p-Index From 2021 - 2026
9.241
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN DI INDUSTRI MANUFAKTUR TAHUN 2013-2022 Rijal Noor Al-Ghiffari; Dadan Erwandi
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1884

Abstract

Budaya keselamatan (safety culture) didefinisikan sebagai kumpulan karakteristik dan sikap dalam organisasi dan individu yang menetapkan bahwa, sebagai prioritas utama, isu keselamatan terjamin menjadi perhatian karena signifikansinya. Budaya keselamatan berkembang seiring dengan investigasi kecelekaan dan manufaktur menjadi salah satu industri yang menaruh perhatian pada hal ini, karena angka kecelakaan kerja yang masih cukup tinggi dan hasil investigasi dari banyak kecelakaan berkaitan dengan manusia, hal ini dapat direpresentasikan dalam budaya keselamatan. Banyak faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk meninjau faktor apa saja yang berpengaruh terhadap budaya keselamatan di industri manufaktur. Penelitian dilakukan dengan mengkaji literatur secara sistematis menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta Analyses (PRISMA). Total 12 referensi yang masuk dalam kriteria untuk menjadi acuan dalam kajian sistematis. Hasil telaah menunjukkan ada 8 faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan, yaitu (1) kebijakan, komitmen, dan prosedur, (2) pendidikan, pelatihan, dan kompetensi, (3) lingkungan dan peralatan kerja, (4) persepsi dan sikap karyawan, (5) komunikasi dan partisipasi, (6) pengelolaan bahaya dan risiko, (7) sistem manajemen dan kepemimpinan, (8) karakteristik individu. Kedelapannnya memiliki pengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan di industri manufaktur dimana faktor kebijakan, komitmen, dan prosedur dinilai sebagai faktor yang paling berpengaruh karena paling banyak disebutkan dalam literatur.
KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BUDAYA KESELAMATAN DI INDUSTRI PERTAMBANGAN Hadiyan Hadiyan; Dadan Erwandi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13708

Abstract

Peningkatan budaya keselamatan merupakan salah satu rekomendasi terbaik dalam upaya mengurangi kecelakaan di tempat kerja, termasuk pada industri pertambangan. Namun, kajian literatur ilmiah tentang faktor-faktor yang memengaruhi budaya keselamatan industri pertambangan di Indonesia masih terbatas. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi budaya keselamatan di industri pertambangan. Pada studi tinjauan pustaka yang sistematis atau systematic literature review (SLR) dengan menerapkan metode tinjauan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) telah diidentifikasi sebanyak 30 artikel terkait budaya keselamatan di industri pertambangan dari beberapa negara seperti Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brasil, Cina, Ghana, India, Kenya, Rusia, Swedia, Taiwan, dan Turki. Kajian kualitatif ini menggunakan tiga sumber pencarian utama, seperti Science Direct, Scopus, dan Web of Science. Tiga topik utama telah dikembangkan, yaitu faktor perilaku, psikologis, dan situasional, serta menghasilkan 17 subtema. Dalam literatur ditemukan bahwa faktor perilaku merupakan faktor paling dominan dalam membangun budaya keselamatan yang positif (47%), diikuti oleh faktor situasional (29%), dan faktor psikologis (24%). Demikian pula, komitmen manajemen merupakan kontributor terbesar dalam membangun budaya keselamatan di industri pertambangan. Kesimpulannya, dari hasil kajian literatur sistematis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam memberikan pemahaman yang lebih baik terkait budaya keselamatan untuk mengurangi kecelakaan pertambangan dimasa yang akan datang.
Religious Coping Strategies For Nurses’ Work Related Stress: A Scoping Review Ika Nopa; L Meily Kurniawidjaja; Dadan Erwandi
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 2 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i2.15197

Abstract

Stress was recognized internationally as a work hazard for nurses, but effective coping can prevent work stress. Religious coping is the type of emotional coping that is widely used by nurses. A compilation of studies related to the role of religious coping in nurses’ work-related stress is still limited. The purpose of this scoping review is to determine the use of religious coping technique in nurses and its impact on stress. Methods: This scoping review was carried out following the PRISMA Statement recommendations checklist, Items for Systematic Reviews, and Meta-Analyses—Extension for Scoping Reviews (PRISMA-SCR). Databases for literature searching were SCOPUS, Springer Link, and Science Direct. The search strategy was (nurse or nursing) and (religious or spiritual) and coping and (job stress or work stress or occupational stress). Only original research articles, published within the last 10 years, in English or Indonesian, free full-text availability, and focusing on nurses’ religious coping synthesized by the authors. Result: A total of 14 articles have been included in the review. 10 out of 11 articles stated that nurses used religious coping. 2 of 2 articles that analyzed the relationship between religiosity and distress stated there was a significant relationship. 2 of 3 articles that analyzed the relationship between religious coping and distress stated there was no significant relationship, and 1 article stated they were significantly related. Conclusion: Religious coping is an emotional coping method commonly used by nurses to reduce stress. Religiosity is a resource for preventing work stress in nurses. There are variations in the results of the relationship between religious coping and stress in nurses. Variations in results can be caused by the type of stressor, level of religiosity, and indicators of religiosity. Future research needs to analyze how the types of stressors and religiosity affect religious coping.  Keyword: Nurse, Religious Coping, Work Stress
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO DISTRESS DAN PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI TEMPAT KERJA Anto Yamashita Saputra Saputra; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15953

