p-Index From 2021 - 2026
7.135
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Torani Journal of Fisheries and Marine Science Jurnal Perikanan dan Kelautan Berkala Perikanan Terubuk Journal of Marine Research Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Akuatika Indonesia Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan JURNAL PERIKANAN TROPIS Asian Journal of Aquatic Sciences PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Abdimas Langkanae SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT Dinamika Lingkungan Indonesia Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Meambo Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Perikanan Terpadu Jurnal Perikanan Mantis Journal of Fisheries Jurnal Pengabdian Pemersatu Bangsa (JPPB)
Claim Missing Document
Check
Articles

Study on The Distribution of Longtail Tuna (Thunnus Tonggol) Catch Based on Chlorophyll-A Using Aqua Modis Imagery in West Sumatera Muhammad Farhan Al Iqromi; Afriani Harahap; Heltria, Septy; Farhan Ramdhani; Ester Restiana Endang Gelis; Hutwan Syarifuddin
Grouper Vol. 16 No. 1 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i1.292

Abstract

The longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of the highest-producing fishery commodities in the waters of West Sumatra. Its abundance is influenced by oceanographic conditions, particularly indicated by chlorophyll-a concentration as a marker of water productivity. This study aims to examine the distribution of chlorophyll-a in relation to the catch of longtail tuna (Thunnus tonggol) using Aqua MODIS imagery in the waters of West Sumatra. The method used in this research is observational, involving data collection on chlorophyll-a distribution and logbook records. Chlorophyll-a data was obtained from the Ocean Color website, and logbook data for 2018–2022 was sourced from the Bungus Oceanic Fisheries Port (PPS). The results show that chlorophyll-a distribution in the waters of West Sumatra fluctuated between 2018 and 2022, with an average range of 0.15 mg/m³ to 0.33 mg/m³. A simple linear regression analysis showed a significant F-value of 0.0045, which is smaller than α (0.05), indicating that the regression equation is valid. This suggests that the distribution of chlorophyll-a has a significant effect on the longtail tuna catch in the waters of West Sumatra. The average annual CPUE (Catch Per Unit Effort) of longtail tuna was 0.44 tons/trip, with an average catch over the 2018–2022 period of 18.38 tons and an average of 41 trips per year.
STUDI MORFOMETRIK IKAN JULUNG-JULUNG (Hyporhamphus dussumieri) DI PERAIRAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Gelis, Ester Restiana Endang; Wulanda, Yoppie; Ramdhani, Farhan; Fatchiyyah, Sayyiddah; Hadi, Sutanto; Maddupa, Hawis
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5324

Abstract

Ikan julung-julung (Hyporhamphus dussumieri) termasuk salah satu ikan yang kerap ditemui dalam kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitar Muaro Angke, hal ini menunjukan bahwa potensi ikan julung-julung masih sangat tinggi. Untuk mengetahui hubungan panjang berat ikan tersebut maka dilakukan penelitian pada bulan April 2018. Sebanyak 30 ikan yang tertangkap dengan jumlah ikan betina 9 ekor dan ikan jantan 29 ekor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey studi kasus. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan julung-julung yang didapat dari perairan Muara Angke menunjukan koefisien korelasi (r) yaitu 0.9305. Ini mengartikan bahwa pertumbuhan ikan julung-julung menunjukan sifat isometrik. Adanya hasil korelasi yang erat memiliki arti bahwa semakin bertambah panjang baku (PB) pada ikan julung-julung maka morfometrik pembandingnya juga bertambah. Hasil korelasi tersebut diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Faktor ketersediaan makanan saat berperan dalam proses pertumbuhan. Dari hasil korelasi ini menunjukan bahwa ketersediaan makanan di perairan Muara Angke masih mendukung kehidupan ikan julung-julung.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) BERDASARKAN KEDALAMAN PERENDAMAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN PROVINSI SUMATERA BARAT Armarenti, Armarenti; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Gelis, Ester Restiana Endang
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.34365

