Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EFEK BERKUMUR DENGAN EKSTRAK TEH HIJAU 3% DALAM MENINGKATKAN pH SALIVA Hervina, Hervina
Interdental: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 13 No 2 (2017): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Faculty of Dentistry, Mahasaraswati Denpasar University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v13i2.357

Abstract

Buffering capacity of saliva plays a very important role in maintaining the saliva pH. The saliva pH affected by the mechanical and chemical stimulation of the oral cavity such as rinse with 3% green tea extract. The purpose of this study is to know the increased of saliva pH after rinsing with 3% green tea extract for three minutes. Experimental research using pre test-post test control group design was conducted on students and patients at Dentistry Hospital Faculty of Dentistry Mahasaraswati University. 44 samples divided into four groups by simple random sampling technique. The average of saliva pH post rinsing with distilled water for three minutes 6,74+0,13; 3% Green tea extract for one minute 6,81+0,12; two minutes 6,96+0,13 and three minutes 7,12+0,12. Analysis by One Way Anova test showed p= 0,000, this means that after the treatment was given to all group, the saliva pH were significantly different. LSD test showed that the increased saliva pH after rinsing with 3% green tea extract for three minutes were higher than one minute and two minutes. The Conclusion is rinsing with 3% green tea extract for three minutes increases saliva pH.
Kewenangan Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah pada Perbankan Syari’ah di Samarinda Hervina Hervina
FENOMENA Vol 6 No 2 (2014): FENOMENA Vol 6 No 2, 2014
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.153 KB) | DOI: 10.21093/fj.v6i2.172

Abstract

To anticipate the legal dispute about syariah economyin society, syariah banks or non-banks as well as the other users, they should realize that they could not depend on the courts if syariah principles wants to be existed. It is because the basic principles of the cases are really different. The changing of UU Nomor 7 Tahun 1989 about Religious Court (UUPA)  becomes UU No. 3 Tahun 2006 and No. 50 Tahun 2009 is a legislacy product which firmly gives the religious courts competency to bring the lawsuits of syariah econonmy to the courts. Then, UU Nomor 21 Tahun 2008 about Syariah banking (UUPS) was coused to be effective to strengthen the religious courts competency to handlethe lawsuits of syariah economy, particularly syariah banking. Based on the UUPA and UUPS, the religious courts should have an absolute competency to bring the lawsuits of syariah econonmy. In fact, the justification of the religious courts competency is still debatable.
Pandangan Ulama Tentang Hukum Surung Sintak Pada Pelaksanaan Zakat Fitrah Di Kota Samarinda Akhmad Haries; Hervina Hervina
FENOMENA Vol 5 No 2 (2013): FENOMENA Vol 5 No 2, 2013
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.147 KB) | DOI: 10.21093/fj.v5i2.233

Abstract

Contextually, surung sintak law is not stated in the fiqh books. However, contextually, scholars have different opinion on surung sintak law; there are some scholars who allow and some are not. This different opinion happens because there is difference among the scholars in defining tasks and functions of amyl. Those who do not allow the implementation of surung sintak law at the same time at the implementation of zakat fitrah conducted by amyls in the mosques in Samarinda by preparing the rice to be traded and be repeated with the same rice hold that an amyl’s duty is merely to collect and distribute zakat fitrah. On the other hand, the scholars who allow surung sintak view that an amyl is the representation of the people who tithe. Therefore, an amyl not only collects and distributes zakat fitrah to the right people, but also can trade the rice. An amyl has a freedom to use the rice that has been given by the muzakki.
Trend Halal Food di Kalimantan Timur Hervina Hervina
FENOMENA Vol 9 No 2 (2017): FENOMENA VOL 9 NO. 2, 2017
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.531 KB) | DOI: 10.21093/fj.v9i2.1295

Abstract

Current developments in food technology have caused the complexity of knowledge about halal food products. This has, among other things, triggered consumer awareness of halal products, and followed the wishes of producers to fulfill the right to halal food globally. This trend not only penetrated Muslim-majority countries, even developed countries (non-Muslims) also began to develop this system. In this study, the author will dig deeper by focusing on how the halal food trend and the implementation of the halal food trend in home industries in the Samarinda and Balikpapan regions. Based on the findings of data in the field of all food products in two places that are the focus of research researchers, Samarinda and Balikpapan are halal food products. Halal food products that are processed are in the form of crackers, cakes and abon, whose basic ingredients are animal origin. Basically, the food manager set the standard for halal production based on Islamic shari'a. Subjects that can raise problems or in this case the author uses the term subhat is the standard of processing raw materials. Such as the fish used are fish that are dead and may seem rotten (poor quality), or use preservatives that do not use the BPPOM standard. There is a tendency, when raw material prices rise, the quality of the product decreases because the owner does not want to raise prices.
Eksistensi dan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Kalimantan Timur Hervina Hervina
FENOMENA Vol 11 No 2 (2019): FENOMENA VOL 11 NO. 2, 2019
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.808 KB) | DOI: 10.21093/fj.v11i2.1802

