Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Teknik Radiografi Ossa Pedis Dextra pada Kasus Dislokasi Phalang Distal Digiti I di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar Tahun 2024 Saragih, Rafael; Lumbantobing, Josua; Sitohang, Putra; Hervina, Hervina; Sinarinta, Juni
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10646

Abstract

Penegakan diagnosis membutuhkan pencitraan organ yang mengalami kelainan fisiologis atau patologis. Sinar-X, ditemukan oleh Rontgen pada 1895, berperan penting dalam visualisasi organ untuk diagnosis dan pengobatan. Radiologi mendukung diagnosis, termasuk pemeriksaan pedis, membantu mendeteksi kelainan akibat cedera atau kondisi bawaan. Teknik radiografi berkualitas diperlukan untuk hasil optimal dalam diagnosis.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran objektif. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar, dilakukan 13 Maret 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Etika penelitian meliputi izin rumah sakit dan menjaga kerahasiaan pasien.Penelitian di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar tentang prosedur radiografi ossa pedis pada pasien dislokasi Tn.F menunjukkan bahwa proyeksi AP (Anteroposterior) dan oblique medial rotation digunakan untuk melihat area dislokasi. Pasien hanya melepas alas kaki dan tidak perlu apron. Alat yang digunakan mencakup pesawat sinar-X, imaging plate, CR, dan image console. Penelitian radiografi ossa pedis dislokasi di RS Efarina menunjukkan penggunaan proyeksi AP dan oblique sesuai SOP. Disarankan memakai imaging plate 24x30 cm, marker sebagai penanda objek, dan sudut sinar 10° cephalad untuk hasil optimal. Evaluasi proyeksi AP disarankan sebelum memilih proyeksi oblique agar gambaran dislokasi lebih jelas
Optimalisasi Peran Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dalam Peningkatan Sertifikasi Produk Halal Melalui Jalur Self Declare Fatimah, Cheche Ida Siti; Hervina, Hervina; Haryani, Yanti
Ghaly: Journal of Islamic Economic Law Vol 3 No 1 (2025): Ghaly: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Islamic Economic Law Study Program, Faculty of Sharia Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ghaly.v3i1.9028

Abstract

Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) memiliki peran penting dalam meningkatkan jumlah produk bersertifikat halal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi oleh LP3H UINSI Samarinda dalam meningkatkan kinerja pendamping sertifikasi halal melalui jalur self declare serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan pemerintah setempat, keterbatasan waktu pendamping yang mayoritas memiliki pekerjaan tetap, rendahnya literasi digital pelaku usaha, serta ketidaksesuaian produk dengan ketentuan self declare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dalam optimalisasi peran LP3H dalam peningkatan sertifikasi halal di Samarinda. Hasil penelitian menemukan bahwa masih kurang optimalnya dukungan pemerintah daerah dalam fasilitasi sertifikasi halal, selain itu belum optimalnya peran pendamping dalam memenuhi kouta sertifikasi halal. Masih banyak pelaku usaha yang belum menguasai digitalisasi, dan masih terdapat produk yang belum sesuai ketentuan Sistem Jaminan Produk Halal.
Karakterisktik Pada Penderita Skabies di Rumah Sakit Surya Insani Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Periode Mei 2021 – Mei 2022 Rovi, Leonardo; Hervina, Hervina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.26438

