This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Torani Journal of Fisheries and Marine Science Jurnal Perikanan dan Kelautan Berkala Perikanan Terubuk Journal of Marine Research Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Akuatika Indonesia Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan JURNAL PERIKANAN TROPIS Asian Journal of Aquatic Sciences PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Abdimas Langkanae SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT Dinamika Lingkungan Indonesia Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Meambo Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Perikanan Mantis Journal of Fisheries
Claim Missing Document
Check
Articles

EFISIENSI WAKTU PENDARATAN HASIL TANGKAPAN PURSE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BELAWAN SUMATERA UTARA Hutauruk, Tiara Nova Wulandari; Nelwida, Nelwida; Ramdhani, Farhan; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Arfiana, BS Monica
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 2 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The efficiency of fish landing time is an sign of determine the level of time management in fish landing activities as well as efforts to maintain the condition of quality and freshness of quality fish reaching consumers. The purpose of this study is to determine the efficiency of landing times and the factors that influence the efficiency of landing times of purse seine catches at the North Sumatra Province's Belawan Ocean Fisheries Port (PPS). This study employed a survey approach with a total sample size of 30 purse seine vessels. The efficiency level of landing time for purse seine catches at Belawan PPS is classified as efficient with an average of 75.89%. The results of the linear regression analysis obtained a value (R2) of 0.96 which shows that degree level of efficiency of fish landing time is influenced by 96% by the variables studied, namely (amount of catch (kg), number of unloaders (people), size of the fishing fleet (GT), the age of the unloader (years), and the experience of the unloader (years). And the remainder 4% is impacted by additional elements not covered in this research. Meanwhile, the variables that have a real influence are unloading time (minutes) having a value of 1,38×10−8 and wasted time (minutes) having a value of 8.85×10−16 significant < 0.05.
POLA PERTUMBUHAN IKAN PETEK (Leiognathus equulus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN IKAN MUARA ANGKE, JAKARTA Yunita, Lauura Hermala; Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Heltria, Septy; Magwa, Rizky Janatul; Ramdhani, Farhan
Grouper Vol. 14 No. 2 (2023): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i2.205

Abstract

Ikan petek (Leiognathus equulus) merupakan ikan hasil tangkapan sampingan oleh nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta , ikan ini merupakan salah satu aset terpenting pada ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang bobot ikan petek yang didaratkan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Penelitian berlangsung pada bulan April Tahun 2021 dilakukan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Persamaan hubungan untuk panjang bobot adalah W = aLb. sampel ikan yang didapat yaitu berjumlah 30 ekor dengan ukuran antara 125 – 164 mm dan berat berkisar antara 33 – 67 gr. Ukuran mendominasi pada ukuran 133 – 140 mm yaitu sebanyak 11 ekor sementara pada ukuran 157 – 164 mm hanya terdapat 1 ekor. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai b yaitu 2.7412 hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan allometrik negatif dimana pertumbuhan panjang ikan lebih cepat daripada pertumbuhan beratnya dan memiliki nilai r yaitu 1 artinya pertumbuhan panjang sangat mempengaruhi pertumbuhan berat pada ikan.Kata Kunci : Allometrik Negatif, Leiognathus equulus, Muara Angke, Panjang-Bobot 
Study on The Distribution of Longtail Tuna (Thunnus Tonggol) Catch Based on Chlorophyll-A Using Aqua Modis Imagery in West Sumatera Muhammad Farhan Al Iqromi; Afriani Harahap; Heltria, Septy; Farhan Ramdhani; Ester Restiana Endang Gelis; Hutwan Syarifuddin
Grouper Vol. 16 No. 1 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i1.292

Abstract

The longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of the highest-producing fishery commodities in the waters of West Sumatra. Its abundance is influenced by oceanographic conditions, particularly indicated by chlorophyll-a concentration as a marker of water productivity. This study aims to examine the distribution of chlorophyll-a in relation to the catch of longtail tuna (Thunnus tonggol) using Aqua MODIS imagery in the waters of West Sumatra. The method used in this research is observational, involving data collection on chlorophyll-a distribution and logbook records. Chlorophyll-a data was obtained from the Ocean Color website, and logbook data for 2018–2022 was sourced from the Bungus Oceanic Fisheries Port (PPS). The results show that chlorophyll-a distribution in the waters of West Sumatra fluctuated between 2018 and 2022, with an average range of 0.15 mg/m³ to 0.33 mg/m³. A simple linear regression analysis showed a significant F-value of 0.0045, which is smaller than α (0.05), indicating that the regression equation is valid. This suggests that the distribution of chlorophyll-a has a significant effect on the longtail tuna catch in the waters of West Sumatra. The average annual CPUE (Catch Per Unit Effort) of longtail tuna was 0.44 tons/trip, with an average catch over the 2018–2022 period of 18.38 tons and an average of 41 trips per year.
STUDI MORFOMETRIK IKAN JULUNG-JULUNG (Hyporhamphus dussumieri) DI PERAIRAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Ramdhani, Farhan; Fatchiyyah, Sayyiddah; Hadi, Sutanto; Maddupa, Hawis
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5324

Abstract

Ikan julung-julung (Hyporhamphus dussumieri) termasuk salah satu ikan yang kerap ditemui dalam kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitar Muaro Angke, hal ini menunjukan bahwa potensi ikan julung-julung masih sangat tinggi. Untuk mengetahui hubungan panjang berat ikan tersebut maka dilakukan penelitian pada bulan April 2018. Sebanyak 30 ikan yang tertangkap dengan jumlah ikan betina 9 ekor dan ikan jantan 29 ekor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey studi kasus. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan julung-julung yang didapat dari perairan Muara Angke menunjukan koefisien korelasi (r) yaitu 0.9305. Ini mengartikan bahwa pertumbuhan ikan julung-julung menunjukan sifat isometrik. Adanya hasil korelasi yang erat memiliki arti bahwa semakin bertambah panjang baku (PB) pada ikan julung-julung maka morfometrik pembandingnya juga bertambah. Hasil korelasi tersebut diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Faktor ketersediaan makanan saat berperan dalam proses pertumbuhan. Dari hasil korelasi ini menunjukan bahwa ketersediaan makanan di perairan Muara Angke masih mendukung kehidupan ikan julung-julung.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) BERDASARKAN KEDALAMAN PERENDAMAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN PROVINSI SUMATERA BARAT Armarenti, Armarenti; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Gelis, Ester Restiana Endang
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.34365

Abstract

Ikan teri (Stolephorus sp) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut, Ikan ini memiliki hidup berkoloni dengan membentuk kelompok yang berjumlah ratusan hingga ribuan ekor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan ikan teri pada kedalaman yang berada di perairan carocok tarusan menggunakan bagan perahu. Alat tangkap bagan perahu ini digunakan oleh nelayan di perairan carocok tarusan dalam usaha penangkapan ikan teri, alat tangkap ini menggunakan lampu sebagai daya tarik utama mengumpulkan gerombolan ikan teri yang bersifat senang terhadap cahaya (phototaxis). Metode yang digunakan selama penelitian ini yaitu metode survei, dengan pengamatan langsung kelapangan 24 trip dengan total 65 setting hauling.  Jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap bagan perahu yaitu ikan teri (hasil tangkapan utama). IIkan peperek, ikan lemuru, ikan sarden, dan ikan kembung (hasil tangkapan sampingan). Adapun hasil tangkapan buangan yaitu ubur-ubur, ikan buntal, dan ular laut. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp) terbanyak sebesar 2,313 kg dengan persentase 47,50% dan jumlah hasil tangkapan terkecil yaitu ikan kembung (Restrelliger sp) sebesar 470 kg dengan persentase 9,65%. Selang kelas kedalaman pada hasil tangkapan terdapat hasil tangkapan ikan teri terbanyak pada kedalaman 22-26,00 m sebanyak 908 kg dan hasil tangkapan terkecil yaitu pada kedalaman 34-38,3 m sebanyak 94 kg. Kata Kunci: ikan teri (Stolephorus sp), kedalaman perendaman, carocok tarusan
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PEPEREK (Leiognathus equulus) HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT Irwan, Irwan; Mairizal, Mairizal; Rahayu, Dyah Muji; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Ramdhani, Farhan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.36395

Abstract

Hasil tangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) di Perairan Carocok cukup fluktuatif dikarenakan lokasi yang berbeda-beda akan mempengaruhi kelimpahan dari hasil tangkapan ikan peperek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak fishing base dan fishing ground serta melihat hasil kelimpahan dari ikan peperek dari lokasi yang berbeda (distribusi spasial) menggunakan alat tangkap bagan perahu. Metode penelitian ini bersifat survei yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2023 yang berlokasi di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penangkapan dan suhu perairan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapandan kelimpahan ikan peperek (Leiognathus equulus). Pada daerah Pamutusan memiliki 20 titik koordinat dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 601 kg ikan peperek. Sedangkan di dekat daerah Pulau Soetan memiliki 8 titik koordinasi dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 228 kg ikan peperek. Jarak terjauh saat melakukan penangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) berada pada angka 12.47 km dengan hasil tangkap sebesar 30 kg dimana jumlah ikan yang diperoleh sebanyak 2.730 ekor. Sedangkan, jarak terdekat berada di angka 3.75 km dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 45 kg dan kelimpahan sebanyak 4.140 ekor.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
NILAI FINANSIAL DAN POTENSI KONFLIK PERIKANAN UDANG MANTIS DI KUALA TUNGKAL, JAMBI Nofrizal; Ramdhani, Farhan; Jhonnerie, Romie
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.495 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27223

Abstract

Mantis shrimp is an export commodity that caught by fishermen in Kuala Tungkal. Mostly, the fishermen use gillnet as their main fishing gear. However, this fishing effort shares open access and common property to be its aquatic resources with other fishing businesses that may bring potential conflicts related to fishing areas, utilization of aquatic resources, fishing gear, etc. Thus, this current study aims to analyze economic value and potential conflicts in mantis shrimp catch in Kuala Tungkal. A survey method was applied as the research method. From 2015 to 2017, the export volume and value of shrimp commodities continued to increase. The results show that profit value (π) possessed by catching mantis shrimp is Rp637.500,00 per trip, R/C 5.6 and PP 39 trips showing a good financial value and potential to be developed. Meanwhile, potential conflicts in catching mantis shrimp tend to be low since there is no overlapping fishing area for each fishing gear operated by different aquatic resource users. It means that the operation of fishing gear has been set well by the community of fishing businesses in that area so that the potential for social conflicts between aquatic resources users is also low.
Studi Pemanfaatan Fasilitas Rantai Dingin di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Sumatera Barat Sitanggang, Earline Margareth Br; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nur, Puti
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.43485

