Articles
Reorientasi Pendidikan Islam untuk Harmonisasi Sosial: Hidden Curriculum sebagai Sebuah Tawaran
Cik Naimah;
Ulil Hidayah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.105 KB)
|
DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 2.73
Islamic education as a source of value for human life has been challenged and its role has been questioned when facing conflict issues in the name of differences. In a disharmonic social interaction pattern, school is expected to perform continuous evaluation through curriculum development. PAI curriculum has been strongly emphasized its evaluation so far merely on cognitive and psychomotoric aspects, as shown by many evaluation indicators putting forward knowledge and skill, while putting affective aspects of basic competences on peripheral area so that they are not systematically evaluated. In this dilemmatic situation, it is necessary to rethink Islamic education role to exert its social responsibility through the determined curriculum. This study attempts to shed a light that utilizing hidden curriculum can be a solution to resolve social conflicts. Through this hidden curriculum, schools are able to develop and set policy strategies appropriate with the school capability and the needs of society, like creating tolerant culture or promoting equal rights and duties. Besides, through this hidden curriculum, teachers have more space to deliver religious lessons participatorically so that their pupils can grasp philosophically, not symbolically as a mental capital to respond future challenges of difference phenomena.Keywords: Islamic Education, Social harmony, hidden curriculum
MAKNA IBU SEBAGAI MADRASAH PERTAMA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF STUDI GENDER
Ulil Hidayah
EGALITA Vol 16, No 2 (2021): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/egalita.v16i2.12968
Tulisan ini mengkaji tentang analisis dari sebuah maqolah karya Hafiz Ibrahim yaitu “al umm madrsatul ula idza a'dadtaha sya'ban thayyial 'araq” yang artinya ibu adalah madrasah pertama, apabila engkau mempersiapkannya maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Makna dalam teks ini banyak dijadikan slogan tentang pengasuhan anak tergantung bagaimana ibunya. Jika ibu memiliki kemampuan yang baik dalam mengasuh dan mendidik anak, maka akan menentukan terhadap kecerdasan dan keberhasilan anak di masa mendatang. Begitu juga sebaliknya apabila sosok ibu tidak mempunyai kompetensi yang baik, maka anaknya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik juga. Paradigma tentang ibu sebagai madrasah pertama menganggap bahwa ibu adalah peran utama dalam proses pendidikan anak dalam keluarga, dengan mengabaikan peran lainnya, karena stereotip bapak tugasnya adalah menafkahi materi saja. Dalam artikel ini penulis membaca kembali sebuah maqolah karya Hafiz Ibrahim seorang ulama Mesir dengan menggunakan analisis sosial historis dan mengkorelasikannya dengan teori-teori studi gender sehingga menemukan formulasi baru tentang madrasah pertama bagi anak adalah orang yang mengasuh anak dalam keluarga tempat tinggalnya. Ibu bukanlah satu-satunya acuan keberhasilan anak, tetapi Ibu dan bapak secara bersama memiliki peran dan porsi yang sama dalam mendidik anak untuk membangun kecerdasan dan keberhasilan seorang anak.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR FIQIH MELALUI METODE DSKUSI DI MI NURUL ULUM PROBOLINGGO
Farida;
Lailatul Izzah;
Ulil Hidayah
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 3 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i3.307
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerpan metode diskusi mata pelajaran fiqih di MI Nurul Ulum Probolinggo. Misi pendidikan adalah menciptakan suasana belajar agar siswa selalu belajar dengan baikdan antusias. Suasana belajar yang demikain akan menciptakan kepositifan dalam belajar dengan mencapai hasil belajar yang maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan observasi menggunakan lembaran observer. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat apabila menerapkan model pembelajaran diskusi dari siklus I kesiklus II yang dilihat dari hasil belajar siswa, pada siklus I hasil belajar siswa memperoleh rata-rata persentase 70% yang merupakan nilai yang belum selesai, tetapi pada sikllus II, kinerja belajar siswa meningkat dengan tingkat kemenangan rata-rata 80% dengan nilai penuh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis diskusi dapat meningkatkan hasil belajar fiqih siswa kelas 1 MI Nurul Ulum.
