Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi KOH terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Hamidah Hamidah; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.309 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.139-143.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan KOH sebagai aktivator. Konsentrasi KOH yang digunakan adalah 0,1 mol, 0,3 mol dan 0,5 mol. Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 1 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 100 oC selama 6 jam dengan variasi media kristalisasi aquades dan air laut. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Zeolit yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa zeolit yang terbentuk menggunakan media kristalisasi aquades adalah potassium aluminum silicate (megakalsilit), leucit, muskovit dan masih banyak kandungan  kuarsa. Sampel yang disintesis menggunakan media kristalisasi air laut mengandung megakalsilit, leucit, muskovit dan sodalit.Kata kunci: Potassium aluminum silicate, megakalsilit, konsentrasi.
PENGARUH WAKTU REFLUKS TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIK DARI ABU DASAR Rika Juniarti Waleza; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.238 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit dari limbah abu dasar batubara dengan metode refluks menggunakan NaOH sebagai aktivator. Variasi waktu refluks yang dilakukan adalah 12, 24 dan 36 jam dengan konsentrasi molar NaOH 3M dan 5M. Pengujian yang dilakukan meliputi penentuan struktur kristal menggunakan X-ray Difraction (XRD), morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan penentuan konduktivitas dengan LCR Meter. Hasil XRD memperlihatkan  bahwa zeolit yang dihasilkan merupakan tipe Na-X, Na-P dan Hikroksisodalit. Penambahan waktu refluks menjadikan zeolit lebih seragam yang dilihat dari puncak-puncak pada kerakterisasi XRD dan morfologi permukaan dari hasil SEM. Pada waktu refluks 36 jam, sampel dengan konsentrasi 5M  menunjukkan ukuran partikel 0,049 µm. Hasil LCR Meter menunjukkan nilai konduktivitas sampel 0,765 x 10-6 S/cm hingga 2,499 x 10-6 S/cm, dimana konduktivtas ini menunjukkan bahwa zeolit merupakan bahan semikonduktor.Kata kunci : abu dasar, zeolit, metode refluks, variasi molar, konduktivitas.AbstractThe synthesis of zeolites from coal bottom ash waste with NaOH as activator, by using reflux method has been performed. Reflux time was varied from 12, 24 and 36 hours with the NaOH molar concentration of 3 and 5M. The charateristics of sample are observed from crystal structure through XRD, surface morphology through SEM and conductivity through LCR Meter observations. The results of XRD showed that the type of zeolite is Na-X, Na-P, and Hidroksisodalite. The increase of reflux time produces zeolits which are more uniform that can be observed from XRD and SEM result. The result of SEM showed that the sample with reflux time of 36 hours and concentration of 5M has more regular surface morphology and smaller particle size (0,049 µm). Conductivity obtained from the LCR Meter showed that its value varied from 0.765 x10-6 S / cm to 2.499 x 10-6 S /cm, indicating that zeolite is a semiconductor material.Keyword: coal bottom ash, zeolit, reflux time, conductivity. 
Uji Kesesuaian Kinerja Generator dan Tabung Pesawat Sinar-X Merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Novelia Tohiri; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.092 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.37-43.2022