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular merupakan jenis penyakit tidak menular yang menyumbang angka kematian tertinggi yang salah satu faktor risikonya adalah distress. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa 17 juta orang di dunia meninggal per tahunnya akibat penyakit kardiovaskular. Berdasarkan data laporan investigasi PT X, terdapat 20 kasus kematian di tempat kerja (illness fatality), 90% diantaranya disebabkan penyakit kardiovaskular. Metode: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko signifikan terhadap distress dan program penanggulangan distress di tempat kerja. penelitian ini menggunakan metode literartur review dengan menggunakan kata kunci illness fatality, distress, kardiovaskular, dan penanggulangan distress pada pekerja melalui database elektronik. Hasil: Dari penyaringan diperoleh 15 jurnal yang relevan yang dapat mengidentifikasi faktor risiko signifikan terhadap distress dan program manajemen distress. Simpulan: Faktor risiko signifikan terhadap distress pada pekerja adalah durasi kerja, ambiguitas peran, konflik peran, kurangnya alat pelindung diri, masa kerja, beban kerja, job insecurity, iklim organisasi, pengembangan karier, work life balance, hubungan interpersonal, jenis kelamin, pendidikan dan usia. Sementara program manajemen distress dapat dilakukan melalui intervensi primer, sekunder dan tersier.
PENETAPAN PRIORITAS PEMELIHARAAN FASILITAS EVAPORATOR LIMBAH RADIOAKTIF CAIR MELALUI STUDI HAZOP DAN FAILURE RATE Arie Budianti; Dadan Erwandi; Mochammad Romli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16153

Abstract

Risiko keselamatan dari operasi suatu fasilitas dapat terjadi dari adanya penuaan dari komponen/unit/sistem. Program pemeliharaan termasuk di dalamnya tindakan perbaikan dari komponen/unit/sistem merupakan tindakan pencegahan dan pengendalian dari risiko yang dapat terjadi. Namun tidak semua tindakan pencegahan dan/atau pengendalian dapat dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran. Demikian pula kondisi yang terjadi di IPLR DPFK BRIN yang memiliki unit evaporasi untuk pengolahan limbah cair radioaktif yang sudah beroperasi sejak tahun 1989. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan prioritas pemeliharaan berdasarkan potensi bahaya yang dapat terjadi dari kegagalan suatu komponen dalam unit evaporasi.  Metode yang digunakan adalah dengan mengkuantifikasi hasil studi HAZOP dari system evaporasi dengan menggunakan skala konsekuensi dari SB 06-01 : 2019 tentang Penilaian Risiko K3 di BATAN serta perhitungan failure rate. Hasil studi menunjukkan bahwa V22071 adalah komponen yang harus diprioritaskan dalam program pemeliharaan, untuk menjamin keberlangsungan pengolahan limbah cair radioaktif dengan evaporator secara selamat.
ANALISIS FAKTOR DISTRESS PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN : SISTEMATIK REVIEW Febry Arieffani; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15306

Abstract

Petugas pemadam kebakaran berulang kali dihadapkan pada stres akibat peristiwa traumatis yang disebabkan oleh pekerjaan yang sangat berbahaya, penuh tekanan, mempertaruhkan nyawa mereka, dan membantu para korban. Mereka juga mungkin terkena kekerasan di tempat kerja, seperti bahaya fisik, ancaman fisik, sosial, alkoholik dan pecandu narkoba. Dibandingkan dengan masyarakat umum, petugas pemadam kebakaran memiliki risiko masalah kesehatan, kecemasan kronis, gejala kecemasan, insomnia, gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan kesulitan kesehatan mental pascatrauma lainnya yang jauh lebih tinggi. Tujuan dari kajian literatur ini untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan distress pada petugas pemadam kebakaran. Pencarian literatur digunakan untuk pengumpulan data. Dalam hasil kajian literatur ditemukan bahwa tingkat pendidikan, kebiasaan kerja, jabatan, masa kerja, masa kerja, perantuan dan asal etnis mempengaruhi situasi petugas pemadam kebakaran. Mengenai variabel jenis kelamin dan usia, studi lebih lanjut masih diperlukan (gejala somatik dan ketakutan akan kematian berkorelasi positif) karena ada perbedaan yang signifikan dalam temuan penelitian dari beberapa peneliti. Pentingnya strategi koping dan dukungan sosial dalam mengurangi stres psikologis, kecemasan, trauma bedah, gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan frekuensi emosi negatif pada petugas pemadam kebakaran dalam mengurangi gangguan tidur, penggunaan alkohol dan gejala depresi yang lebih tinggi ke tingkat risiko bunuh diri pada petugas pemadam kebakaran.
KAJIAN LITERATUR: FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN JATUH DARI KETINGGIAN DI SEKTOR KONSTRUKSI Fakhrul Firdaus; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15650

