Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Dentin

HUBUNGAN KEPARAHAN KARIES DINI DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK DARI ASPEK GANGGUAN MAKAN, BERBICARA, BELAJAR DAN TIDUR Nadia Febrila Putri; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children aged 5 years have a number of dental caries experiences (dmft > 6) or are included in the category of severe early childhood caries (S-ECC). A child who has a relatively high caries problem can affect their quality of life. Purpose: this study was to analyze the relationship between severe early childhood caries and children’s quality of life from aspects of eating, speaking, learning, and sleeping disorders. Methods: This study used an analytical observational method with a cross sectional approach. Data analysis used Univariate analysis and bivariate analysis with Spearman test. Results: The results showed that the def-t index (S-ECC) was very high (90.3%). The Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the severity of early caries (S-ECC) and children’s quality of life from the aspect of eating disorders (p = 0.017). Conclusion: The def-t index (S-ECC) is very high. There is a significant relationship between the severity of early caries and the quality of life of children from the aspect of eating disorders while from the aspects of speech, learning, and sleep disorders there is no significant relationship. Keywords: dental caries, oral health, quality of life ABSTRAKLatar Belakang: Anak usia 5 tahun memiliki angka karies gigi (dmft > 6) atau termasuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah/ severe early childhood caries (S-ECC). Seseorang yang mengalami masalah karies cukup tinggi dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan keparahan karies dini dengan kualitas hidup dari aspek gangguan makan, berbicara, belajar dan tidur. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh melalui hasil pemeriksaan secara teledentistry kepada responden penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman. Hasil: Indeks def-t (S-ECC) kategori sangat tinggi (90,3%). Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini (S-ECC) dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan (p = 0,017). Kesimpulan: Indeks def-t (S-ECC) sangat tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan sedangkan dari aspek gangguan berbicara, belajar, dan tidur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata kunci: karies gigi, kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup
HUBUNGAN VISKOSITAS SALIVA DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA IBU HAMIL Nuril Atqiya; Raden Harry Dharmawan Setyawardhana; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Women are more susceptible to dental caries, especially in pregnant women. The prevalence of dental caries during pregnancy in developed countries is found to be 41%-52%, while in developing countries it is 60%-87%. Pregnant women have higher risk of dental caries compared to women who are not pregnant. The risk of dental caries can be assessed through changing saliva on pregnant women. Saliva viscosity can assess the risk of dental caries because if saliva viscosity increases it will result in ineffective cleaning of the oral cavity. Objective: To analyze the relationship of saliva viscosity with the incidence of dental caries in pregnant women. Method: This research used literature review method with narrative review procedure. Literature searches are done using Google Scholar and PubMed. Result: There were 30 journals that fulfilled this study by 2013-2020, Indonesian and English journals, available in full-text form, journals with discussion of saliva viscosity in pregnant women and dental caries in pregnant women. Conclusion: There was a relationship between saliva viscosity and dental caries in pregnant women. Keywords: Dental caries, pregnant women, salivary viscosity ABSTRAKLatar Belakang: Perempuan lebih rentan terhadap karies gigi, khususnya pada ibu hamil. Angka prevalensi karies gigi pada masa kehamilan di negara maju ditemukan sebesar 41%-52%, sedangkan di negara berkembang sebesar 60%-87%. Ibu hamil memiliki risiko karies gigi yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Risiko karies gigi dapat dinilai melalui perubahan saliva ibu hamil. Viskositas saliva dapat menilai risiko dari karies gigi karena jika viskositas saliva meningkat akan mengakibatkan pembersihan rongga mulut menjadi tidak efektif. Tujuan: Menganalisis hubungan viskositas saliva dengan kejadian karies gigi pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan prosedur naratif review. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan Google Scholar dan PubMed. Hasil: Terdapat 30 jurnal yang memenuhi penelitian ini dengan jurnal tahun 2013-2020, jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, tersedia dalam bentuk full-text, jurnal dengan pembahasan viskositas saliva  pada ibu hamil dan karies gigi pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan viskositas saliva dengan karies gigi pada ibu hamil. Kata kunci: Ibu hamil, karies gigi, viskositas saliva
