Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Hasil Tangkapan Sondong Siang dan Malam Hari yang Berpangkalan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau, Dumai Faisal Ardiansyah; Jonny Zain; Alit Hindri Yani
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.38-42

Abstract

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia. Berdasarkan data Laporan UPT PPI Dumai 2018 jumlah armada yang berpangkalan di PPI Dumai berjumlah 122-unit yang terdiri dari alat tangkap sondong, gillnet, dan rawai. Dalam pengoprasiannya sondong di operasikan di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil tangkapan sondong di siang dan malam hari. Metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu mengamati secara langsung alat tangkap sondong dengan ikut serta dalam melakukan penangkapan.Hasil tangkapan sondong berdasarkan individu (ekor) pada siang dan malam hari selama penelitian tidak memiliki perbedaan. Berdasarkan penelitian yang sudah di lakukan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau alat tangkap sondong adalah alat tangkap jenis aktif yang di operasikan pada siang dan malam hari. Selama penelitian di lakukan hasil tangkapan sondong pada siang dan malam hari tidak memiliki perbedaan hasil tangkapan yang signifikan dalam jumlah berat (kg), individu (ekor), dan jenis (spesies).
Komposisi Hasil Tangkapan dan Pengoperasian Alat Tangkap Gillnet Nelayan Desa Bagan Barat Kabupaten Rokan Hilir, Riau Miftahul Jannah; Alit Hindri Yani; Jonny Zain
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.124-131

Abstract

Produksi perikanan tangkap di laut Riau tahun 2020 bernilai Rp 1,91 milyar, dengan kontribusi signifikan dari Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Sungai Rokan dengan panjang 350 kilometer, adalah salah satu dari empat sungai besar di Riau, membentang dari Rokan Hilir hingga Rokan Hulu. Sungai ini berperan penting dalam transportasi, pariwisata dan sumber mata pencaharian utama bagi nelayan. Pengumpulan data primer melalui pengamatan langsung di lapangan yaitu jenis, berat, jumlah dan ukuran hasil tangkapan. Data sekunder berupa data pembanding yang dapat mendukung hasil penelitian. Konstruksi terdiri: jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali selambar, tali pelampung, pelampung, pemberat dan peluntang. Hasil tangkapan utama senangin (Eleutheronema tetradactylum) dan selar tetengkek (Megalaspis cordyla). Hasil tangkapan samping, seperti lidah (Cynoglossus microlepis), tenggiri (Scomberromo commersoni), dan kakap hitam (Macolo niger). Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jumlah individu (ekor), hasil tangkapan utama (main catch) senangin (E.tetradactylum) 85 individu dan cencaru (M. cordyla) 76 individu. Hasil tangkapan sampingan tenggiri (S.commerson) 38 individu, lidah (C.lingua) 18 individu dan  kakap hitam (M. niger) 12 individu
Composition of Fishing Gear Pengerih at Day and Night in Meskom Village, Bengkalis District Dian Agustin; Bustari Bustari; Alit Hindri Yani
Tropical Marine Enviromental Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.1.2.54-61

Abstract

Pengerih is one of the trapping gears used by fishermen in Meskom Village. The purpose of this study was to determine the composition of the catch of Pengerih including the type and weight of fish caught during the day and night. This research was conducted in September 2022 in Meskom Village, Bengkalis Regency. The method used in this research is the survey method. The analysis used is by calculating the level of main catch and bycatch using the formulation of Akiyama. Based on the results of the study, it was found that the catch of curler gear was 9 types with a total catch of 5.030 fish with a total weight of 51,08 kg. The dominant types of catch during the study were red shrimp (Parapenaeus longirostris) 1.272 fish weighing 10,64 kg, striped shrimp (Parapenaeopsis sculptilis) 1,158 fish weighing 9,71 kg, white shrimp (Panaeus merguiensis) 1,115 fish weighing 9,34 kg, thorn shrimp (Panulirus sp) 883 fish weighing 7,34 kg, Moustached thryssa (Engraulis mystax) 302 fish 3,84 kg. While the bycatch consisted of print shrimp (Harpiosquilla raphidea) 39 fish weighing 1,46 kg, Bombay duck (Harpodon nehereus) 75 fish weighing 5,42 kg, Panna croaker (Otolithoides microdon) 93 fish weighing 1,46 kg, Shorthead hairfin anchovy  (Setipinna breviceps) 93 fish and weighing 1.87 kg. If you look at the results of the catch more tend to be a lot of catches at night 2.813 fish weigh 28.84 while during the day 2.217 fish weigh 22.24 kg
Facility Utilization Study Fish Landing Base Dumai Riau Province Ulva Uziel Hasiholan Limbong; Alit Hindri Yani; Jonny Zain
Tropical Marine Enviromental Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/62-66

