Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN PERAN KADER DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEHADIRAN IBU KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1588

Abstract

AbstrakMenurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kegiatan yang dilakukan di posyandu meliputi pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet besi (Fe), imunisasi TT, konseling/penyuluhan yang bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental, untuk menyelamatkan ibu dan anak yang sehat. berdasarkan hal tersebut, ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita harus berminat datang keposyandu, karena selain mudah dijangkau juga tidak memerlukan biaya serta pelayanan di posyandu di dukung oleh tenaga teknis dari petugas kesehatan khususnya bidan (Srieka, 2012).Untuk mengetahui hubungan peran kader dan dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja  Puskesmas Cot Ba’U pada tanggal pada tanggal 10-23 Juni 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita di wlayah kerja puskesmas Cot Ba’U. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 32 ibu yang mempunyai bayi dan balita. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara peran kader posyandu dengan kehadiran ibu ke posyandu denngan nilai P= 0.005 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu dengan nilai P=0.001.Kata kunci : Peran Kader dan Dukungan Keluarga
Studi Crossectional Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3011

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada remaja yang mengalami pubertas salah satunya terkait dengan status gizi. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalahan gizi yang dapat diakibatkan oleh diet yang ketat, kebiasaan makan yang buruk, gaya hidup (life style), penyakit infeksi, penilaian pada diri sendiri (citra tubuh), aktivitas fisik yang dilakukan, kualitas tidur serta pengetahuan tentang gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan durasi tidur dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crosssectional study, populasi adalah remaja putri berjumlah 232 orang kemudian sampel dikecilkan dengan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%  sehingga sampel menjadi 70 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 02 s/d 16 Desember 2022. Analisa data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05 dengan nilai keyakinan 0,95. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara durasi tidur (p value 0,009) dan pola makan (p value 0,01) dengan status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci : Status gizi, durasi tidur, pola makanOne of the problems that often occur in adolescents who are experiencing puberty is related to nutritional status. Adolescent girls are a group that is vulnerable to nutritional problems which can be caused by strict diets, poor eating habits, lifestyle, infectious diseases, self-assessment (body image), physical activity carried out, sleep quality and knowledge. about balanced nutrition. This study aims to determine the relationship between sleep duration and nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam. This research is descriptive analytic with a cross-sectional study design, the population is 232 young women, then the sample is reduced using the Slovin formula with a margin of error of 10% so that the sample becomes 70 people. The research was conducted from 02 to 16 December 2022. This data analysis used the Chi Square statistical test with the help of a computerized significance value (a) of 0.05 with a confidence value of 0.95. The results showed that there was a relationship between sleep duration (p value 0.009) and diet (p value 0.01) with the nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar District.Keywords: Nutritional status, sleep duration, dietary habit
Analisis Kepatuhan Pasien Hipertensi Terhadap Penggunaan Obat Generik di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Rizki, Geubrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1934

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi juga disebut sebagai penyakit tidak menular, karena hipertensi tidak ditularkan dari orang ke orang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  hubungan   antara   pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik di  wilayah  kerja  Puskesmas  Mane Kecamatan Mane. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, desain cross sectional dengan memberikan wawancara dan kuesioner serta mengukur  variabel  pada  saat  bersamaan, dan  responden  hanya  diukur  satu  kali.   Total  populasi  pasien  270  pasien  dan diambil 72 pasien menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 01 November sampai dengan 06 November 2021. Analisis Data menggunakan  uji statistik Chi-Square dengan CI 95%. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa hubungan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat dengan penegtahuan (p=0,002) dan sumber informasi (p=0,004). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan kesehatan terutama pada penyakit hipertensi. Serta dilaksanakannya program edukasi dan  promosi  mengenai  kepatuhan  dalam  menjalankan  pengobatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sumber informasi dan kepatuhan penggunaan obat generik.Hypertension is a health problem in all parts of the world and is one of the main risk factors for cardiovascular disease. Hypertension is also referred to as a non-communicable disease, because hypertension is not transmitted from person to person. Based on the Basic Health Research (Riskesdas 2018) the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. This has increased compared to the prevalence of hypertension in Riskesdas 2013 which was 25.8%. This study aims to determine the relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs in the work area of the Mane Health Center, Mane District. This study used descriptive analytic, cross sectional design by providing interviews and questionnaires and measuring variables at the same time, and respondents were only measured once. The total patient population was 270 patients and 72 patients were taken using purposive sampling. Data collection is carried out on November 01 to November 06, 2021 Data analysis used Chi-Square statistical test with 95% CI. The results of the study based on the results of statistical tests, it was found that the relationship between hypertensive patients' adherence to drug use was with knowledge (p = 0.002) and sources of information (p = 0.004). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs. It is hoped that health workers will further improve the quality of health services, especially for hypertension. As well as the implementation of education and promotion programs regarding adherence in carrying out treatment. Keywords: Knowledge, sources of information and compliance with the use of generic drugs
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh Husna, Asmaul; Andika, Fauziah; Sahrina, Meila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3369