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG MENGONSUMSI OBAT ANTIHIPERTENSI (Tinjauan di RSUD DR. H. Mochammad Ansari Saleh Banjarmasin) Muhammad Haikal; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries is a hard tissue of enamel desease, dentin and cementum. According to Riskesdas (2018) the proportion of dental and mouth problems in South Kalimantan is 46.90%. Dental caries is caused by several factors, one of them is saliva. One thing that affects the flow rate of saliva is antihypertantion drugs such as Amlodipine. Prolonged use of the drug amlodipine can cause a decrease in the amount of salivary flow.Objective: To analyze the relationship between salivary flow rate and the incidence of dental caries in patients with hypertension who consume amlodipine antihypertantion drugs. Methods: This study used an analytic observational research method with a cross sectional approach to 51 respondents. The research instrument was measuring saliva using a measuring cup and caries examination using the DMF-T indeks. Results: In this study, the results showed (p <0.05) with a negative correlation,the lower salivary flow rate, the higher dental caries index. The correlation coefficient is (-0.779) the strength of the correlation is very strong. Conclusion: There is a relationship between the salivary flow rate in hypertensive patients taking amlodipine antihypertensive drugs to the incidence of dental caries in RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh. Keywords: Amlodipine, Dental caries, DMF-T indeks, Hypertension, Salivary flow rate.  ABSTRAKLatar Belakang: Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi pada email, dentin dan sementum. Menurut Riskesdas (2018) proporsi masalah gigi dan mulut di Kalimantan Selatan sebesar 46,90%. Karies gigi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya saliva. Hal yang mempengaruhi laju aliran saliva salah satunya adalah obat antihipertensi. Golongan obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah Amlodipine. Penggunaan obat amlodipine yang lama dapat menyebabkan penurunan jumlah laju aliran saliva. Tujuan: Menganalisis hubungan laju aliran saliva terhadap kejadian karies gigi pada penderita hipertensi yang mengkonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 51 responden. Instrumen penelitian ini pada pengukuran saliva menggunakan gelas ukur  dan pemeriksaan karies menggunakan indeks DMF-T. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil yang menunjukkan (p<0,05) dengan arah korelasi negatif yaitu semakin rendah laju aliran saliva, maka semakin tinggi indeks karies gigi. Koefisien korelasi sebesar (-0,779) kekuatan korelasi sangat kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara laju aliran saliva pada penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine terhadap kejadian karies gigi di RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh  Kata kunci : Amlodipine, Hipertensi, Indeks DMF-T, Laju aliran saliva, Karies gigi.
PENGARUH MANAJEMEN PERILAKU KOMBINASI TELL-SHOW-DO DAN PENGGUNAAN GAME SMARTPHONE SEBELUM PROSEDUR PERAWATAN GIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENTAL ANAK (Literature Review) Sonia Dewi Maharani; Nurdiana Dewi; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground : Anxiety and fear are factors that influence children's emotions so that they are less cooperative during dental treatment process. Non-pharmacological methods can be used to overcome these problems, such as by tell-show-do, modeling, enhancing control, voice control, behavior formation, distraction, and magic tricks. Smartphone game applications are very popular among children since it provides an overview of the dental care experience through various features available in it.Objective: To determine the effect of tell-show-do combination behavior management and the use of smartphone games before dental procedures on children's dental anxiety levels. Method: This research was literature review. Literature searches were performed through PubMed, Science Direct, and Google