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Melalui Metode Debat Di MA Al Khoiriyah
Abdul Hafid Bahtiar;
Abdul Mahfud;
Ulil Hidayah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6768
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kemampuan penalaranmayoritas peserta didik tergolong lemah. Hal ini tercermin daripeserta didik yang masih kewalahan ketika mengutarakan pemikirannya, daya fikir yang masih rendah ketika hendak mengajukan pertanyaan, serta rumitnya pemecahan permasalahan dalam belajar. Kajian ini adalah berjenis PTK dengan tujuan untuk memperjelas tumbuhnyakeinginan belajar dengan metode debat. Subyekdari kajian yaitu siswa kelas XI MA Al-Khoiriyah. Hasilnya, terlihat bahwa penerapan metode debat dilakukan dalam tiga tahap. a) Sebelum tatap muka, b) Selama Fase Kehadiran, dan c) Fase Pasca Kehadiran. Kemudian, sebelum peneliti melakukan penelitian di dalam kelas. Peneliti terlebih dahulu membawa data siswa kepada guru penelitian fiqih sebagai bahan perbandingan hasil belajar sebelum siklus I dan siklus II. Siswa di kelas XI rata-rata hanya 50% sebelum menggunakan metode debat, yang artinya belum pada taraf kemahirannya. Pada siklus I, peneliti menggunakan metode debat, dan siswa mencapai nilai rata-rata 62,6%. Pada Siklus II, rata-rata nilai siswa mencapai 81,4%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan teknik debat dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran 5 kelas XI MA Al-Khoiriyah. Materi Fiqih MA Al-Khoiriyah berdasarkan hasil analisis data uji berpasangan teknik debat yang dapat meningkatkan kemampuan nalar dan hasil belajar siswa.
PERBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENGOLAHAN DAUN SINGKONG MENJADI PRODUK CAMILAN KHAS DESA PONDOK WULUH PROBOLINGGO
Farida Farida;
Abdul Hafid Bahtiar;
Ulil Hidayah
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (967.241 KB)
Cassava is a type of tuber that is easy to grow and requires little maintenance. We found cassava plants in every area, especially in tropical areas and one of them was in the village of Pondok Wuluh Probolinggo. Cassava is a plant that has many benefits and is widely cultivated by the community. One of the benefits is that it can be processed into a variety of foods. Community empowerment in accordance with human dignity and as citizens. Empowerment as one of the central themes in community development is oriented in one direction and in line with the new paradigm. The production potential of cassava leaves in Pondok Wuluh Village can be used as cassava leaf chips in its production. This can be done by allocating resources to women who do not work by developing the processing of cassava leaves into chips. The implementation of this service uses information transfer and community development models, or an approach in which partners are directly involved in the implementation of community service as objects and subjects. Pondok Wuluh Village, Leces District, the cassava leaf carving program can be well organized and run smoothly according to the activity plan that has been prepared. This activity received a very good reception, as evidenced by the active participation of the training participants who did not leave the place until the end of the training. . The achievement of this activity is also with the formation of a group of entrepreneurs producing cassava leaves.
Konsistensi Wujud Dalam Epistimologi Al Ghazali Telaah Kitab Faisal At Tafriqoh
Khoirul Basor;
Ulil Hidayah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12751
Dalam pembahasan iman kaitannya adalah mempercayai adanya sesuatu yang membutuhkan pembuktian akan eksistensi keberadaannya. Keberadaan suatu hal dilambangkan dengan wujud (ada). Konsistensi wujud dalam pandangan al Ghazali dirinci untuk menentukan tingkatan-tingkatan wujud yang tertuang dalam karya tulisnya kitab Faisal at Tafriqoh, menurut al Ghazali keimanan seseorang tidak diaktakan sempurna jika belum mencapai tingkatan keseluruhan. Maka dalam penelitian ini menggunakan pendekatan library research yang diambil dari kitab Faisal at Tafriqoh sebagai data primer. Hasil temuan yang dikomparasikan dengan data skunder lainnya ditemukan ada lima tingkatan wujud yang ditulis al Ghazali, yaitu wujud dzati, wujud hissy, wujud khoyali, wujud aqli dan wujud syabahi.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN ISLAM POSTMODREN DALAM PENDEKATAN KITAB KLASIK ALALA
Ulil Hidayah
