Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI PANJANG, KELENTUKAN, DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT Andria Afiana; Sudirman Husin; Rahmat Hermawan
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 4 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to investigate the contribution of leg length, flexibility and explosive power of the leg muscles crescent kick in martial arts sport. The method is used in the survey with a population of 30 people, while a sample of 20 people. Analysis is using multiple regression (multiple regression). Based on the results of multiple regression analysis, product moment correlation coefficient (r), and analysis of multiple correlation coefficient (R) at a significant level, the results of this study concluded as follows: 1 ) There was a significant correlation length leg crescent kick in martial arts, with a value of r0= 0,625. 2 ) There is a significant relationship flexibility to kick sickle in martial arts, with a value of r0= 0,666.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontribusi panjang tungkai, kelentukan dan daya ledak otot tungkai terhadap tendangan sabit pada cabang olahraga pencak silat.  Metodelogi penelitian yang digunakan didalam adalah survey dengan populasi berjumlah 30 orang, sedangkan sampel berjumlah 20 orang. Analisis data menggunakan multiple regresi (regresi ganda). Berdasarkan hasil analisis regresi ganda, koefisien korelasi product moment (r), dan analisis koefisien korelasi ganda (R) pada taraf signifikan, maka hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: 1) Ada hubungan yang signifikan panjang tungkai tendangan sabit pada pencak silat, dengan nilai r0 = 0,625. 2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan terhadap tendangan sabit pada pencak silat, dengan nilai r0= 0,666.Kata kunci: daya ledak otot tungkai, kelentukan, kontribusi, panjang tungkai
STUDI PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWI YANG TIDAK DAN MENSTRUASI Gregorio Rendera Kusuma; Rahmat Hermawan; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 3 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know physical fitness of woman students who get menstruating and those who are not. Result of research expected to be useful for parents to add knowledge of how physical fitness level at daughter who are menstruating and not. Research methodology used survey method with the quantitative and qualitative approach. Population in this research amount to 413, while sampel used is 41. Data collecting use interview, observation, documentation and the Physical Tes Fitness of Indonesia. This research result can be concluded descriptively quantitative that physical fitness level of woman student menstruating moderate majority on the classification, with the percentage each classification that is, for the classification of very well 0%, both 10%, medium 17%, less 5%, and less so for 3%. While, woman student which is not menstruated the moderate majority on the classification also, with the percentage each classification that is, very well 7%, both 12%, medium 22%, less 12%, and less so 12%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebugaran jasmani pada siswi yang mengalami menstruasi dan tidak. Hasil penelitian bermanfaat bagi orangtua untuk menambah pengetahuan bagaimana tingkat kebugaran jasmani anak perempuan saat sedang menstruasi dan tidak. Metodologi penelitian yang digunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatf dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 413, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 41. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan Tes Kebugaran Jasmani. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan secara deskriptif kuantitatif bahwa tingkat kebugaran jasmani siswi menstruasi mayoritas pada klasifikasi sedang, dengan persentase masing-masing klasifikasi yaitu, untuk klasifikasi baik sekali 0%, baik 10%, sedang 17%, kurang 5%, dan kurang sekali 3%. Sedangkan, siswi tidak menstruasi mayoritas pada klasifikasi sedang pula, dengan persentase masing-masing klasifikasi yaitu, baik sekali 7%, baik 12%, sedang 22%, kurang 12%, dan kurang sekali 12%.Kata kunci: kebugaran jasmani, menstruasi, metode trianggulasi.
