Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN DEDAK PADI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN AYAM BROILER Munaji Dwi Ananto; Nuraini Nuraini; Amiluddin Indi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.82 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Dedak Padi Fermentasi terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2013 bertempat dikandang Ayam Broiler Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari, Penelitian ini menggunakan 48 ekor DOC (day old chick) broiler unsexed strain avian CP707 produksi PT. Charoen Phokhpand Makassar yang dibagi ke 12 petak kandang dan masing-masing petak berisi 4 ekor DOC. Ada empat konsentrasipenggunaan dedak padi fermentasi yang diterapkan dalam percobaan ini yaitu: 0% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R0), 5% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R1), 10% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R2), dan 15% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R3). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dedak padi fermentasi dalam ransum komersial tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan dedak padi fermentasi dalam ransum komersial pada taraf 15% dapat diberikan pada ayam broiler mulai umur 2 minggu tanpa berpengaruh negatif pada konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kata Kunci: Ayam Broiler, Dedak padi fermentasi, Konsumsi ransum, PBB,  ABSTRACT
PENAMPILAN PRODUKSI AYAM KAMPUNG YANG DI BERI JAMU TERNAK MELALUI AIR MINUM Yuliana Yuliana; Nuraini Nuraini; Amiluddin Indi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.691 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i2.3228

Abstract

 Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu ternakterhadap penampilan produksi ayam kampung.Bahan yang digunakan adalah ayam kampung sebanyak 48 ekor yang dibagi ke dalam 12 petak kandang,terdiri atas 4 perlakuan A0 yaitu Air minum tanpa jamu ternak,A1 yaitu air minum dengan jamu ternak1% perliter air ,A2 yaitu air minum dengan jamu ternak 2% perliter air dan A3 yaitu air minum dengan jamu ternak 3% perliter air dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu ternak melalui air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap  konsumsi air minum, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan.Kata kunci : Jamu ternak, Penampilan produksi, Ayam kampung.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH BAGI PETERNAK PUYUH RAMAH LINGKUNGAN KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Astriana Napirah; Hamdan Has; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma P.
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.743 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1445

Abstract

Abstrak: Tujuan pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peternak puyuh di Kelurahan Rahandouna dan Watubangga, Kota Kendari mengenai teknologi pengolahan limbah ternak puyuh. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi langsung (praktek di lapangan). Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi program, penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan puyuh yang baik, potensi dan efek limbah peternakan puyuh, pelatihan teknik pengolahan kotoran puyuh menjadi biogas, dan rehabilitasi kandang puyuh. Berdasarkan kondisi yang dijumpai di lapangan, diketahui bahwa teknologi pengolahan limbah peternakan puyuh menjadi biogas sangat dibutuhkan peternak. Teknologi ini menjadi solusi atas polusi bau yang ditimbulkan peternakan puyuh di kawasan padat penduduk Kota Kendari. Proses monitoring dan pendampingan peternak dilakukan secara berkala guna menjamin keberlangsungan pelaksanaan program.Abstract: The purpose of the UHO Internal Society Partnership Program is to increase the understanding and knowledge of quail farmers in Rahandouna and Watubangga Sub-districts, Kendari City regarding quail livestock waste treatment technology. The method used was counseling and direct demonstration (practice in the field). Stages of activities carried out were program socialization, counseling about good management of quail maintenance, potential and effects of quail farm waste, training in processing quail manure into biogas, and rehabilitation of quail cages. Based on the conditions found in the field, it is known that the technology for processing quail livestock waste into biogas is very much needed by farmers. This technology is a solution to the odor pollution caused by quail farms in the densely populated area of Kendari City. The process of monitoring and assisting farmers is carried out regularly to ensure the sustainability of the program's implementation.
POTENSI PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN TERNAK KAMBING KACANG DESA WAJOGU KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH La Ode Baa; Amiluddin Indi; Sri Rejeki
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.708