Abstract

Cold chain facilities, such as ice factories, Air blast freezer (ABF) and cold storage are important components that support improving and maintaining the quality of caught products at the Bungus Ocean Fisheries Port (PPS). This research was carried out at the Samudera Bungus Fishing Harbor on November 4 – November 22 2024. The research method used in this research was the survey method, by distributing questionnaires to users of cooling facilities at PPS Bungus, the number of respondents used was 30 respondents. The results of the research show that in the cold chain facilities at the Bungus Ocean fishing port, 1 unit of ice factory facility with a capacity of 44 tons/day is in good condition. Then there are 3 units of ABF facilities available, consisting of 2 units with a capacity of 3 tons/24 hours freezing in good condition, 1 unit with a capacity of 3 tons/24 hours in a heavily damaged condition, and finally a cold storage facility of 1 unit with a capacity of 100 tons in good condition. From the results of the analysis that has been carried out, it can be concluded that the level of utilization of cold chain facilities at the Bungus Ocean Fishing Port, namely the ice factory facility is 61.82% in the not optimal category with a satisfaction level of 79% or in the satisfied category, the Air blast freezer (ABF) facility is 18.17% in the not optimal category, and the cold storage facility is 16.35% in the not optimal category.
GROWTH PATTERNS AND GONAD MATURITY LEVELS OF (Barbonymus schwanefeldii) FISH IN THE BATANG ASAI SAROLANGUN RIVER Wulanda, Yoppie; Magwa, Rizky Janatul; Gelis, Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Yunita, Lauura Hermala; Ramdhani, Farhan; Rolin, Febrina; Leni, Yusyam; Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Bareta, Ainun Rohmawati
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.398-405

Abstract

The condition of the Batang Asai River in Sarolangun Regency, Jambi, has experienced a decline in water quality due to anthropogenic activities such as land clearing, settlement, and mining. This condition threatens the sustainability of fish populations, especially those from the Cyprinidae family, which are an important and environmentally sensitive group of fish for consumption, one of which is the lampam (Barbonymus schwanefeldii). However, scientific information on the bioecology of lampam in this region is very limited. Therefore, this research is needed to provide basic data to support adaptive conservation and fisheries management strategies. This study aims to analyze the growth patterns and gonadal maturity levels of lampam in the Batang Asai River, Sarolangun Regency, as a basis for inland fisheries management. A total of 113 fish, consisting of 64 males and 49 females, were observed. Male fish had a positive allometric growth pattern, while female fish had an isometric growth pattern. Analysis of Gonad Maturity Level (GML) found fish with GML I to GML IV, but immature gonads dominated the condition of the fish. In general, the water quality of the Batang Asai River still supports fish life, as can be seen from the growth patterns of the fish, but most of the fish found during the study were still immature despite the presence of fish with GML I to GML IV.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afriani Afriani Afriani Harahap Amir Yarkhasy Yuliardi Andhini, Jessyca Ardelia, Icha Dewi Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Armarenti, Armarenti Asyraf, Muhyi Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Brigita Novianti Butar-butar BS Monica Arfiana Darlim Darmawi Dea Amelia, Dea Deni Efizon Dyah Muji Rahayu Ester Restiana Endang Gelis Farizal Farizal Fatchiyyah, Sayyiddah Fauzan Ramadan Febrina Rolin Femi Riza Fiki Harjuni Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Hadi, Sutanto Hariski, M Hasanah Hasanah Hawis H Madduppa Heltria, Septi Herman Sarumaha Herman Sarumaha Huda, Muhammad Aidil Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Hutwan Syarifuddin Irfan Zidni Irwan Irwan Jecky Silaban Khaaliq, Ilham Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Khoiriyah, Muhimatul Lauura Hermala Yunita Leni, Yusyam Lisna Lisna, Lisna Mairizal Mairizal Miradni, Asni Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Farhan Al Iqromi Muhammad Halim Muhammad Halim, Muhammad Muhammad Latiful Khobir Mutiara Alkayakni Harahap Najah, Khairun Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Noferdiman Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Noverdiman, Noverdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurwijayanti Pangentasari, Dwinda Putinur Putri, Julia Rahayu Ningsih Hutabarat Rahma Dini Arbajayanti Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Rohmawati Bareta, Ainun Romie Jhonnerie Sayyidah Fatchiyyah Septy Heltria Shofian Nanda Adiprayoga Silaban, Jecky Sinaga, Nurlince Sitanggang, Earline Margareth Br Suryono tussadiah, Arifa Viktor Amrifo Wijaya, Jogi Windarti Windarti Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yun Alwi Yunita Friska Sitanggang