Pengembangan Model Latihan Kayang Bagi Anak Sekolah Dasar Kelas 1, 2 dan 3 Septo Randika; Rahmat Hermawan; Fransiskus Nurseto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 7, No 3 (2019): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim to be achieved in this research and development is to produce a model of kayang training for early childhood children. This research uses the Research Development (RD) method of (Borg and Gall, 1983: 775). The subjects in this study were early childhoods who took part in the IDOLA gym. Product effectiveness test is based on the assessment of gymnastics, learning, and linguists. The value obtained is 82.4 which is declared valid and is suitable for use. The value obtained is 82.4 which is declared valid and is suitable for use. Based on the results of the development it can be concluded: (1) The product produced from this research and development is in the form of a kayang exercise guide book for early childhood (2) This kayang training model can improve mastery of kayang skills for early childhood, (3) As a contribution to education, especially in the field of gymnastics. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk model latihan kayang bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Research Development (RD) dari (Borg and Gall, 1983:775). Subyek dalam penelitian ini adalah anak usia dini yang mengikuti sanggar senam IDOLA.Uji efektifitas produk yaitu berdasarkan penilaian ahli senam, pembelajaran, dan ahli bahasa. Nilai yang didapatkan adalah 82,4 yang dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan : (1) Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini adalah berupa buku panduan latihan kayang bagi anak usia dini (2) Model latihan kayang ini dapat meningkatkan penguasaan keterampilan kayang bagi anak usia dini, (3) Sebagai sumbangan bagi ilmu pendidikan khususnya bidang senam. Kata Kunci : Kayang, Latihan, Model
HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LONCAT HARIMAU Pajar Andela; Rahmat Hermawan; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 2 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has purpose is to know the connection of power sleeve muscle and the power leg muscle with tiger sprong result student class VIII of junior high school IT Fitrah Insan Bandar Lampung. The kinds of research which is used descriptive correlational with the subject 30 student. The instrumen of research using ball medical for measure of power sleeve and vertical jump for measure of power leg muscle and using instrument process to measure tiger sprong result. Analysis result exhibit, obtainable value to tarithmetic = 3,235 ttable = 1,701 its mean hypotehsis zero not accepted there is a positive connection. Be compared with connection power leg muscle with tiger sprong result obtainable value to tarithmetic = 6,623 ttable = 1,701 its mean hypotehsis zero not accepted there is a positive connection.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan dari aspek power otot lengan dan power otot tungkai pada siswa kelas VIII SMP IT Fitrah Insani pada kemampuan gerak dasar loncat harimau. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan sampel berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan bola medis untuk mengukur power otot lengan dan vertikal jump untuk mengukur power otot tungkai dan instrumen proses untuk mengukur kemampuan loncat harimau. Hasil analisis menunjukkan bahwa, hasil penghitungan yang dilakukan antara power otot lengan dengan kemampuan loncat harimau diperoleh nilai thitung = 3,235 lebih besar dari nilai ttabel = 1,701 yang berarti hipotesis nol ditolak ada hubungan yang posistif. Dibanding dengan hubungan power otot tungkai dengan kemampuan loncat harimau dengan nilai thitung = 6,623 lebih besar dari nilai t tabel = 1,701 yang berarti hipotesis nol ditolak ada hubungan yang positif.Kata kunci : hasil loncat harimau, power otot lengan, power otot tungkai
Upaya Meningkatkan Keterampilan Teknik Lompat Spagat Dengan Menggunakan Alat Bantu winda musfita; Rahmat Hermawan; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 3 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research (PTO) approach with research procedures covering planning, acting, observation, and reflecting as much as two cycles. The subjects of this study were Rhythmic Gymnastics PPLP Athletes in Lampung Province, free junior girls totaling 6 people. The results showed that the application of assistive devices can improve the results of spagat jumping technical skills in athletes in rhythmic gymnastics PPLP Lampung Province free junior girls. From the results of the analysis obtained there is an increase in conditions from the initial observation to the first cycle, and the second cycle. From the assessment of all aspects of learning obtained the percentage of completeness of the results of spagat jumping technical skills at initial conditions 16.67%, 50% Cycle I, Cycle II 83.33%, so that the initial condition improvement to Cycle II was 66.66%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil keterampilan gerak dasar teknik lompat spagat melalui alat bantu pada atlet senam ritmik PPLP Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data melalui tes keterampilan teknik lompat spagat melalui observasi dari proses latihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Olahraga (PTO) dengan prosedur penelitian meliputi planning, acting, observation, dan reflecting sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah Atlet Senam Ritmik PPLP Provinsi Lampung free junior putri berjumlah 6 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan alat bantu  dapat meningkatkan hasil keterampilan teknik lompat spagat pada pada atlet senam ritmik PPLP Provinsi Lampung free junior putri. Dari hasil analisis yang diperoleh terdapat peningkatan kondisi dari observasi awal ke siklus I, dan suklus II. Dari penilaian seluruh aspek pembelajaran diperoleh prosentase ketuntasan hasil keterampilan teknik lompat spagat pada kondisi awal 16,67%, Siklus I 50%, Siklus II 83,33%, sehingga peningkatan kondisi awal ke Siklus II sebesar 66,66%.Kata kunci : alat bantu, lompat spagat.
Hubungan Pengetahuan Ilmu Faal Olahraga dengan Motivasi Berprestasi Pada Guru SD Penjasorkes Purwanto Purwanto; Rahmat Hermawan; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 7, No 1 (2019): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study are 1) to find out the relationship between physical science knowledge and achievement motivation on elementary school teachers in West Lampung. 2) To find out how much a significant relationship between knowledge of physical physiology and achievement motivation of primary school teachers in West Lampung . The research method used in this research is survey method. The subjects of this study were penjasorkes teachers throughout the western part,in the total of 44 penjasorkes teachers. The procedure for collecting data used is questionnaire. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient = 0.424 with sig. = 0,000; p 0.05. So that the proposed hypothesis is accepted, it can be said that there is a very significant positive relationship between physical science knowledge and achievement motivation. The conclusion of this study is that knowledge of physical physiology has a very close relationship with the knowledge of achievement motivation in elementary school teachers in the West Lampung.Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ilmu faal olahraga dengan Motivasi berprestasi pada guru SD penjasorkes se-Kabupaten Lampung Barat. 2) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan segnifikan antara penegetahuan ilmu faal olahraga dengan  motivasi berprestasi guru SD penjaorkes se-Kabupaten Lampung Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey method .Subjek penelitian ini adalah guru penjasorkes se-lampung barat yang berjumlah 44 guru penjasorkes. Prosedur pengumpulan data menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi = 0,424 dengan sig.= 0,000; p 0,05. Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pengetahuan ilmu faal olahraga dengan motivasi berprestasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Pengetahuan ilmu faal olahraga miliki hubungan yang sangat erat dengan pengetahuan motivasi berprestasi pada guru SD penjasorkes se-Kabupaten Lampung Barat.Kata kunci : ilmu faal olahraga, motivasi berprestasi
Manajemen Pembinaan Cabang Olahraga Tenis Lapangan Lampung Alifia Ramadhina Putri; Sudirman Husin; Rahmat Hermawan
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 3, No 2 (2020): Riyadhoh Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v3i2.3722

Abstract

ABSTRAK  Setiap cabang olahraga tentunya memiliki tujuan yang hendak dicapai, yakni tercapainya prestasi yang diharapkan, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan aspek manajemen di Pengprov Pelti Lampung dalam melaksanakan kegiatannya, bagaimana program pembinaan yang dilaksanakan dalam mencapai prestasi yang diharapkan, serta mengidentifikasi beberapa faktor penyebab  menurunnya prestasi tenis di Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Setelah data dikumpulkan kemudian direduksi dan selanjutnya dianalisis, maka hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Pengprov Pelti Lampung belum menerapkan  fungsi manajemen secara benar, hal ini ditunjukkan belum adanya pembagian tugas yang jelas pada masing-masing personalia pengurus,  sehingga program hanya menjadi wacana saja padahal visi dan misi sudah ada, (2) program belum berjalan secara semestinya, dan (3) beberapa faktor penyebab menurunnya prestasi cabang olahraga tenis, antara lain; dana dan financial, pemasalan, fasilitas latihan, pengadaan dan pengembangan pelatih, kompetisi/pertandingan, riset atau iptekor, lingkungan, media dan sponsor, serta kepemimpinan.  Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Pengprov Pelti Lampung akan berhasil bila (1) menerapkan manajemen secara benar paling tidak fungsi planning, organizing, actuating dan controlling  (POAC) dapat dilaksanakan, (2) program pembinaan harus tetap berjalan terlepas dari apapun kondisinya, dan (3) perlu melihat dan mempertimbangkan beberapa faktor yang menjadi penyebab stagnan atau menurunnya prestasi tenis di Lampung.