Abstract

Abstrak: Skabies adalah salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan pada praktik klinis. Skabies merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi parasit tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2018 di Indonesia kejadian skabies ini cukup tinggi sekitar 5,6- 12,9%. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada tahun 2016 kejadian skabies berjumlah 13,046. Kabupaten Rokan Hulu menduduki kabupaten dengan tingkat kemiskinan nomor satu di Provinsi Riau, hal ini mengakibatkan kurangnya higienitas dari lingkungan pada masyarakat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dan menjadikannya penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pada penderita skabies di Rumah Sakit Surya Insani Periode Mei 2021 – Mei 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 penderita. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder yang didapat dari rekam medis penderita skabies. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 50 penderita didapatkan distribusi kelompok usia terbanyak adalah 0-5 tahun (24.0%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (54.0%), tempat tinggal terbanyak adalah rumah tinggal (70.0%), pekerjaan terbanyak adalah pelajar-mahasiswa (30.0%) dan pendidikan yang terbanyak adalah SMA (52.0%). Pada uji chi-square (p0,05) terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,016), pekerjaan (p=0,033), tempat tinggal(p=0,038) dan pendidikan (p=0,003) terhadap skabies. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,057) terhadap skabies. Kesimpulannya adalah penderita skabies terbanyak didiagnosis usia 0-5 tahun, jenis kelamin perempuan, tinggal di rumah tinggal, pekerjaan pelajar-mahasiswa, dan pendidikan SMA. hubungan karakteristik terhadap skabies didapati bahwa usia, pekerjaan, tempat tinggal, pendidikan memiliki hubungan yang signifikan sementara jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan.
PELUANG PENGEMBANGAN POTENSI TEBING MANDU SEBAGAI KAWASAN GEOPARK DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUAPTEN ENREKANG Hervina, Hervina; Arfandi, Arfandi
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggeraja is one of the sub-districts in Enrekang Regency, South Sulawesi with the sub-district capital being Cakke. Anggeraja District consists of 12 villages and 3 sub-districts, one of which is Tanete sub-district. One of the environments in Tanete Village which is the focus of the research is the Spectacle Environment where there is the Mandu Cliff. Astronomically, this cliff is located at  119 48’ 24.98” East Longitude and 3 25’ 10.79” South Latitude. The Mandu Cliffs show tourism potential which has the opportunity to become a Geological Park (Geopark). However, unfortunately the Mandu Cliffs tourist attraction has recently been neglected and neglected. This research is a type of qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The analysis used is Miles & Huberman. The aim of this research is to determine the tourism potential of the Mandu Cliffs and to determine the opportunities for the Mandu Cliffs to become a Geopark area.
The Relationship of Maternal Knowledge, Attitude, and Behavior to the Incidence of Atopic Dermatitis in Children as a Prevention Effort at the Sadabuan Village Health Center, Padangsidimpuan City Lubis, Nadhira Amilia Afifi; Hervina, Hervina
Buletin Farmatera Vol 11, No 2 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v11i2.26707

Abstract

Abstract: Atopic dermatititis (AD) in Indonesia is increasing every year, occupying the first position of the top 10 skin diseases in children. Faktor genetik dan lingkungan berperan dalam DA, menyebabkan kelainan pada sistem kekebalan tubuh dan lapisan kulit epidermis, yang berujung pada hipersensitivitas tipe 2. Padangsidimpuan City has a fairly high incidence rate of dermatitis (27.5%) and a low Pure Participation Rate (APM). Based on this background, given the high prevalence of children, along with low APM, the researcher wanted to conduct his research in the city. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge, attitude, and behavior of mothers and the incidence of atopic dermatitis at the Sadabuan Health Center, Padangsidimpuan City, North Sumatra. This research method is observational analytical, where dependent and independent variables are measured, then the data obtained will be analyzed to find the relationship between variables with a cross-sectional approach, where the variables being studied are measured at the same time. The results of the analysis showed the relationship between the mother's level of knowledge and the incidence of AD (p-value: 1.000), the mother's attitude with the incidence of AD (p-value: 0.620), and the mother's behavior with the incidence of AD (p-value: 0.591). There was no relationship between the mother's knowledge, attitude, and behavior on the incidence of atopic dermatitis in children at the Sadabuan Health Center, Padangsidimpuan City.
The Characteristics of Patients at the Pulmonology Clinic of Dr. RM Djoelham Regional Hospital Binjai for the Period of January 2023 - June 2024 Arsyad, M. Hatadi; Tabrani, Irma; Efriyandi, Efriyandi; Hervina, Hervina
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1196

Abstract

Healthy lungs are vital in sustaining respiratory function and oxygen balance in the human body. Diseases in the lungs can cause decreased function in the lungs and result in various health problems and disruption of a person's quality of life therefore we also require certain lung diseases that often occur in the community. Diseases of the lungs have diverse causes, treatments, and measures of prevention depending on the diagnosis. In this study, various lung disorders that are regularly experienced in the community are discussed, which we need to know Method: retrospective descriptive research with a cross-sectional design with the means of data collection, namely secondary data from new patient visits for treatment and have been diagnosed with lung disease and recorded in the Medical Record of the Pulmonology Polyclinic of Dr. RM Djoelham General Hospital from January 2023 to June 2024. Results: the number of research samples was 446 patients where the prevalence of patients with the most diagnoses was pulmonary tuberculosis (TB) as many as 237 patients (53.1%), with the most age group of 51-60 years as many as 93 patients (20.9%), the most male sex as many as 266 patients (59.6%) and the most are jobs as non-ASN/private as many as 193 patients (43.3%) and the most education is high school graduates / equivalent as many as 237 patients (53.1%). Conclusion: If there is a disturbance in the respiratory system, immediately examine yourself as early as possible to get best treatment and avoid complications that might cause death.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Penyakit Sifilis dengan Perilaku Personal Hygiene Genitalia pada Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Putri, Humairani; Hervina, Hervina; Erisyawanty, Dian; Sarirah, Munauwarus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2550

