Islamic religious learning in elementary schools.
Effectiveness of Using Audio-Visual Media in Improving Students' Memorization of Short Surahs at State Elementary School 053987 Kw.Serapuh Hawa, Siti; Ariani, Fatimah; Rahimi; Nurhefti; Ferawati, Dian
Jurnal Cendekia Islam Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/jcii.v1i1.89

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using audio-visual media in improving the memorization of short surahs of grade IV students of SD Negeri 053987 Kw. Serapuh. Audio-visual media was chosen as a learning aid because it is considered to be able to attract students' attention and make it easier for them to memorize short surahs. This study uses a classroom action research (CAR) method with a quantitative approach. Data were collected through observation, memorization tests, and interviews with students. The results of the study showed that the use of audio-visual media significantly improved students' ability to memorize short surahs. In addition, students also became more enthusiastic and active in the learning process. Thus, audio-visual media can be an effective alternative in learning to memorize short surahs in elementary schools.
ARTIKEL PERSONALISASI DAN PLATFORM PENGAJARAN DIGITAL: PLATFORM PEMBELAJARAN DIGITAL hawa, siti
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 1 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v1i2.1193

Abstract

Personalisasi dan Platform Pengajaran Digital merupakan salah satu hal pokok dalam mendukung pembelajaran di Abad 21 berbasis teknologi dan informasi. Untuk itu, dalam artikel ini peneliti akan menguraikan bagaimana pentingnya personalisasi dalam pembelajaran digital, dan keterkaitan antara personalisasi dengan berbagai elemen penting dalam pembelajaran digital. Adapun metode dalam penulisan ini menggunakan metode deskritif kualitatif, dengan teknik pengumpulan datanya yaitu studi dokumentasi, serta pengolahan data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan 4 tahapan yaitu: reduksi, display, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa personalisasi dalam pembelajaran digital sangat penting karena merupakan suatu perubahan dalam metode dan cara mengajar sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi. Personalisasi sangat terkait dengan elemen penting dalam pembelajaran, yaitu pada pemanfaatan internet sebagai media utama dalam model pembelajaran e-learning. Selanjutnya, sistem personalisasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atau daya serap peserta didik dalam penggunaan teknologi. Pendekatan yang dapat dilakukan dalam personalisasi pembelajaran digital antara lain seperti: Blended Learning (Model atau pun strategi yang pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual); Online Learning (Pembelajaran online merupakan hasil dari suatu pembelajaran yang disampaikan sacara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer); dan Adaptive Learning (pembelajaran adaptive), yaitu program multi media pembelajaran yang menyajikan media pembelajaran dengan perangkat bergerak dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dengan karakteristik gaya belajar pengguna(student learning styles).