Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN KOMUNIKASI INTRAPERSONAL ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) Rizki NST, Aisyah Purnama; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman komunikasi intrapersonal anak sebagai korbanKekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasiIntrapersonal merupakan proses berkomunikasi dengan diri sendiri melalui pikiran, perasaan, maupun penilaianterhadap pengalaman pribadi (Arbi, 2019), yang memiliki empat proses, yaitu sensasi, persepsi, memori, dan berfikir.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam terhadap 10 informan yang merupakan anak dari keluarga dengan latar belakang KekerasanDalam Rumah Tangga (KDRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung memendam perasaan, sulit terbuka,dan tidak memiliki ruang diskusi dalam keluarga.Kata Kunci : Komunikasi Intrapersonal, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Anak
PENGARUH KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL DAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP SUBJECTIVE WELL BEING MAHASISWA BARU TELKOM UNIVERSITY ANGKATAN 2024 Muifdah, Kandi Amira Rizki; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi dari SMA ke perguruan tinggi merupakan fase penting yang menuntut kemampuan adaptasi sosial dankomunikasi interpersonal, khususnya bagi mahasiswa baru yang tinggal di asrama. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh adaptasi sosial dan kualitas komunikasi interpersonal terhadap subjective well-being mahasiswa baruUniversitas Telkom angkatan 2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei, melibatkan 382mahasiswa asrama. Kualitas komunikasi interpersonal dianalisis berdasarkan teori DeVito (2022) yang mencakupelemen seperti feedback, feedforward, channel, purposes, mindfulness, content and relationship, context adjusment,communication choices, noise management, and code-switching. Hasil menunjukkan adaptasi sosial berkontribusisebesar 82%, komunikasi interpersonal sebesar 61%, dan secara simultan keduanya sebesar 87% terhadap subjectivewell-being. Hasil ini menunjukkan pentingnya fleksibilitas, keterampilan interpersonal, dan kesadaran diri dalammendukung kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan adanya program pendampingan dan layanankonseling untuk mendukung mahasiswa baru. Kata Kunci : Adaptasi Sosial, Komunikasi Interpersonal, Subjective Well-being
ENGARUH PERUNDUNGAN SIBER MEDIA SOSIAL TERHADAP KESADARAN DIRI BERMEDIA (Studi Pada korban Perundungan Siber di Mahasiswa Telkom University) Agni, Nabilla Ayu Nur; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Perundungan Siber semakin marak seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnyaInstagram, sebagai ruang interaksi digital di kalangan mahasiswa. Perundungan Siber berdampak serius secarapsikologis, seperti menurunnya kepercayaan diri, kecemasan, hingga gangguan pada konsep diri dan komunikasiintrapersonal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perundungan siber di media sosial terhadap kesadarandiri bermedia pada mahasiswa Telkom University. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei,perundungan siber dianalisis melalui elemen flaming dan pelecehan online, serta Konsep Diri melalui elemenpengetahuan, harapan, dan penilaian. Sampel penelitian berjumlah 395 mahasiswa aktif Telkom University yangpernah menjadi korban perundungan siber. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan adanya pengaruhsignifikan antara perundungan siber terhadap kesadaran diri bermedia dengan koefisien Pearson’s 0,566, regresi Y =14.206 + 0.428X, dan R-Square 32,1%. Korban cenderung mengalami penurunan kesadaran dan kepercayaan diri saatbermedia sosial. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi literasi digital dan kesadaran bermedia agar mahasiswalebih bijak menggunakan media sosial dan membangun konsep diri yang sehat.Kata Kunci: Perundungan Siber, Media Sosial, Kesadaran Diri, Konsep Diri, Mahasiswa
PERSEPSI DIRI DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS ORIENTASI PERCAKAPAN LAKI-LAKI FEMININ DI KOTA BANDUNG Tiara, Kamila Rizki; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena laki-laki feminin yang menghadapi diskriminasi akibat stereotip gender dantoksisitas maskulinitas, dengan fokus pada peran persepsi diri dan orientasi percakapan keluarga. Studi kualitatifdeskriptif fenomenologis ini melibatkan lima informan laki-laki Generasi Z di Kota Bandung dan satu ahli. Datadianalisis menggunakan Teori Identitas Komunikasi Michael Hecht dan Teori Pola Komunikasi Keluarga Koerner &Fitzpatrick. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya orientasi percakapan dalam keluarga, terutama antara ayah dan anaklaki-laki, serta dominasi figur perempuan, secara signifikan membentuk identitas feminin. Informan sering merasakurangnya dukungan emosional dari ayah dan harus beradaptasi dengan norma sosial, namun menemukankenyamanan dari figur perempuan. Studi ini menekankan urgensi komunikasi terbuka dan peran orang tua yangseimbang untuk identitas sehat pada anak laki-laki.Kata Kunci : Persepsi diri, Komunikasi keluarga, Orienrasi Percakapan, Identitas komunikasi, Laki-laki feminine
Presentasi Diri Difabel Pada Program Pelatihan Kerja di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Azhahra, Almahira Putri; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Presentasi diri yang efektif tidak hanya penting dalam interaksi sosial, tetapi juga berperan penting dalam membukapeluang kerja bagi difabel. Difabel sering menghadapi tantangan yaitu anggapan kurang berkompeten dalam duniakerja, hal ini membuat difabel sulit mendapatkan pekerjaan dan diskriminasi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami presentasi diri yang dilakukan klien difabel dalam program pelatihan kerja di PPSGHD (PusatPelayanan Sosial Griya Harapan Difabel). Penelitian ini menggunakan teori Pengelolaan Kesan dari Erving Goffman.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, paradigma interpretif, denganwawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan 9 informan utama yaitu klien difabel di PPSGHD dan3 informan pendukung yaitu alumni PPSGHD, pekerja sosial, dan instruktur PPSGHD. Hasil penelitian menunjukkanbahwa presentasi diri dilakukan melalui aspek penampilan seperti penggunaan pakaian yang rapi serta penggunaanaksesoris. Sementara dari aspek sikap, presentasi diri yang dilakukan tampak melalui nada berbicara (atau berbahasaisyarat), ekspresi wajah positif, gestur tubuh profesional, dan perilaku yang disesuaikan dengan lingkungan sosial.Pada aspek panggung belakang seperti asrama perilaku yang ditunjukkan yang lebih bebas dan spontan. Penelitian inimenunjukkan bahwa presentasi diri ini tidak hanya berguna dalam konteks pelatihan kerja, tetapi juga menjadi bagiandari proses pembentukan jati diri yang adaptif.Kata Kunci : Presentasi diri, Difabel, Pengelolaan Kesan.
PRIVACY MANAGEMENT PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT INSTAGRAM MAHASISWA TELKOM UNIVERSITY Pramesti, Ni Putu Ista Pradnya Ditta; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Second account dalam Instagram atau akun alternatif memiliki tujuan untuk menyampaikan isi dan perasaan yangtidak bisa diungkapkan oleh pengguna secara bebas. Namun dengan adanya penggunaan second account ini,menimbulkan adanya pengelolaan privasi yang berbeda pada second account Instagram. Penelitian ini bertujuan untukmemahami bagaimana pengaturan privasi yang berbeda pada penggunaan second account Instagram memengaruhitingkat kontrol yang dirasakan mahasiswa Telkom University terhadap privasi mereka. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Privacy Management penggunaan second account dianalisisberdasarkan aspek – aspek Teori Communication Privacy Management dari Sandra Petronio. Teknik pengumpulandata yang digunakan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi kepada 7 informan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa mahasiswa menjadikan second account sebagai ruang yang lebih aman dan nyaman untukmengekspresikan diri, membagikan informasi emosional, serta mengelola hubungan interpersonal dengan lebih bebas.Pengaturan privasi dilakukan melalui penerapan batasan pribadi, seleksi audiens, kontrol terhadap jenis informasiyang dibagikan. Ketika terjadi gangguan seperti penyebaran informasi tanpa izin (privacy turbulence), pengguna akanmengevaluasi dan menyesuaikan ulang strategi privasinya. Dengan demikian, second account tidak hanya menjadimedia ekspresi bebas, tetapi juga merupakan bentuk manajemen privasi digital yang mencerminkan kesadaran dankontrol mahasiswa atas informasi pribadi mereka di tengah lingkungan media sosial yang dinamis.Kata Kunci: Second Account Instagram, Manegemen Privasi, Mahasiswa
Proses Ketertarikan Dalam Hubungan Interpersonal Difabel di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Kota Cimahi Zaliyanty, Salma Alleyda; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difabel sering kali menghadapi stigma sosial dan prasangka yang menghambat peluang mereka untuk membangunhubungan interpersonal, termasuk hubungan romantis. Stigma negatif seperti anggapan bahwa difabel tidak memilikirasa ketertarikan menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana prosesketertarikan antar individu difabel berkembang dalam menjalin hubungan interpersonal, terutama dalam kontekshubungan romantis, di PPSGHD, menggunakan Attraction Theory dari Devito (2013). Penelitian ini memanfaatkanmetode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang mencakup wawancara mendalam dan observasi terhadapdelapan informan utama serta dua informan pendukung. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa proses ketertarikandalam hubungan interpersonal, termasuk hubungan romantis, di kalangan difabel berkembang melalui interaksi danpengalaman bersama. Interaksi yang terjalin melalui kegiatan bersama dan interaksi sehari-hari di lingkunganPPSGHD, membantu membangun rasa saling ketertarikan. Proses ini seringkali diawali dengan adanya kesamaanminat, latar belakang, atau pengalaman hidup yang menciptakan rasa saling pengertian. Kedekatan fisik yang terjalinkarena hidup dalam situasi yang sama dan menjalani kegiatan yang sejenis untuk memperkuat intensitas interaksi.Sebagai hasil akhir, hubungan interpersonal yang didasari oleh ketertarikan ini terbukti berkontribusi padaterbentuknya support system yang kuat berupa rasa saling percaya dan saling bantu. Hubungan ini jugamemberdayakan individu difabel untuk mengatasi tantangan, meningkatkan kemandirian, dan membangun kehidupansosial yang lebih bermakna.Kata Kunci : Difabel,Proses Ketertarikan, Hubungan Interpersonal,Romantis
STUDI FENOMENOLOGI PERAN ISTRI SEBAGAI TULANG PUNGGUNG KELUARGA DI DESA KALIPUTU KUDUS Mahindira, Helena Amanda Fidela; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keluarga beradaptasi dalam menghadapi tantangan hingga mampumenerima dan beradaptasi dengan perubahan peran dalam keluarga pada pekerja pelinting rokok di Desa Kaliputu,Kudus. Perubahan peran ini memicu ketegangan dalam komunikasi keluarga yang dianalisis menggunakan RelationalDialectics Theory (RDT) oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan fenomenologi dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitianmenunjukkan ketegangan dalam komunikasi keluarga umumya terjadi pada masa transisi ketika istri mulai mengambilperan sebagai tulang punggung keluarga. Seiring berjalannya waktu, keluarga mulai beradaptasi dan menerima kondisitersebut sehingga ketegangan cenderung mereda dan komunikasi menjadi lebih stabil. Penelitian ini memberikanpemahaman bagaimana keluarga menghadapi perubahan struktur peran dan pentingnya komunikasi dalam menjagakeharmonisan keluarga walaupun terjadi perubahan peran.Kata Kunci: Komunikasi Keluarga, Istri Tulang Punggung, Ketegangan.
The Effects of Trust and Cognitive Load on Human-Generative AI Communication in Higher Education: Evidence from Indonesian Undergraduate Students Aristawidya, Atikah Putri; Ramadhana, Maulana Rezi
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.6235

Abstract

This study examines the influence of trust and cognitive load as fundamental factors associated with Human-Generative AI Communication in a higher education context. As student interactions with generative artificial intelligence systems through natural language increase, understanding the conditions that support effective and meaningful communication between humans and AI becomes crucial. Using a quantitative research design, survey data were collected from 400 Indonesian undergraduate students who had actively used a generative AI platform for academic purposes in the past three months. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was used to test the theoretically hypothesized influence of trust and cognitive load on Human-Generative AI Communication within a theory-driven modeling framework. Results indicate that trust has a strong and significant influence. Students who perceive AI systems as reliable and credible are more likely to engage in open, dialogic communication. Cognitive load also showed a significant influence, indicating that lower cognitive load facilitates clearer, more efficient, and more dialogic communication with AI systems. Furthermore, the combined effects of trust and cognitive load accounted for a significant portion of the variance in Human-AI Generative Communication, underscoring the role of both factors in shaping interaction quality in academic settings. The findings indicate that students' communication with generative AI is closely related to relational evaluations and perceived cognitive demands, supporting the view of generative AI as a communicative participant and not simply an instrumental tool. This study contributes to communication research by providing empirical evidence on the socio-cognitive underpinnings of Human-Generative AI communication in higher education.
Development of an Experience-Based Interpersonal Communication Model: A Qualitative Study of Non-Professional Caregivers in Indonesian Mental Health Rehabilitation Putri, Tita Azzahra; Maulana Rezi Ramadhana
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.6299

Abstract

Interpersonal communication in non-clinical mental health rehabilitation is largely shaped by non-professional caregivers, yet existing therapeutic communication models emphasize clinical expertise and structured protocols. This study explores how experience-based relational practices emerge among Pramujiwa non-professional caregivers at Satpel Bina Laras Sakurjaya, Indonesia, through daily interactions with clients with mental disorders (ODGJ). Employing an intrinsic single-case qualitative design grounded in interpretivist and experiential learning perspectives, data were collected via unstructured interviews, participant observation, and document analysis with 10 key Pramujiwa informants, supporting staff, and an expert informant. Inductive thematic analysis identified four recurring interaction patterns: Initial Familiarization, Trust Negotiation, Daily Engagement, and Informal Continuity, which were synthesized into a three-phase conceptual model: Affectional, Adaptive, and Relationship Consolidation phases. Findings indicate that relational effectiveness is maintained through emotional attunement, situational adaptation, and continuity across everyday activities rather than formal clinical procedures. The Pramujiwa Interpersonal Relationship Model demonstrates that meaningful therapeutic-like communication can develop from sustained, context-sensitive experiential practice. The study highlights the significance of non-professional, experience-based caregiving for psychosocial stabilization and relational continuity in resource-limited rehabilitation contexts, offering theoretical and practical insights for enhancing interpersonal communication frameworks in non-clinical mental health care.