Abstract

Sektor konstruksi mempunyai risiko keselamatan yang besar dalam proses pelaksanaannya. Di Indonesia, selama kurun lima tahun terakhir, angka kecelakaan kerja semakin mengalami peningkatan. BPJS TK sebagai lembaga yang melayani jaminan kesehatan kerja mencatat angka kecelakaan meningkat 5,65 % dari tahun sebelumnya dan salah satu pekerjaan yang menyumbang angka kecelakaan fatal dalam kegiatan konstruksi adalah bekerja di ketinggian. karya ilmiah ini bertujuan untuk menjabarkan faktor penyebab kecelakaan jatuh dari ketinggian di sektor konstruksi metode kajian literatur dengan membahas hasil penelitian yang berhubungan dengan faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian di sektor konstruksi. Bahan pustaka diambil dari mesin pencarian karya ilmiah seperti google scholar, Science Direct, dan Pubmed. Berdasarkan hasil dari pencarian karya ilmiah yang relevan dengan faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian, terdapat sembilan karya ilmiah yang memenuhi kriteria dengan enam faktor teridentifikasi sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian yaitu perilaku berisiko, kondisi tidak aman, manjemen dan organisasi, faktor manusia, faktor pekerjaan dan faktor eksternal. penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan jatuh fatal dari cedera ketinggian. penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan jatuh fatal dari cedera ketinggian. Hal ini dilakukan agar perusahaan lebih mudah untuk melakukan pencegahan terhadap kejadian jatuh dari ketinggian dengan melakukan mitigasi dari faktor penyebab kejadian jatuh dari ketinggian.
ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN TAMBANG Fadli Zuchri; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15696

Abstract

Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor industri dengan risiko keselamatan tertinggi yang ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan di pertambangan. Berdasarkan data dari Minerba, telah terjadi 881 kecelakaan tambang pada periode 2013-2021 dan 195 dari kecelakaan tersebut berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia dalam kecelakaan tambang. Metoda yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci faktor manusia, kecelakaan tambang, dan kecelakaan tambang akibat faktor manusia melalui database elektronik. Dari 16 jurnal yang ditinjau, faktor-faktor manusia dalam kecelakaan tambang adalah kepatuhan terhadap prosedur dan aturan, kompetensi, pengawasan kerja, kesadaran terhadap keselamatan kerja, perilaku keselamatan, kebugaran kerja, dan pengalaman. Dari tujuh faktor manusia tersebut, yang paling banyak muncul dalam 16 jurnal yang direview adalah ketidakpatuhan karyawan tambang terhadap prosedur dan aturan, karyawan tambang yang tidak memiliki kompetensi, kurangnya jumlah pengawas kerja dan kepengawasan kerja tidak efektif, serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan kerja.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Giovanni Astar; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16811

Abstract

Beberapa penyebab kelelahan kerja yang sering secara umum diidentifikasi meliputi tekanan waktu, kurangnya komunikasi dan dukungan dari atasan, kurangnya kejelasan tugas kerja, beban kerja yang tak terkelola, tidak diperlakukan dengan adil, dan ketidakseimbangan kehidupan kerja. Hal tersebut seringkali tidak merepresentasikan secara utuh atas banyaknya faktor-faktor risiko kelelahan yang dibutuhkan untuk penelitian lebih lanjut terutama dalam bidang kelelahan kerja, sehingga kita membutuhkan penjelasan mengenai faktor-faktor risiko yang bisa lebih merepresentasikan luasnya faktor-faktor risiko atau penyebab kelelahan kerja. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk menemukan dan mengumpulkan faktor-faktor risiko kelelahan kerja sebanyak mungkin, yang dapat mendukung pada masalah khusus dalam penelitian-penelitian selanjutnya di bidang kelelahan kerja.  Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik deskriptif terhadap artikel hasil penelitian tentang faktor-faktor risiko kelelahan kerja yang dipublikasikan di jurnal internasional dan jurnal lokal khususnya pada jurnal-jurnal open access yang terindeks Scopus maupun melalui Google Scholar. Sampel penelitian ini adalah semua artikel yang memenuhi kriteria pemilihan. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat research question (RQ) terlebih dahulu dengan memperhatikan kriteria populasi, intervensi, komparasi, dan outcome. Dari hasil penelitian didapatkan 11 artikel yang menggambarkan keuniklan faktor-faktor risiko kelelahan pada penelitian mereka, faktor-faktor risiko tersebut dianalisis lebih lanjut sehingga dapat memberikan gambaran akan faktor risiko kelelahan dalam spektrum yang lebih luas. Hasil uraian dan analisis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ketika mengembangkan permasalahan khusus dalam melakukan penelitian lanjutan di bidang kelelahan kerja yang bersumber dari analisis faktor-faktor risiko kelelahan kerjanya.
Terjaminkah Kesehatan dan Keselamatan Diri Perawat Indonesia Selama dan Pasca Pandemi? Rizany, Ichsan; Handiyani, Hanny; Pujasari, Hening; Erwandi, Dadan; Wulandari, Cicilia Ika
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i1.602

