Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Di Kelurahan Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Idrus, Muhammad; Nurhapsah, Nurhapsa; Yusriadi, Yusriadi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah faktor luas lahan, jumlah tenaga kerja ,biaya produkisi dan bibit berpengaruh terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Duampanua Kelurahan Pekkabata dan Untuk mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh diantara luas lahan, jumlah tenaga kerja, biaya produkisi dan bibit terhadap pendapatan petani padi di Kelurahan Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode anilisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan jumlah tenaga kerja, biaya produksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Duampanua Kelurahan Pekkabata. This study aims to find out whether the factors of land area, number of workers, production costs and seeds affect the income of rice farmers in Duampanua District, Pekkabata Village and to find out what factors are the most influential among land area, number of workers, production costs and seeds on the income of rice farmers in Pekkabata Village, Duampanua District, Pinrang Regency.  The data used in this study are primary and secondary data.  The data analysis method used is descriptive method and multiple linear regression method.  The results showed that the variables of land area, number of workers, production costs had a significant influence on the income of rice farmers in Duampanua District, Pekkabata Village.
Performans Sapihan (Weaning) Sapi Brahman Cross Pada Berbagai Umur Induk Murniati, Tati; Idrus, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1556

Abstract

Bobot sapih biasanya dinyatakan sebaga bobot 205 hari yang disesuaikan, dimana bobot penyapihan disesuaikan dengan umur pedet dan bobot pedet.  Bobot anak  saat disapih  sifat yang penting  dihasilkan cow calf  bobot anak sapihan dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan induk memelihara anak.   Pengetahuan tentang bobot  sapih  penting untuk menaksir berat badan saat dewasa dari suatu bangsa sapi. Penelitian dilaksanakan di PT. Berdikari United Livestock Bila River Ranch, Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan.  Sapi yang diteliti anak sapihan  Brahman Cross sebanyak 737 ekor yang berasal dari induk sapi yang berumur 3 sampai 12 tahun  yang  diberi ransum hijauan dan konsentrat yang dilepas di padang penggembalaan.  Data bobot anak sapihan menggunakan data sapi yang dipelihara  di PT. Berdikari United Livestock, berasal dari catatan selama 5 tahun.   Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan hasil recording.  Keterangan lain yang berhubungan dengan penelitian diperoleh melalui wawancara. Parameter yang diukur meliputi : umur induk pada waktu melahirkan sampai anak tersebut disapih.  Bobot sapih anak adalah berat anak sapi pada saat dimasukkan ke dalam feedlot dan di adjusted kebobot umur 205 hari. Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan berat sapih umur 205 hari pada umur induk yang berbeda.  Berat sapih umur 205 hari tertinggi dicapai pada umur induk dihasilkan pada umur induk 6 tahun 7 tahun dan 8 tahun.  Ratan  bobot anak sapihan jantan 106 kg dan betina 104 kg. Kata Kunci: Berat Sapih, Umur induk ABSTRACT Weaning weight is usually expressed as an adjusted 205 day weight, where weaning weight is adjusted for calf age and calf weight. The weight of the calves at weaning, an important trait produced by cow calf, the weight of the weaning calves can be used as an indicator of the success of the cow in raising child. Knowledge of weaning weight is important for estimating the adult weight of a breed of cattle.The research was conducted at PT. Berdikari United Livestock Bila River Ranch, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province. The cows studied were 737 weaning cows from Brahman Cross from cows aged 3 to 12 years which were fed forage and concentrate rations that were released in the pasture. Data on the weight of weaning calves used data on cows kept at PT. Berdikari United Livestock, comes from a record for 5 years. Data obtained through direct observation and recording results. Other information related to the research obtained through interviews. The parameters measured include: the age of the cows  at the time of delivery until the calf is weaned. The weaning weight of the calf is the weight of the calf when it is put into the feedlot and adjusted to the weight of 205 days old. The conclusion of the study was that there were differences in weaning weight at the age of 205 days at different ages of the brood. The highest weaning weight at the age of 205 days was achieved at the age of the cows produced at the age of 6 years, 7 years and 8 years. The average weight of weaning bull is 106 kg and weaning cow 104 kg.
