Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Dukungan Keluarga dan Pengetahuan dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Dhirah, Ulfa Husna; Yunisa, Mifta; Husna, Asmaul; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2552

Abstract

Kemenkes RI (2020) merilis dari kasus yang terkonfirmasi Covid-19, 2,4% adalah anak usia 0-5 tahun dan 4,9% adalah ibu hamil. Data tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir merupakan kelompok rentan terpapar infeksi Covid-19. Ibu memiliki kekhawatiran menghadapi persalinan karena sebelum tindakan ibu harus melalui pemeriksaan covid-19. Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi, dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 21 Mei 2022, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 57 orang dan data diolah menggunakan uji chi square (x2). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 dengan nilai p=0,006 dan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 dengan nilai p=0,025. Ada hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19, diharapkan penelitian ini memberikan pengetahuan bagi tenaga kesehatan terkait kecemasan kepada ibu bahwa selain pengetahuan dan dukungan keluarga ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan itu perlu diperhatikan.Kata kunci : Kecemasan, Ibu Hamil, Covid 19 The Indonesian Ministry of Health (2020) released from the confirmed cases of COVID-19, of which 2,4% were children aged 0–5 years and 4,9% were pregnant women. The data shows that pregnant women, childbirth, postpartum, and newborns are vulnerable groups exposed to COVID-19 infection. Mothers have concerns about childbirth because, before the action, the mother has to go through a COVID-19 examination. To determine the relationship between family support and knowledge with the anxiety of pregnant women in the third trimester of facing childbirth during the COVID-19 pandemic in the Darul Imarah Public Health Center, Aceh Besar District 2022. This research is descriptive-analytic with a cross-sectional study, carried out from May 10 to 21, 2022. The population in this study was all pregnant women who were on third trimester in the Darul Imarah Health Center Work Area. The sampling technique used was a total sampling technique of 57 people, and the data was processed using the chi-square (x2). There is a relationship between family support and the anxiety of pregnant women in the third trimester in dealing with childbirth during the COVID-19 pandemic with a p-value = 0.006 and there is a relationship between knowledge and anxiety in the third trimester of pregnant women in facing childbirth during the COVID-19 pandemic with a p-value = 0.025. There is a relationship between family support and knowledge and the anxiety of pregnant women in the third trimester of facing childbirth during the COVID-19 pandemic. It is hoped that this study can provide knowledge for health workers related to anxiety in mothers. In addition to knowledge and family support, several other factors can affect the level of anxiety and they need to be considered.Keywords: Anxiety, Pregnant Women, COVID-19
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pasien di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Ismail, Ismail; Aningsih, Dewi Fitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3770

Abstract

ABTRACTHipertensi menjadi faktor risiko utama kematian dini pada orang dewasa. Hampir setengah dari orang yang hidup dengan hipertensi tidak menyadari kondisi mereka sehingga meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini  untuk menganalisis faktor obesitas, tingkat stress, aktifitas fisik dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada pasien di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh.Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung pada saat penelitian sebanyak 102, sampel diambil sebanyak 50 orang secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Penelitian telah dilakukan tanggal 22 Desember 2023 sampai 12 Januari 2024. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh variabel obesitas (p value=0.020), tingkat stres (p value=0,012), aktifitas fisik (p value=0.021), dan riwayat keluarga (p value=0.003). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara obesitas, tingkat stress, aktifitas fisik dan riwayat keluarga pada pasien di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh. Bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat dalam menangani masalah hipertensi dan memberikan edukasi pada pasien yang berkunjung tentang hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi,  obesitas, tingkat stres, aktifitas fisik, riwayat keluarga Hypertension is a major risk factor for premature death in adults. Almost half of people living with hypertension are unaware of their condition, increasing the risk of heart attack, stroke, kidney failure, and other organ damage. The purpose of this study was to analyze the factors of obesity, stress levels, physical activity and family history with the incidence of hypertension in patients at the Aceh Police Medical and Health Polyclinic. The study was analytic in nature with a crossectional approach. The population in this study were patients who visited at the time of the study as many as 102, the sample was taken as many as 50 people by accidental sampling. The research instrument used a questionnaire by interview. The research was conducted on December 22, 2023 to January 12, 2024. Data processing with editing, coding, data entry, tabulating, and data analysis in univariate and bivariate. The results of the study obtained obesity variables (p value=0.020), stress levels (p value=0.012), physical activity (p value=0.021), and family history (p value=0.003). Conclusion There is a significant relationship between obesity, stress level, physical activity and family history in patients at the Aceh Police Medical and Health Polyclinic. For health workers to be able to provide fast and appropriate treatment in dealing with hypertension problems and provide education to visiting patients about hypertension.Keywords: Hypertension, obesity, stress level, physical activity, family history
Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Anwar, Chairanisa; Husna, Asmaul; Maisurah, Maisurah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2351

