p-Index From 2021 - 2026
9.114
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Kesehatan Reproduksi Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Vokasional Journals of Ners Community Unnes Journal of Public Health Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Health Information : Jurnal Penelitian PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Health Sains Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kesehatan Tambusai JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Journal of Midwifery Science and Women's Health (JMSWH) Berita Kedokteran Masyarakat National Journal of Occupational Health and Safety Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Holistik Jurnal Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) National Journal of Occupational Health and Safety
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Faktor Psikosial Terhadap Gejala Distress Pada Karyawan Perusahaan Geothermal PT. X Khairul Fajarudin; Dadan Erwandi
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.595 KB) | DOI: 10.59230/njohs.v2i2.5287

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dan membandingkan berbagai faktor psikososial dan faktor lingkungan sosial yang dapat memberikan pengaruh pada satu atau berbagai gejala distress pada pekerja di perusahaan geothermal PT. X. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian menemukan 10 dari 11 indikator faktor psikososial yang dominan di persepsikan sebagian atau lebih responden, dengan 5 gejala stress kerja yang dominan adalah sakit kepala & pusing, MSDs, marah, sulit tidur, dan perubahan nafsu makan. Penelitian menyarankan kepada perusahaan untuk meninjau kembali beban kerja dan kapasitas kerja yang ada, meningkatkan proses manajemen kerja, memperbaiki komunikasi kerja dari tenaga asing, serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
Gambaran Faktor Kegagalan Laten dan Kegagalan Aktif pada Kecelakaan Transportasi Darat di Indonesia Tahun 2019 – 2021 Rahma Laili Khairina; Dadan Erwandi
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59230/njohs.v3i2.6298

Abstract

Kecelakaan transportasi darat menjadi penyebab kematian urutan ke-8 di dunia dengan jumlah kematian mencapai 1,35 juta orang per tahun (WHO, 2021). Data Korlantas Polri tahun 2019 – 2021 menunjukkan kasus kecelakaan transportasi darat di Indonesia berada di atas angka 100 ribu setiap tahunnya. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi faktor kegagalan laten dan kegagalan aktif yang berkontribusi pada kasus kecelakaan transportasi darat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu 320.084 laporan kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2019 – 2021 milik NTMC Korlantas Polri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis berdasarkan Swiss Cheese Model. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor kegagalan laten pada kecelakaan transportasi darat di Indonesia tahun 2019 – 2021 yaitu kondisi awal kendaraan rem tidak berfungsi (5,7%), terjadi di jalan dengan kondisi baik (92,5%), terjadi pada kondisi cuaca cerah (92,3%), dan kondisi pencahayaan terang/jelas (79,1%). Faktor kegagalan aktif pada kecelakaan kecelakaan transportasi darat di Indonesia tahun 2019 - 2021 adalah usia pengendara berusia 22 – 29 tahun (15,7%), pengendara berpendidikan SLTA/sederajat (48,4%), pengendara yang tidak memiliki SIM (28,3%), dan pengendara yang ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (19,0%).
Gambaran Faktor Psikososial dan Distress pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Depok saat Pandemi COVID-19 Tahun 2022 Azka Hafia; Dadan Erwandi
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59230/njohs.v3i2.6343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor psikososial dan distress pada guru SLB di Kota Depok saat pandemi COVID-19 tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Sejumlah 67 guru SLB di Kota Depok berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,3% guru mengalami distress sedang dan 16,4% guru mengalami distress signifikan. Kemudian, ditemukan bahwa distress lebih banyak dialami oleh guru perempuan (52,7%), berumur > 30 tahun (52,4%), berasal dari program studi non-PLB (52,5%), tidak memiliki tipe kepribadian A (66,6%), memiliki masa kerja > 10 tahun (60%), sudah menikah (59,5%), memiliki anak (64,9%), memiliki dukungan sosial buruk dari keluarga (89,3%), memiliki beban kerja tinggi (61,8%), memiliki peralatan kerja buruk (63,9%), memiliki jam kerja buruk (64,3%), memiliki konflik peran tinggi (73,7%), memiliki ambiguitas peran tinggi (76,2%), memiliki kontrol pekerjaan buruk (81,4%), memiliki dukungan sosial yang buruk dari atasan dan rekan kerja (81,4%), memiliki konflik antara pekerjaan dan rumah yang tinggi (86,2%), jarang melakukan hobi (66,7%), dan memiliki ketakutan berat terhadap infeksi COVID-19 (71,4%).
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Fatigue Pada Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 Halimatuzzahra Halimatuzzahra; Dadan Erwandi
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59230/njohs.v3i2.6344