Abstract

Ikan teri (Stolephorus sp) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut, Ikan ini memiliki hidup berkoloni dengan membentuk kelompok yang berjumlah ratusan hingga ribuan ekor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan ikan teri pada kedalaman yang berada di perairan carocok tarusan menggunakan bagan perahu. Alat tangkap bagan perahu ini digunakan oleh nelayan di perairan carocok tarusan dalam usaha penangkapan ikan teri, alat tangkap ini menggunakan lampu sebagai daya tarik utama mengumpulkan gerombolan ikan teri yang bersifat senang terhadap cahaya (phototaxis). Metode yang digunakan selama penelitian ini yaitu metode survei, dengan pengamatan langsung kelapangan 24 trip dengan total 65 setting hauling.  Jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap bagan perahu yaitu ikan teri (hasil tangkapan utama). IIkan peperek, ikan lemuru, ikan sarden, dan ikan kembung (hasil tangkapan sampingan). Adapun hasil tangkapan buangan yaitu ubur-ubur, ikan buntal, dan ular laut. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp) terbanyak sebesar 2,313 kg dengan persentase 47,50% dan jumlah hasil tangkapan terkecil yaitu ikan kembung (Restrelliger sp) sebesar 470 kg dengan persentase 9,65%. Selang kelas kedalaman pada hasil tangkapan terdapat hasil tangkapan ikan teri terbanyak pada kedalaman 22-26,00 m sebanyak 908 kg dan hasil tangkapan terkecil yaitu pada kedalaman 34-38,3 m sebanyak 94 kg. Kata Kunci: ikan teri (Stolephorus sp), kedalaman perendaman, carocok tarusan
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PEPEREK (Leiognathus equulus) HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT Irwan, Irwan; Mairizal, Mairizal; Rahayu, Dyah Muji; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Ramdhani, Farhan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.36395

Abstract

Hasil tangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) di Perairan Carocok cukup fluktuatif dikarenakan lokasi yang berbeda-beda akan mempengaruhi kelimpahan dari hasil tangkapan ikan peperek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak fishing base dan fishing ground serta melihat hasil kelimpahan dari ikan peperek dari lokasi yang berbeda (distribusi spasial) menggunakan alat tangkap bagan perahu. Metode penelitian ini bersifat survei yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2023 yang berlokasi di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penangkapan dan suhu perairan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapandan kelimpahan ikan peperek (Leiognathus equulus). Pada daerah Pamutusan memiliki 20 titik koordinat dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 601 kg ikan peperek. Sedangkan di dekat daerah Pulau Soetan memiliki 8 titik koordinasi dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 228 kg ikan peperek. Jarak terjauh saat melakukan penangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) berada pada angka 12.47 km dengan hasil tangkap sebesar 30 kg dimana jumlah ikan yang diperoleh sebanyak 2.730 ekor. Sedangkan, jarak terdekat berada di angka 3.75 km dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 45 kg dan kelimpahan sebanyak 4.140 ekor.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
NILAI FINANSIAL DAN POTENSI KONFLIK PERIKANAN UDANG MANTIS DI KUALA TUNGKAL, JAMBI Nofrizal; Ramdhani, Farhan; Jhonnerie, Romie
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.495 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27223

Abstract

Mantis shrimp is an export commodity that caught by fishermen in Kuala Tungkal. Mostly, the fishermen use gillnet as their main fishing gear. However, this fishing effort shares open access and common property to be its aquatic resources with other fishing businesses that may bring potential conflicts related to fishing areas, utilization of aquatic resources, fishing gear, etc. Thus, this current study aims to analyze economic value and potential conflicts in mantis shrimp catch in Kuala Tungkal. A survey method was applied as the research method. From 2015 to 2017, the export volume and value of shrimp commodities continued to increase. The results show that profit value (π) possessed by catching mantis shrimp is Rp637.500,00 per trip, R/C 5.6 and PP 39 trips showing a good financial value and potential to be developed. Meanwhile, potential conflicts in catching mantis shrimp tend to be low since there is no overlapping fishing area for each fishing gear operated by different aquatic resource users. It means that the operation of fishing gear has been set well by the community of fishing businesses in that area so that the potential for social conflicts between aquatic resources users is also low.
Studi Pemanfaatan Fasilitas Rantai Dingin di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Sumatera Barat Sitanggang, Earline Margareth Br; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nur, Puti
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.43485