Abstract

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pekerja seks komersial (PSK) termasuk kelompok dengan risiko tinggi akibat rendahnya pengetahuan tentang sifilis serta perilaku personal hygiene genitalia yang kurang baik. Kurangnya kesadaran mengenai gejala, penularan, dan pencegahan sifilis dapat meningkatkan angka kejadian penyakit ini Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai sifilis dengan perilaku personal hygiene genitalia pada PSK di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 65 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan mengenai sifilis dan perilaku personal hygiene genitalia, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar PSK memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang sifilis (69,2%) serta perilaku personal hygiene genitalia yang tidak optimal (70,8%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sifilis dengan perilaku personal hygiene genitalia (p < 0,05). Kesimpulan: Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai sifilis berkontribusi terhadap buruknya perilaku kebersihan genital, yang meningkatkan risiko penularan IMS. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang intensif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran PSK terhadap pencegahan sifilis serta praktik kebersihan yang baik untuk menekan angka kejadian penyakit ini.
Implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dada Pedagang Kuliner di Kalimantan Timur Hervina, Hervina; Abdi, Muhammad Iwan
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(2), June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i2.8193

Abstract

Penelitian ini akan menggali data berupa bentuk-bentuk implementasi dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal di Kalimantan Timur yang meliputi 3 wilayah, yakni Samarinda, Balikpapan dan Bontang. Guna mmfokuskan arah penelitian, maka penulis akan menjelaskan clue atau beberapa kata kunci pada judul penelitian. Implementasi merupakan instilah ilmu manajemen yang secara sederhana dapat diartikan pelaksanaan dari sebuah program yang telah direncanakan sebelumnya, dalam hal ini secara konseptual yang ingin dipotret pelaksanaan program atau kebijakannya adalah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dengan mengambil lokus di 3 Kabupaten/Kota Kalimantan Timur.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal merupakan peraturan pemerintah yang mengatur tentang berbagai produk. Adapun yang menjadi focus dalam penggalian data penelitian ini adalah: labelisasi halal (promosi dan proses sertifikasi), pemahaman pedagang kuliner, bentuk pengawasan, serta peluang dan tantangan.
Knowing and Understanding the Tuberculosis (Tb) Disease of the Lung (Literature Review) Arsyad, M. Hatadi; Syafina, Ikhfana; Hapsah, Hapsah; Hervina, Hervina
International Journal of Natural Science Studies and Development (IJOSS) Vol. 1 No. 2 (2024): IJOSS
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijoss.v1i2.15

Abstract

Tuberculosis is a highly prevalent disease among individuals. The bacteria may enter the human body with inhaled air, after which they will be taken into the lungs, and then might disseminate from the lungs into the other parts of the body via the circulatory system, lymphatic system, respiratory tract-bronchi, or by direct passage to other areas. The most affected organs with tuberculosis are the lungs, but it may also affect other organs, including the meninges, bones, superficial glands, and other organs. They include: India, 26%; Indonesia, 8.5%; China, 8.4%; the Philippines, 6%; Pakistan, 5.7%; Nigeria, 4.4%; Bangladesh, 3.6%; and South Africa, 3.6%. These eight countries account for two-thirds of the global cases put together. 8.2% of tuberculosis cases are co-infected with HIV. Targeted by the national tuberculosis control program is the elimination of tuberculosis by 2035 and attainment of a tuberculosis-free status by 2050. Methods: This study is based on a review of general clinical practice guidelines, research publications, websites, and textbooks on pulmonary tuberculosis. Findings and Analysis: There are various research writings about the clinical presentations of the condition, confirmatory investigations for Mycobacterium tuberculosis, the epidemiology of the patients, and risk conditions that predispose a patient to getting infected by the bacteria. Therapeutic interventions and pharmacological adverse effects. Conclusion Pulmonary tuberculosis is a communicable disease, and Indonesia still has a population that carries this infection. Thus, prevention of the disease should be done by every single individual in society by understanding and knowing the character of the disease.
Analysis of Financial Management in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Takalar Regency Hervina, Hervina; Suarni, Agusdiwana; Darwin, Khadija
Jurnal Ekonomi Balance Vol. 19 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jeb.v19i1.11122

Abstract

This study discusses financial management in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Takalar Regency. The main problem of this research is that SMEs do not really understand about good financial management. Where there are 4 (four) indicators in financial management, namely financial planning, recording, reporting, and control. This study aims to find out how the application of financial management is carried out by MSME actors in Takalar Regency. This type of research uses a qualitative research type, with research locations in Takalar Regency. Data collection methods used are observation, interviews and document review. Informants in this study were 10 (ten) MSME’s engaged in the trading sector. The results of this study indicate that MSME actors in Takalar Regency have implemented financial management but have not maximized it. The most widely applied indicators are financial planning, recording and control. Meanwhile, reporting indicators have not been implemented properly. This is due to limited time and human resources and business actors running their own businesses. In addition, MSME’s do not have an accounting background so that knowledge related to financial management is still lacking.