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/muaddib.v1i1.19
Pola pemikiran manusia yang berada di era postmodern banyak meningggalkan corak modernitas. Pendidikan sebagai media belajar yang mengasah pemikiran manusia juga telah sampai pada suatu corak berpikir postmo. Pendidikan Islam dalam era postmodern ini perlu melakukan evaluasi sebagai upaya mengoptimalkan tujuan dan nilai-nilai pendidikan Islam melalui kitab klasik yang masih relevan hingga era saat ini. Corak pemikiran postmodern yang memandang kebenaran adalah relative perlu dikuatkan ulang melalui pemikiran tokoh ulama klasik yang merumuskan bahwa dalam proses pendidikan dan pembelajarn itu akan berjalan sempurna dengan syarat: (1)memiliki kecerdasan (2)rajin dalam setiap hal yang berkaitan dengan belajar, (3)sabar menghadapi tantangan belajar dan tidak mengedepankan emosi negative, (4)biaya dalam belajar harus ada, (5)guru yang professional di bidangnya, (5)waktu yang relative lama dalam belajar. Analisis dari enam syarat utama yang diterapkan dalam proses belajar dalam kitab klasik Alala masih berlaku di era postmodern ini sebagai kebenaran yang mutlak untuk terus di jadikan pedoman sebagai optimlisasi pendidikan Islam yang terus berkembang di semua zaman sesuai tujuan yang diharapkan.
TELAAH SIKAP DAN PERILAKU MANUSIA DALAM BERAGAMA MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAM
Ulil Hidayah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.36
Manusia dalam ranah kehidupannya mengalami perubahan sikap dan perilaku pada tahap-tahap fase perkembangannya. Perubahan yang terjadi muncul akibat pola pikir yang berubah secara alami serta merupakan bagian dari sunnatullah. Secara teoritis kajian tentang keberagaman jiwa manusia telah digambarkan melalui ayat-ayat qouliyah yang difirmankan oleh Allah dalam al-Quran maupun melalui ayat kauniyah berupa tanda wujud atau peristiwa yang terjadi di alam raya ini. Dalam tulisan ini, telaah atas sikap dan perilaku manusia dalam beragama dikaji lebih luas melalui pendekatan psikologi Islam, yaitu dengan mengacu terhadap teks al-Quran dan sudut pandang pemikiran ilmuan muslim dalam bidang psikologi.
MERETAS DIKOTOMI KEILMUAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM
Ulil Hidayah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2017): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i2.50
Paradigma keilmuan yang berkembang di msayarakat belajar kita saat ini adalah sekulerisme ilmu yang membuat jurang pemisah antara kajian ilmu agama dan sains. Permasalah dikotomi tida hanya merusak paradigma berpikir yang benar, tetapi juga menutup keterbukaan untuk mendialogkan antar disiplin imu. Maka, dalam tulisan ini permasalahan dikotomi ilmu di retas dalam sudut pandang integrasi keilmuan yang berada di Perguruan Tinggi Islam. Dalam hal ini Universitas Islam Negeri yang berada di bawah kementerian Agama terus berupaya meretas sistem dikotomi melalui penanaman visi misi perguruan Tinggi Islam berserta bangunan filosofi keilmuan yang dikembangkan dalam Perguruan Tinggi Islam adalah jawaban atas kesenjangan keilmuan
LEARNER’S EXPECTATION OF ONLINE CLASS MANAGEMENT IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING PROCESS
Imro Atus Soliha;
Ulil Hidayah;
Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/muaddib.v4i1.171
This study inspected student’s expectations in English Language Teaching at the first grade of MAN 2 Probolinggo. The expectation regards the effectiveness of online class management. There were 50 learners asked to fill questionnaires which contained 20 questions appertain to the diverse styles and methods of management techniques. It included intrinsic and extrinsic characteristics, which are often practiced and used by many teachers in an online class. Learners were requested to answer on a 5 dimension scale start from “not important” to “very important” related to what should teachers do in an online class to make learners more understand and enjoy the learning process. Participation was voluntary ask to fill the questionnaires. Unexpectedly, the results showed that online class management is needed for both learners and teachers. Learners were curious whether they were valued and got attention from the teachers and not to hesitate to speak freely in their classroom during the learning process. The authors hope this information can help teachers in arranging their online classes and also having a nice online class with all students.