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab kematian terbesar didunia. Menurut World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat sekitar tujuh belas juta orang meninggal dunia akibat penyakit degeneratif . Hasil Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat penyakit degenerative di Indonesia mencapai 65.7%. Provinsi Aceh menduduki peringkat tertinggi untuk prevalensi penyakit degeneratif dengan persentase 43%. Ingin mengetahui Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup SEhat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjung di poliklinik rumah sakit bhayangkara. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan pengambilan sampel memakai tekhnik probability sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Ada hubungan pengetahuan pasien penyakit degenerative dengan penerapan program gerakan hidup masyarakat sehat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh dengan hasil p- value = 0,072. Bagi masyarakat atau pasien yang memiliki Riwayat penyakit degenerative maupun tidak agar dapat menjaga Kesehatan dan menerapkan program GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh Kesehatan yang baik sehinggga terhindar dari penyakit. Dan juga bagi masyarakat harus mengetahui dan meningkatkan kesadaran terhadap program GERMAS yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat.Kata Kunci : Penerapan GERMAS, PengetahuanThe Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a systematic and planned action carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness, and ability to behave healthily to improve the quality of life. Degenerative diseases are one of the biggest causes of death in the world. According to the World Health Organization (WHO), every year around seventeen million people die from degenerative diseases. The results of the 2018 Riskesdas data show that the rate of degenerative diseases in Indonesia reaches 65.7%. The province of Aceh was ranked the highest for the prevalence of degenerative diseases with a percentage of 43%. Want to know the relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the implementation of the Healthy Living Community Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. This type of research is an analytical survey research with a cross-sectional approach. The population is patients who visit the polyclinic of Bhayangkara Hospital. The number of samples was as many as 90 respondents with sampling using a probability sampling technique. Data analysis using Chi-square test. Shows that there is a relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the application of the Healthy Community Life Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital Banda Aceh City with a p-value = 0.072. For the community or patients who have a history of degenerative diseases or not to maintain health and implement the GERMAS program in daily life to obtain good health to avoid disease. And also for the community to know and increase awareness of the GERMAS program provided by the government for the community..Keywords : GERMAS Application, Knowledge 
EFEKTIVITAS SEDIAAN SPRAY EKSTRAK ETANOL DAUN MINT (Mentha piperita L.) SEBAGAI ANTI NYAMUK ALAMI Syafriadi, Syafriadi; Meilina, Rulia; Dewi, Revina; Kesumawati, Kesumawati; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4203