Abstract

Penelitian mengenai uji kesesuaian pesawat sinar-X telah dilakukan untuk mengukur dan menganalisis parameter uji kesesuaian kinerja generator dan tabung pesawat sinar-X merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas menggunakan alat ukur RaySafe X2 R/F Sensor dan RaySafe X2 Survey Sensor yang dilengkapi dengan RaySafe X2 Base Unit mAs sebagai penampil nilai besaran terukur. Pengukuran dilakukan dengan meletakkan detektor pada jarak 100 cm dari tabung sinar-X. Hasil yang didapatkan yaitu persentase error maksimal untuk uji akurasi tegangan  sebesar 0,67%, uji akurasi waktu penyinaran sebesar 1,4%, uji linearitas keluaran radiasi dengan nilai CL sebesar 22% untuk fokus besar dan 23,1% untuk fokus kecil, uji reproduksibilitas dengan nilai CV maksimal sebesar 0,000641, uji kualitas berkas sinar-X untuk tegangan 50 kV, 60 kV, 70 kV, 80 kV, dan 90 kV dengan nilai HVL untuk masing-masing tegangan sebesar 1,93 mmAl, 2,36 mmAl, 2,74 mmAl, 3,16 mmAl, 3,54 mmAl, dan uji kebocoran tabung maksimal sebesar 0,069 mGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan secara umum pesawat sinar-X merek Siemens memenuhi standar yang telah ditetapkan mengacu kepada Perka BAPETEN No 2 Tahun 2018 dan dinyatakan dalam kondisi andal dengan perbaikan karena salah satu parameter uji yaitu linearitas keluaran radiasi tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. 
ANALISIS SIFAT LISTRIK KOMPOSIT POLIANILIN (PANI) TERHADAP PENAMBAHAN BOTTOM ASH SEBAGAI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR Ria Susmita; Afdal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.797 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan analisis sifat listrik elektroda superkapasitor berbahan dasar polimer PANi dengan penambahan bottom ash. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat listrik polimer konduktif polianilin terhadap penambahan bottom ash dibawah pengaruh temperatur antara 308 K hingga 373 K. Sampel komposit PANi-bottom ash dibuat dalam bentuk tablet dengan ukuran tebal 0,324 cm, luas permukaan 1,3143 cm2 dan massa jenis ± 1,3624 g/cm3, dengan komposisi penambahan bottom ash  0 hingga 50% dari berat total sampel. Karakterisasi sifat listrik sampel dilakukan menggunakan rangkaian sederhana dengan media minyak sayur untuk memperoleh temperatur yang sesuai. Karakterisasi FTIR digunakan untuk memperoleh informasi dari gugus fungsi yang terbentuk akibat kombinasi PANi-bottom ash. Terlihat bahwa tidak ada gugus fungsi baru yang terbentuk dari komposit PANi-bottom ash. PANi yang didoping dengan bottom ash menjadi lebih konduktif. Konduktivitas tertinggi dimiliki oleh sampel PANi-B (70% PANi dan 30% bottom ash) dengan nilai konduktivitas 21,14 x 10-4 S/cm hingga 98,89 x 10-4 S/cm. Komposit PANi-bottom ash tidak mengalami perubahan wujud ketika dipanaskan hingga suhu 373 K, ini menunjukkan bahwa  PANi-bottom ash lebih stabil terhadap perubahan temperatur.
Pengaruh Waktu Sonikasi terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit Berbahan Abu Dasar Batubara Menggunakan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nita Kurnia Sari; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.761 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.322-326.2016

Abstract

Pembuatan zeolit sintetis berbahan abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal telah dilakukan dengan pemberian sonikasi. Sebelum disintesis, kandungan abu dasar batubara diuji dengan XRF. Hasil XRF menunjukkan bahwa abu dasar yang digunakan memiliki kandungan SiO2 sebanyak 57,236% dan Al2O3 sebanyak 33,172%. Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2 g. Sampel yang telah dilebur, dilarutkan dengan larutan NaAlO2, kemudian diberikan pengaruh sonikasi sebelum proses kristalisasi zeolit (hidrotermal). Variasi waktu sonikasi diberikan pada 4 sampel adalah 0,5; 1; 1,5 dan 2 jam serta 1 sampel tanpa sonikasi sebagai perbandingan. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan menggunakan SEM dan pengukuran konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan sampel dengan pemberian ultrasonik memiliki morfologi permukaan yang lebih seragam daripada sampel tanpa pemberian sonikasi. Nilai konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,05206 x 10-6 - 2,1188 x 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan pemberian sonikasi selama 1,5 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi dibandingkan dengan sampel lain. Kata Kunci : sonikasi, sodalit, philipsite, gobbinsite, konduktivitas listrik zeolit
Pembuatan Zeolit Sodalit dari Abu Dasar Batubara dengan Variasi Konsentrasi Larutan NaAlO2 menggunakan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Rahmatul Hanifah; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.887 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.228-232.2018