Scholar.Results: There are 30 journals that meet the inclusion criteria, that are journals published in 2015-2020, written in Indonesian and English, using objects of children aged 6-12 years, and available in full text. The main interventions reviewed in the journal are the used of tell-show-do behavior management and game dentistry in smart phone. Conslusion:The combination of tell-show-do behavior management and the use of smart phone games had an effect on reducing children's anxiety levels.Keywords:  Behavior Management, Children Dental Anxiety, Game, Smartphone,Tell-Show-DoABSTRAKLatar Belakang: Rasa cemas dan takut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi emosi anak sehingga kurang kooperatif selama proses perawatan ketika berkunjung ke dokter gigi. Terdapat metode nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk menangani kecemasan anak, yaitu tell-show-do, modelling, meningkatkan kontrol, kontrol suara, pembentukan perilaku, distraksi, dan trik sulap. Aplikasi game smartphone sangat disukai anak-anak karena dapat memberikan gambaran pengalaman perawatan gigi dari berbagai fitur yang tersedia di aplikasi tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh manajemen perilaku kombinasi tell-show-do dan penggunaan game smartphone sebelum prosedur perawatan gigi terhadap tingkat kecemasan dental anak. Metode: Menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan PubMed, Science Direct, dan Google Scholar.  Hasil: Didapatkan 30 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi yaitu jurnal yang terbit pada tahun 2015-2020, jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, jurnal dengan subjek anak-anak usia 6-12 tahun, jurnal tersedia dalam bentuk full text, intervensi utama yang ditelaah pada jurnal adalah penggunaan manajemen perilaku tell-show-do dan dentist game smartphone. Kesimpulan: Manajemen perilaku kombinasi tell-show-do dan penggunaan game smartphone berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan anak.Kata kunci : Game, Kecemasan Dental Anak, Manajemen Perilaku, Smartphone, Tell-Show-Do
PREVALENSI DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GINGIVITIS DAN PERIODONTITIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS (Literature Review) Miftakhu Rizkiyah; Beta Widya Oktiani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus is associated with periodontal disease and considered as a risk factor for periodontal disease. Periodontal disease can be divided into gingivitis and periodontitis. Age, gender, blood glucose level, and duration of diabetes mellitus were considered as risk factors of gingivitis and periodontitis. Objective: To determine the prevalence and relationship between age, sex, blood glucose level, and duration of diabetes mellitus with gingivitis and periodontitis. Method: This study used a literature review research type. Data search was performed using PubMed, Google Scholar, and Science Direct. Literature screening based on the inclusions and continued with article selection. The selected literature is then extracted, analyzed, and synthesized. Results: A total of 38 articles selected because they match inclusion and exclusion criteria which using the keywords diabetes mellitus, risk factors, gingivitis, periodontal disease, periodontitis, and prevalence; published in 2011-2020; written in Indonesian or English; available in full text; and not duplication. Conclusion: Patients with diabetes mellitus experience more periodontitis. Age, sex, and duration of diabetes mellitus were associated with gingivitis and periodontitis. Keywords : Diabetes mellitus, Gingivitis, Periodontal Disease, Periodontitis, Prevalence, dan Risk factors.ABSTRAKLatar belakang: Diabetes melitus berhubungan dengan penyakit periodontal dan dianggap sebagai faktor risiko penyakit periodontal. Penyakit periodontal secara umum dapat dibedakan menjadi gingivitis dan periodontitis. Usia, jenis kelamin, kadar glukosa darah, dan durasi menderita diabetes melitus dianggap sebagai faktor risiko kejadian gingivitis dan periodontitis. Tujuan: Mengetahui prevalensi dan hubungan usia, jenis kelamin, kadar glukosa darah, dan durasi menderita diabetes melitus dengan kejadian gingivitis dan periodontitis. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literature review. Pencarian sumber data dilakukan menggunakan PubMed, Google Scholar,  dan Science Direct. Screening literature berdasarkan inklusi dan dilanjutkan dengan seleksi artikel. Literature yang telah dipilih kemudian diekstraksi, dianalisis, dan disintesis. Hasil: Terdapat 38 artikel yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yaitu menggunakan kata kunci diabetes melitus, faktor risiko, gingivitis, penyakit periodontal, periodontitis, dan prevalensi; dipublikasi tahun 2011-2020; ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris; tersedia dalam bentuk full text; dan bukan duplikasi. Kesimpulan: Pasien diabetes melitus lebih banyak mengalami periodontitis. Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, dan durasi menderita diabetes melitus berhubungan dengan kejadian gingivitis dan periodontitis. Kata kunci : Diabetes melitus, Faktor risiko, Gingivitis, Penyakit periodontal, Periodontitis, dan Prevalensi.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI SISWA SMPN 1 MARABAHAN Novarina Haryanti; Diana Wibowo; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Malocclusion can be treated with orthodontic treatment. The essentials in orthodontic treatment are the factor of socioeconomic status (education, work, and income). The parents with high socioeconomic are capable to give the awareness to conducting visits to the dentist for giving dental and oral health knowledge and treatment, compared with the parents with low socioeconomic. Purpose: Aims to find the correlation between the parent’s socioeconomic status with the orthodontic treatment need level students in SMPN 1 Marabahan. Methods: Observational analytic research with a cross-sectional study. The sample was taken by Simple Random Sampling. The research sample were 46 respondents. Data were obtained by questionnaire and Handicapping Malocclusion Assessment Record. Results: The parent’s education that is SMA/SMK/MA/Equal and Diploma/Bachelor has the most frequency, which is 21 people. The Permanent Employee has the most frequency, which is 28 people. The highest frequency is at the middle economy level, which is 32 people. The orthodontic treatment need level in score 20 or higher has the most frequency, which is 28 students. The result of the Spearman analysis test obtained that significances are 0,014, 0,036, and 0,042 (p-value <0,05). Conclusion: There is a correlation between the parent’s socioeconomic status with the orthodontic treatment need level students in SMPN 1 Marabahan Keywords: the socioeconomic status, malocclusion, orthodontic treatment need level ABSTRAKLatar Belakang: Maloklusi dapat dirawat dengan perawatan ortodonti. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam perawatan ortodonti adalah faktor status sosial ekonomi, yaitu pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Orang tua dengan status sosial ekonomi tinggi mampu memberikan kesadaran untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi dalam hal pemberian pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut dan perawatan gigi dibandingkan orang tua dengan sosial ekonomi rendah. Tujuan: Mengetahui hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti siswa SMPN 1 Marabahan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Sampel penelitian berjumlah 46 responden. Data diperoleh dengan kuesioner dan Handicapping Malocclusion Assessment Record. Hasil: Tingkat pendidikan orang tua pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA/Sederajat dan Diploma/Sarjana memiliki frekuensi terbanyak, yaitu 21 orang. Tingkat pekerjaan Pegawai Tetap memiliki frekuensi terbanyak, yaitu 28 orang. Frekuensi terbanyak pada tingkat pendapatan ekonomi menengah, yaitu 32 orang. Tingkat kebutuhan perawatan ortodonti pada skor 20 ke atas memiliki frekuensi terbanyak, yaitu 28 siswa. Hasil uji analisis Spearman diperoleh signifikansi secara berurutan, yaitu 0,014, 0,036, dan 0,042 (p-value <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti siswa SMPN 1 Marabahan. Kata kunci: status sosial ekonomi, maloklusi, tingkat kebutuhan perawatan ortodonti
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DI KABUPATEN BARITO KUALA (Tinjauan Anak Usia 4-5 Tahun di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak) Salsabila Muhtar; Isnur Hatta; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Knowledge of a mother of dental and oral health plays an important role in children’s health. The growth and development also behavior of a child is a form of the knowledge that has been given by the parents to the child. Purpose: To analyze the relationship between maternal knowledge about dental health and the level of dental and oral hygiene children in the Nusa Indah Berangas Kindergarten Alalak Sub-District Barito Kuala Regency. Method: Using analytic observational with cross sectional approach. The total sample of 32 children and mothers of respondents was taken