Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Reconstruction of Charismatic Leadership Model in Islamic Education Based on Religious Moderation at Ash-Shiddiqiyah Serpong Islamic Boarding School Muhammad Rio Zarkasyi Aziz; Hasyim Asya’ari; Sita Ratnaningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reconstruct the charismatic leadership model in Islamic education based on religious moderation at Ash-Shiddiqiyah Serpong Islamic Boarding School. The research employs a descriptive qualitative approach with field study methods, collecting data through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving pesantren leaders, teachers, senior students, and organizational managers. Data analysis follows the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal three primary dimensions of reconstructed charismatic leadership: (1) moderate prophetic charisma integrating tolerance and national values, (2) value-based transformative leadership fostering collective change through moral exemplarity, and (3) adaptive educational governance accommodating diversity through curriculum flexibility and external collaboration. The study demonstrates that charismatic leadership in pesantren can be institutionalized beyond personal authority by embedding moderation principles into managerial systems and organizational culture. These findings contribute to contemporary Islamic leadership theory by proposing an integrative framework that harmonizes spiritual charisma with modern governance and religious moderation, offering a replicable model for Islamic boarding schools navigating pluralism and globalization.
Peran Pendidikan Keagamaan dalam Membentuk Modal Manusia Masyarakat Muslim di Patani Murnee Masae; Nurochiem Nurochiem; Sita Ratnaningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4602

Abstract

Pendidikan keagamaan di Patani memiliki posisi strategis dalam membentuk modal manusia masyarakat Muslim, terutama karena berfungsi sebagai sarana pelestarian identitas Melayu-Islam sekaligus pengembangan karakter dan kompetensi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pondok tradisional, madrasah, dan sekolah Islam modern dalam membentuk kualitas moral, kemampuan sosial, keterampilan, serta identitas keagamaan masyarakat Muslim Patani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas pembelajaran, interaksi guru dan peserta didik, kurikulum, serta lingkungan pendidikan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan konsistensi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan berkontribusi pada pembentukan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, etika sosial, dan etos kerja. Pendidikan tersebut juga memperkuat literasi agama, penguasaan bahasa Arab dan Melayu Jawi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta keterampilan dakwah. Selain itu, alumni lembaga pendidikan Islam berperan sebagai pendidik, tokoh agama, wirausahawan, dan pemimpin lokal yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Efektivitas peran tersebut ditopang oleh tok guru, solidaritas komunitas, dan tradisi pendidikan Islam yang kuat, tetapi masih menghadapi hambatan regulasi, keterbatasan fasilitas dan pendanaan, serta situasi keamanan dan stereotip sosial. Oleh karena itu, penguatan kurikulum, kompetensi pendidik, fasilitas, dan kolaborasi kelembagaan diperlukan agar pendidikan keagamaan semakin optimal dalam membangun modal manusia Muslim Patani secara berkelanjutan.
Analisis Biaya-Manfaat Program Bilingual Thai-Melayu pada Sekolah Swasta Islam di Thailand Selatan Nurdin Likia; Nurochim Nurochim; Sita Ratnaningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4603

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan program bilingual Thai-Melayu pada sekolah swasta Islam di Thailand Selatan melalui analisis biaya-manfaat berbasis studi pustaka. Kajian difokuskan pada hubungan antara biaya tambahan program, hasil belajar, keberlanjutan kelembagaan, dan manfaat sosial-budaya bagi komunitas Melayu-Patani. Data diperoleh dari artikel ilmiah, tesis, laporan UNICEF, publikasi UNESCO, serta dokumen yang membahas pendidikan Islam dan pendidikan multibahasa di Thailand Selatan. Analisis dilakukan melalui identifikasi biaya langsung, biaya tidak langsung, biaya kesempatan, manfaat akademik, manfaat ekonomi, manfaat kelembagaan, dan manfaat kultural, kemudian disusun dalam matriks pemangku kepentingan dan horizon waktu. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar berasal dari penyediaan guru multibahasa, pengembangan kurikulum, produksi bahan ajar, pelatihan, evaluasi pembelajaran, dan koordinasi dengan komunitas. Manfaat utama meliputi penguatan literasi awal, transisi yang lebih terarah menuju bahasa Thai, peningkatan partisipasi belajar, penguatan kepercayaan orang tua, pelestarian bahasa Melayu-Patani, dan peluang mobilitas pendidikan. Secara indikatif, manfaat jangka menengah dan panjang berpotensi melampaui biaya tambahan apabila program memiliki standar kompetensi guru, pembagian fungsi bahasa yang jelas, pendanaan berkelanjutan, serta sistem evaluasi hasil belajar. Namun, penelitian ini tidak menghasilkan rasio manfaat-biaya numerik karena keterbatasan data anggaran sekolah dan data pelacakan lulusan. Temuan menawarkan kerangka evaluasi yang lebih realistis bagi pengelola sekolah dan pembuat kebijakan untuk menilai efisiensi program tanpa mengabaikan nilai identitas, kohesi sosial, dan inklusi pendidikan.
The Benefits of Education Hani Islami; Nurochim Nurochim; Sita Ratnaningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4658