Abstract

Dampak dari gigitan nyamuk sangat merugikan bagi manusia, yang paling ringan diantaranya dapat menyebabkan gatal-gatal dan segala dampak yang ditimbulkannya juga sangat mengganggu aktifitas. Tujuan penelitian Mengetahui efektivitas sediaan spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.) sebagai anti nyamuk alami serta mengetahui evaluasi sediaan spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboraturium. Spray diformulasikan dengan F0 tidak ada penambahan ekstrak, sedangkan pada F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) ada penambahan ekstrak etanol daun mint, kemudian tahap evaluasi formulasi spray dan data uji efektivitas formulasi spray anti nyamuk dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji One Way Anova. Hasil penelitian dari uji pH (5,5 – 4,5), daya sebar baik, tidak menimbulkan iritasi kulit, nilai uji hedonic (uji kesukaan) keterangan rata-rata suka dan efektifitas formulasi spray anti nyamuk untuk F0 terdapat 11 nyamuk yang hinggap dikarenakan tanpa kandungan ekstrak sedangkan F1, F2, F3 tidak terdapat nyamuk yang hinggap dikarenakan penambahan ekstrak etanol daun mint pada masing-masing formula. Kesimpulan penelitian adalah spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.) sangat efektif untuk digunakan sebagai anti nyamuk alami dan hasil evaluasi formulasi spray meliputi uji pH, uji daya sebar, uji iritasi dan uji hedonic (uji kesukaan) dari Ekstrak daun mint (Mentha piperita L.) dapat digunakan sebagai anti nyamuk alami.Kata Kunci   : Daun mint, spray, ekstrak, anti nyamukThe impact of mosquito bites is very detrimental to humans, the mildest of which can cause itching and all the effects it causes are also very disturbing to activities. To determine the effectiveness of ethanol extract of mint leaves (Mentha piperita L.) spray preparation as a natural mosquito repellent and to determine the evaluation of ethanol extract of mint leaves (Mentha piperita L.) spray preparation. The research method used is laboratory experimental. The spray is formulated with F0 without the addition of extract, while in F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) there is the addition of ethanol extract of mint leaves, then the stage of evaluating the spray formulation and mosquito repellent spray formulation test data are analyzed using statistical methods in the form of One Way Anova test. The results of the pH test (5.5 - 4.5), good spreadability, no skin irritation, hedonic test value (preference test) average description of likes and mosquito repellent spray formulation effectiveness for F0 there are 11 mosquitoes that perch because it does not contain extract while F1, F2, F3 there are no mosquitoes that perch due to the addition of ethanol extract of mint leaves in each formula. Conclusion of the spray formulation of ethanol extract from mint leaves (Mentha piperita L.) has shown high effectiveness as a natural mosquito repellent. The evaluation of the formulation includes pH testing, spreadability testing, irritation testing, and a hedonic test (preference test) to determine the suitability of mint leaf extract (Mentha piperita L.) as a natural mosquito repellent.Keyword : Mint leaf, spray, extract, mosquito repellent
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa Pudica L.) PADA MENCIT GALUR WISTAR Ananda, Zulia; Meilina, Rulia; Sari, Febia; Husna, Asmaul; Watani, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4183

Abstract

Penggunaan obat herbal tidak selalu aman karena ia juga mengandung zat-zat kimia yang kebanyakan belum ditentukan keamanannya, zat yang beracun akan menimbulkan efek toksik bagi manusia, hal ini disebabkan oleh pemakaian dosis dan lamanya penggunaan obat yang tidak tepat. Obat tradisional digunakan akan menyebabkan terjadinya efek yang merugikan misalnya gangguan terhadap organ-organ vital, untuk melaju sampai ke produk fitofarmaka tentu melalui beberapa tahap uji farmakologi, uji klinik dan uji toksisitas. Uji toksisitas subkronik merupakan suatu pengujian untuk mendeteksi efek toksik yang muncul setelah pemberian sediaan uji dengan dosis berulang yang diberikan secara oral pada hewan uji selama 14 hari. Tanaman Putri malu (Mimosa Pudica L.) bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain, seperti kencing batu, cacingan, insomnia, peradangan saluran napas dan herpes. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek toksisitas subkronik pemberian berulang dan mengetahui batas keamanan dosis ekstrak daun putri malu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan 25 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok di setiap jenis dengan variasi dosis 350 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, 750 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kematian mencit, perubahan berat badan, dan pengamatan terhadap organ hati dan ginjal. Hasil pengamatan menunjukkan tidak terdapat pengaruh toksik subkronis pada kulit, bulu, berat badan, berat organ hati, berat organ ginjal dan tidak terdapat perubahan warna organ hewan uji. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kandungan ekstrak daun putri malu tidak memiliki toksik subkronik terhadap kadar obat pada mencit galur wistar. Kesimpulannya yaitu pemberian berulang ekstrak putri malu (Mimosa pudica L.) tidak menimbulkan nekrosis terhadap histologi organ hati dan ginjal mencit galur wistar dan Tidak adanya kerusakan pada histologi organ hati dan ginjal mencit galur wistar walaupun adanya peningkatan dosis pemberian ekstrak putri malu (Mimosa pudica L.).Kata Kunci : Hati, Ginjal, mencit, daun putri malu, toksisitas subkronikThe use of herbal medicine is not always safe because it also contains chemical substances, most of which safety has not been determined, toxic substances will cause toxic effects for humans, this is caused by the use of inappropriate doses and duration of drug use. Traditional medicine used will cause adverse effects such as disturbance to vital organs, to advance to phytopharmaca products, of course through several stages of pharmacological testing, clinical trials and toxicity tests. Subchronic toxicity test is a test to detect toxic effects that appear after administration of test preparations with repeated doses given orally to test animals for 14 days. Putri shame plant (Mimosa Pudica L.) can be used to treat various other diseases, such as urinary stones, intestinal worms, insomnia, inflammation of the respiratory tract and herpes. The purpose of this study was to determine the effect of subchronic toxicity of repeated administration and to determine the safety limit of the dose of Putri malu leaf extract. This research was conducted by experimental method using 25 mice which were divided into 5 groups in each species with varying doses of 350 mg/kgBW, 600 mg/kgBW, 750 mg/kgBW, 1000 mg/kgBW, and a negative control group. Observations made in this study were the death of mice, changes in body weight, and observations of the liver and kidneys. The results showed that there was no sub-chronic toxic effect on skin, hair, body weight, liver weight, kidney weight and no change in the color of the test animal organs. From the results of the study, it can be seen that the content of the Putri malu leaf extract does not have subchronic toxicity to the drug levels in the wistar strain mice. The conclusion is that repeated administration of the Mimosa pudica (Mimosa pudica L.) extract did not cause necrosis of the liver and kidney histology of the Wistar strain mice and there was no damage to the liver and kidney histology of the Wistar strain mice even though there was an increase in the dose of the Mimosa pudica L mice extract. .).Keywords: Liver, Kidney, mice, Putri malu leaves, subchronic toxicity
ANALISIS POLITICAL BRANDING WANSEPTEMBER SITUMORANG PADA PEMILIHAN LEGISLATIF DPRD DAIRI 2024 Sagala, Titi Sumanti; Husna, Asmaul
JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi VOLUME4 NOMOR 1 (MARET 2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64670/jimsi.v0i0.8942