by the probability random sampling method. Data collection using a questionnaire and examination of dental and oral hygiene, data analysis techniques using Spearman correlation test analysis. Results: The level of dental and oral hygiene of children included in the category of Poor that is 69%, and the level of knowledge of mothers included in the Medium category that is 59%. Statistical analysis with the Spearman correlation test obtained p value = 0.003 (p <0.005) Conclusion: There is a relationship between the level of maternal knowledge about dental health and the level of dental and oral hygiene children in Nusa Indah Berangas Kindergarten Alalak Sub-District Barito Kuala Regency. Keyword:, Dental and oral hygiene, Mother’s knowledge, O’leary plaque index ABSTRAK Latar belakang: Pengetahuan ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut berperan penting pada kesehatan anak. Tumbuh kembang serta perilaku seorang anak adalah wujud suatu bentuk pengetahuan yang diberikan orang tua terhadap anak. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 32 anak dan ibu dari responden diambil dengan metode probability sampling jenis simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi spearman. Hasil: Tingkat kebersihan gigi dan mulut anak masuk dalam kategori Buruk yaitu 69%, dan tingkat pengetahuan ibu masuk dalam kategori Sedang yaitu 59%. Analisis statistik dengan uji korelasi spearman diperoleh hasil p value = 0,003 (p < 0,005) Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kata kunci : Pengetahuan ibu, indeks plak O’leary, kebersihan gigi dan mulut.
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN DENTAL HEALTH EDUCATION PADA ANAK TUNAGRAHITA (Literature Review) Lawrencia Constantika; Renie Kumala Dewi; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6231

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health of intellectually disabled children is lower to other children. This is because there are intellectual development disorders and limitation of adaptive function, so they are need an effective learning media to improving the dental and oral health knowledge of intellectually disabled children’s. One of the learning media that can be used is animated video media. Animated video media is concrete, more illustrative, imaginative, easy to understand, not easily damaged and can be accessed through social media. Purpose: This study is aimed to analyze effectiveness of animated video media in dental health education for intellectually disabled children. Method: This study uses literature review method. Article search using PubMed, Google Scholar and Science Direct. Then proceed to the screening stage that is adjusted to the inclusion criterias, e.g: (a) journals published in 2011-2020, (b) journals using Indonesian or English, (c) journals with the subject of research on children with intellectual disability. Results: The results of 20 articles, there are 8 articles that use animation video media as learning media. Based on average calculation, the percentage of total knowledge in dental and oral health increase by 57,86%. Conclusion: Animated video media is an effective learning media for improve knowledge of dental and oral health in intellectually disabled children.Keywords: Animated video, Dental health education, Intellectually disabled children.ABSTRAKLatar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita lebih rendah dibandingkan anak-anak lainnya. Hal tersebut dikarenakan terdapat hambatan intelektual dan keterbatasan fungsi adaptif pada anak tunagrahita, sehingga diperlukan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak tunagrahita mengenai kesehatan gigi dan mulutnya. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media video animasi. Media video animasi bersifat konkret, lebih ilustratif, imajinatif, mudah dimengerti, tidak cepat rusak dan dapat diakses melalui media sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video animasi dalam pembelajaran dental health education pada anak tunagrahita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel menggunakan PubMed, Google Scholar dan Science Direct. Kemudian dilanjutkan ke tahap penyaringan yang disesuaikan dengan kriteria inklusi, diantaranya: (a) jurnal dipublikasikan tahun 2011-2020, (b) jurnal menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, (c) jurnal dengan subjek penelitian anak tunagrahita atau retardasi mental. Hasil: Hasil penelitian dari 20 artikel, terdapat 8 artikel yang menggunakan media video animasi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan persentase total peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita sebesar 57,86%. Kesimpulan: Media video animasi merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita. Kata Kunci: Anak tunagrahita, Dental health education, Video animasi.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENYULUHAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN PODCAST Eva Nor Jennah; Ika Kusuma Wardani; Diana Wibowo