Peningkatan Pembelajaran Roll Kip Menggunakan Alat Bantu Tongkat Dan Teman Jhody Nala Fraya; Rahmat Hermawan; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 10, No 1 (2021): JUPE
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The researcher aims to improve the learning of kip roll by using a stick and friend aids for grade V students of SD Negeri 1 Sukarame. Researchers used the classroom action research method. The research subjects were male students of grade V SDN 1 Sukarame, which are 30 children. Data analysis was carried out by reflecting the results of observation and evaluation of the learning process, where in the first cycle the percentage of child completeness was 36.7%, then it increased in cycles II and III by 60% and 86.7%. So, that based on the results of the study, it can be concluded that there is an increase in the learning of roll kip of the fifth grade students of SD Negeri 1 Sukarame by using a stick and friends.Peneliti bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran roll kip dengan menggunakan alat bantu tongkat dan teman pada siswa kelas V SD Negeri 1 Sukarame. Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian adalah siswa putra kelas V SD Negeri 1 Sukarame yang berjumlah 30 anak. Analisis data dilakukan dengan cara merefleksi hasil observasi dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, dimana pada siklus I persentase ketuntasan anak sebesar 36,7%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dan III yaitu sebesar 60% dan 86,7 %. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pembelajaran roll kip siswa kelas V SD Negeri 1 Sukarame dengan menggunakan alat bantu tongkat dan teman.Kata kunci : alat bantu tongkat, alat bantu teman, roll kip
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Renang Gaya Dada Menggunakan Alat Bantu Pada Siswa SMPN 3 Kotabumi Roni Sacta Mirza; Rahmat Hermawan; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 10, No 1 (2021): JUPE
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research (CAR). Sources of research data is a class VIIIA, SMP 3 Kotabumi totaling 34 students. Data analysis techniques in this research is to observe the learning outcomes breaststroke swimming during nine meetings (three cycles). The results of this study describe their positive improvement on each cycle. The first cycle show meaningful results in the students, the percentage of study has not been reached, only 24,47% or 9 students who have achieved mastery learning. The second cycle students who achieve mastery learning increased to 15 students. The third cycle showed an increase in the percentage of mastery learning as many as 21 students who achieve mastery learning. It can be concluded that each cycle is given effect to the increased percentage of successful basic motion breaststroke swimming students.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sumber data penelitian adalah siswa kelas VIIIA, SMPN 3 Kotabumi yang berjumlah 34 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mengamati hasil belajar renang gaya dada selama 9 kali pertemuan (3 siklus). Hasil penelitian ini mendeskripsikan adanya peningkatan positif pada setiap siklusnya. Siklus pertama menunjukkan hasil yang berarti pada siswa, persentase belajar belum tercapai, hanya 24,47 % atau 9 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar. Siklus kedua siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 15 siswa. Siklus ketiga menunjukan peningkatan persentase ketuntasan belajar sebanyak 21 siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Dapat disimpulkan bahwa setiap siklusnya yang diberikan, memberikan pengaruh terhadap peningkatan persentase keberhasilan gerak dasar renang gaya dada siswa.Kata kunci: alat bantu, hasil belajar, renang gaya dada.
Pengaruh Latihan Naik Turun Box Dan Naik Tangga Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Pada Siswa Ekstrakurikuler Di SMA Negeri 1 Bandar Lampung Eko Wicaksono; Rahmat Hermawan; Lungit Wicaksono; Akor Sitepu
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 9, No 3 (2020): JUPE
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out the difference in training up-and-down box and ladder climbing on extracurricular student at SMA Negeri 1 Bandar Lampung. The method used in this research is a true experiment with a training model 16 times meeting in three treatment groups up-and-down box, ladder climbing, and control group. The result indicates that f counted f tables (3,594 3.100), Ho was rejected, thus there is a significant difference between the average number of orthodox long jump style the up-and-down box group, the ladder climbing of the stadium, and control group. On the Descriptives table, it looks that the average of up-and-down box group is 3,724 meters, for the ladder climbing of the stadium is 4,094 and the control group is 3,657, which means the average long jump achievement of ladder climbing of the stadium group is the highest. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil latihan yaitu naik turun box dan naik tangga pada siswa ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Metode  yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen murni (true experiment)  dengan model latihan selama 16 kali pertemuan dengan di bagi tiga kelompok treatment naik turun box, naik tangga dan tidak di berikan treatment (kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung F tabel (3,594 3,100), maka Ho ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil lompat jauh gaya jongkok kelompok latihan naik turun box, lari tangga stadion dan kelompok kontrol. Pada tabel Descriptives terlihat rata-rata (mean) untuk kelompok latihan naik turun box  adalah 3,724 meter, untuk kelompok lari tangga stadion adalah 4,094 dan kelompok kontrol adalah 3,657, artinya bahwa rata-rata prestasi lompat jauh kelompok naik tangga stadion paling tinggi. Kata kunci: box, naik  tangga, lompat jauh.