Abstract

Sintesis zeolit dari abu dasar batubara telah dilakukan menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan variasi konsentrasi NaAlO2.Variasi konsentrasi NaAlO2 yang digunakan adalah 2,5 M (Z1), 2 M (Z2), 1,5 M (Z3), dan 1 M (Z4). Abu dasar dan NaOH dilebur selama 3 jam pada suhu 750 C. Sampel kemudian dipanaskan melalui proses hidrotermal dengan medium kristalisasi NaAlO2, Kemudian sampel dinetralkan dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisai jenis zeolit menggunakan XRD. Hasil karaterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa zeolit yang terbentuk pada sampel Z1, Z2, dan Z3 berupa zeolit jenis sodalit dan pada sampel Z4 zeolit jenis sodalit, nosean, dan megakalsilit. Kemurnian sodalit paling tinggi diperoleh pada sampel Z3, yaitu 73 %.Kata kunci : zeolit, abu dasar, alkali hidrotermal, sodalit
PENGARUH TEMPERATUR PELEBURAN ALKALI TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIK DARI BAHAN ABU DASAR BATUBARA DENGAN METODE PELEBURAN ALKALI HIDROTERMAL Nila Sriwahyuni; Afdhal Muttaqin; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.387 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar dengan metode peleburan alkali hidrothermal. Temperatur peleburan yang digunakan adalah 550 0C, 750 0C dan 950 0C dengan perbandingan abu dasar : NaOH yaitu 1:1,2 g. Sampel abu dasar yang telah dilebur dengan NaOH kemudian dipanaskan melalui proses  hidrotermal dengan variasi media kristalisasi aquades dan  NaAlO2. Sampel zeolit hasil sintesis kemudian dicuci dengan aquades hingga pH 9-10. Karakterisasi meliputi karakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR, morfologi permukaan menggunakan SEM, dan jenis material menggunakan XRD serta pengukuran konduktivitas. Untuk keperluan pengukuran konduktivitas, sampel dikompaksi membentuk pellet dengan massa 0,3 g. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa terdapat sidik jari untuk ikatan regangan SiO dan AlO serta double ring (cincin ganda). Dari hasil difraktometer sinar-X terlihat bahwa zeolit hasil sintesis dengan penambahan aquades merupakan zeolit tipe Na. Sedangkan dengan penambahan NaAlO2 menghasilkan zeolit tipe Na-A, zeolit P dan Unnamed zeolite. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menunjukkan bahwa rentang nilai konduktivitas sampel adalah 0,0407 mS/m hingga 0,3814 mS/m. Zeolit dengan nilai konduktivitas tertinggi (0,3814 mS/m) dihasilkan oleh temperatur peleburan 550 0C dan dengan media kristalisasi NaAlO2.Kata kunci : abu dasar, alkali – hidrothermal,  konduktivitas, zeolit AbstractSynthesis of zeolites from bottom ash by alkali melting hydrothermal method have been done. Melting temperature was 550 0C, 750 0C and 950 0C with a ratio of bottom ash: NaOH is 1: 1.2 g. Samples of bottom ash which had been merged with NaOH then heated through a hydrothermal process with 2 kinds of crystallization medium that are distilled water and NaAlO2. Synthesized zeolite samples were then washed with distilled water until pH 9-10. The characterization includes functional groups using FT-IR, surface morphology with SEM, and type of material using XRD, and conductivity measurements. For the purposes of conductivity measurement, the samples compacted to form pellets with a mass of 0.3 g. FT-IR results showed that there are fingerprints for bond stretching of SiO and AlO and Double Ring. X-ray diffraction (XRD) shows that the zeolites which are synthesized by the addition of distilled water is Na-type zeolite. While the zeolites which are synthesized by the addition of NaAlO2 produce Na-A, P and Unnamed zeolite types. Conductivity test using LCR meter showed that range of the sample conductivity is from 0.0407 mS/m to 0.3814 mS/m. Zeolite with the highest conductivity (0.3814 mS/m) were obtained from melting temperature of 550 0C and with NaAlO2 as crystallization medium.Keywords : bottom ash, alkali – hidrothermal, zeolite, conductivity
Karakterisasi Sifat Listrik PANi:Zeolit Faujasit Na-X dari Limbah Bottom Ash Fifi Yunica; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.94 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan uji konduktivitas zeolit:PANi. Zeolit yang digunakan berjenis faujasit Na-X yang didapat dari sintesis limbah bottom ash. PANi disintesis dalam bentuk emeraldine salt ditumbuhkan pada zeolit dengan variasi massa (20%:80%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, 80%:20% dan 100%). Data XRD menunjukan telah terjadinya penumbuhan PANi pada zeolit yang terlihat dari hilangnya beberapa puncak zeolit setelah proses penumbuhan. Uji konduktivitas menunjukan bahwa rentang nilai konduktivitas zeolit:PANi dengan variasi massa berkisar antara 0,998 x10-4 S/cm hingga 102,794x10-4S/cm dengan nilai maksimum pada variasi massa zeolit:PANi 30% : 70%.
Pengaruh Zeolit Sintetis Terhadap Stabilitas dan Sensitivitas Biosensor Asam Urat Berbasis Lactobacillus Plantarum Menggunakan Metode Voltametri Siklik Faizah Faizah; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.633 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.379-385.2018