Dentin Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i2.6397

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral problem in adolescents in the city of Banjarmasin 28,6%. Dental and oral problems in adolescents are not handled properly can affect the health of dental development until the teenager grows up. Teenagers aged 12-15 years are at a time that requires educational methods in the form of counseling, one of which is through animated videos and podcast. Objective: To find out the differences in the effectiveness of counseling using animated videos and podcasts on 12-15 year old students of SMPN 16 Banjarmasin in maintaining dental health. Methods: This research is a pre-experimental design with a pretest-post-test design. The sampling technique used is simple random sampling aged 12-15 years. Results: The level of knowledge prior to counseling the animation video group obtained some bad criteria for 33 people (75%) while the video podcast group obtained some bad criteria for 32 people (72.72%). After counseling the animation video group obtained good criteria 27 people (61.36%) and the podcast group obtained good criteria 29 people (65.90%). The results of the Wilcoxon test comparison of knowledge before and after the animation video group counseling showed p = 0.612 and the video podcast group showed p = 0.000. Conclusion: The results of this study concluded that video podcast counseling was effective in increasing the knowledge of dental health care for 12-15 year old students at SMPN 16 Banjarmasin. Keywords : Animated video media and podcast, Counseling, Dental health ABSTRAK  Latar Belakang: Permasalahan gigi dan mulut pada remaja di Kota Banjarmasin sebesar 28,6%. Permasalahan gigi dan mulut pada remaja yang tidak ditangani dengan baik mampu memengaruhi kesehatan perkembangan gigi hingga remaja tersebut tumbuh dewasa. Remaja yang berusia 12-15 tahun berada pada masa yang memerlukan metode pendidikan berupa penyuluhan salah satunya melalui video animasi dan podcast. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menggunakan video animasi dan podcast pada siswa 12-15 tahun SMPN 16 Banjarmasin dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Metode: Penelitian ini merupakan pre-eksperimental design dengan rancangan pretest-post-test. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling usia 12-15 tahun. Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kelompok video animasi diperoleh sebagian kriteria buruk 33 orang (75%) sedangkan kelompok video podcast diperoleh sebagian kriteria buruk 32 orang (72,72%). Sesudah dilakukan penyuluhan kelompok video animasi diperoleh kriteria baik 27 orang (61,36%) dan kelompok podcast diperoleh kriteria baik 29 orang (65,90%). Hasil uji Wilcoxon perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kelompok video animasi menunjukkan p=0,612 dan kelompok video podcast menunjukkan p=0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyuluhan video podcast efektif untuk meningkatkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi siswa 12-15 tahun SMPN 16 Banjarmasin. Kata kunci : Kesehatan Gigi, Media video animasi dan podcast, Penyuluhan,
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN VIDEO PADA DENTAL HEALTH EDUCATION TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN MULUT PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT Yanuar Agung Priambodo; Isnur Hatta; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i2.6393

Abstract

ABSTRACTBackground: The number of people with mental disorders in the world currently ranges from 450 million people, including schizophrenia. According to the 2018 Riskesdas data, schizophrenia disorders occur in 6 - 7 residents per mil household in Indonesia. Symptoms that appear in schizophrenia are appearance and behavior, speech disorders, affective disorders, perceptual disturbances and thought disorders. Therefore, people with schizophrenia will be less caring for themselves, even more indifferent to their appearance, especially their health. Schizophrenic patients will tend to not to pay attention to the health of their teeth and mouth. Objective: To determine the difference in the effectiveness of