Abstract

Cold chain facilities, such as ice factories, Air blast freezer (ABF) and cold storage are important components that support improving and maintaining the quality of caught products at the Bungus Ocean Fisheries Port (PPS). This research was carried out at the Samudera Bungus Fishing Harbor on November 4 – November 22 2024. The research method used in this research was the survey method, by distributing questionnaires to users of cooling facilities at PPS Bungus, the number of respondents used was 30 respondents. The results of the research show that in the cold chain facilities at the Bungus Ocean fishing port, 1 unit of ice factory facility with a capacity of 44 tons/day is in good condition. Then there are 3 units of ABF facilities available, consisting of 2 units with a capacity of 3 tons/24 hours freezing in good condition, 1 unit with a capacity of 3 tons/24 hours in a heavily damaged condition, and finally a cold storage facility of 1 unit with a capacity of 100 tons in good condition. From the results of the analysis that has been carried out, it can be concluded that the level of utilization of cold chain facilities at the Bungus Ocean Fishing Port, namely the ice factory facility is 61.82% in the not optimal category with a satisfaction level of 79% or in the satisfied category, the Air blast freezer (ABF) facility is 18.17% in the not optimal category, and the cold storage facility is 16.35% in the not optimal category.
Analisis Kelayakan Finansial Olahan Keletek Udang di Poklahsar Tanjung Jaya Bersama Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur Hariski, M; Ramdhani, Farhan; Hasanah, Hasanah; Wulandari, Wulandari; Roiska, Riris; Asyraf, Muhyi; Khoiriyah, Muhimatul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21621

Abstract

The fishery product processing industry has an important role in increasing the added value and welfare of coastal communities. Kuala Jambi District, East Tanjung Jabung Regency has abundant shrimp raw material potential, opening up opportunities for the development of processed products such as shrimp chips. There is a lack of studies that assess the financial feasibility aspect of the shrimp chips business in Kuala Jambi District, so financial feasibility research needs to be carried out to obtain the financial condition of the shrimp chips processing business, especially in the Poklahsar Tanjung Jaya Bersama. The purpose of the study is to analyze the financial feasibility of processed shrimp chips in the Poklahsar Tanjug Jaya Bersama Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur. The research method used is a case study with a quantitative descriptive approach. Data was obtained through interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using financial investment criteria, namely NVP (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio) and IRR (Internal Rate of Return). The results of the analysis showed that the shrimp chips processing business in Poklahsar Tanjung Jaya Bersama had a positive NPV value, BCR greater than 1, and IRR higher than the discount rate, which means that financially the business was declared viable to run and had the potential to increase group income and encourage the development of sustainable fisheries agribusiness in the coastal area of Kuala Jambi.
Estimasi Potensi Lestari dan Musim Penangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di WPPNRI 571 Sumatera Utara Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun; BS Monica Arfiana; Fauzan Ramadan
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.52709

Abstract

Perairan Sumatera Utara yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 memiliki potensi sumber daya cumi-cumi (Loligo sp.) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) dan menganalisis pola musim penangkapan cumi-cumi yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan. Data yang digunakan adalah data produksi dan upaya penangkapan cumi-cumi pada periode tahun 2018–2022, kemudian dianalisis menggunakan model surplus produksi Schaefer dan Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MSY cumi-cumi sebesar 3.886,62 ton/tahun dengan effort optimum (Fopt) sebanyak 3.078 trip/tahun. Rata-rata produksi tahunan berada di bawah nilai MSY, namun peningkatan effort yang signifikan disertai penurunan CPUE dari 2,07 ton/trip (2018) menjadi 1,66 ton/trip (2022) mengindikasikan tekanan eksploitasi yang meningkat. Analisis IMP menunjukkan musim puncak penangkapan terjadi pada bulan Mei, Oktober, November, dan Desember, yang diindikasikan dengan nilai IMP >100% dan peningkatan kelimpahan klorofil-a (0,60–0,69 mg/L). Hubungan positif antara IMP dan klorofil-a menunjukkan bahwa dinamika oseanografi memiliki kaitan terhadap kelimpahan cumi-cumi di perairan WPPNRI 571 Sumatera Utara.  The waters of North Sumatra, located within Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (FMA-RI) 571, are known to have a high potential of squid (Loligo sp). This study aims to estimate the Maximum Sustainable Yield (MSY) and analyze the fishing season patterns of squid landed at the Oceanic Fishing Port (PPS) of Belawan. The data used include squid production and fishing effort from 2018 to 2022, which were analyzed using the Schaefer surplus production model and the Fishing Season Index (IMP). The results indicate that the MSY of squid is 3,886.62 tons/year with an optimum effort (Fopt) of 3,078 trips/year. Although the annual production remains below the MSY, the significant increase in fishing effort accompanied by a decrease in CPUE—from 2.07 tons/trip in 2018 to 1.66 tons/trip in 2022—suggests increasing exploitation pressure. The IMP analysis shows that peak fishing seasons occur in May, October, November, and December, indicated by IMP values exceeding 100% and an increase in chlorophyll-a concentrations (0.60–0.69 mg/L). The positive correlation between IMP and chlorophyll-a implies that oceanographic dynamics play an important role in influencing the availability of squid in the waters of FMA-RI 571. These findings highlight the need for adaptive and ecosystem-based fisheries management strategies to ensure the sustainability of squid stocks in this region.
Exploitation rates and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds in FMA-572 West Sumatra Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Noferdiman Noferdiman; Muhamad Gilang Arindra Putra; Muhammad Halim
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.36105

Abstract

Anchovy is one of potential commodities widely found and caught by fishermen in FMA-572 West Sumatra. Examining its exploitation rate is a part of taking control and monitor toward the fishing activities to avoid overfishing possibility. This recent study aims to calculate exploitation rate and oceanographic characteristics of anchovy fishing grounds. The data was collected from Bungus Oceanic Fishing Port, West Sumatra in 2018-2022. Meanwhile, sea surface temperature and chlorophyll data were obtained from https://marine.copernicus.eu/ and https://oceancolor.gsfc.nasa.gov 2018-2022, respectively. The results showed that the exploitation rate of anchovies in 2020 and 2022 has exceeded maximum sustainable yield categorized as overexploitation with a percentage of 130.44% and 112.84%. Anchovy catches are significantly influenced by oceanographic factors with F value 0.00000115 ( 0.05). An increase in CPUE value is align with chlorophyll increase and in contrary to sea surface temperature. The findings are expected to give an overview related to anchovy fishing activities implementation and become an input for fisheries governance that lead to sustainable fisheries management.Keywords:FMA-572MSYOverfishingSustainable fisheriesStolephorus sp
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afriani Afriani Afriani Harahap Ainun Rohmawati Bareta Ainun Rohmawati Bareta Ainun Rohmawati Bareta Amir Yarkhasy Yuliardi Andhini, Jessyca Anta Maulana Nasution Ardelia, Icha Dewi Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Armarenti, Armarenti Asyraf, Muhyi Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Brigita Novianti Butar-butar BS Monica Arfiana BS Monica Arfiana Darlim Darmawi Dea Amelia, Dea Deni Efizon Dwinda Pangentasari Dyah Muji Rahayu Ester Restiana Endang Gelis Farizal Farizal Fatchiyyah, Sayyiddah Fauzan Ramadan Febrina Rolin Febrina Rolin Femi Riza Fiki Harjuni Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Hadi, Sutanto Hamzah, Hamzah Hariski, M Hasanah Hasanah Hastuti Hastuti Hawis H Madduppa Heltria, Septi Herman Sarumaha Herman Sarumaha Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah Huda, Muhammad Aidil Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Hutwan Syarifuddin Ica Andela Ilham Khaaliq Irfan Zidni Irwan Irwan Izza Mahdiana Apriliani Jecky Silaban Khairun Najah Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Khoiriyah, Muhimatul Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lauura Hermala Yunita Lisna, Lisna M Hariski Mairizal Mairizal Masykur Masykur Miradni, Asni Muhamad Gilang Arindra Putra Muhammad Farhan Al Iqromi Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Muhammad Halim Muhammad Hariski Muhammad Latiful Khobir Mutiara Alkayakni Harahap Najah, Khairun Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Noferdiman Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Nofrizal Noverdiman, Noverdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurwijayanti Pangentasari, Dwinda Putinur Putinur Putinur Putri, Julia Rahayu Ningsih Hutabarat Rahma Dini Arbajayanti Ria Ceriana Riris Roiska Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Romie Jhonnerie Sayyidah Fatchiyyah Septy Heltria Septy Heltria Septy Heltria Septy Heltria Septy Heltria Septy Heltria Shofian Nanda Adiprayoga Silaban, Jecky Sinaga, Nurlince Sitanggang, Earline Margareth Br Sri Novianti Suryono tussadiah, Arifa Viktor Amrifo Widya Sari Wijaya, Jogi Windarti Windarti Wulandari Wulandari wulandari wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yoppie Wulanda Yun Alwi Yunita Friska Sitanggang Yusyam Leni Yusyam Leni Yusyam Leni