Abstract

Fatigue merupakan keadaan penurunan baik fisik maupun mental dan dapat menurunkan tingkat kewaspadaan yang dapat berakibat pada menurunnya produktivitas kerja, kualitas kerja yang menurun, dan juga burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko terkait kerja dan tidak terkait kerja pada pegawai Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pada penelitian ini meneliti faktor terkait kerja (jam kerja, usaha, penghargaan kerja, overcommitment, dukungan sosial, dan kepuasan kerja) dan faktor tidak terkait kerja (kuantitas tidur, kualitas tidur, status kesehatan, status pendidikan, stress, dan usia). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fatigue dengan jam kerja, usaha kerja, penghargaan, overcommitment, dukungan sosial, kepuasan kerja, kualitas tidur, status kesehatan, stress dan usia.
ANALISIS FAKTOR DISTRESS PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN : SISTEMATIK REVIEW Febry Arieffani; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15306

Abstract

Petugas pemadam kebakaran berulang kali dihadapkan pada stres akibat peristiwa traumatis yang disebabkan oleh pekerjaan yang sangat berbahaya, penuh tekanan, mempertaruhkan nyawa mereka, dan membantu para korban. Mereka juga mungkin terkena kekerasan di tempat kerja, seperti bahaya fisik, ancaman fisik, sosial, alkoholik dan pecandu narkoba. Dibandingkan dengan masyarakat umum, petugas pemadam kebakaran memiliki risiko masalah kesehatan, kecemasan kronis, gejala kecemasan, insomnia, gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan kesulitan kesehatan mental pascatrauma lainnya yang jauh lebih tinggi. Tujuan dari kajian literatur ini untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan distress pada petugas pemadam kebakaran. Pencarian literatur digunakan untuk pengumpulan data. Dalam hasil kajian literatur ditemukan bahwa tingkat pendidikan, kebiasaan kerja, jabatan, masa kerja, masa kerja, perantuan dan asal etnis mempengaruhi situasi petugas pemadam kebakaran. Mengenai variabel jenis kelamin dan usia, studi lebih lanjut masih diperlukan (gejala somatik dan ketakutan akan kematian berkorelasi positif) karena ada perbedaan yang signifikan dalam temuan penelitian dari beberapa peneliti. Pentingnya strategi koping dan dukungan sosial dalam mengurangi stres psikologis, kecemasan, trauma bedah, gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan frekuensi emosi negatif pada petugas pemadam kebakaran dalam mengurangi gangguan tidur, penggunaan alkohol dan gejala depresi yang lebih tinggi ke tingkat risiko bunuh diri pada petugas pemadam kebakaran.
KAJIAN LITERATUR: FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN JATUH DARI KETINGGIAN DI SEKTOR KONSTRUKSI Fakhrul Firdaus; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15650

Abstract

Sektor konstruksi mempunyai risiko keselamatan yang besar dalam proses pelaksanaannya. Di Indonesia, selama kurun lima tahun terakhir, angka kecelakaan kerja semakin mengalami peningkatan. BPJS TK sebagai lembaga yang melayani jaminan kesehatan kerja mencatat angka kecelakaan meningkat 5,65 % dari tahun sebelumnya dan salah satu pekerjaan yang menyumbang angka kecelakaan fatal dalam kegiatan konstruksi adalah bekerja di ketinggian. karya ilmiah ini bertujuan untuk menjabarkan faktor penyebab kecelakaan jatuh dari ketinggian di sektor konstruksi metode kajian literatur dengan membahas hasil penelitian yang berhubungan dengan faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian di sektor konstruksi. Bahan pustaka diambil dari mesin pencarian karya ilmiah seperti google scholar, Science Direct, dan Pubmed. Berdasarkan hasil dari pencarian karya ilmiah yang relevan dengan faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian, terdapat sembilan karya ilmiah yang memenuhi kriteria dengan enam faktor teridentifikasi sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan jatuh dari ketinggian yaitu perilaku berisiko, kondisi tidak aman, manjemen dan organisasi, faktor manusia, faktor pekerjaan dan faktor eksternal. penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan jatuh fatal dari cedera ketinggian. penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan jatuh fatal dari cedera ketinggian. Hal ini dilakukan agar perusahaan lebih mudah untuk melakukan pencegahan terhadap kejadian jatuh dari ketinggian dengan melakukan mitigasi dari faktor penyebab kejadian jatuh dari ketinggian.
ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN TAMBANG Fadli Zuchri; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15696

