p-Index From 2021 - 2026
4.492
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesiapan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ogan Ilir dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Selpiana; Wulandari, Puja Tri; Nurhayati, Siti; Hidayat, Saleh; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.1.1-11

Abstract

Kurikulum Merdeka menerapkan konsep “Merdeka Belajar” untuk mendukung upaya proses pemulihan krisis pembelajaran pada Kurikulum 2013 karena pandemi Covid-19. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan persiapan yang matang. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kesiapan Madrasah Tsanawiyah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Madrasah Tsanawiyah Ogan Ilir dan sampel penelitian yaitu MTs N 1 Ogan Ilir dan MTs Al-Ittifaqiah. Sebanyak 17 guru dan 2 wakil kepala bidang kurikulum di kedua Madrasah Tsanawiyah  sebagai sasaran penelitian. Data penelitian  dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara.  Hasil penelitian menyatakan bahwa Madrasah Ogan Ilir cukup siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan nilai rata-rata 66,2. Indikator kesiapan meliputi tiga aspek diantaranya kesiapan terhadap perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses penilaian. Menurut ketiga aspek kesiapan, yang paling siap dengan nilai tinggi yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran dengan nilai 68,8. Sedangkan kesiapan pada proses penilaian termasuk kategori siap rendah dengan nilai 63,7. Dengan demikian, perlu ada peningkatan pada pelatihan ataupun sosialisasi sehingga tingkat kesiapan guru meningkat.
Pengembangan LKPD Elektronik IPA dengan Model Problem-Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang: (Developing Electronic Science Student Worksheets Using the Problem-Based Learning (PBL) Model to Improve Critical Thinking Skills in Grade VII Students at Muhammadiyah 1 Junior High School, Palembang) Ikopala, Silvyanda; Hidayat, Saleh; Syahri, Indawan
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49850

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) the validity of the E-LKPD (Electronic Student Worksheet) IPA (Natural Sciences) product developed with the PBL (Problem Based-Learning) model according to material experts, language experts, media experts, teaching materials experts, evaluation experts and learning device experts, 2) the practicality of the E-LKPD IPA product developed with the PBL model based on teacher and student responses, 3) the effectiveness of the E-LKPD IPA product that will be developed with the PBL model to improve critical thinking skills of grade VII students. The development model used is the 4D model by Thiagarajan., et al. (1974) namely define, design, develop, and disseminate. The resulting product is an E-LKPD regarding the classification of living things for grade VII students that is valid, practical, and effective. The validity of the E-LKPD with the PBL model that has been carried out by the validator gets valid and very valid qualification results. Practicality was obtained from the results of the E-LKPD readability questionnaire trial showing a strong response. E-LKPD using the PBL model on the material of classification of living things was proven to be more effective in improving students' critical thinking skills compared to the control class that did not receive E-LKPD treatment. The effectiveness value can be measured through the N-Gain results with experimental classes 1 and 2 achieving a value of 0.7 which is included in the high category while control class 1 obtained a value of 0.3 which is included in the low category and control class 2 obtained a value of 0.6 which is included in the medium category Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kevalidan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL menurut ahli materi, ahli bahasa, ahli media, ahli bahan ajar, ahli evaluasi dan ahli perangkat pembelajaran, 2) kepraktisan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL berdasarkan respon guru dan peserta didik, 3) keefektifan produk E-LKPD IPA yang akan dikembangkan dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D oleh Thiagarajan., et al. (1974) yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan adalah E-LKPD mengenai klasifikasi makhluk hidup untuk peserta didik kelas VII yang valid, praktis, dan efektif. Kevalidan E-LKPD dengan model PBL yang telah dilakukan oleh validator mendapatkan hasil kualifikasi valid dan sangat valid. Kepraktisan diperoleh dari hasil uji coba angket keterbacaan E-LKPD menunjukkan respon kuat. E-LKPD yang menggunakan model PBL pada materi klasifikasi makhluk hidup terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan E-LKPD. Nilai keefektifan dapat diukur melalui hasil N-Gain dengan kelas eksperimen 1 dan 2 mencapai nilai 0,7 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kelas kontrol 1 memperoleh nilai 0,3 yang termasuk dalam kategori rendah dan kelas kontrol 2 memperoleh nilai 0,6 yang termasuk ke dalam kategori sedang.
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Murid pada Materi Sel Kelas VIII di SMPN 1 Banyuasin III Cappri, Herri; Saputri, Wulandari; Hidayat, Saleh
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 6 No. 1 (2026): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the 21st century, creativity is one of the most essential competencies for students. However, at SMPN 1 Banyuasin III, students’ creativity remains low. Although the Merdeka Curriculum supports 21st-century skills, the teaching materials used have not yet implemented differentiated modules based on Project Based Learning (PjBL). This study aimed to develop a differentiated PjBL-based teaching module on cell material to enhance students’ creativity in classes VIII.G and VIII.H. The research applied the 4D model (define, design, develop, disseminate). Data were collected through interviews, questionnaires, and observations, and analyzed using normality, homogeneity, and t-tests. The define stage revealed that both teachers and students needed a differentiated PjBL-based module to support creative thinking. The design stage produced cognitive creativity test items and the module framework. In the develop stage, the module achieved “very good” feasibility ratings in language (95.83%), content (88.23%), teaching materials (97.27%), and learning tools (92.72%), while the evaluation aspect was categorized as good (80%). The creativity test consisted of 10 valid items with high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.80). Limited trials indicated the module was practical and easy to use. Effectiveness testing through pretest–posttest showed homogeneous data (Sig. 0.452) and a significant difference (0.000 < 0.05), indicating that the differentiated PjBL-based module significantly improved students’ creativity compared to conventional modules.
Analisis Kebutuhan Modul Ajar untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Materi Sel Cappri, Herri; Saputri, Wulandari; Hidayat, Saleh
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.20522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul ajar untuk meningkatkan kreativitas siswa pada materi sel di kelas VIII SMPN 1 Banyuasin III. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat kreativitas siswa dan kesulitan dalam memahami materi sel yang bersifat kompleks, tidak dapat diamati secara langsung, serta kurangnya variasi dalam metode pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru belum memahami dan menerapkan modul ajar berdiferensiasi serta PjBL secara optimal. Sebagian besar siswa menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran berbasis proyek dan gaya belajar auditori, serta menginginkan variasi dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Selain itu, siswa lebih termotivasi untuk berpikir kreatif melalui eksplorasi ide dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Dari penelitian ini diperlukan modul ajar berdiferensiasi berbasis PjBL yang mampu mengakomodasi gaya belajar, minat, dan kesiapan siswa, serta mendukung pengembangan kreativitas secara sistematis.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Sosialisasi Pemanfaatan Augmented Reality dalam Pembelajaran Anjelia, Bella; Sari, Lilia Krisna; Sherly, Adis; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas; Summah, Astrid Sri Wahyuni; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Priyambodo, Panggih
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38663