Abstract

Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah adalah salahsatu lokasi yang memiliki populasi kambing kacang terbesar di kabupaten ButonTengah Sulawesi Tenggara, sebagian besar penduduknya berprofesi sebagaipeternak kambing. Tujuan pemeliharaan umumnya hanya untuk mendapatkananak (produksi daging) sehingga potensi lain dari kambing kacang seperti limbahbelum termanfaatkan. Pola pemeliharaan masih tergolong intensif terbatas, belumada penyediaan pakan secara khusus dalam bentuk kebun hijauan, peternak belummelakukan pengawetan pakan untuk persedian musim kemarau, peternak belummelakukan penanganan ternak sakit secara khusus, limbah ternak kambing (urin,feses dan sisa pakan) belum termanfaatkan dan diolah untuk mengurangi polusidan pencemaran.Apabila potensi peternakan kambing kacang yang ada di lokasi mitra dapatdioptimalkan maka peternak bisa memperoleh penghasilan tambahan dalamrangka peningkatan ekonomi rumah tangga peternak. Oleh karena itu perludilakukan penguatan pengetahuan dan inovasi teknologi, solusi yang dapatditawarkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan presepsi dan pengetahuanpeternak tentang potensi ternak kambing kacang, manajemen ternak kambingkacang, manajemen kesehatan, manajemen pakan, selain itu perlu peningkatanskill atau kemampuan peternak dalam membuat diversifikasi produk pengawetanpakan dan pengolahan limbah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Musram Abadi; La Ode Saidi; Rahim Aka; La Ode Nafiu; Rusli Badaruddin; Hamdan Has; Hairil A Hadini; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
PENGOLAHAN DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN BURUNG PUYUH SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN INCOME SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA KENDARI Rusli Badaruddin; La Ode Arsad Sani; Natsir Sandiah; Syamsuddin Syamsuddin; Rahim Aka; Hairil A. Hadini; Fuji Astuty Auza; Amiluddin Indi
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.215 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i2.21412

Abstract

Kendari City as the provincial capital has the highest incidence of positive covid-19 cases compared to other districts / cities in Southeast Sulawesi, Until April 23, 2020 there were 17 positive patients with Covid-19 who were undergoing treatment. This has implications for decreasing consumption and people's income because they cannot carry out normal activities. The steps taken by the central and local governments to combat the Covid-19 pandemic are by carrying out social distancing or social restrictions by limiting distances between individuals and avoiding crowds. Another government policy is the implementation of work from home (WFH) or activities from home for some employees and school children. This condition adversely affects the economy of Kendari city. One of the solutions offered is raising quail by utilizing the house yard. Quail maintenance is quite easy, does not require a large area and the maintenance system can be completed in a minimalist manner. Quail products consist of eggs and meat. Quail meat is processed into rica-rica quail meat and eggs are processed into quail egg nest tofu. KKN-THEMATIC aims to provide insights and knowledge about processing and marketing of processed quail products to the public. The method used is a persuasive participatory method with direct extension activities and practices. The results that have been achieved in this KKN-TEMATIK activity are an increase in the knowledge and understanding of breeders and the community in developing their business sustainability by making processed quail products, aswell as marketing management of processed quail products.
Giving Vernonia Amygdalina Juice to Cholesterol, Uric Acid, and Blood Glucose in Broiler Chickens Syamsuddin Syamsuddin; Deki Zulkarnain; Nasriati Nasriati; Rusli Badaruddin; Amiluddin Indi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 4 No 2 (2022): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v4i2.2691