Abstract

This study aimed to analyze the utilization study of Dumai Fish Landing Base facilities in Riau Province. This research was conducted in March 2023 at the Fish Landing Base (PPI) in Dumai City, Riau Province. The methods used in the study were surveys and interviews. The results showed that the fishing gear used by fishermen at PPI Dumai were gillnet, longline, sondong, and kurau net. The high percentage of utilization of dock facilities is about 545,45% and the port pool area is 139,98%, which means that the port pool area has exceeded highly utilized, while the utilization rate of the port pool depth is 87,5%, which means that it can still be utilized more optimally by fishermen. The utilization rate of the PPI Dumai auction building facility is 72,98%, which means that the auction building has exceeded being highly utilized
Perbedaan Hasil Tangkapan Sondong Siang dan Malam Hari yang Berpangkalan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau, Dumai Ardiansyah, Faisal; Zain, Jonny; Yani, Alit Hindri
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.38-42

Abstract

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia. Berdasarkan data Laporan UPT PPI Dumai 2018 jumlah armada yang berpangkalan di PPI Dumai berjumlah 122-unit yang terdiri dari alat tangkap sondong, gillnet, dan rawai. Dalam pengoprasiannya sondong di operasikan di siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil tangkapan sondong di siang dan malam hari. Metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu mengamati secara langsung alat tangkap sondong dengan ikut serta dalam melakukan penangkapan.Hasil tangkapan sondong berdasarkan individu (ekor) pada siang dan malam hari selama penelitian tidak memiliki perbedaan. Berdasarkan penelitian yang sudah di lakukan di UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Riau alat tangkap sondong adalah alat tangkap jenis aktif yang di operasikan pada siang dan malam hari. Selama penelitian di lakukan hasil tangkapan sondong pada siang dan malam hari tidak memiliki perbedaan hasil tangkapan yang signifikan dalam jumlah berat (kg), individu (ekor), dan jenis (spesies).
Komposisi Hasil Tangkapan dan Pengoperasian Alat Tangkap Gillnet Nelayan Desa Bagan Barat Kabupaten Rokan Hilir, Riau Jannah, Miftahul; Yani, Alit Hindri; Zain, Jonny
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.124-131