Abstract

Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor industri dengan risiko keselamatan tertinggi yang ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan di pertambangan. Berdasarkan data dari Minerba, telah terjadi 881 kecelakaan tambang pada periode 2013-2021 dan 195 dari kecelakaan tersebut berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia dalam kecelakaan tambang. Metoda yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci faktor manusia, kecelakaan tambang, dan kecelakaan tambang akibat faktor manusia melalui database elektronik. Dari 16 jurnal yang ditinjau, faktor-faktor manusia dalam kecelakaan tambang adalah kepatuhan terhadap prosedur dan aturan, kompetensi, pengawasan kerja, kesadaran terhadap keselamatan kerja, perilaku keselamatan, kebugaran kerja, dan pengalaman. Dari tujuh faktor manusia tersebut, yang paling banyak muncul dalam 16 jurnal yang direview adalah ketidakpatuhan karyawan tambang terhadap prosedur dan aturan, karyawan tambang yang tidak memiliki kompetensi, kurangnya jumlah pengawas kerja dan kepengawasan kerja tidak efektif, serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan kerja.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Giovanni Astar; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16811

Abstract

Beberapa penyebab kelelahan kerja yang sering secara umum diidentifikasi meliputi tekanan waktu, kurangnya komunikasi dan dukungan dari atasan, kurangnya kejelasan tugas kerja, beban kerja yang tak terkelola, tidak diperlakukan dengan adil, dan ketidakseimbangan kehidupan kerja. Hal tersebut seringkali tidak merepresentasikan secara utuh atas banyaknya faktor-faktor risiko kelelahan yang dibutuhkan untuk penelitian lebih lanjut terutama dalam bidang kelelahan kerja, sehingga kita membutuhkan penjelasan mengenai faktor-faktor risiko yang bisa lebih merepresentasikan luasnya faktor-faktor risiko atau penyebab kelelahan kerja. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk menemukan dan mengumpulkan faktor-faktor risiko kelelahan kerja sebanyak mungkin, yang dapat mendukung pada masalah khusus dalam penelitian-penelitian selanjutnya di bidang kelelahan kerja.  Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik deskriptif terhadap artikel hasil penelitian tentang faktor-faktor risiko kelelahan kerja yang dipublikasikan di jurnal internasional dan jurnal lokal khususnya pada jurnal-jurnal open access yang terindeks Scopus maupun melalui Google Scholar. Sampel penelitian ini adalah semua artikel yang memenuhi kriteria pemilihan. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat research question (RQ) terlebih dahulu dengan memperhatikan kriteria populasi, intervensi, komparasi, dan outcome. Dari hasil penelitian didapatkan 11 artikel yang menggambarkan keuniklan faktor-faktor risiko kelelahan pada penelitian mereka, faktor-faktor risiko tersebut dianalisis lebih lanjut sehingga dapat memberikan gambaran akan faktor risiko kelelahan dalam spektrum yang lebih luas. Hasil uraian dan analisis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ketika mengembangkan permasalahan khusus dalam melakukan penelitian lanjutan di bidang kelelahan kerja yang bersumber dari analisis faktor-faktor risiko kelelahan kerjanya.
Terjaminkah Kesehatan dan Keselamatan Diri Perawat Indonesia Selama dan Pasca Pandemi? Rizany, Ichsan; Handiyani, Hanny; Pujasari, Hening; Erwandi, Dadan; Wulandari, Cicilia Ika
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i1.602

