Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI PERSONAL HYGIENE SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN PADA SISWA SISWI KELAS IX UPT SMP NEGERI 15 MEDAN KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN SUMATERA UTARA 2025 Pase, Muslimah; Rangkuti, Saddiyah; Hayati, Nila; Zaen, Niasty Lasmy; Lubis, Anita Damayanti; Noviyanti, Rizki
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1913

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus di perhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dapat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang dapat mempengaruhinya seperti kebudayaaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi personal hygiene sebagai langkah awal kesehatan personal pada remaja yang memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Kegiatan edukasi bertema personal hygiene pada remaja dilaksanakan dosen dan mahasiswa Universitas Haji Sumatera Utara dan jumlah siswa yang mengikuti penyuluhan berjumlah 35 orang yang berusia 14-15 tahun. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan kesehatan, media yang diberikan secara langsung pada peserta dan menyampaikan materi dengan menggunakan PPT yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat promosi kesehatan. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan yang dilaksanakan di ruangan kelas IX UPT SMP Negeri 15 Medan. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini bahwa seluruh peserta dapat memahami materi yang telah di berikan dan kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan mendapatkan respon serta antusias yang baik dari para siswa/i. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa/i untuk bertanya dan menyampaikannya kembali dengan orang disekitarnya. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari peningkatan pengetahuan siswa/i terkait bahayanya tidak menjaga personal hygiene. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pendidikan kesehatan tentang bahaya personal hygiene pada remaja ini dapat menigkatkan pengetahuan dan juga kesadaran siswa/i. sosialisasi juga harus dilakukan berulang-ulang dan menarik, untuk itu dibutuhkan kegiatan edukasi dengan menggunakan penyuluhan perlu terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan remaja, kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan masyarakat khususnya pada remaja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN MENTAL PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN TANJUNG MORAWA Zaen, Niasty Lasmy; Rangkuti, Saddiyah; Pase, Muslimah; Hayati, Nila; Lubis, Anita Damayanti
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.2087

Abstract

Masih banyak ibu hamil mengalami keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan mental yang komprehensif dan terpercaya. Hal ini diperparah dengan keterbatasan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi secara langsung. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam menjaga kesehatan mental terkait perubahan emosional tubuhnya. Kegiatan edukasi bertema Kesehatan Mental pada Ibu Hamil dilaksanakan pada 4 orang ibu hamil 1 orang pimpinan Praktek Mandiri Bidan. Metode  pelaksanaan  Program  Pengabdian  Masyarakat  ini  adalah  dalam  bentuk  penyuluhan  Kesehatan, media sosial leaflet yang diberikan secara langsung pada peserta  dan menyampaikan materi dengan menggunakan leafleat yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat promosi kesehatan. Kegiatan dimulai dari tahapan  perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,  hingga penyusunan  laporan. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini bahwa seluruh peserta dapat memahami materi yang telah di berikan. Kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan mendapatkan respon serta antusias yang baik dari responden. Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden untuk bertanya dan membagikan informasi yang didapat melalui akun media sosialnya. Edukasi yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang ditunjukkan dari peningkatan pengetahuan responden terkait kesehatan mental selama kehamilan dengan melihat perbandingan hasil pre-test dan post-test. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang kesehatan mental selama kehamilan sebagai upaya promosi kesehatan pada ibu hamil Di Kecamatan Tanjung Morawa ini harus diberikan secara berulang-ulang dan menarik, Untuk itu dibutuhkan kegiatan edukasi dengan menggunakan penyuluhan perlu terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama ibu hamil dan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan para orang tua khususnya ibu hamil dan keluarga.
Pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik, interaksi antarsiswa ditinjau dari motivasi intrinsik terhadap hasil belajar matematika Fauzi , Lalu Muhammad; Hayati, Nila; Wardi, Zaotul; Yazid, Muh
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v10i1.22431

Abstract

This research aims to see whether there is a direct or indirect influence from students' perceptions of realistic mathematics learning approaches and interactions between students in terms of learning motivation on mathematics learning outcomes. The type of research used in this research is quantitative research. All class VIII students of SMPN 1 Suralaga consisting of 6 classes are the population of this study. The sample in this study was class VIII D which was chosen randomly using a simple random sampling technique using a lottery. The instruments used in collecting data were questionnaires and tests. Data were analyzed using path analysis with the help of the Amos 25.0 program. Research results: 1) the realistic mathematics learning approach has a direct effect on students' learning motivation, this can be seen from the P value of 0.037, which is smaller than the significance level of 0.05; 2) interaction between students has a direct effect on students' learning motivation, this can be seen from the P value of 0.049, which is smaller than the significance level of 0.05; 3) the realistic mathematics learning approach has a direct effect on mathematics learning outcomes, this can be seen from the P value of 0.035, less than the significance level of 0.05; 4) interaction between students has no direct effect on mathematics learning outcomes, this can be seen from the P value of 0.088 which is greater than the significance level of 0.05; and 5) student learning motivation has a direct influence on mathematics learning outcomes, this can be seen from the P value of 0.023, which is smaller than the significance level of 0.05.
Pengembangan Tes Model Teslet Berbasis Kearifan Lokal Sasak Pada Materi Geometri dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Tilawati, Susi; Supiyati, Sri; Hayati, Nila
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17308

Abstract

Abstract: This study aims to develop a teslet-model test based on Sasak local wisdom in geometry material to improve students’ mathematical literacy skills. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Borg & Gall model, which was modified into seven stages: initial data collection, planning, initial product development, limited trial, product revision, field trial, and final revision. The instrument consisted of 21 items grouped into 7 teslets, integrating Sasak cultural contexts such as traditional architecture, traditional weaving (tenun), and local arts into geometric concepts. Expert validation results showed an Aiken’s V value of 0.68125 (high category), and the instrument’s reliability reached 0.761 (high category). The item difficulty analysis indicated a proportional distribution dominated by medium-level items, while the discrimination index analysis revealed that most items fell into the good or very good categories. Field trials conducted with seventh-grade students at SMP Negeri 1 Selong demonstrated that the instrument obtained an effectiveness score of 380, categorized as moderately effective in improving mathematical literacy. This was reflected in students’ increased understanding of geometric material as well as their appreciation of local cultural values.Thus, the Sasak local-wisdom-based teslet developed in this study is not only valid, reliable, and feasible as an assessment instrument, but also contributes significantly to preserving local culture and strengthening contextual learning in schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes model teslet berbasis kearifan lokal Sasak pada materi geometri untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap: pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk, uji coba lapangan, serta revisi final. Instrumen berupa 21 soal yang terbagi jadi 7 teslet yang memadukan konteks budaya Sasak, seperti arsitektur tradisional, kerajinan tradisional (tenun), dan kesenian tradisional, dengan konsep geometri. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,68125 (kategori tinggi), sedangkan reliabilitas instrumen mencapai 0,761 (kategori tinggi). Analisis tingkat kesukaran memperlihatkan distribusi soal yang proporsional dengan dominasi kategori sedang, sementara uji daya beda menunjukkan sebagian besar soal tergolong baik dan sangat baik. Uji coba lapangan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selong menunjukkan bahwa instrument memiliki skor evektifitas 380 kategori cukup efektif dalam meningkatkan literasi matematika, ditandai dengan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi geometri sekaligus apresiasi mereka terhadap nilai budaya lokal. Dengan demikian, teslet berbasis kearifan lokal Sasak yang dikembangkan tidak hanya valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai instrumen penilaian, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan pembelajaran kontekstual di sekolah.