Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMA Kelas X Di Kecamatan Seberang Ulu I Dan Kertapati Palembang: ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA KELAS X DI KECAMATAN SEBERANG ULU I DAN KERTAPATI PALEMBANG Hidayat, Saleh; Nurmala, Etty; Rani, Indah Mawar; Saleh; Etty
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 6 No 1 (2019): JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA (JB&P) APRIL 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v6i1.12515

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan keterampilan terarah yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep, sehingga peserta didik dapat memecahkan berbagai masalah baru melalui metode ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase keterampilan proses sains peserta didik SMA kelas X di kecamatan Seberang Ulu I dan Kertapati Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik Purposive Sampling. Sampel penelitian ini 4 sekolah yang memiliki akreditasi A dan B dengan nilai akreditasi di atas 80, jumlah respondennya 306 peserta didik. Instrumen penilaian keterampilan proses sains menggunakan soal pilihan ganda beralasan dengan 7 indikator yaitu mengamati, mengelompokkan, menafsirkan, meramalkan, berhipotesis, merencanakan percobaan dan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterampilan proses sains peserta didik SMA kelas X di Kecamatan Seberang Ulu I untuk tiap indikator yaitu; keterampilan mengamati 59,80% (tinggi), mengelompokkan 61,37% (tinggi), menafsirkan 53,23% (sedang), meramalkan 57,05% (sedang), berhipotesis 38,03% (rendah), melaksanakan percobaan 35,58% (rendah) dan berkomunikasi 27,45% (rendah). Persentase keterampilan proses sains peserta didik SMA kelas X di Kecamatan Kertapati untuk tiap indikator yaitu; keterampilan mengamati 60,70% (tinggi), mengelompokkan 63,60% (tinggi), menafsirkan 59,55% (tinggi), meramalkan 67,89% (tinggi), berhipotesis 45,71% (sedang), melaksanakan percobaan 52,69% (sedang) dan berkomunikasi sebesar 36,15% (rendah).
Analisis Kesiapan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ogan Ilir dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Selpiana; Wulandari, Puja Tri; Nurhayati, Siti; Hidayat, Saleh; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.1.1-11

Abstract

Kurikulum Merdeka menerapkan konsep “Merdeka Belajar” untuk mendukung upaya proses pemulihan krisis pembelajaran pada Kurikulum 2013 karena pandemi Covid-19. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan persiapan yang matang. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kesiapan Madrasah Tsanawiyah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Madrasah Tsanawiyah Ogan Ilir dan sampel penelitian yaitu MTs N 1 Ogan Ilir dan MTs Al-Ittifaqiah. Sebanyak 17 guru dan 2 wakil kepala bidang kurikulum di kedua Madrasah Tsanawiyah  sebagai sasaran penelitian. Data penelitian  dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara.  Hasil penelitian menyatakan bahwa Madrasah Ogan Ilir cukup siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan nilai rata-rata 66,2. Indikator kesiapan meliputi tiga aspek diantaranya kesiapan terhadap perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses penilaian. Menurut ketiga aspek kesiapan, yang paling siap dengan nilai tinggi yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran dengan nilai 68,8. Sedangkan kesiapan pada proses penilaian termasuk kategori siap rendah dengan nilai 63,7. Dengan demikian, perlu ada peningkatan pada pelatihan ataupun sosialisasi sehingga tingkat kesiapan guru meningkat.
Pengembangan LKPD Elektronik IPA dengan Model Problem-Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang: (Developing Electronic Science Student Worksheets Using the Problem-Based Learning (PBL) Model to Improve Critical Thinking Skills in Grade VII Students at Muhammadiyah 1 Junior High School, Palembang) Ikopala, Silvyanda; Hidayat, Saleh; Syahri, Indawan
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49850

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) the validity of the E-LKPD (Electronic Student Worksheet) IPA (Natural Sciences) product developed with the PBL (Problem Based-Learning) model according to material experts, language experts, media experts, teaching materials experts, evaluation experts and learning device experts, 2) the practicality of the E-LKPD IPA product developed with the PBL model based on teacher and student responses, 3) the effectiveness of the E-LKPD IPA product that will be developed with the PBL model to improve critical thinking skills of grade VII students. The development model used is the 4D model by Thiagarajan., et al. (1974) namely define, design, develop, and disseminate. The resulting product is an E-LKPD regarding the classification of living things for grade VII students that is valid, practical, and effective. The validity of the E-LKPD with the PBL model that has been carried out by the validator gets valid and very valid qualification results. Practicality was obtained from the results of the E-LKPD readability questionnaire trial showing a strong response. E-LKPD using the PBL model on the material of classification of living things was proven to be more effective in improving students' critical thinking skills compared to the control class that did not receive E-LKPD treatment. The effectiveness value can be measured through the N-Gain results with experimental classes 1 and 2 achieving a value of 0.7 which is included in the high category while control class 1 obtained a value of 0.3 which is included in the low category and control class 2 obtained a value of 0.6 which is included in the medium category Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kevalidan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL menurut ahli materi, ahli bahasa, ahli media, ahli bahan ajar, ahli evaluasi dan ahli perangkat pembelajaran, 2) kepraktisan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL berdasarkan respon guru dan peserta didik, 3) keefektifan produk E-LKPD IPA yang akan dikembangkan dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D oleh Thiagarajan., et al. (1974) yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan adalah E-LKPD mengenai klasifikasi makhluk hidup untuk peserta didik kelas VII yang valid, praktis, dan efektif. Kevalidan E-LKPD dengan model PBL yang telah dilakukan oleh validator mendapatkan hasil kualifikasi valid dan sangat valid. Kepraktisan diperoleh dari hasil uji coba angket keterbacaan E-LKPD menunjukkan respon kuat. E-LKPD yang menggunakan model PBL pada materi klasifikasi makhluk hidup terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan E-LKPD. Nilai keefektifan dapat diukur melalui hasil N-Gain dengan kelas eksperimen 1 dan 2 mencapai nilai 0,7 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kelas kontrol 1 memperoleh nilai 0,3 yang termasuk dalam kategori rendah dan kelas kontrol 2 memperoleh nilai 0,6 yang termasuk ke dalam kategori sedang.