Abstract

Pembuatan material biosensor termodifikasi zeolit sintetis telah dilakukan untuk mendeteksi asam urat.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh zeolit sintetis pada material biosensor asam urat terhadap stabilitas dan sensitivitas sensor. Penggunaan biosensor untuk mengukur asam urat menggunakan urikase yang dihasilkan dari bakteri Lactobacillus plantarum. Pemodifikasian material biosensor menggunakan zeolit sintetis kandungan Sodalit yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 70 mg: 30 mg, sedangkan elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg: 30 mg: 20 mg. Didalam masing-masing elektroda diteteskan 7,5 μl pelet L.plantarum (EPKZLP). Pengujian kinerja elektroda dilakukan menggunakan Voltametri Siklik. Hasil pemodifikasian mempengaruhi performa biosensor seperti sensitivitas, dan stabilitas. Arus tertinggi dihasilkan oleh EPKZLP dengan rentang arus 0,0143 – 0,0592 mA. Sensitivitas terbaik dihasilkan pada EPKZLP dengan nilai sebesar 0,031 mAcm-2mM-1. Kestabilan terbaik didapatkan pada EPKZLP dengan presentase kestabilan pada hari ke-14 sebesar 30,9 %. Standar deviasi rata-rata yang dihasilkan pada penelitian ini 0.0024 mA dengan nilai kesalahan relatif masing-masing sebesar 7,8%.Kata-kata kunci: biosensor asam urat, zeolit, sodalit, sensitivitas, stabilitas.
Pengaruh Variasi Waktu Peleburan Terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit dari Abu Dasar Batubara yang Disintesis dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nurhabibah Nurhabibah; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.998 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.240-246.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan variasi waktu peleburan.Variasi waktu peleburan yang digunakan adalah 1 jam (Z1), 2 jam (Z2), 3 jam (Z2), dan 4 jam (Z4). Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2. Sampel yang telah dilebur, kemudiandipanaskanmelalui proses hidrotermal dengan medium kristalisasi NaAlO2. Sampel zeolit kemudian dinetralkan dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dengan software Match! 3. Konduktivitas listrik sampel diukur dengan LCR-meter. Hasil XRD menunjukkan bahwa sampel Z1 mengandung sodalit, lazurit, katoit, megakalsilit serta masih terdapat kuarsa dan kristobalit. Sampel Z2 mengandung sodalit, leusit dan kalsilit. Sampel Z3 mengandung sodalit dan bohmit, serta sampel Z4 mengandung sodalit, nosean dan katoit. Konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,8 × 10-6 – 2,4 × 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan waktu peleburan selama 2 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi yaitu 2,4 × 10-6 S/cm.Kata kunci: abudasar, hidrotermal, konduktivitas, nosean, sodalit, zeolit
Co-Authors A. Fadhil Desafa Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Ahmad Fauzi Pohan Alfian Darmawan Alimin Mahyudin Analia, Rika Anggi Anggi Anggi, Anggi Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Betta Centaury Dahlianum, Dahlianum Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Delvihardini, Rani Desy Yulia Ningsih Dewi Fajriani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Efendi Efendi Eka Putra Sutantyo, Tringginas Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Emriadi - Fadillah Ahmad Faizah Faizah Faizah Faizah Fani Anjelina Febriati Nanda Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fifi Yunica Fifi Yunica Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fuji Astuti Febria Geby Sri Ayu Oktavia Haldis Alvaro Hamidah . Hamidah Hamidah Hanifah, Rahmatul Hanisti, Fidhia Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Haryanto Saputra Herviya, Herviya Herviyana, Herviyana Ilham, Muhammad Samudra Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Taufiq Isdi, Muhammad Ridho Iza Faizah J Juniarti Leony Chantika Leony Lestari, Tuti M. Ali Shafii Machmudah Mairawita, Mairawita Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Mega Roza Lia Meqorry Yusfi Mildawati Mildawati Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Mora Mora Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muldarisnur, Mulda Murdahayu Makmur Musra, Faizah Mutya Vonnisa Nanda, Febriati Narwen Narwen Nila Sriwahyuni Nila Sriwahyuni, Nila Nini Firmawati Nita Kurnia Sari Novelia Tohiri Nurhabibah Nurhabibah Nurhabibah Nurhabibah Nurul Annisa Nurwijayanti Oktavia, Amel Olly Norita Tetra Olly Norita Tetra Pratama, Teguh Nugraha Rafli, Rhandyka Rahmad Rasyid Rahmad Rasyid Rahmat Rasyid Rahmatul Hanifah Rahmatul Hanifah Ramacos Fardela Rani Delvihardini Rena, Suci Ramda Ria Susmita Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Rika Juniarti Waleza, Rika Juniarti Rully Mandela Rully Mandela, Rully Salim Muhaimin Saputra, Haryanto Sari, Nita Kurnia Sofhia Ulga Solfiyeni Solfiyeni Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Syafwan, Mahdivan Teguh Nugraha Pratama Tiya Lestari Tiya Lestari, Tiya Tohiri, Novelia Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Ulga, Sofhia Usna, Sri Rahayu Alfitri Viesca Fredilla Hanif Wildian Wildian Wildian Yefrida - Yunisa Oktaviani Yunisa Oktaviani, Yunisa Zhafirah Putri Fadhilah Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi