Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : jurnal veteriner

Dampak Dosis Etilen Glikol Terhadap Kualitas Semen Ayam Gaga dan Pengamatan Ultrastruktur Pascakriopreservasi Robbaani, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Rachmawati, Achadiah; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Nursita, Ita Wahju; Wahjuningsih, Sri
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Penelitian mengenai etilen glikol (EG) untuk kriopreservasi semen ayam gaga masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek EG sebagai krioprotektan spermatozoa selama proses pembekuan (kriopreservasi)  maupun pencairan (thawing)Penelitian ini menggunakan perlakuan yang mencakup 7% dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai kontrol (P0), 5% EG (P1), 7% EG (P2), dan 9% EG (P3), masing-masing perlakuan dengan 10 ulangan dalam pengencer Ringer laktat kuning telur (RLKT). Evaluasi meliputi pengamatan pada sejumlah parameter antara lain, motilitas spermatozoa, viabilitas, abnormalitas, recovery rate, penurunan viabilitas pasca-pencairan, peningkatan abnormalitas dan ultrastruktur spermatozoa melalui pengamatan pada Field Emission-Scanning Electron Microscope (FE-SEM). Semen diperoleh dari tiga ayam gaga jantan berumur 10–12 bulan. Semen dikoleksi dengan metode pijat (massage). Semen yang diperoleh diencerkan dan diekuilibrasi (5°C, 2 jam),  pre-freezing (10 menit) dan disimpan dalam nitrogen (N2) cair (−196°C, 24 jam), dan dilakukan pengenceran (thawing) (37°C, 30 detik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EG secara signifikan memengaruhi motilitas dan viabilitas spermatozoa pascapencairan (P < 0,05), tetapi tidak memengaruhi abnormalitas (P > 0,05). Spermatozoa pada perlakuan kontrol (P0) memiliki nilai recovery rate tertinggi dan penurunan viabilitas terendah, sementara EG 7% (P2) memberikan nilai recovery rate terendah. Penurunan viabilitas spermatozoa tertinggi terjadi pada EG 9% (P3). Abnormalitas spermatozoa terendah terjadi pada perlakuan EG 5% (P1) dan tertinggi pada perlakuan EG 9% (P3). Pemeriksaan FE-SEM menunjukkan adanya kerusakan pada akrosom spermatozoa setelah pembekuan dan sebagian besar bagian tengah masih utuh.
Co-Authors Achadiah Rachmawati Aditya Budiawan Alfa Fajarrofa Angelina N. Tethool Anis Mei Munazaroh Anis Mei Munazaroh Anny Rosmayanti Anugra Yekti, Aulia Puspita Ardyah Ramadhina Irsanti Putri Aris Sutomo Asri Nurul Huda Aulani&#039;am Aulani&#039;am Aulia Puspita A Yekti Aulia Puspita Anugra Yekti Awang Tri Satria Ayu Melia Sades Bayuardhi, Muhammad Dedi Muhammad Dedy Kaunang Effendi, Fredyan Isnan Eko Widodo Eros Sukmawati Eros Sukmawati Ervandi, Mohamad Fahrudin Darlian Fajarrofa, Alfa Falah, Moh. Miftahul Gatot Cipatadi Gatot Ciptadi Hanief Eko Sulistyo Harsi, Tri Hartutik (Hartutik) Hartutik Hartutik Heraini, Dela Indiah Indiah Indiah, Indiah Indria Susanti Irfan Irfan Ita Wahju Nursita Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Kuswati Kuswati Ludi Ahmad Jalaludin M Nur Ihsan M. Nur Ihsan M. Pangestu Mashudi Mashudi Moch Sasmito Djati Moh Nur Ihsan Moh. Miftahul Falah Moh. Nur Ihsan Mohammad Nur Ihsan, Mohammad Nur Muhammad Agus Tahar Muhammad Nur Ihsan Muhammad Nur Ihsan Ndaru Pranowo Widiasmoro Nining Haryuni Nisa’us Sholikah Nurgiartiningsih, V. M. A. Nurlayasari, Irma Nurul Isnaini P. Srianto R. P. Putra Rahman Maulana Rahmawati, Achadiyah Rahmi, Siti Aulia REZA FAHLEVI Robbaani, Muhammad S. Suyadi Safitri, Brilla Ismaya Saka Wahyu Hikamawan Sepatria Jodiansyah Siti Sunami Sri Rahayu Suhartojo Hardjopranjoto Suhartojo Hardjopranjoto, Suhartojo Sutiman B. Sumitro Sutiman Bambang Sumitro Sutomo, Aris Suyadi Suyadi Tri Harsi Trinil Susilawati Trinil Susilawati Veronica Devita Bunga Widiasmoro, Ndaru Pranowo Wiyoso, Shelfia Anggraini Wulandari, Desinta Y A Tribudi Yanyan Setiawan Yulia Indri Anastasia