Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Keterampilan Psikomotorik Siswa dalam Pengukuran Fisika melalui Modul Praktikum dan Berbasis Video Zalukhu, Nobel Arta; Lubis, Aidil Azhari; Gultom, Esmeralda Susiana; Khairunisa, Khairunisa; Harahap, Zahwa Risqa; Sabani, Sabani
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5787

Abstract

Pembelajaran fisika berbasis praktikum sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa, terutama dalam hal penggunaan alat ukur seperti mikrometer sekrup dan jangka sorong. Namun, ketelitian dan ketepatan pengukuran masih menjadi masalah bagi banyak siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana keterampilan psikomotorik siswa meningkat sebelum dan sesudah praktikum. Studi ini akan mengukur elemen psikomotorik dengan menggunakan lima komponen rubrik penilaian: ketepatan membaca skala, keterampilan menggunakan alat, kepatuhan terhadap prosedur, kepercayaan diri, dan ketelitian mencatat data. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain kuasi-eksperimental. Data dikumpulkan melalui pretes dan postes, serta dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis praktikum dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan psikomotorik siswa setelah mengikuti praktikum. Rata-rata skor pretes sebesar 52,3 meningkat menjadi 82,1 pada postes, dengan rata-rata peningkatan 56,8%. Selain itu, hasil observasi berbasis rubrik menunjukkan peningkatan positif pada semua aspek yang diukur, dengan skor tertinggi pada aspek kepercayaan diri (4,0 dalam kategori Sangat Baik). Akibatnya, pembelajaran berbasis praktikum terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa ketika mereka menggunakan alat ukur fisika. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktikum secara lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa dalam pendidikan fisika.
Efektivitas Media Pembelajaran Digital Berbasis Website Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Dalam Memahami Konsep Listrik Arus Searah Syafitri, Aura Mutasyifa; Handoyo, Dwi; Silitonga, Mela Yanna; Harahap, Sanjaya; Hannum, Syarifah; Sabani, Sabani; Solikin, Solikin
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran digital berbasis website dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep listrik arus searah. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui uji butir soal dan angket. Uji butir soal dilakukan untuk mengukur validitas, reliabilitas, daya beda, serta tingkat kesukaran soal, sementara angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital berbasis website memiliki kualitas soal yang baik dan valid dalam mengukur kemampuan kognitif siswa. Selain itu, hasil angket mengindikasikan bahwa mayoritas siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan media ini, merasa lebih tertarik, serta terbantu dalam memahami materi. Dengan demikian, media pembelajaran digital berbasis website dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika, khususnya pada materi listrik arus searah.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMA PADA HUKUM NEWTON MENGGUNAKAN FOUR-TIER TEST BERBASIS CRI Patricia, Amanda; Sabani, Sabani
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i2.22835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan dan efektivitas instrumen Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test berbasis Certainty of Response Index (CRI) dalam mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA pada materi Hukum Newton, serta menganalisis tingkat dan pola miskonsepsi yang muncul. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas 15 butir soal dan diujikan kepada 36 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Labuhan Deli. Validasi dilakukan melalui penilaian ahli dengan hasil Cohen’s Kappa sebesar 0,817 dan Fleiss’ Kappa sebesar 0,782, yang termasuk dalam kategori almost perfect dan excellent agreement. Uji empiris menunjukkan bahwa 13 butir soal memenuhi kriteria valid dan reliabel, dengan daya pembeda baik serta tingkat kesukaran yang seimbang. Analisis hasil tes mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami miskonsepsi, terutama pada konsep Hukum II Newton terkait gaya tegangan tali. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen Four-Tier Multiple Choice berbasis CRI yang dikembangkan layak dan efektif digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi secara mendalam, serta memberikan kontribusi penting bagi pengembangan asesmen diagnostik konseptual dan perancangan pembelajaran berorientasi perubahan konseptual dalam pendidikan fisika.
Analisis Kebutuhan Penilaian Berbasis Literasi Teknologi pada Materi Fluida Abdul Rafid Fakhrun Gani; Sabani, Sabani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dan proses penilaian literasi teknologi pada materi fluida yang dilakukan di sekolah MAN Binjai. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan Bersama dengan 2 guru fisika untuk mengetahui pada fase pra pembelajaran, pembelajaran, dan evaluasi telah berbais literasi teknologi ataukah tidak. Metode observasi dilakukan dengan 4 analisis, yaitu analisis kurikulum dan ATP, analisis modul ajar, analisis tugas siswa, dan lembar observasi siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis literasi teknologi telah diterapkan di MAN Binjai, namun proses penilaian yang dilakukan belum mencakup penilaian berbasis literasi teknologi. Penilaian yang dilakukan tidak sesuai dengan standar penilaian yang ditetapkan ATP, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara proses pembelajaran dengan evaluasi yang dilakukan.
Analisis Kebutuhan Penilaian Kreativitas Ilmiah pada Materi Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem di SMP Swasta Muhammadiyah 1 Medan Afriani, Kharisty; Sabani, Sabani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i2.2697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penilaian kreativitas ilmiah dalam pembelajaran IPA pada materi Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem di SMP Swasta Muhammadiyah 1 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari dua guru IPA dan 65 siswa melalui wawancara serta angket, dengan analisis yang mencakup kurikulum, modul ajar, tugas siswa, dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA di sekolah tersebut telah berbasis kreativitas ilmiah, namun penilaiannya masih terbatas pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya mengukur kreativitas ilmiah siswa. Penilaian yang dilakukan di SMP Swasta Muhammadiyah 1 Medan tidak sesuai dengan standar ATP, sehingga pembelajaran dengan penilaian terjadi ketidaksinkronan.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam Pengolahan Air  Bersih  Untuk  Keperluan RumahTangga  di Desa Sukajadi, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai Rudi Munzirwan Siregar; Sabani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i2.293