Abstract

Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling terdepan dalam penanganan covid-19 berisiko tinggi tertular penyakit. Posisi ini membuat banyak perawat yang mengalami masalah kesehatan dan terpapar bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat pasca pandemi melalui kajian policy brief. Metode penelitian ini menggunakan desain literatur review. Pendekatan menggunakan PEO. Literatur dikumpulkan dari beberapa peraturan di Indonesia dan hasil penelitian lainnya yang mengulas tentang keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat selama dan pasca pandemi. Hasil temuannya menyebutkan bahwa regulasi terkait kesehatan dan keselamatan kerja sudah tertera tetapi masih dirasa kurang tegas. Banyak pengelola fasilitas pelayanan kesehatan tidak melaksanakan kegiatan yang telah diamanahkan oleh peraturan. Disisi lain fokus penanganan masih kepada fisik belum sampai kewajiban berkala untuk mengatasi masalah psikologis perawat. Hal ini juga diperparah belum ada standar yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan untuk memperkuat pentingnya kepedulian pengelola untuk menjamin kesehatan dan keselamatan diri perawat. Kesimpulan dari kajian ini adalah belum optimalnya keterjaminan kesehatan dan keselamatan diri perawat selama dan pasca pandemi. Rekomendasi menjadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam menjamin kesehatan dan keselamatan diri perawat sehingga pelaksanaan asuhan keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan optimal
Kajian Literatur Sistematis Faktor Psikososial yang Berhubungan dengan Risiko Psikososial pada Pekerja Tresnawati, Lena; Erwandi, Dadan
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 13 No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v13i2.417

Abstract

Stress is a form of psychosocial risk, those physical and mental responses due to an imbalance between demands and abilities. Apart from job factors, stressors can be form in individual, social, and family factors. The are many people who not realize their psychosocial symptoms arise. The study aims to analyze factors associated with psychosocial risk in the workplace. This study is a systematic review with Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta Analyses (PRISMA) method. The database used to search data and information is PubMed and Science Direct. The keywords used during the search process are work stress, job stress, mental health, occupational stress, work conflict, and psychosocial risk. There were 244 studies in the initial search, but only 25 studies met the criteria. Factors associated with psychosocial risk of workers are gender, education level, work pressure, social support, physical activity, working hours, job satisfaction, and family-work conflict.
Co-Authors Abdi*, Desi Nur Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Ageng Priambudi Aima, Syahrifah Aji Utomo Putro Al-Ghiffari, Rijal Noor Andanari, Maura Wilona Andhika Stevianingrum Angelica Savitrie Joanna Anto Yamashita Saputra Saputra Arie Budianti Arief Hertanto Ayu Agustin Aziza Azka Hafia Cheryl Khairunnisa Miyanda Cicilia Ika Wulandari Dewi Gayatri Doni Lasut Eka Putri, Vahlufi Evi Martha Fadli Zuchri Fajarudin, Khairul Fakhrul Firdaus Farhati, Ulfa Laela Fatma Lestar Fatma Lestari Febry Arieffani Gavin Andre Irhandy Giovanni Astar Hadiyan Hadiyan Hafia, Azka halimatuzzahra halimatuzzahra Halimatuzzahra, Halimatuzzahra Hanny Handiyani Hening Pujasari Herbawani, Chahya Kharin I Gusti Bagus Wiksuana Ika Agustina Wahyuningtias Ika Agustina Wahyuningtias Ika Nopa Ika Nopa Ike Pujiriani Ike Pujiriani Ira Risnawati Simanjuntak Irhandy, Gavin Andre Kamto Kamto, Kamto Khairina, Rahma Laili Khairul Fajarudin Khairul Fajarudin Krisnawati, Okta L. Meily Kurniawidjaja Makhrus Shofi Malik, Anis Rohmana Melakasi, Devvy Chaesya Amni Mochammad Romli Muhammad Yuzar Virza Nico Linggi Pongmasangka Nurjannnah, Siti Prihatsono, Nurcahyo Kurniawan Purwaningsih, Septia Tri Puteri, Febyona Jolest Putra, Arie Januarius Putro, Aji Rahma Laili Khairina Resnawati Rijal Noor Al-Ghiffari Riyan Saputra, Riyan Rizany, Ichsan Rully Rudianto Rysha Dwi Septerini Sabarinah Prasetyo Sari, Puti Intan Siti Fatimah Sjahrul Meizar Nasri Sulastri, Rani Sutrani Rachmawati Tarninda, Andi Amirul Utama, Alfian Wahyu Wahyu Dwi Astuti Wahyuningtias, Ika