Abstract

Pendidikan merupakan investasi strategis yang membentuk modal manusia sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, kesehatan, dan kewargaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manfaat pendidikan secara terpadu melalui pendekatan modal manusia dan taksonomi imbal hasil pendidikan pada tingkat individu, keluarga, masyarakat, dan perekonomian. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif dengan menelaah artikel ilmiah, buku akademik, serta laporan lembaga nasional dan internasional yang relevan. Literatur dipilih berdasarkan kesesuaian tema, kredibilitas sumber, dan kontribusinya dalam menjelaskan hubungan antara pendidikan, produktivitas, kesejahteraan, serta pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan meningkatkan keterampilan, peluang kerja, produktivitas, pendapatan, dan kemampuan individu beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Manfaat nonmoneter muncul melalui peningkatan literasi kesehatan, kualitas pengambilan keputusan, kesejahteraan psikologis, dan kapasitas pengasuhan. Pada tingkat sosial, pendidikan memperkuat partisipasi warga, toleransi, kepercayaan, mobilitas sosial, dan pengurangan risiko kriminalitas. Pada tingkat makro, kualitas pembelajaran mendorong inovasi, difusi pengetahuan, produktivitas total, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, besarnya manfaat tersebut ditentukan oleh mutu pembelajaran, pemerataan akses, relevansi kurikulum, kualitas guru, dan keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan tidak cukup berorientasi pada partisipasi sekolah, tetapi harus memastikan terjadinya pembelajaran bermakna, pemerataan mutu, penguatan keterampilan dasar dan digital, serta kesempatan belajar sepanjang hayat agar investasi pendidikan menghasilkan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas Hilmi Luthfiyah; Nurochim Nurochim; Sita Ratnaningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4692

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menghadapi tantangan global. Pada masa usia dini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga stimulasi pendidikan yang tepat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis manfaat PAUD sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan human capital dan daya saing bangsa. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAUD berkualitas meningkatkan kesiapan sekolah, kemampuan berpikir kritis, literasi awal, dan keterampilan sosial-emosional yang menjadi modal dasar produktivitas di masa dewasa. Selain itu, investasi pada usia dini memiliki tingkat pengembalian ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan investasi pada jenjang pendidikan lain. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan layanan PAUD merupakan strategi pembangunan SDM jangka panjang yang perlu didukung melalui peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berkualitas, sarana belajar memadai, serta kebijakan nasional yang berkelanjutan.
EXPLORING DIGITAL PROFESSIONAL LEARNING ECOSYSTEMS: TRANSFORMING TEACHER COMPETENCY DEVELOPMENT POLICIES IN PRIVATE MADRASAS Jejen Musfah; Sita Ratnaningsih; Fachri Aldin; Hasan Baharun
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/pjp.v13i1.13404

Abstract

The rapid expansion of digital education requires teacher competency development to move beyond fragmented training toward sustainable professional learning ecosystems. However, private madrasas continue to exhibit substantial disparities in teachers' digital competency outcomes. suggesting that existing policies have not effectively transformed professional development into institutional learning ecosystems. This study employed a qualitative multiple-case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal three major transformations. First, teacher competency development policies have shifted from fragmented training initiatives toward digital professional learning ecosystems that promote continuous learning and collaborative knowledge sharing. Second, adaptive leadership emerged as the primary driver of policy transformation through strategic supervision, institutional resource allocation, and collaborative professional learning. Third, policy implementation remains constrained by limited institutional readiness, disparities in teachers' digital competencies, dependence on externally driven professional development, and weak professional learning cultures, resulting in uneven policy transformation across private madrasas.