Abstract

Air bersih sangat dibutuhkan masyarakat terutama warga di Desa Wonosari. Warga terus menggunakan air yang tidak sehat untuk kebutuhan rumah tangga karena keterbatasan pengetahuan, sarana, prasarana dan ekonomi,. Oleh karena itu, masyarakat sangat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan pengolahan air bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam mengolah Air Bersih di Desa wonosari bertujuan untuk: 1) memberikan keterampilan dalam proses mengolah air bersih, 2). meningkatkan pengetahuan tentang air bersih. Tujuan tersebut dicapai dengan kegiatan pelatihan, dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah air bersih. Hasil yang dicapai adalah: 1) mitra telah memiliki ketrampilan dalam mengolahan air bersih untuk rumah tangga 2) .meningkatnya pengetahuan mitra tentang pentinganya air bersih bagi Kesehatan
Profil Keterampilan Mengajar Calon Guru Fisika pada Mata Kuliah Microteaching dengan Pembelajaran Berbasis Proyek Derlina Derlina; Wawan Bunawan; Sabani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.5422

Abstract

This study aims to analyze the improvement of teaching skills of prospective physics teachers in Unimed Physics Education Study Program. The research method used is classroom action research method with Kemmis and Mc. Taggart model by applying project-based learning model in microteaching course. The research stages consist of planning, action, observation and reflection.  The research subjects were 2020 batch students who took microteaching courses in the even semester of 2022/2023 year academic as many as 10 people. This research consists of 3 cycles with 2 meetings in each cycle. The instruments used in this study were questionnaires, teaching skills assessment rubrics and learning observation sheets. Data collection was carried out by giving questionnaires and direct observation of learning activities carried out by prospective teacher students. Data analysis techniques were carried out with gain test analysis. The average score of prospective teachers' teaching skills at the time of cycle 1 was 36.9 in the very unskilled category, to 81.6 in the skilled category in cycle 3, experiencing an increase in scores from cycle 1 to cycle 3 with an N-gain score = 0.7 in the moderate category.  Based on the results of the study, it can be concluded that project-based learning in microteaching courses can improve the teaching skills of prospective physics teachers in microteaching courses.
Analisis miskonsepsi siswa berbasis artificial intelligence pada materi suhu dan kalor Nurul Hasanah; Sabani Sabani
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 12, No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/orbita.v12i1.38887