the effect of dental health education between the demonstration method and the video method on the level of dental health knowledge in patients with schizophrenia in RSJ DR. Radjiman Wediodiningrat. Methods: This study used a quasi-experimental research method with a pre-test post-test design without a control group. This study used purposive sampling method. Size sampling used in this study is repeated measurements with two measurements obtained 24 respondents per group Results: Dental health education using demonstration methods or video methods is effective to increasing the level of oral health knowledge on schizophrenia patients at Dr. RSJ. Radjiman Wediodiningrat, but there is no significant difference between the two methods. Conclusion: There is no significant difference in the methods used because both methods are effective in increasing the level of knowledge of the oral health of the respondents.Keywords :  Counseling, Demonstration,  Dental health education,  Schizophrenia, VideoABSTRAKLatar Belakang: Jumlah penderita gangguan jiwa di dunia saat ini berkisar 450 juta jiwa termasuk skizofrenia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi penyakit gangguan skizofrenia terjadi 6 - 7 penduduk per mil rumah tangga di Indonesia. Gejala yang nampak pada penyakit skizofrenia adalah penampilan dan perilaku, gangguan pembicaraan, gangguan afek, gangguan persepsi dan gangguan pikiran. Oleh karena itu, orang dengan gangguan skizofrenia akan lebih tidak merawat dirinya, bahkan lebih acuh terhadap penampilan dirinya khususnya pada kesehatannya. Pasien skizofrenia akan cenderung tidak memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas pengaruh dental health education antara metode demonstrasi dengan metode video terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi pada pasien dengan gangguan skizofrenia di RSJ DR. Radjiman Wediodiningrat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pretest post test without control group. Penelitian menggunakan metode purposive sampling untuk mengambil sameplnya. Untuk besar sampelnya digunakan rumus pengukuran berulang dua kali pengukuran didapatkan 24 responden per kelompok yaitu kelompok video dan kelompok demonstrasi dengan total responden sebanyak 48 orang. Hasil: Penyuluhan menggunakan metode demonstrasi ataupun metode video efektif untuk meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan mulut pasien skizofrenia di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat, namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua metode. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna penyuluhan Dental Health Education menggunakan metode demontrasi maupun video, keduanya efektif meningkatkan pengetahuan Kesehatan mulut pasien.Kata kunci:  Demonstrasi, Dental health education, Penyuluhan, Skizofrenia, Video.
Co-Authors Ade Putri Pratiwi Agung Satria Wardhana Aida Yanti Amalda Ayu Utami Hasibuan Ambika Kurnia Mustikawati Andi Istiqomah Anugrah Qatrunnada Hakim Arifin, Rahmad Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia Rahimah Bayu Indra Sukmana Beta Widya Oktiani Beta Widya Oktiani Dewi Nurdiana Dewi, Renie Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dwi Indah Syaputri Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma Eka Dwita Natasya Fitri Siregar Erika Norfitriah Erika Norfitriah Erika Norfitriah Eva Nor Jennah Farah Aida Putri Fatimah Maulideya Fatma Kirana Fennita Himawan Fitrian, Muhammad Soni Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Greace Natalia Br Tarigan Hamdani, Riky Hapizah, Elvina Hatta, Isnur Hilyatul Auliya Huda Ainani Husada Noor, Zakiah I Made Yudha Dharmawan I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Irnamanda D.H., Irnamanda Istiqamah, Andi Jamilatun Nisa Kirana, Fatma Lawrencia Constantika M. Rizky Nuari Asmik Ara Maulideya, Fatimah Melisa Budipramana, Melisa Miftakhu Rizkiyah Muhammad Arfah Akbar Muhammad Arya Danendra Muhammad Haikal Mulyatim Koeswo Musrifatuttazkiyah, Siti Nadia Febrila Putri Nor Helma Warni Novarina Haryanti Nuril Atqiya Nurrahman, Tri Nurul Fitriyani Dewi Rahmad Arifin Raihatun Nida Renie Kumala Dewi Rindang Fitria Ulfa Riska Eddela Rizki Nur Analita Rizky Tania Shafira Afifa Zulkarnain Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Febrissa, Mohammad Salsabila Muhtar Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Sinaga, Gloria Meyana Sity Noormazidah Sonia Dewi Maharani Suhadi Suhadi Tri Putri, Deby Kania Tri Wahyu Sarwiyata Utami, Juliyatin Putri Widodo Widodo Widya Elisabeth Silalahi Winda Aulia Putri Yanuar Agung Priambodo Yusfarani, Mirza Fitria