Abstract

The aim of the study was to examine the effect of giving African leaf juice (Vernonia amygdalina) on cholesterol, uric acid and blood glucose of broiler chickens. The research was carried out in August-September 2021 at the broiler chicken coop unit of the Poultry Livestock Unit Laboratory, Faculty of Animal Science, Halu Oleo University, Kendari. The research method used was a completely randomized design (CRD) using 100 broiler DOCs with 4 treatments and 4 replications and there were 16 experimental units. The treatments used in this study were P0 = without African leaf juice (control), P1 = 2cc of African leaf juice/1 liter of water in drinking water, P2 = 4cc of African leaf juice/1 liter of water in drinking water, P3 = 6cc of African leaf juice /1 liter of water in drinking water. The variables observed were cholesterol, uric acid and blood glucose. The results of the study showed that administration of African leaf juice with levels of 2cc, 4cc, 6cc had no effect (P>0,05) on cholesterol, uric acid and blood glucose of broiler chickens. Thus, it was concluded that the administration of African leaf juice had no effect on cholesterol, uric acid and blood glucose of broiler chickens.
Persentase komponen karkas ayam kampung super yang diberi tepung tongkol jagung fermentasi dengan level berbeda: Percentage of components super kampung chicken carcases served with fermented corn cob flour with different levels Amiluddin Indi; Hamdan Has; Dina Hasria; Samsuddin; Rusli Badaruddin; Firman Nasiu
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v13i1.315

Abstract

This study aims to determine the carcass components of super free-range chicken on fermented corn cobs with different levels. This research was carried out in the laboratory of the Poultry Livestock Unit, Faculty of Animal Husbandry, University of Halu Oleo Kendari. This study used 64 super free-range chickens using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely P0 (feed without fermented corn cobs) P1 (feed containing 2% fermented corn cobs) P2 (feed containing 4% fermented corn cobs) P3 (feed containing 4% fermented corn cobs) feed containing 6% fermented corn cobs) and 4 replications. The variables observed were slaughter weight, carcass percentage, carcass components, and abdominal fat. The data obtained were tabulated and analysed using analysis of variance. The use of fermented corn cobs in feed with a level of 2-6% does not significant effect (P>0.05) on slaughter weight, percentage of carcass, but significant effect (P<0,05) on abdominal fat of super native chicken.
Bimbingan Teknis Penggemukan Sapi Bali Pada Kelompok Tani Samaenre Kota Kendari La Ode Sahaba; Achmad Selamet Aku; Natsir Sandiah; Yamin Yaddi; Harapin Hafid; Deki Zulkarnain; Surahmanto Surahmanto; La Ode Muh. Munadi; Muh. Rusdin; Amiluddin Indi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3418

Abstract

Sapi Bali merupakan plasma nutfah lokal sapi potong Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sulawesi Tenggara. Meskipun memiliki keunggulan adaptasi lingkungan, pertumbuhan yang cepat, dan kinerja reproduksi yang baik, populasi sapi Bali di daerah ini menghadapi tantangan terutama dalam penggemukan dan pengelolaan feses. Artikel ini mengidentifikasi beberapa permasalahan utama, termasuk kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak, serta kurangnya pemahaman tentang manajemen pakan dan analisis ekonomi. Melalui diskusi dengan masyarakat peternak, solusi yang ditawarkan termasuk peningkatan pengetahuan melalui program bimbingan teknis dan sekolah lapangan tentang penggemukan sapi Bali, manajemen kesehatan ternak, dan produksi pupuk kompos berkualitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan serta mengurangi dampak lingkungan negatif yang dihasilkan oleh sistem pemeliharaan yang ekstensif.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP MINAT MASYARAKAT BETERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA Abadi, Musram; Indi, Amiluddin; Firmanto, Firmanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.32683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap minat masyarakat beternak sapi Bali di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara sengaja (purposive sampling), dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna merupakan daerah dengan populasi sapi Bali terbanyak. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel yang diamati adalah aspek sosial (faktor masyarakat, status sosial) dan aspek ekonomi (pendapatan peternak, sumber pendapatan, dan pemasaran). Nilai F hitung sebesar 5,863 lebih besar dari nilai F tabel (2,262). Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,3999 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dalam beternak sapi Bali.