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to improve the competence of teachers at SMAN 9 OKU in utilizing Augmented Reality (AR) technology as an innovative learning medium. The partner institution faced challenges related to the limited knowledge and skills of teachers in integrating digital technology, particularly AR, into classroom learning. Therefore, a socialization and training program on the use of AR in learning was conducted for teachers. The activity was implemented through several stages, including the presentation of materials on the basic concepts of Augmented Reality, demonstrations of AR applications in learning, and hands-on practice sessions involving participants. The evaluation of the activity was carried out using pretest and posttest questionnaires administered to seven participating teachers to identify changes in their level of understanding after the training. The results indicated an improvement in participants’ understanding across all measured indicators. The initial pretest scores ranged from approximately 14 to 57, while the posttest results showed significant improvement, with most indicators reaching a score of 100. These findings indicate that the socialization and training on the use of AR were effective in enhancing teachers’ knowledge and skills in utilizing AR technology to support more interactive and visual learning processes.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 9 OKU dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang inovatif. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital, khususnya AR, ke dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR bagi para guru. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi mengenai konsep dasar Augmented Reality, demonstrasi penggunaan aplikasi AR dalam pembelajaran, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian angket pretest dan posttest kepada tujuh guru peserta kegiatan untuk mengetahui perubahan tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai awal peserta berada pada rentang sekitar 14 hingga 57 pada hasil pretest, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan sebagian besar indikator mencapai nilai 100. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AR sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual.        
Evaluation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (PSPSP) with the Employment Theme at the Palembang National Cadre Health Vocational School Based on the CIPP Model Saleh Hidayat; Agung Wijaya; Candra Dwinata; Wulandari Saputri; Bagas Rasid Sidik
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.1751

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (PSPSP) on the theme Employment at the Kader Bangsa Health Vocational School in Palembang, the CIPP evaluation model is used. (Context, Input, Process, Product). The evaluation was conducted on three groups of respondents, namely principals, teachers, and students, using a Likert scale instrument. The evaluation results showed that the Context aspect obtained high scores from all respondents, indicating the suitability of the work theme with the school's vision and students' needs. The Input received very good ratings, especially from students, which indicates the availability of adequate resources and supporting facilities. The Process aspect, how that the program implementation is running effectively but requires improvement in technical and managerial aspects. Meanwhile, the Product aspect achieved the highest score, reflecting the program's success in shaping students' character and work skills. The overall average score indicated a high level of success, with principals (88.46%), teachers (89.74%), and students (90.54%). Thus, the P5 Employability project was deemed successful in strengthening the values of the Pancasila Student Profile and relevant in the context of vocational education in vocational schools.