Abstract

MP-ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 6 bulan guna memenuhi kebutuhan zat gizi selain ASI. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pemberian MP-ASI yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu serta dukungan keluarga. Pengetahuan yang dimiliki ibu sangat berkaitan dengan sikap ibu dalam memberikan MP-ASI pada anak. Kemudian dukungan keluarga sangat diperlukan ibu dalam upaya memberikan MP-ASI yang benar pada anak. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya pada tanggal 17 Juli - 5 Agustus tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan sebanyak 423 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah secara proporsional sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data statistik uji chi square. Berdasarkan hasil uji statistik hubungan pengetahuan dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000 dan hubungan sikap dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Kemudian hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI didapatkan p value 0,000. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Diharapkan kepada ibu agar lebih meningkatkan informasi khususnya tentang pemberian MP-ASI sehingga dapat memberikan MP-ASI yang benar pada anak.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga & Pemberian MP-ASIFood are food for the mother milk or brew containing nutrients given to children aged over 6 months to meet need the nutrients other than water mother milk. Many factors can affect feeding mother's milk companion, mother's knowledge, Mother's attitude as well as family support. Mother's knowledge has a lot to do with the mother's attitude in feeding mother's milk companion to the child. Then the family support is desperately needed by the mother in an effort to feed the mother's milk companion properly to the child. To know the factors associated with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6-24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. The kind of research is analytic by approach cross sectional. This research was carried out in the working area of community health center the Banda Raya on 17 July - 5 August year 2023. The population in this study is the entire mother who has a 6-24 month child as many as 423 people. The technique used in sampling is proportional sampling so that the sample in this study was 81 people. Research instruments in this research using sheets of the questionnaire by processing statistics namely the chi square. Statistically knowledge with the provision of food for the mother milk p value 0,000 and relations with the provision of food for the mother milk p value 0,000. Family support and the provision of food for the mother milk p value 0,000. There is a knowledge, attitude and support to families with the administration of breast milk supplementary food in children aged 6- 24 months in the working area of community health center the Banda Raya in City Banda Aceh. Is expected for the mother to increase her information especially on feeding the mother's milk companion so that she can provide the child with the proper mother's milk companion food.Keywords: Knowledge, Attitude, Family Support & A Feeding The Mother Milk
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh Andika, Fauziah; Husna, Asmaul; Zein, Gebby
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3519

