Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : MAGISTRA

FENOMENA TINGKAT TUTUR DALAM BAHASA JAWA AKIBAT TINGKAT SOSIAL MASYARAKAT Indrayanto, Bayu
MAGISTRA Vol 22, No 72 (2010): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a
BENTUK PELAFALAN PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH ETNIK BATAK DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA Indrayanto, Bayu
MAGISTRA Vol 23, No 78 (2011): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Bentuk kelas kata, pola fungsi, pola peran dalam pelafalan pemakaian bahasa Jawa oleh entk batak di Kecamatan Jebres Kota Surakarta pada umumnya sama dengan bahasa Indonesia. Perbedaan di bidan sintaksis dalam Pemakaian Bahasa Jawa olek etnik Batak di Kecamatan Jebres Kota Surakarta terletak pada intonasinya. Secara umum intonasi yang digunakan entik Batak di Kecamatan Jebres Kota Surakarta berawal dari nada sedang / netral kemudian tinggi dan kembali sedang / netral, serta dengan intonasi yang cepat. Key word : Entik Batak, intonations language, tempo
VERBA LOKATIF DALAM KALIMAT TUNGGAL BAHASA JAWA (Kajian Struktur Sintaksis) Indrayanto, Bayu
MAGISTRA Vol 26, No 94 (2015): Magistra Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Verba lokatif dalam kalimat tunggal bahasa Jawa (kajian struktur sintaksis) dapat dianalisis dari sisi  bentuk, fungsi, dan peran. Bentuk verba lokatif dalam kalimat tunggal  bahasa Jawa dapat  berupa monomorfemis dan polymorfemis. Verba lokatif bahwa sifat nomina lokatif yang mengikuti verba lokatif inheren, bersifat intrinsik; nomina lokatif yang mengikuti verba lokatif takinheren, bersifat takintrinsik. Kata kunci : verba, verba lokatif, kalimat tunggal.
POSISI DAN JARAK KONSTITUEN ANTARA UNSUR TERSULIH DAN PENYULIH DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA Indrayanto, Bayu
MAGISTRA Vol 28, No 97 (2016): Magistra September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.854 KB)

Abstract

This research is a descriptive qualitative research attempting at describing : the position andconstituent duration between substituted aspect and substitutor of “Emprit Abuntut Bedhug” novel written bySuparto Brata. The research data are Javanesse narrative discourse which its substitution aspect located in thediscource former sentences. The data obtained from the written source–series novels of Detective HandakaEAB written by Suparto Brata. Conclusion is the substitution of EAB novel is mostly substituted constituentstanding as either anaphoric or even cataphoric or both. Mean while, the duration between the constituent andthe substituted aspect with the substitutor constituent are sometimes narrows and remote. Its narrow andremote duration between substitutor and substituted aspect can be viewed in the sentences of one paragraph,among sentences in one paragraph, and sentences of the paragraphs.Keywords :Substitution,substituted constituent, substitutor
FENOMENA KESANTUNAN TUTURAN DALAM BAHASA JAWA Indrayanto, Bayu; Yuliastuti, Kinasih
MAGISTRA Vol 29, No 101 (2017): Magistra September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.317 KB)

Abstract

Fenomena kesantunan tuturan dalam bahasa Jawa merupakan pemakaian bahasa Jawa yangterjdi di masyarakat Jawa. Dalam menggunakan bahasa Jawa penutur harus memahami unggah-ungguh,akan tetapi sering terjadi kesalahan dalam penggunaan leksikon. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya,sebab itu dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, misalnya : kurangnya pengetahuan penutur tentangkonsep unggah-ungguh dalam berbahasa Jawa, kurangnya penguasaan kosa kata bahasa Jawa oleh penutur.Biasanya hal ini dialami oleh pendatang yang telah lama menetap di luar Jawa atau oleh kaum muda (khususnyaanak-anak) yang belum mengerti dan menguasai tentang unggah-ungguh.Kata Kunci: prinsip kesantunan, tingkat tutur, unggah-ungguh, ngoko, krama
FENOMENA TINGKAT TUTUR DALAM BAHASA JAWA AKIBAT TINGKAT SOSIAL MASYARAKAT Indrayanto, Bayu; Yuliastuti, Kinasih
MAGISTRA Vol 27, No 91 (2015): Magistra Maret
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.943 KB)

Abstract

Masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa harus mengenal unggah - ungguh, akan tetapisering terjadi kesalahan dalam penggunaan leksikon. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya sebab itudapat terjadi karena kurangnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah - ungguh dalam berbahasa Jawa.Begitulah fenomena tingkat tutur dalam bahasa Jawa akibat tingkat sosial masyarakat yng multilingual.Kata kunci :unggah - ungguh, tingkat sosial