Abstract

Produksi perikanan tangkap di laut Riau tahun 2020 bernilai Rp 1,91 milyar, dengan kontribusi signifikan dari Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Sungai Rokan dengan panjang 350 kilometer, adalah salah satu dari empat sungai besar di Riau, membentang dari Rokan Hilir hingga Rokan Hulu. Sungai ini berperan penting dalam transportasi, pariwisata dan sumber mata pencaharian utama bagi nelayan. Pengumpulan data primer melalui pengamatan langsung di lapangan yaitu jenis, berat, jumlah dan ukuran hasil tangkapan. Data sekunder berupa data pembanding yang dapat mendukung hasil penelitian. Konstruksi terdiri: jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali selambar, tali pelampung, pelampung, pemberat dan peluntang. Hasil tangkapan utama senangin (Eleutheronema tetradactylum) dan selar tetengkek (Megalaspis cordyla). Hasil tangkapan samping, seperti lidah (Cynoglossus microlepis), tenggiri (Scomberromo commersoni), dan kakap hitam (Macolo niger). Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jumlah individu (ekor), hasil tangkapan utama (main catch) senangin (E.tetradactylum) 85 individu dan cencaru (M. cordyla) 76 individu. Hasil tangkapan sampingan tenggiri (S.commerson) 38 individu, lidah (C.lingua) 18 individu dan kakap hitam (M. niger) 12 individu.
Aktivitas Pendaratan Hasil Tangkapan Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Kota Banda Aceh, Aceh Sahnia, Nurul; Yani, Alit Hindri; Zain, Jonny
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023 pada Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pendaratan hasil tangkapan purse seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja dengan memperhatikan proses aktivitas pendaratan yang dimulai dari kapal bertambat di dermaga hingga menyelesaikan perizinan bongkar dari palkah ke dek kapal dan mengetahui kondisi aktual mengenai jenis, jumlah volume hasil tangkapan dalam aktivitas pendaratan hasil tangkapan purse seine Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan purse seine, pihak PPS dan Pedagang Ikan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait antara lain PPS Kutaraja dan Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendaratan hasil tangkapan di PPS Kutaraja, Banda Aceh, merupakan aktivitas yang dilakukan dalam rentang waktu pukul 04.00 - 10.00 WIB. Pada musim paceklik, terjadi sekitar 20 - 40 pendaratan per hari dengan volume ikan sekitar 500 - 1000 kg per hari. Sementara pada musim puncak, jumlah pendaratan meningkat menjadi sekitar 1 - 8 ton per hari dengan volume ikan mencapai 1,5 - 2 ton per hari. Proses pendaratan dilakukan oleh 2 - 3 orang nelayan, menggunakan wadah keranjang bambu. Pengangkutan hasil tangkapan dari palkah ke dek kapal melibatkan 3 - 5 orang nelayan, sementara proses pengangkatan dari dek kapal ke dermaga melibatkan 6 - 9 orang nelayan. Fasilitas pendaratan seperti kolam pelabuhan dan dermaga tidak tersedia di sebagian besar PPS Kutaraja dan proses penanganan hasil tangkapan juga belum memperhatikan aspek kebersihan, terlihat dari kondisi tong dan keranjang yang kotor. Penggunaan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan juga masih kurang dilakukan. Jenis ikan pelagis yang tertangkap di PPS Kutaraja meliputi layang, selar, siro, dan tongkol, dengan cakalang sebagai jenis dominan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi dan nilai produksi.
Komposisi Hasil Tangkapan Belat di Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Khairunnisa, Sefny; Yani, Alit Hindri; Bustari, Bustari
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belat merupakan alat tangkap ikan di daerah pasang surut dengan cara menjebak bagian genangan air pasang dengan menggunakan tongkat atau jaring. Kurangnya data komposisi hasil tangkapan belat menyebabkan kurangnya informasi data hasil tangkapan, oleh karena itu perlu diketahui bagaimana komposisi hasil tangkapan belat dan bagaimana pengoperasian alat tangkap belat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan bersama nelayan untuk mengikuti proses penangkapan ikan mulai dari pemasangan alat tangkap belanak, hingga menghitung jumlah hasil tangkapan ikan belanak pada saat pengangkatan alat tangkap. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan belat terdiri dari 9 jenis, yaitu baung (Hemibagrus nemurus), tilan (Mastacembelus erythrotaenia), elang (Datnioides polota), juaro (Pangasius polyuranodon), betutu (Oxyeleotris marmorata), gulama (Johnius trachycephalus), udang galah (macrobrachium rosenbergii), udang putih (Litopenaeus vannamei), dan baji (Grammoplites scaber). Total berat belat selama penelitian adalah 110.710 g, dan jumlah individu sebanyak 1.719 ekor.
Analysis of the Potential and Utilization Rate of Longtail Tuna (Thunnus tonggol) Landed at the Bungus Ocean Fishing Port (PPS), Padang City, West Sumatra Province Brown, Arthur; Yani, Alit Hindri; Putri, Yolanda Aidina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Fish resources have limits; therefore, it is necessary to carry out appropriate management so that resource utilization is sufficient for a long time. Areas used as fishing businesses need to know how the level of utilization. For this reason, clear information is needed on the potential and level of utilization of marine fisheries resources to support the management policy of tuna resources for optimal management and utilization and to prevent the reduction of fish stocks in the future. This research was conducted for three weeks in July 2023 at Bungus Ocean Fishing Port (PPS), Padang City, West Sumatra Province. The method used in this research is a survey method or direct review of the field. The maximum sustainable potential value was obtained at 572.36 tons with an optimum utilization effort value of 330 trips. The allowable catch of longtail tuna is 457.89 tons, with an average utilization rate of 97.41%. Based on the average value of the utilization rate obtained from 2018 to 2019, the number of allowable catches, and the MSY value, it is concluded that the longtail tuna caught by bagan boats and Tonda fishing rods at PPS Bungus has experienced overfishing. There is a need for more action and monitoring of the amount of catch obtained each year, as well as limiting the amount of catch allowed for each fisherman so that the utilization rate of longtail tuna can return to optimal catch and prevent overfishing and maintain fish stocks for the future.
Identification of Belat Bycatch in Anak Setatah Village Rangsang Barat District Meranti Island Regency Riau Province Sembiring, Firma Surmana; Brown, Arthur; Yani, Alit Hindri
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The belat is a passive fishing gear that belongs to a group of traps operated in areas around the coast. In its operation, the belat not only produces the main catch but also gets bycatch. This study aims to identify the main catch and by catch. The research method used is the survey method by making direct observations of the belat catch and then the catch is identified as the type of fish, the number of individuals, and the weight of the fish. The results of descriptive analysis showed that the main catches were two types of shrimp, namely white shrimp (Penaeus indicus) and striped shrimp (Penaeus monodon) with a weight of 30400 g. The main catches were white shrimp (Penaeus indicus) and striped shrimp (Penaeus monodon). The by-catches were small fish and young fish, the by-catches consisted of 6 species with a total weight of 29300 g
Co-Authors ', Sarwono . Alfin Adjeng Fitriya Febriany Ahmad Sulaiman, Ahmad Anisa Putri Aprianto Manalu Aprilia, Afifah Damayani ARDIANSYAH, FAISAL Aritonang, Okto Ijen Arthur Brown Arthur Brown Asna, Laela Asna, Laena Ayu Wulandari Azizah, Novia Rahmatul Basobih, Fadel Saleh Berkat Kristian Telaumbanua Bintal Amin Bustari Bustari Bustari Bustari Bustari Bustari Cahni Oktarina Charles Alison Chintami Puspita Adi Darmawan ' Daryadi, Rio Deni Efizon Dessy Yoswaty Deviasari Deviasari Dian Agustin Dian Agustin Dian Agustin Edwin Subandi Eka Fitriani Eko Purwanto Elkana Ritonga Elmayanti Nainggolan Faisal Ardiansyah Fatmawati, Riska Faturrahman, M. Zikri Feby Pandji Syaputra Feri Kurniawan Fivi Fransisca Simamora Gatot Yulianto Gomrilasdo Siregar Hasibuan, Siti Hawa Hefrafis Hefrafis Heni Pujiastuti Herimufty Herimufty Hutauruk, Ronal Mangasi Imam Arifandy Irwan Limbong Irwandy Syofyan Syofyan Isnaniah Isnaniah Isnaniah, Isnaniah Jefri granico Jonny Zain Khairani Khairani Khairunnisa, Sefny Luh Putu Ratna Sundari M Hutauruk, Ronald M. Zulkarnain Maisuri Dewi Mariono Situngkir Mas Hudi Saputra Meinaldi, Pani Miftahul Jannah Miftahul Jannah Muhammad Habibi Muhammad Hairi Muhammad Ikhsan Zurma Muhammad Irvan Muhammad Natsir Kholis Muhd Hafiz Muslim ' Nofrizal ' Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nurhamidah Hasibuan Nurul Sahnia Okto Ijen Aritonang Pareng Rengi Patrialis Akbari Penny Febriantoni Polaris Nasution Praja Kusuma Andita Pubra, Rina Ade Citra Purba, Rina Ade Citra Putri Ana Pratiwi Putri, Yolanda Aidina Rahmadi Rahmadi Rajagukguk, Koko Alexando Ramadhana, Muhammad Ramafitri Uli Arta Simarmata Ramses Firdaus, Ramses Ramses Ramses Rani Khairunnisa Retno Agus Haryani Rezi Tri Yumni Riah Ukur Tumangger Risa Miswara Rissa Julia Putri Rival Junaidi Romie Jhonnerie Rommie Jhonnerie Ronald M Hutauruk Ronald Mangasi Hutauruk Sahnia, Nurul Sakban, Marian Saputra, Rio Sefny Khairunnisa Sembiring, Firma Surmana Sertia Simanjuntak Silaban, Recyka Silitonga, Ido Maruli Silvina Winta Simamora, Valentine Vanda Simbolon, Veronika Siti Maryam Sri Ayu Anggraini Suprianto, Elbi Syafri Riki Syahputri, Rara Vania Syaifuddin ' syaifuddin syaifuddin T. Ersti Yulika Sari Teguh Afriyanto Thamrin Thamrin Tiur Anastasya Lestari Sitorus Trisla Warningsih Ulva Uziel Hasiholan Limbong Ulva Uziel Hasiholan Limbong Ulva Uziel Hasiholan Limbong Usman ' Usman Usman Veronika Sitanggang Viki Okta Yuanda Warni, Yulia Wemphy Hernando Wemphy Hernando, Wemphy Y Aritonang, Berliana Yolanda Aidina Putri Yulyana Yulyana