Abstract

Dinamika KJKS di Indonesia telah menyebar ke pelbagi pelosok negeri tanpa terkecuali di Wilayah Kalimantan Timur. Sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syari’ah bagi kaum muslimin, tentunya eksistensi dan peran dari KJKS ini sangat dibutuhkan. Kebutuhan masyarakat akan hadirnya lembaga keuangan syariah dalam bentuk koperasi, diharapkan dapat pula dirasakan hingga kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kegelisahan masyarakat muslim tentang keberkahan financial mereka baik financial untuk menopang modal ataupun sebagai investasi telah menjadi mindset dalam mengelola ekonomi/finasial mereka. Terlebih lagi, masyarakat Kalimantan Timur yang mayoritas muslim dan memiliki peluang ekonomi yang lebih baik, tentunya akan menjadi obyek garapan menarik bagi KJKS. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih mendalam tentang eksistensi dan peran KJKS di Kaltim, memotret contoh-contoh inovasi dan strategi marketing yang dikembangkan oleh KJKS Kaltim serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung serta yang menjadi tantangan dan pengembangan KJKS di Kaltim. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field work research) yang akan menggali tentang KJKS di Kalimantan Timur dengan studi implementasi terhadap eksistensi dan kiprah KJKS. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan tiga macam teknik, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif Milles adn Hubberman. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Eksistensi KJKS di Kalimantan Timur terus melahirkan lembaga-lembaga baru, baik yang bersifat ekspansi secara nasional melalui koperasi induk dengan pembukaan cabang-cabang di beberapa daerah maupun yang bersifat lokal. Kemunculan berbagai KJKS ini merupakan perwujudan dari usaha sadar untuk melegalisasi seluruh usaha di bidang koperasi dengan berdasarkan syari’at Islam. Hal ini juga sebagai sebagai jawaban terhadap tanggung jawab muslim yang seyogianya menyadari bahwa dalam Islampun terdapat ajaran dan nilai-nilai yang berkaitan dengan koperasi. Berkaitan dengan peran dari KJKS yang penulis teliti secara sederhana dibagi dua, yakni peran internal; dan peran eksternal. Peran internal bahwa para nasabah mendapatkan pelayanan optimal dengan sistem syari’ah yang menghilangkan rasa keragu-raguan, artinya kaum muslim yang uingin secara istiqamah menjalankan syari’ah Islam khususnya pada bidang koperasi telah memiliki wadah tersendiri. Sedangkan secara eksternal peran KJKS yang penulis teliti juga telah membuka jaringan sosial untuk saling berbagi terhadap lingkungan sosialnya, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan dan juga di bidang agama.
Hubungan Penerapan Komunikasi Terapeutik dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Dewasa Akhir Usia (40-60) Tahun di Puskesmas Mustika Jaya Tahun 2023 Hervina, Hervina; Simamora, Rotua Suriany; Agustina, Lisna
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i1.3289

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang menyerang sistem pembuluh darah dengan ditandai adanya peningkatan tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih besar 90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Hipertensi sering disebut Silent Killer karena seringkali tidak menimbulkan gejala tetapi dapat menimbulkan gejala lebih serius jika tidak segera diobati. Salah satu cara untuk mengendalikan hipertensi yaitu dengan diet rendah garam. Perawat perlu memberikan pelayanan yang dapat mendukung proses penyembuhan pasien dengan penerapan komunikasi terapeutik. Komunikasi perawat sangatlah penting untuk memotivasi pasien menghadapi penyakit yang dideritanya khususnya pada penderita hipertensi yang melakukan pengobatan di pelayanan kesehatan. Jika penderita hipertensi tidak mendapatkan informasi atau instruksi mengenai diet rendah garam yang harus diterapkan akan membuat pasien tidak dapat mendendalikan tekanan darahnya. Tujuan Peneliti: Mengetahui hubungan penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan diet rendah garam pada penderita hipertensi dewasa akhir usia (40-60) tahun di Puskesmas Mustika Jaya tahun 2023. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Puskesmas Mustika Jaya tahun 2023 berjumlah 164 orang. Teknik pengambilan data dengan menggunakan simple random sampling. Hasil Penelitian: Didapatkan hasil dengan tingkat signifikan 95% atau nilai α 5% (0,05) diperoleh p value (0,00) < nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan dari hasil tersebut H0 ditolak. Kesimpulan: Ada hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan diet rendah garam pada penderita hipertensi dewasa akhir usia (40-60) tahun di Puskesmas Mustika Jaya tahun 2023. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Kepatuhan Diet Rendah Garam, Hipertensi, Dewasa Akhir.
Strategi Pelaku Usaha dalam Memasarkan Produk Halal di Kalimantan Timur Hervina, Hervina; Maryah, Dewi; Sayuri, Sayuri
FENOMENA Vol 12 No 2 (2020): FENOMENA VOL 12 NO. 2, 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v12i2.8213