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data SSGI (Studi Status gizi Indonesia) di Indonesia tahun 2019 prevalensi pada kasus gizi kurang sebesar 16,3%, lalu pada tahun 2021 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar, 17,0% dan pada tahun 2022 prevalensi pada kasus gizi kurang pada balita sebesar 17,1% (SSGI, 2021). Berdasarkan data bulan Juni Di Puskesmas Banda Raya, terdapat balita usia 6-24 bulan dengan jumlah keseluruhan 432 anak Balita usia 6-24 bulan Di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh (Tahun 2023). Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-fakotr yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan Di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Deskriptik Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 81 kasus. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 01 Agustus 2023 s.d 10 Agustus 2023. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai CI (convident Interval). Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan status gizi dengan balita  antara MP-ASI (p=0,878) Pola Asuh (p=0,810) dan Pola Makan (p=0,729). Kesimpulan dan saran : tidak ada hubungan antara mp-asi, pola asuh, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas banda raya kota banda aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi untuk mengetahui keadaan status gizi kurang anak Balita di Wilayah Puskesmas Banda Raya Kota Banda aceh.Kata Kunci: Status Gizi, MP-ASI, Pola Makan, Pola Asuh dan Jenis Kelamin.Background: Based on SSGI (Indonesian Nutritional Status Study) data in Indonesia in 2019 the prevalence of malnutrition cases was 16.3%, then in 2021 the prevalence of malnutrition cases among children under five was 17.0% and in 2022 the prevalence in cases of malnutrition among children under five were 17.1% (SSGI, 2021). Based on June data at the Banda Raya Community Health Center, there are toddlers aged 6-24 months with a total of 432 toddlers aged 6-24 months in the working area of the Banda Raya District Health Center, Banda Aceh City (2023). Research Objective: To determine the factors related to the nutritional status of toddlers aged 6-24 months in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City. Research Method: This research uses descriptive analysis with a cross sectional design. The sample in this study amounted to 81 cases. Data collection was carried out on August 1, 2023 to August 10, 2023. Research data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi-square test with CI (confident interval) values. Research Results: The results of this study show that the relationship between nutritional status and toddlers is between MP-ASI (p=0.878) Parenting Patterns (p=0.810) and Eating Patterns (p=0.729). Conclusions and suggestions: there is no relationship between mp-asi, parenting patterns, and eating patterns with the nutritional status of toddlers in the working area of the Banda Raya Community Health Center, Banda Aceh City. It is hoped that the results of this research can be used as information to determine the nutritional status of children under five in the Banda Raya Community Health Center Area, Banda Aceh City.Keywords: Nutritional Status, MP-ASI, Diet, Parenting Pattern and Gender.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemenuhan Imunisasi Campak Lanjutan di Masa Pandemi Covid-19 Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul; Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1590

Abstract

Abstrak Campak adalah penyakit yang sering menyebabkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi campak diberikan pada bayi usia 9 bulan dan imunisasi campak lanjutan diberikan pada balita dalam rentang usia 18-24 bulan. Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi lanjutan  (DPT-HB-Hib dan campak) pada tahun 2019 adalah 75,95%. Angka ini telah memenuhi target Renstra tahun 2019 yaitu 70%, Aceh menjadi salah satu provinsi yang tidak mencapai target cakupan imunisasi ini (26,91%). Data dari Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang cakupan imunisasi campak masih sangat rentan mencapai 46%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memilki balita usia 3-5 tahun sebanyak 93 orang, dan pengambilan sampel secara total populasi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 15-23 April di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil analisa bivariat diperoleh pada variabel pengetahuan  (p value = 0.035, OR = 8.000) dan sikap (p value = 0.0001, OR = 18.417). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Kata Kunci   : Imunisasi campak lanjutan, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Kunjungan Nifas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1953