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the level and patterns of misconceptions among eleventh-grade students on the topic of temperature and heat, involving 200 respondents from SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, MAN 2 Model Medan, and SMA PAB 4 Sampali, as well as to examine the effectiveness of an Artificial Intelligence (AI)-based diagnostic assessment. Misconceptions often arise from students’ everyday experiences that are not scientifically grounded, while manual identification of misconceptions tends to be time-consuming and inefficient. The study employed a mixed-methods approach with a sequential exploratory design. The instruments used included teacher interviews, an AI-based two-tier diagnostic test, and student and teacher response questionnaires. Data analysis involved quantitative descriptive analysis to determine the percentage of students’ conceptual understanding and qualitative analysis to identify misconception patterns based on combinations of answers and reasoning. The findings revealed that 31% of students demonstrated proper conceptual understanding, 46% experienced dominant misconceptions, and 23% lacked conceptual understanding. The dominant misconceptions were related to the concepts of temperature and heat, heat transfer, thermal equilibrium, and phase changes. The AI-based diagnostic assessment proved effective in rapidly identifying misconceptions and providing consistent feedback. In addition, student responses were categorized as very good (74.99%), while teacher responses were categorized as very good (81.94%). Therefore, AI-based diagnostic assessment has strong potential to improve adaptive, data-driven physics evaluation practices.Keywords: misconceptions; artificial intelligence; two-tier diagnostic test; temperature and heat.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan pola miskonsepsi siswa kelas XI dengan responden sebanyak 200 dari SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, MAN 2 Model Medan, dan SMA PAB 4 Sampali pada materi suhu dan kalor, serta mengkaji efektivitas asesmen diagnostik berbasis Artificial Intelligence (AI); miskonsepsi sering muncul dari pengalaman sehari-hari tanpa landasan ilmiah dan identifikasi manual memakan waktu lama. Menggunakan pendekatan mixed-methods desain sequential exploratory dengan instrumen wawancara guru, tes diagnostik dua tingkat (two-tier) berbasis AI, serta angket respon siswa-guru, analisis data mencakup deskriptif kuantitatif untuk persentase pemahaman konsep dan kualitatif untuk pola miskonsepsi berdasarkan kombinasi jawaban-alasan; hasil menunjukkan 31% paham konsep, 46% miskonsepsi dominan (pola utama: suhu-kalor, perpindahan panas, keseimbangan termal, perubahan fase), 23% tidak paham, dengan AI efektif identifikasi cepat dan umpan balik konsisten; respon siswa sangat baik (74,99%) dan guru sangat baik (81,94%), sehingga asesmen AI berpotensi tingkatkan evaluasi fisika adaptif berbasis data.Kata kunci: miskonsepsi; artificial intelligence; tes diagnostik two-tier; suhu dan kalor.
Penerapan model inkuiri terbimbing berbantuan aplikasi powtoon terhadap hasil belajar siswa pada materi usaha dan energi di kelas X SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan Dea Estefania; Sabani Sabani
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 12, No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/orbita.v12i1.39187

Abstract

Abstract The low physics learning outcomes of students are triggered by the use of conventional learning models and the minimal use of innovative learning media. This study aims to review whether the learning outcomes of students taught using the guided inquiry model with Powtoon media are higher than the learning outcomes of students taught using conventional learning models on the material of work and energy at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. The research method applies a quasi-experimental two-group pretest-posttest design. The research sample with simple random sampling includes two classes, namely class X-G as an experimental class taught using the guided inquiry model assisted by Powtoon and class X-H as a control class using conventional learning. The research instrument in the form of a multiple-choice test of 15 questions was given through a pretest and posttest to review student learning outcomes. Data collection techniques were carried out through tests. Data analysis techniques applied normality tests, homogeneity tests and hypothesis tests. The results showed that the average post-test score for the experimental class was 81.437, while the control class was 71.875. A one-tailed hypothesis test then conducted, showing a significant difference in the learning outcomes of students in the experimental and control classes, where the average post-test score for the experimental class was higher than that of the control class. This shows that the implementation of the guided inquiry model assisted by Powtoon is effective in improving student learning outcomes. Therefore, the use of innovative learning models supported by interactive media can be an appropriate alternative to improve the quality of physics learning in schools.Keywords: guided inquiry; powtoon; learning outcomes; physics education; work and energy. AbstrakRendahnya hasil belajar fisika siswa yang dipicu pemanfaatan model belajar konvensional dan minimnya pemanfaatan media belajar inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau apakah hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan model inkuiri terbimbing dengan media Powtoon lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi usaha dan energi di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. Metode penelitian menerapkan quasi eksperimen berdesain two group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan sebanyak 8 kelas, dimana setiap kelas berjumlah 32 orang siswa. Sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling mencakup dua kelas, yaitu kelas X IPA G sebagai kelas eksperimen yang diajarkan memakai model inkuiri terbimbing dibantu Powtoon serta kelas X IPA H sebagai kelas kontrol memakai pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 soal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal tes berupa pretest dan posttest. Teknik analisis data menerapkan uji normalitas, Uji homogenitas serta uji hipotesis. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rerata postest kelas eksperimen 81.437 sementara kelas kontrol 71.875 lalu dilaksanakan uji hipotesis satu pihak ada beda signifikan pada hasil belajar siswa kelas eksperimen serta kelas kontrol, di mana nilai rerata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Hal ini memperlihatkan implementasi model inkuiri terbimbing dibantu Powtoon efektif menaikkan hasil belajar siswa. Dengan begitu, pemanfaatan model belajar inovatif yang didukung media interaktif bisa dijadikan alternatif yang tepat guna membangkitkan mutu belajar fisika di sekolah.Kata kunci: inkuiri terbimbing; media Powtoon; hasil belajar; pembelajaran fisika; quasi eksperimen.
Pengaruh Penggunaan Modul Pembelajaran Berbasis Kontekstual terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas XI SMA Negeri 1 Raya Yohana Sirait; Sabani Sabani
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol. 14 No. 2 (2026): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/v6dsbf68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini yaitu kelas XI IPA 2 dan XI IPA 4 SMA Negeri 1 Raya. Kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan modul pembelajaran berbasis kontekstual dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 15 soal dengan ranah kognitif dari C3-C5. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata pretest dan postest kelas eksperimen adalah 29,07 dan 77,78 sedangkan kelas kontrol adalah 25,75 dan 61,48. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai thitung > ttabel = 5,85 > 1,666 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan modul pembelajaran berbasis kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMA. Kata Kunci: Modul Pembelajaran, Pembelajaran Kontekstual, Hasil Belajar, Suhu dan Kalor.
Co-Authors Abdul Rafid Fakhrun Gani Abdul Rafid Fakhrun Gani abubakar abubakar Afriani, Kharisty Aini, Hikmah Aldina, Dayang Anhar, Ina Aulia, Indi Dalimunthe, Nova Lestari Dea Estefania Derlina , Derlina Derlina Dini Khoirunnisa Sofyan Eddiyanto Eddiyanto Ersano Ndruru Florensyah, Bernis Dian Gani, Abdul Rafid Fakhrun Gultom, Esmeralda Susiana Halimatun Sakdiah, Halimatun Handoyo, Dwi Hannum, Syarifah Harahap, Resti Amelya Harahap, Sanjaya Harahap, Zahwa Risqa Heri Syahputra Azhar Panjaitan Indri Damayanti Irfandi Irfandi Irfansyah Irfansyah Ita Novena Jamalum Purba Khairunisa, Khairunisa Lisnawaty Simatupang Lubis, Aidil Azhari Manik, Krisdayanti Muhammad Aswin Rangkuti Nadiyah Nadiyah Ndruru, Ersano Noor, Nasruddin M Noor, Nasruddin M. Nurul Hasanah Pane, Silfha Yanni Panjaitan, Heri Syahputra Azhar Panuqih, Frisma Winda Afifah Patricia, Amanda Purba, Andre Agachi Putri, Rita Ivanka Pratama Putri, Widi Kapita Rangkuti, Muhammad Aswin Rudi Munzirwan Siregar, Rudi Munzirwan Salsabila, Cinta Sari, Lindya Satria Mihardi Satrio, Muhammad Ardi Siahaan, Alvando Sibagariang, Selpi Andryani Br. Sihotang, Johan Silaban, Marchiana Ivo Silfha Yanni Pane Silitonga, Mela Yanna Silva Farrera Avista Simangunsong, Rufasa Mutia Salwa Sinurat, Tumpal leonardo hamonangan Siti Zukhairia Situmorang, Agtrimas Solikin Solikin Solikin Solikin Syafitri, Aura Mutasyifa Tarigan, Calvin Mahaga Tri Harsono Wahyuni Artika Ritonga Wawan Bunawan Widi Kapita Putri winsyahputra Ritonga Yohana Sirait Yuniar Lestari Zalukhu, Nobel Arta Zul Azhar