Abstract

This research was inspired by a comparative study conducted by researchers at the International Institute for Halal Research and Training (INHART), which is one of the halal studies from the International Islamic University Malaysia. So far, especially people in Indonesia are only familiar with halal studies regarding food and beverage boundaries, including services, dynamics and innovation, halal products developed at this study institution are innovative and developing. This research aims to determine the strategies of business actors in marketing halal products in East Kalimantan, especially in the Sengatta East Kutai area. Based on the author's data findings and the results of the analysis carried out, it can be concluded that there are three strategies carried out by business actors in Sengatta, East Kutai, namely segmenting, targeting and positioning. The form of market segmentation carried out by business actors in marketing halal products can be seen that the segmentation in question has indeed been formed as if it is aimed at a particular community. The community in question is for example work friends, or a campus alma mater, school alumni, members of the Taklim Council, a group of prayer congregations at a mosque or Langgar, a professional community, a community that has the same hobby. Regarding targets, the form of market segmentation carried out by business actors in marketing halal products, it can be seen that the segmentation in question has indeed been formed as if it is aimed at a particular community. The community in question is for example work friends, or a campus alma mater, school alumni, members of the Taklim Council, a group of prayer congregations at a mosque or langgar, a professional community, a community that has the same hobby. Meanwhile, with regard to positioning, business actors are required to carry out promotions using social media considering that geographically Sengatta is located in a region that has inadequate infrastructure which hampers economic flows.
Tinjauan Fikih Muamalah tentang Khiyar Aib dalam transaksi jual beli pakaian grosir di Pasar Pagi kota Samarinda Putri, Widya Amanda; Hervina, Hervina; Fathoni, Sulthon
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.082 KB) | DOI: 10.21093/qj.v5i2.3767