Abstract

Political branding yang dibangun wanseptember situmorang merupakan strartegi yang digunakan untuk membentuk citra positif dalam benak masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Political branding Wanseptember Situmorang pada Pemilihan Legislative DPRD Dairi 2024. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif berdasarkan indicator Political branding yang diadopsi oleh Asmaul Husna.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana Wanseptember Situmorang membangun Political brandingya ditengah-tengah masyarakat dengan mengunakan identifikasi diri yang menggambarkan karakteristik Wanseptember Situmorang, produk politik yang disampaikan Wanseptember Situmorang untuk menyakinkan masyarakat bahwa Wanseptember Situmorang layak dijadikan pemimpin, positioning dilakukan untuk menentukan strategi pendekatan berdasarkan karakteristik pemilih yang telah ditentukan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1937

Abstract

Kasus stunting secara global pada tahun 2020 meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 21,3% (WHO,2020). Indonesia sudah menghadapi masalah gizi yang tinggi. Saat ini, lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Berdasarkan data Kemenkes (2020) di provinsi Aceh, balita yang mengalami stunting yaitu sebesar 17,4%, ini merupakan persentase yang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi berjumlah 188 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sehingga sampel menjadi 65 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 04 Oktober s/d 30 Oktober 2021. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara ASI Eksklusif (p value 0,013) dan status imunisasi (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (p value 0,615) Di Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat membuat program untuk untuk mengurangi risiko stunting pada balita seperti memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan stunting dan program-program lainnya yang dapat menurunkan angka kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting anak, Asi ekslusif, Status imunisasi, Berat badan lahir Global stunting cases in 2020 increased compared to 2019 which was 21.3% (WHO, 2020). Indonesia is already facing a high nutritional problem. Currently, more than two million children suffer from malnutrition and more than seven million children under the age of 5 are stunted. Based on data from the Ministry of Health (2020) in Aceh province, children under five who experience stunting are 17.4%, this is a high percentage compared to other provinces. Research objective is to find out about the factors related to the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, a population of 188 people with a sampling technique using Proportional Sampling so that the sample is 65 people. The study was conducted from October 4 to October 30, 2021. The data analysis used Chi Square statistical test with the help of computerized significance value (a) 0.05 with a confidence value of 0.95. Research results there is a relationship between exclusive breastfeeding (p value 0.013) and immunization status (p value 0.000) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the working area of the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. There is no relationship between birth weight and the incidence of stunting in children aged 2-5 (p value 0.615) in the Darussalam Public Health Center, Aceh Besar District. Puskesmas and health workers are expected to create programs to reduce the risk of stunting in children under five, such as providing education to the public about stunting prevention and other programs that can reduce the incidence of stunting.Keywords: Child stunting, exclusive breastfeeding, immunization status, birth weight
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian Asi dengan Status Gizi Pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya Husna, Asmaul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2321