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah selesai persalinan dan berakhir disaat alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Angka kematian ibu terbesar terjadi pada masa nifas. Masa pandemi covid-19 pelayanan masa nifas menjadi terhambat hal ini disebabkan karena ibu nifas tidak melakukan kunjungan nifas untuk menghindari penularan virus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam sebanyak 38 orang, sampel penelitian ini diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data secara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 11 sampai dengan 16 Desember 2021. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan (p value=0.001, OR=6.000) dan sikap (p value=0.0001, OR=62.000). Kesimpulan ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemic covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Saran diharapkan pada petugas kesehatan dan ibu nifas agar dapat tetap melakukan kunjungan nifas dengan mematuhi protokol kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan nifas, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 The postpartum period is a period that begins after delivery and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The greatest maternal mortality rate occurs during the puerperium. During the Covid-19 pandemic, postpartum services were hampered, this was because postpartum mothers did not make postnatal visits to avoid transmission of the Covid-19 virus. The purpose of this study was to determine the effect of mother's knowledge and attitudes on postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh. The research is analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were all postpartum mothers who were in the working area of the Kopelma Darussalam Health Center as many as 38 people, the sample of this study was taken as a total population. The research instrument used a questionnaire and data collection by distributing questionnaires which had been carried out from 11 to 16 December 2021. Data analysis was univariate and bivariate. The results of the study obtained variables of knowledge (p value = 0.001, OR = 6,000) and attitudes (p value = 0.0001, OR = 62,000). The conclusion is that there is an influence of mother's knowledge and attitude towards postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh City. Suggestions are expected for health workers and postpartum mothers to continue to make postpartum visits by complying with health protocols.Keywords: Postpartum visit, knowledge, attitude, covid-19 pandemic
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh Herlinawati, Herlinawati; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3341

Abstract

Menurut Word Health Organization (WHO), dilaporkan sebanyak 390 juta demam dengue dengan 96 juta setiap tahunnya dilaporkan mengalami manifestasi klinis DBD. Kasus DBD naik setiap tahun dimana terjadi kenaikan 8 kali lebih banyak dalam 20 tahun terakhir dengan 505.430 kasus di tahun 2000 jadi 4,2 juta kasus di tahun 2019. Kematian akibat penyakit ini juga meningkat 4 kali lipat dari tahun 2015 dengan 960 kematian menjadi 4.032 kematian pada tahun 2019. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh pada tanggal 14 Agutus - 18 Agustus tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poli penyakit dalam sebanyak 503 orang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah secara accidental sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Analisa data dalam penelitian ini yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. hasil penelitian peneliti terhadap 35 responden, didapatkan p-value = 0,010 artinya nilai α = < 0,05 sehingga ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah deungue pada pasien di poli Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Diharapakn kepada seluruh masyarakat dengan diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD akan menjadi masukan bagi masyarakat, sehingga dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan Derajat kesehatan dan terbebas dari penyakit DBD.Kata kunci: Sanitasi lingkungan, Demam Berdarah DengueAccording to the World Health Organization (WHO), as many as 390 million dengue fevers are reported, with 96 million each year reported to experience clinical manifestations of dengue fever. DHF cases increase every year, with an increase of 8 times more in the last 20 years with 505,430 cases in 2000 to 4.2 million cases in 2019. Deaths from this disease also increased 4 times from 2015 with 960 deaths to 4,032 deaths. in 2019. This research is an analytical survey research type with a crosssectional approach. This research was conducted at the Iskandar Muda Level II Hospital in Banda Aceh on 14 August - 18 August 2023. The population in this study was all 503 patients in the internal medicine clinic. The technique used in sampling was accidental sampling so that the sample in this study was 35 people. Data analysis in this research is univariate and bivariate analysis using the chi square statistical test. The results of the researcher's research on 35 respondents, obtained p-value = 0.010, meaning the α value = <0.05, so there is a relationship between environmental sanitation and the incidence of deungue hemorrhagic fever in patients at the Iskandar Muda Level II Hospital Polyclinic in Banda Aceh. It is hoped that the entire community by knowing the factors that influence the incidence of dengue fever will provide input for the community, so that appropriate steps can be taken to improve the level of health and be free from dengue fever.Keywords: Environmental sanitation, Dengue Hemorrhagic Fever
Faktor Risiko Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2308