Abstract

Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling terdepan dalam penanganan covid-19 berisiko tinggi tertular penyakit. Posisi ini membuat banyak perawat yang mengalami masalah kesehatan dan terpapar bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat pasca pandemi melalui kajian policy brief. Metode penelitian ini menggunakan desain literatur review. Pendekatan menggunakan PEO. Literatur dikumpulkan dari beberapa peraturan di Indonesia dan hasil penelitian lainnya yang mengulas tentang keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat selama dan pasca pandemi. Hasil temuannya menyebutkan bahwa regulasi terkait kesehatan dan keselamatan kerja sudah tertera tetapi masih dirasa kurang tegas. Banyak pengelola fasilitas pelayanan kesehatan tidak melaksanakan kegiatan yang telah diamanahkan oleh peraturan. Disisi lain fokus penanganan masih kepada fisik belum sampai kewajiban berkala untuk mengatasi masalah psikologis perawat. Hal ini juga diperparah belum ada standar yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan untuk memperkuat pentingnya kepedulian pengelola untuk menjamin kesehatan dan keselamatan diri perawat. Kesimpulan dari kajian ini adalah belum optimalnya keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat selama dan pasca pandemi. Rekomendasi menjadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam menjamin kesehatan dan keselamatan diri perawat sehingga pelaksanaan asuhan keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan optimal
Co-Authors Abdi*, Desi Nur Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Ageng Priambudi Aima, Syahrifah Aji Utomo Putro Al-Ghiffari, Rijal Noor Andanari, Maura Wilona Andhika Stevianingrum Angelica Savitrie Joanna Anto Yamashita Saputra Saputra Arie Budianti Arief Hertanto Ayu Agustin Aziza Azka Hafia Cheryl Khairunnisa Miyanda Cicilia Ika Wulandari Dewi Gayatri Doni Lasut Eka Putri, Vahlufi Evi Martha Fadli Zuchri Fajarudin, Khairul Fakhrul Firdaus Farhati, Ulfa Laela Fatma Lestar Fatma Lestari Febry Arieffani Gavin Andre Irhandy Giovanni Astar Hadiyan Hadiyan Hafia, Azka halimatuzzahra halimatuzzahra Halimatuzzahra, Halimatuzzahra Hanny Handiyani Hening Pujasari Herbawani, Chahya Kharin I Gusti Bagus Wiksuana Ika Agustina Wahyuningtias Ika Agustina Wahyuningtias Ika Nopa Ika Nopa Ike Pujiriani Ike Pujiriani Ira Risnawati Simanjuntak Irhandy, Gavin Andre Jumiati Jumiati Kamto Kamto, Kamto Khairina, Rahma Laili Khairul Fajarudin Khairul Fajarudin Krisnawati, Okta L. Meily Kurniawidjaja Makhrus Shofi Malik, Anis Rohmana Melakasi, Devvy Chaesya Amni Mochammad Romli Muhammad Yuzar Virza Nico Linggi Pongmasangka Nurjannnah, Siti Prihatsono, Nurcahyo Kurniawan Purwaningsih, Septia Tri Puteri, Febyona Jolest Putra, Arie Januarius Putro, Aji Rahma Laili Khairina Resnawati Rijal Noor Al-Ghiffari Riyan Saputra, Riyan Rizany, Ichsan Rully Rudianto Rysha Dwi Septerini Sabarinah Prasetyo Sari, Puti Intan Siti Fatimah Sjahrul Meizar Nasri Sulastri, Rani Sutrani Rachmawati Tarninda, Andi Amirul Utama, Alfian Wahyu Wahyu Dwi Astuti Wahyuningtias, Ika