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya dapat mencegah terjadinya gizi kurang. Dimana ASI mengandung segala kebutuhan bayi seperti karbohidrat berupa laktosa, lemak yang banyak mengandung polyunsaturated fatty acid  (asam lemak tak jenuh ganda), protein utama  lactalbumin yang mudah dicerna, kandungan vitamin dan mineral yang mengandung rasio kalsium fosfat sebesar 2:1 yang merupakan kondisi yang ideal bagi penyerapan kalsium (Yuliarti, 2014).Masyarakat dan petugas kesehatan  perlu memahami pentingnya praktek-praktek pemberian ASI pada bayi yang tepat untuk dapat meningkatkan status gizi pada bayi, keluarga seringkali tidak memiliki pengetahuan tentang ASI, pengetahuan yang tidak memadai dan praktek-praktek yang tidak tepat dapat menghambat peningkatan gizi pada bayi (UNICEF, 2016). Perilaku ibu dalam pemberian ASI kepada bayi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan gizi pada bayi. Hasil penelitian terhadap ibu diperoleh fakta bahwa yang dapat member ikan ASI eksklusif selama 6 bulan hanya sekitar 5% padahal 98% ibu-ibu tersebut menyusui. Dari penelitian juga didapatkan bahwa 37,9% dari ibu-ibu tersebut tidak pernah mendapatkan informasi dan 70,4% pernah mendapatkan informasi tentang ASI eksklusif. Kebiasaan menyusu dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu pertumbuhan bayi (Roesli, 2016).Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pemberian ASI dengan status gizi pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan raya. Peneltian ini dilakukan pada tanggal pada tanggal 20-27 Juni 2022. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 46 ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat menyimpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P= 0.000 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P=0.001. Kata kunci : Dukungan Keluarga dan Pemberian ASI Exclusive breastfeeding for infants during the first 6 months of life can prevent malnutrition. Where breast milk contains all the baby's needs such as carbohydrates in the form of lactose, fat that contains a lot of polyunsaturated fatty acids (polyunsaturated fatty acids), the main protein lactalbumin which is easily digested, vitamins and minerals containing a calcium phosphate ratio of 2:1 which is a condition that ideal for calcium absorption (Yuliarti, 2014). The community and health workers need to understand the importance of proper breastfeeding practices for infants to improve nutritional status in infants, families often do not have knowledge about breastfeeding, inadequate knowledge and practices Improper nutrition can hinder the improvement of nutrition in infants (UNICEF, 2016). The behavior of mothers in breastfeeding their babies is one of the factors associated with the incidence of nutritional disorders in infants. The results of the research on mothers obtained the fact that only 5% of the mothers were able to exclusively breastfeed for 6 months, whereas 98% of the mothers were breastfeeding. From the research it was also found that 37.9% of these mothers never received information and 70.4% had information about exclusive breastfeeding. The habit of breastfeeding can meet the nutritional needs of babies and increase body resistance so as to help the baby's growth (Roesli, 2016). This research was conducted on 20-27 June 2022. The population of this study were all mothers who had babies 0-6 months in the working area of Jeuram Public Health Center, Nagan Regency. So the total number of samples in this study were 46 mothers who had babies 0-6 months. The results of the bivariate analysis show that Based on the results of the research that has been carried out, the study can conclude the results of the research as follows: there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.000 and there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.001.Keywords: Family Support and A giving
Hubungan Pendapatan Keluarga dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Husna, Asmaul; Willis, Ratna; Rahmi, Nuzulul; Fahkrina, Dira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2874

Abstract

World Health Organizations  (WHO) memperkirakan 165 juta anak di bawah usia 5 tahun di dunia terkena dampak kekurangan gizi. Salah satunya yaitu kegagalan pertumbuhan linier atau  stunting. Secara global sekitar 1 atau 4 balita mengalami  stunting (Nutrition, 2013). Di Indonesia berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas)  balita sangat pendek  tahun 2018 terdapat 11,5%, sedangkan balita pendek sebesar 19,3%. Data  stunting balita tahun 2018 yaitu sebesar 30,8% (Kemenkes, 2018).Secara nasional prevalensi sangat pendek dan pendek tertinggi (urutan pertama) diduduki oleh Nusa Tengga Timur (NTT) sebesar 42,6%, Sulawasi Barat 39,8% dan Provinsi Aceh sebesar 37,3%  (Al Rahmad et al., 2020).  Stunting  telah diidentifikasi sebagai prioritas kesehatan masyarakat utama, dan ada target khusus untuk mengurangi prevalensi stunting  sebesar 40% antara tahun 2010 dan 2025 (Arbie & Labatjo, 2019). Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Walaupun prevalensi balita stunting menunjukkan penurunan, namun prevalensi ini masih tergolong tinggi. Pada tahun 2019, prevalensi balita stunting Indonesia sebesar 27,7 persen atau dengan kata lain 28 dari 100 balita menderita stunting (Profil Statistik Kesehatan, 2019). Stunting merupakan permasalahan yang disebabkan karena multifaktor. Faktor individu maupun faktor keluarga dapat menyebakan terjadinya stunting. Dampak buruk yang akan timbul dari kejadian stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya kecerdasan intelektual, perkembangan otak, fisik maupun gangguan metabolisme tubuh pada anak. Anak yang mengalami stunting sebelum usia 6 bulan, akan mengalami pertumbuhan yang terganggu sehingga terjadi kekerdilan lebih berat menjelang usia dua tahun. Sedangkan dampak jangka panjang akibat stunting yaitu besarnya resiko terkena penyakit tidak menular, kesehatan yang memburuk, intelektual atau kecerdasan dan prestasi pendidikan di masa anak – anak menjadi buruk (Tsaralatifah, 2020). Untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pemberian ASI Eksklusif dengan kejdian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas sukajaya sabang pada 3-11 Juni tahun 2022. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh balita 24-36 bulan yang berada di wilayah kerja puskesmas sukajaya sabang pada bulan Januari sampai April tahun 2022 berjumlah 337 orang. Sampel pada penelitian ini adalah balita yang berkunjung ke Puskesmas Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang berusia 24-36 bulan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability Sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik probability sampling yang digunakan Proporsional Sampling, yaitu menentukan sampel dari kelompok- kelompok individu tertentu. Jadi jumlah keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah 77 balita yang berusia 24-36 bulan. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat menyimpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat tidak Ada hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang p- value = 0,204  dan Tidak ada hubungan antara Pemberian Asi Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang p- value = 0,346.Kata kunci : pendapatan keluarga, pemberian ASI eksklusif dan kejdian stuntingThe World Health Organization (WHO) estimates that 165 million children under the age of 5 in the world are affected by malnutrition. One of them is the failure of linear growth or stunting. Globally around 1 or 4 toddlers experience stunting (Nutrition, 2013). In Indonesia, based on the results of basic health research (Riskesdas), very short toddlers in 2018 were 11.5%, while short toddlers were 19.3%. The 2018 toddler stunting data was 30.8% (Ministry of Health, 2018). Nationally the highest prevalence of very short and short stunting (first place) was occupied by East Nusa Tenggara (NTT) at 42.6%, West Sulawesi 39.8% and Aceh Province is 37.3% (Al Rahmad et al., 2020). Stunting has been identified as a key public health priority, and there is a specific target to reduce the prevalence of stunting by 40% between 2010 and 2025 (Arbie & Labatjo, 2019). Indonesia is a country with a high prevalence of stunting compared to other middle-income countries. Although the prevalence of stunting under five has decreased, this prevalence is still relatively high. In 2019, the prevalence of stunting under five in Indonesia was 27.7 percent or in other words, 28 out of 100 under five suffer from stunting (Health Statistics Profile, 2019). Stunting is a problem caused by multifactors. Individual factors and family factors can cause stunting. The negative impact that will arise from stunting in the short term is the disruption of intellectual intelligence, brain development, physical and metabolic disorders in children. Children who are stunted before the age of 6 months will experience stunted growth resulting in more severe stunting before the age of two. Meanwhile, the long-term impact of stunting is the high risk of contracting non-communicable diseases, deteriorating health, intellectual or intelligence and educational achievement in childhood becomes worse (Tsaratifah, 2020). To determine the relationship between family income and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in the Working Area of the Sukajaya Health Center, Sabang City. This research was carried out in the working area of the Sukajaya Sabang Health Center on June 3-11 in 2022. The population in this study were all toddlers 24-36 months who were in the working area of the Sukajaya Sabang Health Center from January to April 2022 totaling 337 people. The sample in this study were toddlers who visited the Puskesmas in the Working Area of the Sukajaya Health Center, Sabang City, aged 24-36 months. The sampling technique in this study was Probability Sampling, namely a sampling technique that provides equal opportunities for each element (member) of the population to be selected as a member of the sample. The probability sampling technique used is proportional sampling, namely determining samples from certain groups of individuals. So the total number of samples in this study were 77 toddlers aged 24-36 months. The results of bivariate analysis show that based on the results of the research that has been done, the research can conclude that the results of the research are as follows: there is no relationship between family income and the incidence of stunting in toddlers aged 24-36 months in the working area of the Sukajaya Health Center, Sabang City, p-value = 0.204 and There is no relationship between Exclusive Breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 24-36 months in the Working Area of the Sukajaya Health Center, Sabang City, p-value = 0.346.Keywords: family income, exclusive breastfeeding and stunting
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premestrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1938

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari separuh penduduk dunia berusia dibawah 25 tahun dan 80% dari mereka tinggal di Negara berkembang. Prevalensi penderita premenstrual syndrome di dunia menurut penelitian Fatimah (2019) di negara Libanon sebesar 54,6% dan di negara Srilanka sebesar 65,7%. Kemudian prevalensi premenstrual syndrome di negara Iran sebesar 98,2%, di negara Brazil sebesar 39%, di negara Australia sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Alvionita, 2019). Berdasarkan data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita didapatkan hasil sekitar 90% perempuan mengalami premenstrual syndrome sebelum menstruasi (Susanti et al, 2017). Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan yang akan berdampak pada kesehatan lainnya. Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Remaja termasuk dalam kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Untuk mengetahui pengaruh pola, aktivitas fisik dan usia menarche dengan kejdian premenstrual syndrome. Penelitian ini dilakukan di gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie pada tanggal pada pada tanggal 13-18 Desember 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie yang berjumlah 57 remaja. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yang berjumlah 57 remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Hasilanalisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut tedapat ada pengaruh Ada pengaruh pola makan dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Ada pengaruh aktivitas fisik dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Tidak ada pengaruh usia menarche dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,147.Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Usia MenarcheAccording to the World Health Organization (WHO) there are more than half of the world's population under the age of 25 years and 80% of them live in developing countries. According to Fatimah's research (2019), the prevalence of premenstrual syndrome sufferers in the world is 54.6% in Lebanon and 65.7% in Sri Lanka. Then the prevalence of premenstrual syndrome in Iran is 98.2%, in Brazil it is 39%, in Australia it is 44% and in Japan it is 34% (Alvionita, 2019). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Reproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). To determine the effect of pattern, physical activity and age of menarche with the incidence of premenstrual syndrome. This research was conducted in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency on December 13-18, 2021. The population of this study was all young women in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency, totaling 57 teenagers. So the sample in this study was the entire population as a sample, amounting to 57 young women in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency. The results of the bivariate analysis showed that Based on the results of the research that has been done, the research can conclude the results of the research as follows: There is an effect of eating patterns with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency with p-value results 0.000, There is an effect of physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie District with a p-value of 0.000, There is no effect of age at menarche with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, District Pidie with a p-value of 0.147.Keywords: Diet, Physical Activity, Age of Menarche