Abstract

Masalah gizi pada kehamilan sering dikenal sebagai Kekurangan Energi Kronik (KEK). KEK merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan gizi yaitu kalori dan protein yang berlangsung secara menahun dengan tanda gejala berat badan kurang dari 40 kg dan tampak kurus dengan lingkat lengan atas < 23.5 cm. Indikator prevalensi ibu hamil kurang energi kronik (KEK) juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu 24,2% tahun 2013 menjadi 17,3% tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester I dan II yang berada di wilayah kerja Puskesmas Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan sebanyak 40 responden, sampel penelitian ini diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data secara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 20 Juni sampai dengan 5 Juli 2022. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan (p value=0.040), umur ibu (p value=0.399), pendidikan (p value=1.000), pekerjaan (p value=0.686), aktifitas fisik (p value=0.686). Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil dan tidak ada hubungan umur ibu, pendidikan, pekerjaan, aktifitas fisik dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan.Kata Kunci : KEK, pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaan, aktifitas fisikNutritional problems in pregnancy are often known as Chronic Energy Deficiency (KEK). KEK is a condition in which a person experiences nutritional deficiencies, namely calories and protein that lasts for a long time with signs and symptoms of body weight less than 40 kg and looks thin with an upper arm circumference of < 23.5 cm. The prevalence indicator of chronic energy deficient pregnant women (KEK) also decreased significantly, from 24.2% in 2013 to 17.3% in 2018. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of chronic energy deficiency in women. pregnant in the working area of the Menggamat Health Center, Kluet Tengah District, South Aceh Regency. The research is analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women in the first and second trimesters who were in the working area of the Menggamat Health Center, Kluet Tengah District, South Aceh Regency, as many as 40 respondents, the sample of this study was taken as a total population. The research instrument used a questionnaire and data collection by distributing questionnaires which had been carried out from June 20 to July 5, 2022. Data analysis was univariate and bivariate. The results of the study obtained variables of knowledge (p value = 0.040), maternal age (p value = 0.399), education (p value = 1,000), occupation (p value = 0.686), physical activity (p value = 0.686). The conclusion is that there is a relationship between knowledge and the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women and there is no relationship between maternal age, education, occupation, physical activity with the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women in the work area of the Menggamat Health Center, Kluet Tengah District, South Aceh Regency.Keywords: SEZ, knowledge, age, education, occupation, physical activity
Pengaruh Pedidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil di Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya Rosdiana, Eva; Mastura, Yuyun; Husna, Asmaul; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3326

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Prevalensi ibu-ibu  hamil di seluruh dunia yang  mengalami anemia sebesar 41, 8%. Angka anemia di Indonesia selama lima tahun terkahir mengalami peningkatan sebanyak 11.8% dan pada tahun 2022 mencapai 48.9%. Peningkatan anemia ini terjadi  karena kurangnya Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe selama masa kehamilannya.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest dan posttest. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 87 responden. Penelitian ini di laksanakan di Puskemas Ulim Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 24 Juli s/d 07 Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon karena dari hasil uji normalitas data diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi secara normal. Hasil Penelitian : Terdapat peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 14 responden. Nilai P= 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Saran : Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan kesehatan khususnya tentang dampak anemia selama kehamilan serta pentingnya mengkonsumsi tabel Fe pada ibu hamilKata Kunci    : Pendidikan Kesehatan, Kepatuhan Konsumsi Tablet FEBackground: Anemia is a medical condition where the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal. The prevalence of pregnant women worldwide who experience anemia is 41.8%. The anemia rate in Indonesia over the last five years has increased by 11.8% and in 2022 will reach 48.9%. This increase in anemia occurs due to the lack of compliance of pregnant women in consuming Fe tablets during their pregnancy. Research Objective: To determine the effect of health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Research Methodology: The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The number of samples taken using the Slovin formula was 87 respondents. This research was carried out at the Ulim Community Health Center, Pidie Jaya Regency from July 24 to August 7 2023. Data analysis used the Wilcoxon test because the results of the data normality test showed that the data was not normally distributed. Research Results: There was an increase in the compliance of pregnant women in consuming Fe tablets by 14 respondents. P value = 0.000. Conclusion: There is an influence between health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Suggestion: Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about the impact of anemia during pregnancy and the importance of consuming Fe table for pregnant women.Keywords: Health Education, Compliance with FE Tablet ConsumptionÂ