Angka Kebuntingan Sapi Bali yang Diinseminasi Menggunakan Semen Beku Plus Sari Kopi Firmiaty, Sri; Basri, Muhammad; Idrus, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fertilitas semen beku sapi Bali yang diberi sari kopi dalam pengencer dengan melakukan inseminasi buatan pada sejumlah akseptor betina, dilihat dari nilai Non Retur Rate, Service per Conceprtion, dan Angka kebuntingan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 ekor induk sapi yang sudah pernah beranak, kondisi fisiolgy normal, dibagi dalam 2 kelompok yaitu Kelompok I: diinseminasi menggunakan semen beku tanpa sari kopi (20 ekor) dan Kelompok II: diinseminasi menggunakan semen beku tanpa sari kopi (20 ekor). Hasil inseminasi buatan (IB) dianalisis pada 60 hari pasca IB menunjukkan Service per Conception berbeda nyata antara semen tanpa sari kopi vs semen plus sari kopi yaitu 1,53 vs 1.3 (P<.05), sedangkan Angka Kebuntingan pada IB pertama tidak menunjukkan perbedaan yaitu 11 ekor (55%) vs 14 ekor (70%). Dapat disimpulkan bahwa kafein dapat digunakan untuk meningkatkan motilitas spermatozoa semen afkir sapi Bali dengan fertiltas baik. Disarankan semen pejantan unggul yang mempunyai motilitas di bawah 70 persen atau minimal 60%, dapat dipertimbangkan untuk diproses menjadi semen beku dengan penambahan sari kopi. This study aims to determine the fertility of frozen semen of Bali cattle given coffee extract in diluent by performing artificial insemination on a number of female acceptors, seen from the values of Non-Return Rate, Service per Conception, and Pregnancy Rate. The material used in this study were 40 cows that had given birth, normal physiological conditions, divided into 2 groups, namely Group I: inseminated using frozen semen without coffee extract (20 cows) and Group II: inseminated using frozen semen without coffee extract (20 heads). The results of artificial insemination (IB) analyzed 60 days after IB showed a significantly different Service per Conception between semen without coffee extract vs semen plus coffee extract, namely 1.53 vs 1.3 (P <.05), while the Pregnancy Rate at the first IB showed no difference that is 11 heads (55%) vs 14 heads (70%). It can be concluded that caffeine can be used to increase spermatozoa motility of culled semen of Bali cattle with good fertility. It is recommended that superior male semen that has motility below 70 percent or at least 60%, can be considered for processing into frozen semen with the addition of coffee extract
Pemberian Tepung Azolla Azolla Microphylla Fermentasi ke Dalam Pakan Dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Performa Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Fase Grower Asmawati, Asmawati; Idrus, Muhammad; Mudarsep, Miftahul Jannah; Winata, Ardi Adi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.2123

Abstract

Peningkatan produktivitas ayam KUB dapat dilakukan melalui perbaikan kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan dengan system pemeliharaan intensif. Pakan berkualitas harus mengandung zat-zat nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan umur dan tujuan pemeliiharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan tepung Azolla mycrophyla fermentasi dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap performa (konsumsi, pertambahan bobot badan, FCR) ayam KUB Fase Grower.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam KUB Fase Grower pada umur 67 hari yang dipelihara selama 30 hari sebanyak 96 ekor dengan 16 petakan kandang dan masing-masing petak terdiri dari 6 ekor ayam KUB. Sebelum masuk perlakuan maka dilakukan pembiasaan selama 7 hari. Pakan yang digunakan pada umur 67-97 hari menggunakan pakan campuran yang terdiri dari jagung, konsentrat, dan dedak dengan menambahkan tepung Azolla microphylla yang sudah difermentasi menggunakan EM-4. Perlakuan yaitu pemberian tepung azolla (Azolla microphylla) fermentasi ke dalam pakan 0% (P0), 4% (P1), 8% (P2), dan 12% (P3). Hasil analisis ragam menunjukkan pemberian tepung azolla (Azolla microphylla) fermentasi ke dalam pakan menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, sedangkan konversi pakan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). Increasing the productivity of KUB chickens can be done through improving the quality and quantity of feed given with an intensive rearing system. Quality feed must contain the nutrients needed according to age development and maintenance goals. This study aims to determine the effect of using fermented Azolla mycrophyla flour in feed with different concentrations on the performance (consumption, body weight gain, FCR) of KUB Grower Phase chickens. The material used in this study was KUB Grower Phase chickens at the age of 67 days reared for 30 days as many as 96 birds with 16 plots of cages and each plot consisted of 6 KUB chickens. Before entering the treatment, habituation was carried out for 7 days. The feed used at the age of 67-97 days uses mixed feed consisting of corn, concentrate and bran by adding Azolla microphylla flour which has been fermented using EM-4. The treatment was the administration of fermented azolla flour (Azolla microphylla) into the feed 0% (P0), 4% (P1), 8% (P2), and 12% (P3). The results of the analysis of variance showed that the addition of fermented azolla flour (Azolla microphylla) to the feed had a significant effect (P<0.05) on feed consumption and body weight gain, while feed conversion had no significant effect (P>0.05).