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tinjauan fikih muamalah tentang khiyar aib dalam transaksi jual beli pakaian grosir di Pasar Pagi kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui praktik khiyar aibdalam Transaksi Jual Beli pakaian grosir di Pasar Pagi Kota Samarinda dan untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah tentang khiyar aib di Pasar Pagi Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan normatif empiris, dengan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi Serta teknik analisis data deskriftif kualitatif untuk menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil dari penelitian tinjauan fikih muamalah tentang khiyar aib dalam transaksi jual beli pakaian grosir di Pasar Pagi kota Samarinda. (1) Praktik khiyar aib di Pasar Pagi kota Samarinda, Dari 10 penjual 6 melaksanakan dan 4 tidak melaksanakan. Dari 6 penjual tersebut 4 penjual memberikan potongan harga jika tetap melanjutkan jual beli, dan 2 penjual mengganti pakaian terdapat cacat kepada pembeli dengan seri pakaian yang baru. Selanjutnya 4 dari 10 penjual tersebut membatalkan transaksi jual beli ketika terdapat pakaian yang cacat. Adapun 5 dari 10 pembeli mengerti dan memahamai mengenai praktik khiyar aib, jika ada pakaian terdapat cacat maka pembeli akan meminta jangka waktu pengembalian barang kepada penjual. Sebaliknya 5 pembeli yang tidak mengetahui khiyar aib sehingga tidak mempermasalahkan jika terdaat aib pada pakaian yang dibeli. (2) Berdasarkan tinjauan fikih muamalah bahwasannya praktik khiyar aib di Pasar Padi kota Samarinda, 6 penjual dan 5 pembeli yang telah sesuai dengan ketentuan khiyar Namun juga ada 4 penjual dan 5 pembeli yang tidak memahami dan mengerti mengenai khiyar aib sehingga tidak sesuai dengan fikih muamalah. Dengan alasan memberikan potongan harga jika tetap melanjutkan jual beli, mengganti pakaian terdapat cacat kepada pembeli dengan seri pakaian yang baru, dan pembeli yang tidak mengetahui khiyar aib sehingga tidak mempermasalahkan jika terdapat aib pada pakaian yang dibeli. Kata Kunci : Tinjauan, Fikih Muamalah, Khiyar Aib, Jual Beli, Pakaian.
Implementasi Akad Mudharabah Pada Praktik Usaha Taksi Plat Hitam di Kecamatan Sangkulirang Amiliani, Loli; Hervina, Hervina; Khairuddin, Khairuddin
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 6 No 1 (2022): Islamic Law
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.35 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang masalah bagaimana implementasi akad mudharabah pada praktik usaha taksi plat hitam di Kecamatan Sangkulirang. Taksi merupakan transportasi yang mengangkut beberapa orang untuk berpergian baik luar kota maupun daerah. Majunya usaha ini memicu munculnya kerjasama akad mudharabah pada usaha taksi di Sangkulirang. Praktik kerjasama akad mudharabah antara setiap pemilik dan pengelola sudah menjadi kebiasaan, walaupun ada yang dalam pelaksanaannya sistemnya berbeda-beda. Dari hasil penelitian pelaksanaan akad mudharabah pada praktik usaha taksi ini, dalam penyertaan akad berupa lisan, modal yang diberikan kepada pengelola berupa barang bernilai yakni mobil pemilik, resiko kerugian untuk pengelola tidak dijelaskan secara detail, pemeliharaan dan perbaikan menjadi tanggungan pemilik dan pengelola, kesepakatan dan porsi bagi hasil bervariatif dan itu dibagi sesuai dengan kesepakatan di awal akad, para pihak bekerjasama dalam teknisnya. Adapun analisis mengenai implementasi akad mudharabah pada praktik usaha taksi plat hitam di Kecamatan Sangkulirang, dari 10 responden ada 2 pihak (yakni pemilik dan pengelola) yang tidak memenuhi ketentuan dari akad mudharabah. Dimulai dari salah satu syarat bagi hasil, resiko kerugian serta hal-hal yang dapat membatalkan bagi hasil. Dalam akad mudharabah menyebutkan, jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka akan menjadi fasid. Dari hal itu penting bagi pemilik dan pengelola memahami mengenai akad mudharabah yang baik dan benar agar kerjasama dengan konsep akad mudharabah ini dapat membawa manfaat dan kebaikan.
Kesadaran Hukum Orang Tua dari Anak Bekebutuhan Khusus (Difabel) terhadap Kasus Bullying yang Menimpa Anaknya (Kasus di Kecamatan Samarinda Utara) Halisa, Nur; Hervina, Hervina; Syamsi, Nur
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 6 No 1 (2022): Islamic Law
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.149 KB) | DOI: 10.21093/qj.v6i1.4722

Abstract

Bullying adalah tindakan menyakiti yakni berupa kekerasan secara fisik, verbal, maupun psikis yang dilakukan secara terencana oleh para pelaku tindakan bullying. Orang tua dari anak berkebutuhan khusus cenderung menutup diri dari lingkungan sosialnya. Padahal dari sudut pandang peraturan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 sebagai upaya pemerintah dalam melindungi anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris normatif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah melakukan observasi dan pengumpulan sumber informasi yang didapat dari sumber data primer yang berupa hasil wawancara orang tua dari anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Samarinda Utara dari sumber data sekunder berupa buku dan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, kemudian dilakukan pengelolaan data dengan tujuan agar dapat menarik kesimpulan. Hasil penelitian di Kecamatan Samarinda Utara, dapat disimpulkan bahwa anak berkebutuhan khusus sering menjadi korban bullying yakni; tidak diizinkan bermain bersama dengan anak-anak yang lain, dijauhi oleh anak-anak yang lain, anak berkebutuhan khusus dijadikan suruhan oleh anak-anak yang lain, pemerasan uang jajan korban dan dipukul, dan ditiru suaranya ketika korban berbicara. Kemudian kesadaran hukum orang tua dari anak berkebutuhan khusus dapat diketahui sebagai berikut: segi pengetahuan hukum, seluruh orang tua dari anak berkebutuhan khusus tidak mengetahui tentang adanya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Dalam hal pemahaman hukum terdapat dua orang tua yang paham mengenai tujuan adanya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Sikap hukum seluruh orang tua tidak pernah melaporkan tindakan bullying yang terjadi terhadap anaknya. Pola perilaku hukum terdapat enam orang yang setuju dengan adanya pidana, sedangkan empat orang tua tidak setuju dengan adanya pidana tersebut yang sebagaimana di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Perlindungan Anak.