Co-Authors Adriani, Rini Agustri, Ranjes Ahmad Muchlis Alam, Samsir Amelia, Dwi Putri Amiluddin Amiluddin, Amiluddin Ammase Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Aprina, Fenty Ardifka, Fran Ary, Kana Asdar Asdar Asmawati Asmawati Asmawati Baso Sulham Baso, Andi Defri Adrian Basri Oner Bestfy Anitasari Boling, Jeferson Carli, Selvina Citra Dewi Citra Lestari Dahirin, Dahirin Darmaputra, I Gde de Ornay, Paulus Pehan Desriyanti, Desriyanti Efendi, M. Erham Eka Safitri Erie Maulana Sy, Erie Maulana Fajar, Mohammad Nur Fathur Rahman FERAWATI, ANDI Firdawati, Firdawati Firman Menne Firmiaty, Sri Fitri Andini, Delia Fitri Samsuri, Ullya Fitria Gusty, Sri Hafizzullah, Anugerah Akbar Hamka, Nazarudin Hamsina Hamsina Hamzah, Harjah Harisa, Muh. Hartono, Dwi Bagus HASYIM, ZOHRAH Herry Sonjaya Hidayatullah, M Rizki I Gde Iskandar, Hikmayani Ismadi Raharjo, Ismadi Jaya, Andi Resky Jaya, Rian Atma Kamaluddin, Apiaty Kasim, Syaifudin S. Khairunisa, Alfiah Kuswadi, Didik Larisu, Zulfiah Lidia Lidia, Lidia Maidi, Mulyasari Miftha, Miftha Huljannah Mudarsep, Miftahul Jannah Muhammad Basri Muhammad Chaerul Muhammad Muhammad Muharrati, Ika Muna, Muna Murniati, Happy Mursakin Mursakin, Mursakin Mustadir, Mustadir Najmah, Najmah Nurhapsah, Nurhapsa Nurkurnia, Nurkurnia Nurqanita, Ajeng Fathia Pakpahan, Rori Chandra Zaqy Parewangi, Syahrir Pawerangi, M. Harisa Pawerangi, Syahrir Phelia, Arlina Pipin, Pipin Putri, Vera Chania Qadar, Rahmat Rahmat Fajri Rahmatullah S., Nur Ramli Ramli Refandy, Ahmad Rezkiah, Laila Tri Rima Semiarty Rizki Khairunnisa Sadeli, Yudi Akhmad Sadewa, Guntur saenal, saenal Salam Galib, Nur Azizah Sari, Rika Sating, Waspada Sekar Dwi Rizki Setiawan, Lukman Shabran, Shabran Solly Aryza Suardi, Sulfikar Sudirman Sudirman Sulfirani, Siti Suprapto Suprapto Suyadi Suyadi Syaban, Abdul Syafridayani Syafridayani, Syafridayani syam, akbar Syam, Marniati Syarifuddin Syarifuddin Taena, Nursitya Ningsi Tati Murniati Wantika, Dewi Winata, Ardi Adi Winsidi, Winsidi Yasir ", Yasir Yasmin, Laode Muhammad Yudhi Setiawan Yunus, Muhammad Yusri Yutika, Nur Ainun Laily Zamzam, Muhammad